1 ) Pengesahan RUU-PT Resmi Ditunda
http://edukasi.kompas.com/read/2012/04/10/06402628/Pengesahan.RUU-PT.Resmi.Ditunda.

Selasa, 10 April 2012 | 06:40 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi X DPR RI akhirnya menerima permohonan Pemerintah yang disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) pembahasan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU-PT), Senin (9/4/2012) malam, di gedung DPR, Jakarta. Dalam Raker tersebut, Pemerintah diwakili oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh. Seperti diberitakan, saat awal berlangsungnya raker, Nuh langsung meminta waktu untuk menyampaikan pandangan Pemerintah terkait RUU-PT kepada Komisi X. Dalam paparannya, Nuh menyampaikan permohonannya agar pembahasan RUU-PT ditunda dalam satu kali masa sidang. Ia menyampaikan, alasan permohonan itu agar dapat dilaksanakan kajian kembali pada RUU-PT secara lebih mendalam. Ketua Komisi X DPR, Mahyudin mengatakan, pihaknya menerima permohonan Pemerintah untuk menunda jadwal pengesahan RUU-PT pada pembahasan tingkat I. Terkait itu, Komisi X DPR memberikan beberapa catatan kepada Pemerintah. Yakni, adanya jaminan jika RUU-PT tidak dibatalkan dan dapat diselesaikan pada satu kali masa sidang berikutnya (masa sidang IV tahun sidang 2011-2012).

…dst

2 ) Belum Siap, Mendikbud Minta Pengesahan RUU-PT Diperpanjang
http://edukasi.kompas.com/read/2012/04/09/22275253/Belum.Siap.Mendikbud.Minta.Pengesahan.RUU-PT.Diperpanjang

Senin, 9 April 2012 | 22:27 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meminta pembahasan Rancangan Undang-Undang pendidikan Tinggi (RUU-PT) ditunda selama satu kali masa sidang. Hal itu ia sampaikan di awal berlangsungnya Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR, Senin (9/4/2012) malam, di gedung DPR, Jakarta. Nuh menjelaskan, permohonan permintaan penambahan waktu itu dilandasi penilaian belum sempurnanya RUU-PT tersebut. Menurutnya, draft RUU-PT yang seharusnya hari ini sudah bisa disahkan dalam pembahasan tingkat I bersama Komisi X belum mencerminkan tiga hal. Yakni, belum diaturnya peran perguruan tinggi untuk menyiapkan pemimpin masa depan, belum adanya mekanisme jelas jelas yang menetapkan perguruan tinggi sebagai pilar bangsa untuk membangun dan mengawal transformasi demokrasi, dan perguruan tinggi sebagai konvergensi peradaban.

…dst

3 ) 3 Alasan Kemendikbud Tunda RUU PT
http://kampus.okezone.com/read/2012/04/10/373/608489/3-alasan-kemendikbud-tunda-ruu-pt

Selasa, 10 April 2012 03:03 wib
JAKARTA – Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengajukan permohonan penundaan pengesahan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT), tentu mengundang kontroversi. Apa sebenarnya yang melatarbelakangi M Nuh mengambil opsi tersebut? M Nuh menyatakan, RUU PT sangat strategis dan penting, sehingga mendesak untuk segera dimiliki. “Presiden memberikan arahan yang sangat jelas tentang RUU PT. Maka, sayang sekali jika RUU PT ini tidak disempurnakan atau ditambahkan paparan mengenai peran perguruan tinggi (PT) di masa mendatang,” ujar M Nuh di DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2012). Penjelasan tersebut disampaikan M Nuh selepas rapat sidang rapat kerja (raker) DPR dengan Kemendikbud yang menyetujui permohonan penundaan pengesahan RUU PT yang diajukannya.

…dst

4 ) Tunda ‘Ketok’ RUU PT, DPR Ajukan 3 Syarat
http://kampus.okezone.com/read/2012/04/10/373/608473/tunda-ketok-ruu-pt-dpr-ajukan-3-syarat

Selasa, 10 April 2012 00:05 wib
JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya menyetujui permohonan penundaan pengesahan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT), yang diminta oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh. Keputusan penundaan tersebut disampaikan pimpinan sidang rapat kerja (raker) DPR dengan Kemendikbud, Mahyuddin setelah jeda sekira satu jam. Mahyuddin menyatakan, menerima permohonan penundaan Mendikbud dengan tiga persyaratan. Pertama, kata Mahyuddin, adanya jaminan RUU PT tidak batal dan dapat selesai pada masa sidang keempat. “Kedua, penambahan substansi dari pemerintah dalam penyempurnaan draf RUU PT tidak mengubah substansi RUU PT hasil panja 4 April 2012,” ujar Mahyuddin di DPR Senayan, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2012). Sementara syarat ketiga, lanjutnya, ada penjelasan dari pemerintah mengenai penambahan dalam draf RUU PT hasil Panja. “Pemerintah menyampaikan paparan dan penjelasan yang komprehensif terhadap substansi tambahan dalam bentuk pasal dan ayat hasil konsolidasi pemerintah pada awal masa sidang keempat,” tuturnya.

