SHELL ECO MARATHON
Dua Tim Indonesia Siap Berlaga di Inggris

1 Juli 2016

LONDON, KOMPAS — Kendati tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember tidak bisa berlaga karena mobil mereka terbakar, Indonesia tidak kehilangan harapan. Dua tim Indonesia lainnya tetap siap unjuk gigi dalam ajang balap mobil hemat energi Shell Eco Marathon Drivers World Championship, 30 Juni-3 Juli, di London, Inggris.

Wartawan Kompas, Rini Kustiasih, dari London, melaporkan, kedua tim itu adalah Tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI) dan Tim Bumi Siliwangi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Mobil mereka akan bersaing dengan ratusan mobil rancang bangun karya mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Ajang tersebut dibuka pada Kamis (30/6) pagi oleh CEO Shell Ben van Beurden. Wali Kota London Sadiq Khan dan legenda sepak bola Pele juga hadir dalam acara pembukaan tersebut.

Tim Sadewa tampil dengan mobil urbanconcept yang pada Shell Eco Marathon (SEM) Asia, Maret 2016, memenangi kategori kendaraan hemat energi berbahan bakar bensin. Mobil itu menyingkirkan 117 peserta lain dari Asia dengan catatan rekor 275 kilometer per liter.

Tim Bumi Siliwangi mengusung mobil hemat energi yang bertenaga listrik. Mobil ini meraih juara II dalam SEM Asia di Filipina, Maret lalu.

Disayangkan

“Kehilangan tim ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) menjadi hal yang disayangkan karena mereka diunggulkan untuk balapan mobil berbahan bakar bensin. Namun, dua tim lainnya dari Indonesia juga menjadi harapan kita,” tutur Haviez Gautama, General Manager External Relation PT Shell Indonesia. Menurut dia, sampai saat ini tim UI dan UPI dalam kondisi siap berlomba.

“Dalam ajang ini, yang dinilai tidak hanya mobil yang paling hemat, tetapi juga mobil paling hemat dan paling cepat sampai di garis finis,” kata Haviez.

Mobil tim ITS yang menjuarai SEM Asia untuk kategori mobil urbanconcept berbahan bakar solar terbakar saat dikeluarkan dari kontainer menuju lokasi lomba. Hasil penyelidikan menunjukkan terjadi hubungan pendek arus listrik (korsleting) akibat baterai atau aki cadangan yang tidak terlindungi dengan baik. Arus listrik memicu api yang membakar bagian depan mobil.

Direktur Teknis Global SEM Norman Koch menuturkan, ajang balap mobil hemat energi ini merupakan langkah penting untuk memenuhi desakan masyarakat dunia dalam hal efisiensi energi. Mahasiswa dan cendekiawan ditantang untuk bergerak lebih jauh dalam berinovasi guna mewujudkan dunia yang hemat energi dan ramah lingkungan.

Sebelum mengikuti ajang balapan, mobil peserta harus lolos kualifikasi yang meliputi uji inspeksi teknis dan dua kali lulus dalam tiga percobaan mencapai finis di lintasan balap.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 1 Juli 2016, di halaman 12 dengan judul “Dua Tim Indonesia Siap Berlaga di Inggris”.

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
 

Artikel Terkait :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.