1 ) IMF Country Report, September 2010
http://www.imf.org/external/pubs/ft/scr/2010/cr10285.pdf

>>>

2 ) Kebijakan Ekonomi yang Keliru

Senin, 27 September 2010 00:00 WIB
DALAM berbagai kesempatan pemerintah selalu bersuara merdu mengenai kemajuan ekonomi. Yang dipakai sebagai bukti tiada lain indikator makro, yang menunjukkan perekonomian telah berjalan dengan arah yang benar. Kenyataannya tidak seindah itu. Di bidang ekonomi, sesungguhnya ada berbagai kebijakan yang keliru yang menyebabkan Indonesia tidak mampu meningkatkan daya saingnya. Itulah yang kembali diingatkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Seminar Lustrum XXI Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pekan lalu.
Terdapat tiga kebijakan keliru yang menurut Jusuf Kalla sudah saatnya diakhiri. Ketiga kebijakan itu berkaitan dengan suku bunga kredit perbankan yang tinggi; kebijakan energi yang salah; serta kurang memadainya infrastruktur. Kebijakan tersebut justru meningkatkan biaya produksi industri dalam negeri, bukan malah membuat efisien. Suku bunga yang diterapkan perbankan di Indonesia hingga kini tergolong sangat tinggi, yaitu 12%-14%. Padahal, sebagai perbandingan, suku bunga yang diterapkan China hanya 5%.

….dst

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/09/27/171008/70/13/Kebijakan-Ekonomi-yang-Keliru

>>>

3 ) Mengelola Perubahan Ekonomi
http://cetak.kompas.com/read/2010/09/27/03162391/mengelola.perubahan.ekonomi

Senin, 27 September 2010 | 03:16 WIB
Ahmad Erani Yustika
Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya; Direktur Eksekutif Indef

Entah disadari atau tidak, dalam tiga dekade terakhir telah terjadi perubahan ekonomi yang begitu cepat, baik pada level global maupun domestik. Indonesia juga bukan merupakan perkecualian, di mana perubahan ekonomi pada level makro, mezzo (menengah), dan mikro terjadi secara dramatis, baik karena menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi dunia maupun kesadaran internal untuk mendesain perubahan.
Liberalisasi ekonomi, perkembangan teknologi dan informasi, modernisasi moda transportasi, kompleksitas institusi keuangan, dan tuntutan konsumen merupakan bagian dari pemicu perubahan ekonomi tersebut. Sampai di sini terdapat fakta yang mencemaskan di negara ini, ketika modernisasi dan perubahan ekonomi telah berjalan begitu masif, mengapa persoalan-persoalan ”tradisional” masih saja terus berlangsung?

…dst