…dst

5 ) ITS temukan energi alternatif menghemat BBM
http://www.antaranews.com/berita/305342/its-temukan-energi-alternatif-menghemat-bbm

Minin, 9 April 2012 13:54 WIB |
Surabaya (ANTARA News) – Kepala Laboratorium Teknik Pembakaran dan Bahan Bakar di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Prof. Dr. Ir. H Djoko Sungkono M.Eng.Sc menemukan water to gas (air dijadikan gas) sebagai energi alternatif untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM). “Saya sudah menelitinya sejak tahun 2007, bahkan saya mulai memakainya sejak tahun 2009. Alhamdulillah, alat HHO (Hydrogen Booster) yang mengalihkan air ke gas itu mampu menghemat solar atau bensin hingga 36 persen,” katanya kepada ANTARA di Surabaya, Senin. Menurut dia, alat HHO yang harganya Rp800.000 dan belum diproduksi secara massal (masih internal ITS) itu prinsipnya merupakan alat yang memisahkan H2O menjadi H2 dan O secara elektrolisa. “H2 yang sudah dipisahkan dari O itulah yang akan menghasilkan energi (gas) yang luar biasa bila ada proses pembakaran di dekatnya,” katanya. Saat ini, kata guru besar Fakultas Teknologi Industri ITS itu, water to gas yang diriset sudah memasuki generasi ke-16, namun riset akan terus dikembangkan, baik konsep maupun alatnya. “Alat HHO yang ada saat ini berupa tabung air murni berukuran 15×20 centimeter. Satu cc air murni akan habis untuk jarak 70 kilometer, sehingga kalau satu liter air murni ya bisa untuk jarak ribuan kilometer,” katanya.

…dst

6 ) ITS Buat Kapal Perang Rp1,8 M
http://kampus.okezone.com/read/2012/04/09/373/608052/its-buat-kapal-perang-rp1-8-m

Senin, 09 April 2012 14:18 wib
JAKARTA – Setelah melakukan sejumlah inovasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menelurkan sebuah karya. Kali ini mereka menciptakan kapal perang anti radar yang menelan dana sebesar Rp1,8 miliar. Berbekal keinginan kuat untuk mewujudkan kedaulatan sistem pertahanan nasional, ITS melalui Konsorsium Pengembangan Kapal Perang Nasional (KPKPN) menggagas pembuatan kapal perang tersebut. “ITS menjadi leader KPKPN. Dengan digarap oleh dosen dari beberapa jurusan di ITS, riset kapal perang ini ditargetkan akan selesai dalam kurun waktu tiga tahun mendatang,” ujar Subchan, salah satu anggota dari tim riset kapal perang seperti dikutip dari ITS online, Senin (9/4/2012). Karena merupakan riset nasional, ITS tidak melakukannya sendirian. Pembuatan kapal ini dibantu oleh beberapa universitas, yakni Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Surabaya (UNS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Akademi Angkatan Laut (AAL). Tidak hanya itu, sejumlah perusahaan besar pun turut bekerja sama guna merealisasikan kapal perang tersebut, seperti PT PAL Indonesia, PT Terafulk Group, dan PT Len Industri. ”Harapan kami, nantinya kapal perang ini dapat diproduksi di Indonesia dalam jumlah besar,” kata Subchan menambahkan.

…dst

7 ) Inilah Keunggulan Kapal Perang ITS
http://kampus.okezone.com/read/2012/04/09/373/608062/inilah-keunggulan-kapal-perang-its

Senin, 09 April 2012 14:50 wib
JAKARTA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merintis kapal perang baru untuk melengkapi bidang pertahanan dan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia. Mau tahu apa kelebihan yang dimiliki kapal perang besutan para civitas academica berbagai perguruan tinggi ini? Salah seorang narasumber diskusi ilmiah National Ship Design and Engineering Centre (Nasdec) beberapa waktu lalu, Mochamad Zainuri menyatakan, keunggulan kapal perang ini adalah dilengkapi dengan material anti radar. ”Anti radar baru pertama kali diterapkan di pesawat tempur Amerika. Konon, wartawan tidak bisa mendekat dari jarak 100 meter,” kata Zainuri seperti disitat dari ITS online, Senin (9/4/2012). Zainuri yang telah meneliti bahan anti radar sejak 2005 mengungkapkan, material anti radar yang digunakan pada kapal tersebut dibuat dari pasir besi. Hingga saat ini, material tersebut telah berhasil dibuat dan dapat menyerap radar hingga 99 persen.

