1 ) Tes Keperawanan Melanggar HAM
Rabu, 29 September 2010 | 20:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Kementerian Pendidikan Nasional menilai wacana tes keperawanan untuk siswa baru SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi melanggar hak asasi manusia. Wacana ini digulirkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi. “Tidak hanya melanggar hak anak untuk sekolah, tapi juga sudah melanggar HAM,” kata Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Suyanto saat dihubungi, Rabu (29/9) malam. Menurut Suyanto keperawanan merupakan privasi tiap orang, lelaki maupun perempuan. “Itu sangat privat sekali, ya. Apa urusannya mereka melakukan tes keperawanan? Tidak ada undang-undang, maupun nilai-nilai yang bisa membenarkannya.” Wacana tersebut juga dinilai Suyanto sama sekali tak memuat tujuan positif. “Ngapain, itu? Kurang kerjaan. Nggak adil, nggak manusiawi, dan nggak ada gunanya untuk pendidikan sama sekali,” katanya.

…dst

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/09/29/brk,20100929-281515,id.html

>>>

2 ) Banyak Politikus & Pengusaha Sukses Ber-IPK Jelek
http://kampus.okezone.com/read/2010/09/29/373/377179/banyak-politikus-pengusaha-sukses-ber-ipk-jelek

Rabu, 29 September 2010 – 11:53 wib
JAKARTA – Terdapat fenomena unik mengenai kaitan indeks prestasi kumulatif (IPK) dengan dunia kerja. Keunikan itu lantaran cara pandang hubungan kedua indikator tersebut terbalik. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Kemendiknas) Djoko Santoso, di Indonesia, pemilik IPK rendah justru tidak mendapat pekerjaan. Djoko menilai, cara berpikir ini sebenarnya terbalik. Terlebih, jika mengingat banyak pengusaha atau politikus sukses ketika kuliah tidak memiliki IPK bagus. “Coba, yang memiliki IPK di bawah 3,00 mau disuruh kerja apa? Sudah perguruan tingginya kurang bagus, nilainya jelek pula. Nah, pola pikir seperti ini yang seharusnya dibalik,” tegas Djoko.

…dst

3 ) Kemendiknas Memang Beri Perhatian Lebih ke PTN
http://kampus.okezone.com/read/2010/09/29/373/377309/kemendiknas-memang-beri-perhatian-lebih-ke-ptn

Rabu, 29 September 2010 – 16:12 wib
JAKARTA – Sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) mengeluhkan pembedaan perhatian yang diberikan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) terhadap PTS dan perguruan tinggi negeri (PTN). Namun, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendiknas Djoko Santoso menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang alamiah. “Kemendiknas memang memberi perhatian lebih kepada PTN, sebab kami yang mendirikan mereka. Karena itu, Kemendiknas pun bertanggung jawab atas PTN,” tutur Djoko, ketika ditemui okezone di ruang kerjanya, Selasa 28 September, petang. Djoko mengakui, agak kesulitan membina PTS. Sebab, seringkali identitas yayasan pendiri suatu PTS tidak jelas. Termasuk juga perhatian dan tujuan yayasan tersebut mendirikan sebuah perguruan tinggi. “Setelah satu PTS lahir di tengah ketidaktahuan pemerintah, kami lantas diminta untuk membina mereka. Ini kan tidak adil,” tegas mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

…dst

4 ) Jangan Buat Pabrik Sarjana, Tapi Pabrik Ilmu!
http://kampus.okezone.com/read/2010/09/29/373/377299/jangan-buat-pabrik-sarjana-tapi-pabrik-ilmu

Rabu, 29 September 2010 – 15:26 wib
JAKARTA – Seperti diketahui, saat ini muncul fenomena perguruan tinggi sebagai pabrik sarjana. Banyak perguruan tinggi swasta (PTS) baru bermunculan, namun hanya menarik mahasiswa sebanyak mungkin tanpa memperhatikan kualitas pengajaran mereka. Padahal, dua hal utama yang menjadi produk keluaran suatu perguruan tinggi adalah menciptakan ilmu baru, dan menghasilkan para ahli dalam berbagai bidang. “Ilmu tidak boleh mati. Karena itu, menciptakan ilmu baru bisa dilakukan dengan melakukan berbagai penelitian secara kontinyu. Hasil penelitian tersebut lantas dipublikasikan sebagai ilmu baru,” papar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Kemendiknas) Djoko Santoso kepada okezone di ruang kerjanya, Selasa 28 September, petang.

