Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia

Forum Organisasi Profesi Akan Dibentuk, Ditargetkan Beri Masukan ke Perguruan Tinggi

Siaran Pers
Nomor : 208/SP/HM/BKKP/X/2018

Dalam rangka menyesuaikan pendidikan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengajak sekitar 70 organisasi profesi di seluruh Indonesia untuk berkontribusi pada perguruan tinggi. Salah satu caranya adalah dengan bergabung pada forum komunikasi organisasi profesi iptek.

“Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi dan memberikan guidance pada pemerintah, khususnya di profesi iptek ini,” ungkap Menristekdikti Mohamad Nasir pada Konferensi Nasional Forum Komunikasi Organisasi Profesi Iptek pada Selasa, 30 Oktober 2018 di Aula Gedung D Kemenristekdikti.

Regulasi yang dibutuhkan Kemenristekdikti, lanjut Nasir, adalah yang dapat memberikan standard bagi pendidikan profesi di Indonesia, termasuk profesi insinyur, akuntan, dan sebagainya.

“Jangan sampai ada lag (ketimpangan) antara dunia akademik dengan industri. Ini penting sekali. Oleh karena itu saya mohon organisasi (profesi) iptek ini dapat menjadi mediator bagi masalah negara tersebut,” ungkap Nasir.

Salah satu lag antara industri dengan progran studi terlihat pada dari pendidikan yang berkaitan dengan profesi insinyur, ungkap Nasir.

“Antar 40 perguruan tinggi yang kami berikan mandat, antara universitas A, B, C, D, dan seterusnya ternyata unstandardized, sehingga kualifikasinya mungkin ada yang baik, ada yang sedang, ada yang kurang. Oleh karena itu minimum requirement harus ditentukan oleh organisasi profesi,” papar Nasir.

Nasir berharap organisasi profesi dapat memberi standard bagi seluruh program studi terkait profesi tertentu, tidak hanya terkait insinyur.

“Kalau organisasi profesi bisa menetapkan ini, perguruan tinggi bisa menyesuaikan apa yang diinginkan profesi untuk menentukan pendidikan yang lebih baik,” ungkap Nasir.

Konferensi yang dihadiri Nasir ini menyepakati untuk membentuk forum komunikasi organisasi profesi dan mempercayakan Herman Dardak dari Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) sebagai ketua dan Profesor Kholil dari Perhimpunan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia (PTALI) sebagai sekretaris jenderal dari forum yang akan terbentuk tersebut.

Layanan Informasi Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti
Kemenristekdikti

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
 

Artikel Terkait :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.