…dst

8 ) UGM-Kemenristek Ciptakan Pompa Air Tenaga Surya
http://kampus.okezone.com/read/2012/04/09/372/608141/ugm-kemenristek-ciptakan-pompa-air-tenaga-surya

Senin, 09 April 2012 16:40 wib
JAKARTA – Tinggal di daerah tandus membuat warga Gunung Kidul, Yogyakarta, harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan air. Untuk itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menciptakan pompa air bertenaga surya. Sebagai salah satu daerah sulit air, Dusun Sureng, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul setiap warga harus berjalan kaki 2,5 kilometer untuk mandi dan mengangkut air buat minum. Untuk mengatasinya, pemerintah setempat pun membangun instalasi pompa air di sumber mata air tersebut. Agar dapat mengaliri air ke bak penampung yang dibangun di atas bukit, pompa air tersebut menggunakan mesin diesel. “Baru akhir tahun lalu air sudah mengalir ke masyarakat lewat bak penampung,” kata Kepala Dusun Sureng, Suratman seperti dilansir dari laman UGM, Senin (9/4/2012).Karena operasional menghidupkan pompa air dikelola secara swadaya, perangkat dusun menarik iuran Rp1.000 per 50 liter air bagi penduduk yang mengambil air di bak penampung. Dana tersebut digunakan pengurus untuk membeli bahan bakar genset agar dua pompa bisa dinyalakan tiap hari. “Sebenarnya harga membeli air ini sama saja seperti membeli air dari mobil tangki,” ujar Suratman menambahkan.

…dst

9 ) UI Resmikan Pusat Kajian Papua atau Papua Center
http://edukasi.kompas.com/read/2012/04/09/18013227/UI.Resmikan.Pusat.Kajian.Papua.atau.Papua.Center

Senin, 9 April 2012 | 18:01 WIB
DEPOK, KOMPAS.com – Pusat Kajian Papua atau Papua Center di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) Depok diresmikan, Senin (9/4/2012). Peresmian dihadiri oleh Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri dan Pejabat sementara (Pjs) Rektor Universitas Cenderawasih Festus Simbiak, Presiden Direktur PT. Freepor, Indonesia Rozik B Soetjipto, dan Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan. Bersamaan dnegan acara peresmian Pusat Kajian Papua, juga dilakukan pelantikan Badan Pengurus Ikatan Mahasiswa Papua UI (IMAPA-UI). Organisasi ini sebagai paguyuban untuk menghimpun dan menjalin komunikasi serta menumbuhkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan antara mahasiswa/i asal Papua tanpa membedakan suku, agama, dan budaya. Dalam kesempatan tersebut juga digelar Upacara Bakar Batu atau Barapen. Barapen merupakan salah satu tradisi Biak di Utara Papua yang berfungsi sebagai ucapan syukur atas berkah. Barapen biasanya dilakukan dalam upacara pernikahan, penyambutan tamu istimewa dan sebagai bukti perdamaian antar suku.

…dst

10 ) UI-Uncen Resmikan Papua Center
http://kampus.okezone.com/read/2012/04/09/373/608030/ui-uncen-resmikan-papua-center

Senin, 09 April 2012 14:05 wib
DEPOK – Universitas Indonesia (UI) bersama Universitas Cendrawasih (Uncen) meresmikan Papua Center di Auditorium Juwono Sudarsono Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Peresmian itu dilandasi hubungan baik yang sudah sejak lama terjalin antara UI dan Uncen sejak 1963. Dekan FISIP UI Bambang Shergi Laksono Papua Center tersebut merupakan wujud penguatan institusi Kontjaraningrat di UI. Selain itu, UI secara umum sebagai pembawa nama Indonesia. “Disingkat dengan Pace, tiga tahun pertama, akan fokus pada pengenalan budaya Papua, penelitian dan informasi, dokumentasi dan pendidikan,” kata Bambang dalam sambutannya, Senin (9/4/2012). Selain itu, pendirian Papua Center juga menciptakan wadah untuk pengabdian masyarakat secara langsung ke masyarakat Papua, di samping pengenalan budaya Papua yang akan dilakukan di kampus UI, Jakarta, dan Bali.

…dst

11 ) Fakultas Hukum Unissula-BATAN Kerja Sama Sosialisasi Nuklir
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/04/10/182723/Fakultas-Hukum-Unissula-BATAN-Kerja-Sama-Sosialisasi-Nuklir

10 April 2012
SEMARANG- Fakultas Hukum (FH) Unissula bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) mengadakan sosialisasi pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai dalam perspektif hukum internasional dan syariah Islam di kampus Kaligawe, Kamis lalu. lmuan BATAN Dr Ferhat Aziz menyatakan, kerja sama itu sangat penting, karena Unissula dekat dengan ”matan” basis-basis pengembangan nuklir untuk tujuan damai, seperti di bidang pertanian, peternakan, dan kesehatan. ecara geografis Unissula dekat dengan Kabupaten Demak, Jepara, Pekalongan, Kendal, Blora, dan lainnya. Di wilayah tersebut telah ditanami padi varietas unggul hasil rekayasa teknologi nuklir, dan Unissula bisa menjadi salah satu pembina maupun membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Selama ini masyarakat banyak yang belum paham penggunaan nuklir untuk tujuan damai.