…dst

5 ) Mahfud MD: PT Jangan Hanya Cetak Sarjana
Antara – Kamis, 30 September
http://id.news.yahoo.com/antr/20100929/tpl-mahfud-md-pt-jangan-hanya-cetak-sarj-cc08abe.html

Antara – Kamis, 30 September
Jimbaran (ANTARA) – Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD meminta kalangan perguruan tinggi (PT) segera mengubah cara pandang agar tidak hanya mencetak sarjana, melainkan bagaimana menghasilkan cendekiawan yang bermoral luhur. “Perguruan tinggi harus turut bertanggung jawab terhadap masalah yang menimpa bangsa ini. Perguruan tinggi juga harus bertanggung jawab bagaimana membangun bangsa ini ke depan,” katanya saat memberi orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-48 Universitas Udayana (Unud) di Kampus Bukit, Jimbaran, Badung, Rabu. Menurut guru besar Hukum Pertanahan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, permasalahan bangsa tak bisa lepas dari peran universitas, sebab para alumninya banyak yang menjadi pejabat dan pemimpin di pemerintahan. Banyaknya kasus korupsi yang melibatkan pejabat, juga tidak lepas dari peran universitas dalam membentuk karakter dan watak mereka selama menimba ilmu di kampus. Peran universitas sangat penting dalam membangun pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN, kat dia.

…dst

6 ) 400 Mahasiswa Masuk Final Gemastik ke-3
http://edukasi.kompas.com/read/2010/09/29/23183130/400.Mahasiswa.Masuk.Final.Gemastik.ke.3

Rabu, 29 September 2010 | 23:18 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 400 mahasiswa dari 30 perguruan tinggi dinyatakan lolos masuk babak final kompetisi inovasi dan teknologi bertajuk Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) ke-3, yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan Nasional dalam siaran pers Rabu (29/9/2010) melaporkan, babak penyisihan diikuti 4.268 mahasiswa dari 94 perguruan tinggi. Babak final dilaksanakan di ITS tanggal 5-6 Oktober 2010 untuk menetapkan tiga pemenang memperebutkan total hadiah senilai Rp22,5 juta untuk masing-masing kategori.

…dst

7 ) Lomba TIK Mahasiswa Tingkat Nasional Kembali Digelar
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/09/29/137148-lomba-tik-mahasiswa-tingkat-nasional-kembali-digelar

Rabu, 29 September 2010, 15:27 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Lomba Pagelaran Mahasiswa Tingkat Nasional Bidang TIK (geMasTIK) ke-3/2010 kembali digelar. Kali ini, sebanyak 30 perguruan tinggi (PT) terdiri atas 400 mahasiswa masuk putaran final. “Kegiatan ini merupakan ajang bagi mahasiswa Indonesia untuk berkompetisi dan mengekspresikan daya inovasi dan kreativitas di bidang TIK,” ujar Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas, Suryo Hapsoro Tri Utomo, di Kantor Kemdiknas, Rabu (29/9). Suryo mengatakan, jumlah pendaftar kegiatan ini meningkat dari tahun ke tahun. Dia menyebutkan, pada 2008 jumlah pendaftar sebanyak 2090, pada 2009 meningkat 2675 mahasiswa, dan pada 2010 sebanyak 4.268 mahasiswa. “Kami bisa lihat besarnya minat dan antusiasme mahasiswa di bidang TIK,” katanya.

