Ini berkaitan dengan Program Jarak Jauh (PJJ)/e-learning/online learnig/ ditampilkan kembali karena tadi ada yang menanya topik ini:

Diskusi di  evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com tanggal 6 Mei 2012

Rekan-rekan semua,

Baru baru ini semakin banyak Perguruan Tinggi (PT) yang menyelenggarakan online learning dengan menggunakan media internet sebagai media pembelajaran. Secara ekonomis program Online Learning ini sangat amat menguntungkan.

Ada beberapa kampus besar di Jakarta yang sudah menyelenaggarakan program ini dan sudah meluluskan. Keuntungannya adalah sama sekali tidak dibutuhkan kelas, listrik dll untuk kegiatan ini. Yang pasti program OL ini sangat amat digandrungi oleh Perguruan Tingi karena sangat amat efisien serta mahasiswa karena tdak perlu hadir secara fisik ke kampus.

Ada yang saya ingin tanyakan kepada rekan-rekan semua untuk kegiatan ini:

1. Apakah ada aturan yang mengatur proses pembelajaran Online baik dari sisi Juklak dna juga ijazah yang diberikan.
2. Setahu saya hanya Univ Terbuka yang boleh mengadakan pendidikan model oinline atau elektronik leanring. Apakah perguruan tinggi diliuar UT boleh juga menyelenggarakannya ?
3. Setahu saya ada ketentuan wajib mukim bagi peserta didik, Apakah ini juga berlaku kepada online learning. Yang pasti peserta didik online learning paling sekali atau dua kali dalam satu semster hadir secara fisik ke kampus penyelenggara.
4. Bagaimana dengan kontrol kualitas dari proses pembalajarannya. Apakah Dikti jpunya instrumen untuk mengontrol OL ini?
5. Apakah sudah di pertimbangkan dengan matang oleh DIKTI bahwa dengan adanya program OL akan mematikan PT di daerah karena dengan pertimbangan cost dan gengsi gelar maka akan banyaj orang yang berbondong-bondong ambil program OL.
6. Kalau OL di perbolehkan kenapa kelas jauh dilarang. Menurut saya kelas jauh, artinya dosen dari PT tsb terbang mengajar dan memberikan materi. Untuk OL lebih konyol lagi, mahasiswa paling ketemu dosen sekali atau dua kali trus sisanya online. Tidak ada yang menjamin bahwa yang mengerjkan tugas atau Ujian itu adalah mahassiwa ysb.Bahkan yang lebih ekstrim, tidak ada yag tau kalo dosen yang mengaar tsb adalah dosen yang benar-benar harus mengajar bukan orang diwakilkan atau asistennya.
7. Kalau dulu kelas jauh dilarang karena kualitasnya di sangsikan, apakah OL dengan kondisi demikain duperolehkan beropersi.

Mohon msukan dan diskusinya karena saya melihat program ini bisnis menggiurkan saat ini.
Salam
Rxxx

Tanggapan:

In evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com
Date: Sun, 6 May 2012 11:26:45 +0000
Subject: [portal-informasi-pendidikan] Re: Online learning

Saya tanggapi secara singkat aja, nanti kalo ada yang ingin lanjutkan diskusi ini silakan dikembangkan:
1 ) Produk hukum yang membenarkan Program Jarak Jauh (program PJJ atau OL) silakan baca :
Permendikbud no. 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh bagi Perguruan Tinggi (membatalkan Kepmendikbud no. 107/U/2001) dan  (Panduan PJJ Tahun 2011)
Untuk program PJJ (OL) baik beban studi,kurikulum maupun ijazah sama seperti program tatap muka secara penuh. Walaupun merupakan bisnis yang menggiurkan tidak segampang itu peroleh ijin, silakan baca pasal 15 Permendikbud di atas ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Update 28 Juni 2016:

Sudah terbit Permen baru yang membatalkan Permen no. 24 tahun 2012

Permendikbud no. 109 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan pendidikan jarak jauh pada perguruan tinggi

dan Pedoman Pembukaan Program Studi Pendidikan Jarak Jauh Tahun 2016 di SINI 

2 ) Boleh, namun harus peroleh ijin Dirjen Dikti bila penyelenggaraan OL dilakukan untuk prodi yang persyaratannya sebelumnya diatur Kepmendiknas no. 107/U/2001 tentang Penyelenggaraan Program Pendidikan JARAK Jauh, sejak 26 April 2012 sudah harus berpedoman pada Permendikbud no. 24 Tahun 2012 di atas, namun bagi penyelenggara Program PJJ/OL lama yang berpedoman pada Kepmendiknas no. 107 diberi masa penyesuaian selama 2 tahun. Bila OL dilaksanakan pada mata kuliah maka penyelenggaraannya ditetapkan oleh Pimpinan PT setelah peroleh pertimbangan dari Senat, dan penyelenggaraan tersebut wajib lapor ke Dirjen Dikti (pasal 14 ayat 1-3 Permendikbud no. 24 tahun 2012)

3 ) Baca aja pasal 8 butir 2 Permendikbud no. 24 Tahun 2012 tersebut, untuk interaksi dan praktek lapangan, Penyelenggara PJJ atau OL dibenarkan mengadakan kerjasama dengan PT yang menyelenggarakan program sejenis dengan sistem tatap muka penuh, lembaga, industri atau pihak lain yang memiliki fasilitas memadai dan lokasinya terjangkau oleh peserta didik program PJJ.