…dst

12 ) Undip Miliki Training Center
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/04/10/182725/Undip-Miliki-Training-Center-

10 April 2012
SEMARANG – Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi meresmikan training center (TC), akhir minggu lalu. Fasilitas itu didirikan dengan dana bantuan senilai lebih dari Rp 5 miliar. Bantuan itu meliputi biaya pembangunan gedung dan semua perlengkapan. “Fasilitas ini merupakan tempat untuk aktualisasi dosen dan mahasiswa. Saya harap tempat ini terus dirawat dengan baik. Selain itu, TC Undip juga bakal dioperasionalkan lewat kerja sama dengan pihak ketiga,” kata Sudharto seusai acara peresmian yang berlangsung sederhana. Pembukaan TC ditandai dengan pemotongan tumpeng. Seusai acara, Rektor dan beberapa pejabat kampus melihat ruang-ruang yang ada di sana. Sudharto mengatakan, TC diharapkan memberi kontribusi pada universitas. Sebab, kampus diminta mandiri dalam menjalankan aktivitasnya. Sementara pilihan untuk menaikkan SPP jelas tak mungkin. Karena itu, TC menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan pemasukan.

…dst

13 ) Museum Wallacea Universitas Haluoleo, Kendari, Menuju Pusat Ilmu Satwa Dunia
http://www.jpnn.com/read/2012/04/10/123673/Museum-Wallacea-Universitas-Haluoleo,-Kendari,-Menuju-Pusat-Ilmu-Satwa-Dunia-

Selasa, 10 April 2012 , 00:10:00
Penjelajahan ahli biologi asal Inggris Raya Alfred Russel Wallace ke Nusantara pada 1854″1862 melahirkan garis sebaran satwa yang diberi nama Garis Wallacea. Untuk menghormati jasa besar peneliti itu, pemerintah mendirikan Museum Wallacea di Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. SUASANA di gedung Pascasarjana Universitas Haluoleo, Kendari, Jumat lalu (6/4) terasa sangat riuh. Di lantai dasar, ratusan civitas academica kampus merayakan peresmian gedung dengan gegap gempita. Sementara itu, di lantai lima, sejumlah mahasiswa dan dosen sibuk menata beberapa tengkorak dan foto satwa khas Wallacea. Lantai lima gedung tersebut memang tidak dijadikan ruang kuliah. Di ruang yang cukup luas itulah Museum Wallacea didirikan. Berbagai tulang satwa endemik di Garis Wallacea mengisi museum pendidikan itu. Ada tulang satwa langka dari Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan gugusan pulau kecil di sekitar pulau-pulau besar tersebut.

…dst

14 ) Anies Baswedan : Saya Harus Pulang ke Tanah Air
http://www.tempo.co/read/news/2012/04/09/079395831/Anies-Baswedan–Saya-Harus-Pulang-ke-Tanah-Air

SENIN, 09 APRIL 2012 | 19:10 WIB
TEMPO.CO, Jakarta – Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengatakan tidak pernah membayangkan dirinya meniti karir di luar negeri. Doktor lulusan Northern Illinois University, AS, ini menilai kembali ke Indonesia setelah studi di luar negeri adalah sebuah keharusan. “Saya dididik dan dibesarkan di negeri ini. Saya memiliki utang melakukan sesuatu di sini,” kata Anies saat dihubungi, Senin 9 April 2012 siang. Studi Anies di Amerika Serikat itu dimulai pada 1997, ketika ia menerima beasiswa dari Fulbright. Selanjutnya ia menjalani studi di School of Public Policy University of Maryland hingga tahun 1999. Setelah lulus, Anies kembali mendapat beasiswa dari Northern Illinois University. Ia menjalani studi doktoral dan lulus pada 2004. Setahun setelah lulus, Anies tak langsung pulang ke Indonesia. Ia mengaku kehabisan uang sehingga harus bekerja setahun di sana. “Saya kerja hanya untuk ongkos pulang dan sekolah anak,” katanya.

…dst

15 ) Prof. Tian Belawati Presiden UT Internasional
http://www.pikiran-rakyat.com/node/183855

Senin, 09/04/2012 – 20:56
TANGERANG, (PRLM).- Universitas Terbuka (UT) memperoleh kebanggaan dan pengakuan di dunia internasional dengan dikukuhkannya Rektor UT, Prof. Ir. Tian Belawati. M.Ed., Ph.D., sebagai Presiden suatu lembaga Internasional Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh atau International Council for Open and Distance Education (ICDE). Pada pertemuan di Oslo, Norwegia tanggal 29 Februari 2012 Rektor UT terpilih secara aklamasi menjadi Presiden ICDE periode 2012 – 2015. Prof. Tian telah mengukir suatu prestasi yang membanggakan karena menjadi wanita Asia pertama yang terpilih sebagai Presiden ICDE. “Kita ingin lebih mengencangkan lagi kampanye tentang pendidikan terbuka dan jarak jauh diberbagai negara dan juga membantu member untuk meningkatkan kualitas,” ujar Tian Belawati usai membuka Seminar dan Wisuda Universitas Terbuka Periode I tahun 2012 di UTCC, Pondok Cabe, Tangsel, Senin (9/4).