…dst

8 ) Karya Tulis Terkendala Metodologi
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/09/29/125030/Karya-Tulis-Terkendala-Metodologi

30 September 2010
SOLO – Upaya penyusunan karya tulis ilmiah di kalangan dosen masih menemui sejumlah kendala. Antara lain minimnya penguasaan metodologi serta ketidakpastian reward yang akan didapat. Demikian disampaikan Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Batik (Uniba) Drs Djumali MM, beberapa waktu lalu.
Di kampusnya sudah mulai berkembang minat menulis, walau angkanya masih kecil. Dosen masih mengutamakan menuntaskan tugas di bidang I, yakni pengajaran. “Kemampuan dalam menguasai metodologi masih minim di kalangan dosen. Hal ini belum sesuai dengan kriteria yang disyaratkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,” jelasnya. Dosen semakin rendah minat untuk menyusun karya tulis ilmiah, karena tidak pastinya imbalan. Biasanya karya tulis masih harus diseleksi untuk mendapat bantuan pendanaan penelitian. Kalaupun mendapat, imbalan yang biasanya berbentuk hibah turun dalam waktu lama.

…dst

9 ) Kurikulum Antikorupsi Mubazir
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/354001/

Wednesday, 29 September 2010
BANDUNG (SINDO) – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas menilai pembentukan kurikulum antikorupsi yang direncanakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas),mubazir. Menurut Erry,penyusunan kurikulum tersebut menghabiskan anggaran relatif besar,namun efektivitas dan implementasinya masih diragukan. “Tidak usah ada kurikulum khusus lah.Cukup dengan gelaran seminar-seminar yang bisa menambah wawasan tentang nilainilai antikorupsi. Jangan terus menghamburkan anggaran lah,” kata Erry seusai menjadi pembicara pada seminar `Menciptakan Generasi Anti Korupsi’ dalam rangka Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, kemarin. Erry mengatakan, kurikulum bisa jadi malah membebani siswa atau mahasiswa.Terlebih kurikulum yang ada saat ini sudah sangat berat bagi para peserta didik. Menurutnya, yang harus dibenahi adalah mental para petinggi negara yang notabene adalah pemberi contoh perilaku pada generasi muda. Dengan tambahan beban yang berat,kata Erry,kurikulum antikorupsi dikhawatirkan justru tidak masuk dalam daya pikir siswa sehingga akhirnya menjadi produk yang mubazir.

…dst

10 ) Fikom Unisba Mendapat Akreditasi A
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/354000/

Wednesday, 29 September 2010
BANDUNG (SINDO) – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) meraih akreditasi A per 2 Juli 2010 lalu dengan nilai 371. Dekan Fikom Unisba O Hasbiansyah mengatakan, nilai yang diraihnya ini merupakan hasil dari sejumlah upaya yang telah dilakukan jajarannya. “Banyak upaya yang kami lakukan untuk upaya pencapaian akreditasi A ini. Salah satunya meliputi peningkatan sumber daya manusia (SDM), baik itu dari sisi dosen, mahasiswa, maupun akademik,” papar Hasbiansyah kepada Seputar Indonesiakemarin. Peningkatan SDM tersebut di antaranya dengan menyekolahkan dosen ke tingkat yang lebih tinggi, serta mengikutsertakan dosen dalam kegiatan pelatihan atau seminar. Bukan hanya sebagai peserta, melainkan juga pembicara. Para mahasiswa juga dibina melalui forum silaturahmi dosen dan mahasiswa, penyediaan beasiswa dengan seleksi prestasi, peningkatan kualitas akademik melalui penelitian yang dibiayai fakultas.

…dst

11 ) 18 Varietas Ubi Unpad Akan Diteliti Swasta
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/353999/

Wednesday, 29 September 2010
BANDUNG(SINDO) – Sebanyak 18 varietas ubi jalar yang ditemukan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran (Unpad) akan diteliti di laboratorium swasta, yakni PT Galih Estetik di Kabupaten Kuningan. Peneliti Unpad Dr Agung Karuniawan mengatakan, belasan varietas ubi jalar itu akan diteliti antara lain tekstur dan kadar airnya. “Target ke depan, kami ingin ubi yang dikembangkan itu bisa diolah petani di wilayah Jabar,sebagai bahan ekspor,” kata Agung di Kampus Unpad Jatinangor,Kabupaten Sumedang seperti dikutip Antarakemarin. Menurut Agung, perusahaan swasta itu merupakan mengekspor ubi ke Jepang,berupa ubi yang dibuat pasta setengah jadi. “Di Jepang, pasta ubi tersebut digunakan untuk bahan baku es krim, mi, makanan bayi,dan sebagainya,”ujarnya. Agung memaparkan, terdapat perbedaan antara ubi jalar varietas Jepang yang sekarang sedang dikembangkan dengan ubi lokal atau ubi Cilembu. Pada jenis varietas Jepang, rasa ubi tidak terlalu manis, daging tebal, dan tidak terdapat serat. Sedangkan kebanyakan ubi lokal dan ubi Cilembu, rasa sangat manis dan berserat.