4 ) Sama juga seperti program pembelajaran tatap muka penuh, program PPL tiap semester harus menyampaikan laporan bahkan sudah harus terakreditasi BAN-PT sebelum ada lulusan.

5 ) Tentu sudah dipertimbangkan maka persyaratan untuk peroleh ijin program PJJ cukup berat, di antaranya harus memiliki ijin penyelenggaraan prodi tatap muka penuh dalam bidang studi yang sama minimal terakreditasi B, memiliki USBPJJ, sistem TIK, SDM dan fasilitas yang mendukung penyelenggaraan PJJ seperti yang diuraikan di Permendikbud tsb.

6 ) Program Kelas jauh sering disalah gunakan oleh sebagian PT, dengan fasilitas yang minim bisa meluluskan mahasiswanya. Sampai saat ini larangan menyelenggarakan program kelas jauh masih diberlakukan.Untuk bisa buka program kelas jauh ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

7 ) Program PJJ atau OL juga dievaluasi terus, mekanisme ujian komprehensif dilaksanakan secara tatap muka, jarak jauh atau manfaatkan interaksi berbasis TIK secara terpusat dengan pengawasan langsung, dosen dan peserta didik tidak berada di satu lokasi, dosennya adalah dosen yang bertugas di PT penyelenggara PJJ yang memenuhi persyaratan sesuai pasal 9 butir 2 Permendikbud no. 24 tahun 2012, untuk program yang ada praktek lapangan atau praktikum bisa menjalin kerjasama dengan PT yang lokasinya terjangkau peserta didik. Dan kalo peringkat akreditasi buruk atau terdapat penyimpangan dalam penyelenggaraan ijinnya bakal dibatalkan Dikti.

Sebagai penutup saya berikan:

Produk Hukum, Panduan Penyusunan dan Penyelengaraan Program Pendidikan Jarak Jauh

Implementasi e-learning pada program studi

Larangan penyelenggaraan program kelas jauh

Pebedaan Program Kelas jauh dengan Program Jarak Jauh

Salam, Fitri

Diskusi Lanjutan tanggal 26 Juni 2013 pagi:

— In evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com, Haxxx@…> wrote:

> Selamat Pagi,
> Apakah Bapak/Ibu/Rekan-rekan ada yang mengetahui PTN/PTS mana saja
> yang menyelenggarakan Prog. S3 dengan skema PJJ/OL/e-Learning ini ??
> Terima kasih,
> Haxxx
>

Tanggapan

Dear Dik Haxxx,
Ragam Program PJJ yang diakui Dikti menurut Panduan PJJ Dikti terbagi atas 3 jenis/modus:

Pertama
Modus Tunggal yaitu berbentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan hanya dengan moda jarak jauh. Semua proses pembelajaran di semua mata kuliah dan semua program pendidikan diselenggarakan hanya dengan modus jarak jauh. Modus ini hanya diperuntukkan bagi Universitas Terbuka.

Kedua
Modus Ganda yaitu berbentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan baik secara tatap muka maupun jarak jauh. Proses pembelajaran diselenggarakan baik secara tatap muka dan atau dengan modus jarak jauh. Modus ganda ini seringkali dikenal dengan nama “dual mode”, yaitu (a) Modus Ganda Paralel: satu program pendidikan secara utuh ditransformasikan ke dalam penyelenggaraan modus jarak jauh, sementara penyelenggaraan program pendidikan secara tatap muka masih tetap diselenggarakan oleh PT pada saat bersamaan, dan (b) Modus Ganda Kombinasi: satu program pendidikan mentransformasikan beberapa mata kuliahnya ke dalam penyelenggaraan modus jarak jauh, sementara mata kuliah lain masih tetap diselenggarakan melalui modus tatap muka.

Ketiga
Modus Konsorsium yaitu berbentuk jejaring kerjasama penyelenggaraan pendidikan jarak jauh lintas satuan pendidikan dengan lingkup wilayah nasional dan/atau internasional. Penyelenggaraan program pendidikan jarak jauh secara bersama oleh beberapa perguruan tinggi untuk program studi/mata kuliah yang sama, sehingga terjadi pengakuan kredit oleh beberapa perguruan tinggi secara bersama, dan memungkinkan alih kredit.

Untuk PT yang menyelenggarakan modus Pertama adalah UT (UT adalah PTN), bila berminat bisa hubungi:
Daftar dan Alamat Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) – Universitas Terbuka yang ada di berbagai daerah Propinsi di Indonesia.

Untuk yang menyelenggarakan modus dua bisa silakan cari info dengan hubungi alamat email koordinator team e-learning di Email team elearning
di situ bisa nampak institusi mereka.

Untuk yang menyelenggarakan modus jenis ke tiga (mitra Seamolec) bisa coba hubungi :
SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC)
adalah lembaga yang didirikan oleh Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara pada 1997. Lembaga ini menawarkan kemudahan belajar dengan cara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Berita terkait : Ini Model Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia

Semoga bermanfaat, salam, Fitri

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
 

Artikel Terkait :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.