…dst

16 ) Soal Gugatan UN, Mendikbud: Tidak Relevan!
http://news.detik.com/read/2012/04/09/191428/1888275/10/soal-gugatan-un-mendikbud-tidak-relevan

Senin, 09/04/2012 19:14 WIB
Jakarta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, menilai pemanggilan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta terkait gugatan UN 2006 tidak relevan. Karena dinilai kejadian sekitar 6 tahun silam tidak relevan dengan saat ini. “Saya melihatnya tidak relevan, kejadian 2006 tapi keputusannya sekarang. Padahal selama ini prosesnya jalan terus,” kata Nuh kepada wartawan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2012). Nuh menilai gugatan tersebut telat karena kementeriannya telah meningkatkan kualitas pendidikan. Peningkatan tersebut dilakukan tanpa diminta, dicontohkan dalam bentuk akses informasi.”Saya dapat menunjukkan apa yang sudah berubah kok. Jadi istilahnya telat, sudah nggak zamanlah. Untuk meningkatkan kualitas, diminta atau tidak kita tingkatkan. Akses informasi yang lengkap di daerah juga sudah kita lakukan. Tapi ini (peningkatan-red) semua tidak akan pernah selesai,” terang Nuh. Nuh berpendapat UN 2012 tetap jalan karena amar putusan yang menjadi dasar gugatan adalah UN 2006, bukan 2010 atau 2011.

…dst

17 ) Mendikbud Siap Hadapi Panggilan Pengadilan
http://edukasi.kompas.com/read/2012/04/10/0734158/Mendikbud.Siap.Hadapi.Panggilan.Pengadilan.

Selasa, 10 April 2012 | 07:34 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang masuknya waktu pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mendapat panggilan dari Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat. Pemanggilan itu terkait gugatan UN pada 2006 silam yang akhirnya masuk dan mendapat putusan dari Mahkamah Agung (MA). Menanggapi itu, Mendikbud mengaku siap menghadapi pemanggilan, dan tetap akan menggelar UN pada waktu yang telah ditetapkan. Menurutnya, gugatan yang dilayangkan pada 2006 sudah tidak relevan dengan pelaksanaan UN tahun ini. “UN tahun ini sudah banyak berubah, gugatan itu sudah tidak relevan lagi,” kata Nuh, Senin (9/4/2012) kemarin, di Jakarta. Nuh mengaku, Pemerintah sudah menjalankan perbaikan standar kualitas sekolah hingga mengubah sistem penilaian kululusan UN.

…dst

18 ) Penyelenggaraan UN Sudah Diperbaiki
http://cetak.kompas.com/read/2012/04/10/04412379/penyelenggaraan.un.sudah.diperbaiki

10 April 2012
Jakarta, Kompas – Pemerintah merasa sudah berupaya keras memperbaiki penyelenggaraan ujian nasional. Karena itu, terkait teguran dan panggilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/4) ini, soal pelaksanaan UN, pemerintah akan menjelaskan secara komprehensif. Menteri Pendidikan dan KebudayaanMohammad Nuh, Senin, di Jakarta, menjelaskan, pemanggilan itu karena pemerintah dianggap telah melalaikan keputusan Mahkamah Agung soal penyelenggaraan UN. Padahal, jika ditelusuri asal-usulnya, tuntutan terhadap UN masuk ke pengadilan pertama Agustus 2006 sebagai respons terhadap penyelenggaraan UN 2006. Gugatan tersebut kemudian masuk Mahkamah Agung (MA) tahun 2008. “Pemerintah telah melaksanakan berbagai perbaikan dalam penyelenggaraan UN serta perbaikan kualitas pendidikan sesuai keputusan MA yang diambil berdasarkan kondisi tahun 2006,” kata Nuh. Dalam keputusan MA disebutkan, pemerintah telah lalai memenuhi hak asasi manusia korban UN dan pemerintah harus meningkatkan kualitas guru dan fasilitas pembelajaran sebelum UN dilanjutkan. Selain itu, pemerintah juga diperintahkan menyikapi gangguan psikologis anak terhadap UN dan meninjau kembali sistem pendidikan nasional.

…dst

19 ) Lima Truk Naskah UN 2012 Tiba di Unimed
http://www.analisadaily.com/news/read/2012/04/10/44905/lima_truk_naskah_un_2012_tiba_di_unimed/#.T4O4a9ndZ6E

10 April 2012 07:01 WIB
Medan, (Analisa). Sebanyak lima truk bermuatan naskah soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMA Sederajat tiba di Universitas Negeri Medan (Unimed), Senin (9/4) pukul 03.30 WIB dini hari dengan pengawalan ketat petugas Kepolisian Polda Riau, Poldasu dan pengawasan dosen Unimed. “Ya! Tadi pagi tiba tanpa hambatan berarti setelah berangkat dari Provinsi Riau, Minggu (8/4) pukul 02.00 WIB dini hari,” kata Ketua Tim Satuan Pengawasan Pendidikan UN 2012, Prof Dr Khairil Ansari MPd ketika dihubungi wartawan, Senin pagi. Selanjutnya, ungkap Khairil, naskah diturunkan dari truk pukul 07.30 WIB disaksikan Rektor Unimed Prof Dr Ibnu Hajar Damanik, Prof Khairil Ansari, AKBP Guntur HR dan Kompol Rangkuti dari Poldasu, Ketua Panitia UN 2012 Henri Siregar, Kepala Biro BAUK Administrasi Mangasi Siregar SH dan Kepala Biro BAPSI Unimed Drs Aspikar.

…dst

20 ) Saatnya Serius Membangun Kekayaan Intelektual
http://sains.kompas.com/read/2012/04/09/1505357/Saatnya.Serius.Membangun.Kekayaan.Intelektual

Senin, 9 April 2012 | 15:05 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Publikasi peneliti Indonesia di jurnal ilmiah internasional dikatakan minim, tapi kecolongan publikasi juga banyak. Kasus terakhir, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terlibat dalam kerja sama penemuan spesies baru tawon Megalara garuda. Namun, publikasi di jurnal internasional cuma menyertakan nama peneliti asing. Menanggapi hal tersebut, Jonatan Lassa Ph.D., ilmuwan Indonesia yang kini di Institute of Catastrophe and Risk Management (ICRM) Nanyang Technological University, Singapura, menegaskan pentingnya peran pemerintah untuk mendukung penelitian dan publikasi ilmiah. Lassa mengatakan, pemerintah wajib membangun pusat-pusat riset unggulan untuk tiap kajian ilmu yang bisa diakses semua ilmuwan Indonesia sehingga peneliti bisa memproduksi pengetahuan di negaranya sendiri. “Bila tidak, maka kita harus tetap memakai skenario B, yakni bergantung pada kemurahan hati ilmuwan luar dalam memasukan nama kita sebagai co-author,” ungkap Lassa lewat surat elektronik, Sabtu (7/4/2012).

…dst

21 ) Dana Riset Cekak, Indonesia Sulit Bersikap Tegas
http://sains.kompas.com/read/2012/04/09/1201336/Dana.Riset.Cekak.Indonesia.Sulit.Bersikap.Tegas

Senin, 9 April 2012 | 12:01 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Kecolongan publikasi ilmiah sering terjadi di Indonesia. tapi yang lebih menyedihkan, kecolongan juga terjadi pada material penelitian berupa sampel makhluk hidup, artefak, data maupun produk. Beberapa peristiwa pengambil material penelitian sebenarnya diketahui namun sulit disikapi dengan tegas. Salah satu sebabnya adalah dana riset yang minim. “Selama ini penelitian kelautan kita sebagian besar tergantung pada Jepang,” ungkap Hagi Mulya Sugeha, peneliti ikan sidat dari Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), memberikan contoh dalam dunia riset kelautan. “Kita tahu bahwa ada sesuatu yang berharga. Tapi ketika mereka mau ambil, kita juga kesulitan. Kalau mereka bilang, ‘kan dananya dari kita’, kita mau bagaimana lagi,” papar Hagi.

…dst

22 ) Indonesia Sering “Kecolongan” Publikasi Ilmiah
http://sains.kompas.com/read/2012/04/09/08350984/Indonesia.Sering.Kecolongan.Publikasi.Ilmiah

Senin, 9 April 2012 | 08:35 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Kecolongan publikasi yang merugikan peneliti Indonesia telah terjadi beberapa kali. Publikasi hasil kerjasama riset dengan asing sering tidak mencantumkan nama peneliti Indonesia sebagai author ataupun co-author. Terakhir, “kecolongan” publikasi terjadi pada temuan spesies dan genus tawon baru, Megalara garuda. Publikasi hasil kerjasama riset antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan University of California, Davis tersebut tak mencantumkan nama peneliti LIPI. Arkeolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Daud Aris Tanudirdjo, mengatakan bahwa kecolongan publikasi memang sering terjadi dalam dunia penelitian di Indonesia. Tidak cuma pada bidang ilmu pengetahuan alam, tetapi juga sosial. “Salah satunya ya soal Homo floresiensis (manusia Flores) dulu itu,” kata Daud saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/4/2012).

…dst

23 ) LIPI “Kecolongan”
http://sains.kompas.com/read/2012/04/04/08560198/LIPI.Kecolongan.

Rabu, 4 April 2012 | 08:56 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) “kecolongan”. Publikasi hasil kerja sama riset dengan peneliti asing di jurnal internasional tidak mencantumkan nama peneliti LIPI. Publikasi hasil riset yang dimaksud adalah penemuan spesies sekaligus genus tawon baru Megalara garuda. Hasil penemuan dimuat di jurnal Zookeys, Jumat (23/3/2012). Tawon baru tersebut dikoleksi lewat ekspedisi Mekongga di Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu. Tawon baru itu dijuluki raja tawon karena memiliki rahang besar yang melebihi panjang kaki depannya. Adapun nama peneliti serangga LIPI yang harusnya dimasukkan adalah Rosichon Ubaidillah. Ia dikenal sebagai peneliti serangga dengan spesialisasi serangga parasitoid. Publikasi ilmiah di jurnal internasional hanya mencantumkan nama Lynn S Kimsey dari University of California, Davis, Amerika Serikat, dan Michael Ohl dari Museum fur Naturkunde, Jerman. Rosichon yang dihubungi Kompas.com, Selasa (3/4/2012), mengatakan, “Ini kita betul-betul kecolongan. Saya dan kita dari LIPI betul-betul kecewa dan marah juga.”

…dst

24 ) Spesimen Tawon Garuda Harus Kembali ke Indonesia
http://sains.kompas.com/read/2012/04/04/13495165/Spesimen.Tawon.Garuda.Harus.Kembali.ke.Indonesia

Rabu, 4 April 2012 | 13:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kecolongan dalam publikasi spesies serangga baru, Megalara garuda. Publikasi hasil kerjasama riset antara LIPI dengan University of California, Davis itu tidak menyertakan nama peneliti serangga LIPI, Rosichon Ubaidillah yang sebenarnya terlibat penelitian. Rosichon saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/4/2012), mengatakan, “Ini kita betul-betul kecolongan. Saya dan kita dari LIPI betul-betul kecewa dan marah juga.” Terkait dengan peristiwa ini, Rosichon mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh merugi lagi. “Sekarang yang paling penting, spesimen yang digunakan untuk identifikasi itu harus dikembalikan ke Indonesia. Sampai sekarang belum ada,” ungkap Rosichon.Spesimen yang dipakai untuk identifikasi (holotype) harus menjadi salah satu koleksi yang menambah kekayaan koleksi di Museum Zoologi Bogor. Koleksi spesimen sangat berguna bagi penelitian taksonomi selanjutnya, sebagai bahan pembanding untuk menemukan spesies baru lainnya.

…dst

25 ) Kemendikbud Usulkan Dangdut Jadi Warisan Budaya Dunia
http://news.detik.com/read/2012/04/09/185102/1888260/10/kemendikbud-usulkan-dangdut-jadi-warisan-budaya-dunia?n991103605

Senin, 09/04/2012 18:51 WIB
Jakarta Pemerintah Indonesia terus berupaya melindungi berbagai kesenian dan kebudayaan nasional. Tidak sedikit yang telah diajukan lalu disahkan menjadi warisan budaya dunia oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Setelah batik, angklung dan beberapa kebudayaan lain diakui dunia, pemerintah mengajukan dangdut menjadi warisan dunia.”Kami pastikan yang kita usulkan sekarang, kami lakukan perawatan, pengembangan dan seterusnya. Memang ada token, dangdut, ada tenun, banyak sekali. Jadi kenapa perlu mengajukan ke lembaga internasional UNESCO tentang warisan produk budaya kita, karena sebenarnya untuk melindungi warisan itu sendiri. Yang bisa mengakui itu warisan sampeyan atau tetangga itu ada lembaga di atasnya. Itu lembaga dunia. Dalam kaitan ini dengan UNESCO,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, di kantornya Jalan Jend Sudirman, Jakarta, Senin (9/4/2012).

…dst

26 ) Kemendikbud Daftarkan Tujuh Budaya Asli Indonesia pada Unesco
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/04/07/114715/Kemendikbud-Daftarkan-Tujuh-Budaya-Asli-Indonesia-pada-Unesco

07 April 2012 | 12:21 wib
SOLO, suaramerdeka.com – Untuk melestarikan budaya warisan Indonesia Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya, diantaranya dengan mengusulkan budaya asli Indonesia ke Unesco, agar dikui oleh dunia. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Windu Nuryanti menyatakan, pihaknya telah mengajukan tujuh kebudayaan asli Indonesia agar diakui Unesco, Sabtu (07/04). Dia menambahkan, penentuan pengakuan oleh Unesco tersebut akan dilakukan dalam sidang Unesco yang digelar pada November 2012 mendatang. “Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan warisan budaya kita, di antaranya dengan mendaftarkan ke Unesco ini,” katanya. Tahun ini, pihaknya akan memperjuangkan kerajinan Noken, tas khas Papua agar diakui oleh Unesco. Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan kain tenun khas Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Taman Mini Indonesia Indah, dan empat tari sakral dari Bali. “Tari sakral yang dimaksud yakni tarian yang ditarikan karena tujuan ritual dan bukan tontonan. Ada empat tarian dari bali,” katanya.

…dst

27 ) Mahasiswi UNIB terpilih Putri Kampus Pariwisata 2012
http://www.antaranews.com/berita/305296/mahasiswi-unib-terpilih-putri-kampus-pariwisata-2012

Senin, 9 April 2012 06:40 WIB
Bengkulu (ANTARA News) – Seorang mahasiswi Universitas Bengkulu Devi Florini (20) terpilih menjadi putri kampus Pariwisata Provinsi Bengkulu 2012, setelah menyisihkan ratusan rekan dari berbagai perguruan tinggi di daerah itu. Menjadi putri terbaik kampus 2012 itu adalah predikat istimewa, namun untuk mencapai itu diperlukan modal Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi, kata Devi yang masih duduk di Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu semester empat itu, Senin. “Saya hanya bermodalkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,65 dan ikut dalam pemilihan putri Pariwisata Provinsi Bengkulu 2011 berhasil menduduki Runner Up dan Putri Fotogenik,” katanya. Ia mengatakan, terpilih menjadi Putri Kampus Tingkat Provinsi Bengkulu pada 24 Februari 2012 setelah menyisihkan ratusan peserta dari berbagai fakultas di Universitas Bengkulu dan perguruan tinggi lainnya di Bengkulu.

…dst

28 ) 70 Persen APBD untuk Gaji Pegawai
Terjadi di 11 Daerah, 280 Daerah Sedot Lebih dari 50 Persen
http://www.jpnn.com/read/2012/04/10/123690/70-Persen-APBD-untuk-Gaji-Pegawai-

Selasa, 10 April 2012 , 05:52:00
JAKARTA – Tak berbeda dengan wajah APBN, porsi belanja APBD juga semakin tidak propublik. Pemerintah daerah kian boros mengalokasikan sebagian besar anggarannya hanya untuk membiayai belanja pegawai. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis, pada 2012 terdapat 291 kabupaten/kota yang memproyeksikan belanja pegawainya lebih dari 50 persen. Di antara 291 daerah itu, terdapat 11 daerah yang memiliki belanja pegawai lebih dari 70 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Di Indonesia, saat ini terdapat 398 kabupaten dan 93 kota. “Sisa anggaran untuk belanja program kegiatan hanya 9 persen sampai 14 persen. Tentu saja kepentingan masyarakat luas yang kembali dikorbankan,” kata Kepala Divisi Pengembangan Jaringan Fitra Hadi Prayitno di Jakarta kemarin (9/4).

…dst

29 ) 270 ribu honorer sudah diangkat menjadi PNS
http://www.antaranews.com/berita/305271/270-ribu-honorer-sudah-diangkat-menjadi-pns

Minggu, 8 April 2012 21:34 WIB | 2769 Views
Mataram (ANTARA News) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar menyatakan bahwa pemerintah tahun ini sudah mengangkat 270 ribu orang tenaga hononer menjadi pegawai negeri sipil (PNS). “Itu yang kategori satu (K1) sebanyak 270 ribu, yang sudah diangkat tahun ini,” kata Azwar yang ditemui usai pertemuan koordinasi dengan kader partai di Sekretariat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Minggu petang. Azwar berada di Mataram, NTB, sejak Sabtu (7/4) siang, terkait kegiatan sosialisasi reformasi birokrasi Regional II yang meliputi seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa, Bali, NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan, yang dipusatkan di Mataram 9-11 April 2012.

…dst

30 ) Honorer yang Diangkat PNS Telah Diumumkan, Cek Laman BKN
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/08/m2608x-honorer-yang-diangkat-pns-telah-diumumkan-cek-laman-bkn

Minggu, 08 April 2012, 21:29 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, mengatakan, daftar nama honorer K1 yang sudah diangkat menjadi PNS pada tahun ini, telah diumumkan pada laman http://www.bkn.go.id/honorer/ “Diumumkan agar masyarakat tahu, dan bisa komplain jika didukung data dan fakta,” ujar mantan Penjabat Gubernur Aceh periode 19 Juli 2004 hingga 30 Desember 2005, menggantikan Abdullah Puteh. Pemerintah memberdayakan semua tenaga honorer yang masuk “database” sampai 2005 yakni mengangkatnya menjadi PNS, namun masih saja ada tenaga honorer yang belum terakomodasi. Menteri PAN (Menpan) dan RB kemudian menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2010 yang mengatur tentang pendataan tenaga honorer yang bekerja di lingkungan pemerintah. SE Menpan dan RB itu merujuk pada laporan dari berbagai daerah dan pengaduan tenaga honorer yang disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian PAN dan RB serta kepada Anggota DPR-RI khususnya Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X. Isi laporan tersebut yakni masih terdapat tenaga honorer yang memenuhi syarat Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2007.

…dst

31 ) Inilah Kriteria Honorer yang Diangkat PNS Tahun Ini
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/08/m2627b-inilah-kriteria-honorer-yang-diangkat-pns-tahun-ini

Minggu, 08 April 2012, 22:11 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, mengatakan, tenaga honorer yang diangkat menjadi PNS terdiri dari tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai oleh APBN atau APBD. Kriteria honorer dimaksud yakni diangkat oleh pejabat yang berwenang, bekerja di instansi pemerintah, masa kerja minimal satu tahun pada 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja secara terus menerus, berusia sekurang-kurangnya 19 tahun dan tidak boleh lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006. Namun, dalam proses pemberdayaan honorer yang masuk “database” sampai 2005 itu, mencuat keberadaan honorer di masing-masing daerah atas kebijakan pejabat setempat, yang jumlahnya lebih banyak.

…dst

32) Sekilas dalam Negeri

Pendidikan Menengah
Kasus Nunun
Hakimpun Demo
Sekilas luar Negeri
Iran
Misteri Titanic
Kanada

 

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
 

Artikel Terkait :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.