…dst

12 ) Unpad Segera Umumkan Nama Calon Rektor
http://kampus.okezone.com/read/2010/09/29/373/377351/unpad-segera-umumkan-nama-calon-rektor

Rabu, 29 September 2010 – 16:37 wib
BANDUNG – Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung segera mengumumkan bakal calon (balon) rektor periode 2011–2015. Panitia Pemilihan Rektor Unpad 2011–2015 telah menerima daftar nama yang disetujui masing-masing senat fakultas. Sebelumnya, Pembantu Rektor (PR) II Unpad mengajukan 54 nama guru besar yang dianggap memenuhi kriteria untuk menjadi rektor kepada panitia. Dari jumlah tersebut, 12 nama menyatakan kesediaannya. Namun, satu nama dari Fakultas Hukum, Ahmad Mujahid Ramli, menyatakan pengunduran dirinya. Pada akhirnya, nama yang diajukan ke senat fakultas sebanyak 11 guru besar.”Dari sebelas nama itu, kita belum sebutkan berapa banyak yang tereliminasi. Yang pasti, lebih banyak yang terpilih daripada yang tereliminasi,” papar Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unpad 2011–2015 Johan S Masjhur, kemarin.

…dst

13 ) Undip Menuju World Class University
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/354036/

Wednesday, 29 September 2010
SEMARANG(SINDO) – Rektor Undip Semarang Profesor Susilo Wibowo optimistis dengan bertambahnya duagurubesardariFakultasPerikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) akan mampu mendongkrak Undip menuju World Class University. Dua guru besar yang baru dimiliki Undip, yakni Profesor Muhammad Zainuri dan Profesor Norma Afiati. Mereka menjadi guru besar ke-9 dan ke-10 dari FPIK. “Kami sangat berharap kerjasama dan sumbangsaran yang baik dengan seluruh sivitas akademika Undip untukmeraihcita-citaUndipmenjadi World Class University,”ujarnya saat prosesi pengukuhan kedua guru besar tersebut di Kampus Undip Tembalang, Semarang,kemarin.

…dst

14 ) Unissula Segera Miliki TV Production
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/09/29/125028/Unissula-Segera-Miliki-TV-Production

30 September 2010
SEMARANG- Untuk menyongsong era digital broadcasting, Unissula Semarang segera memiliki TV production berbasis Terestrial Digital Multimedia Broadcasting. TV production itu dikhususkan untuk layanan pendidikan, kesehatan (terutama bagi puskesmas di daerah), dan membantu membangun UMKM (seperti menyampaikan harga gabah kepada petani di daerah). Dengan adanya TV production memungkinkan adanya teleconference edukasi untuk kuliah antara mahasiswa dan dosen yang berhalangan hadir mengajar seperti bertugas ke luar kota. Selain itu, mahasiswa Unissula bisa mengakses perkuliahan, bahan ajar, maupun berbagai materi penting lainnya hanya melalui ponsel yang telah diupgrade terlebih dulu. Berkenaan dengan itu, Unissula mengadakan pelatihan TV production di Aula Fakultas Teknologi Industri, Selasa (28/9). Kepala Biro Sistem Informasi Unissula, Gunawan ST MT mengatakan, dasar pembuatan TV edukasi karena sebagai universitas Islam, selama ini Unissula dipandang sebagian masyarakat, kalah dengan universitas lain.

…dst

15 ) LulusanTenaga Medis Harus Tingkatkan Mutu
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=158039

BANDUNG, (PR) 30 September 2010
Lulusan tenaga kesehatan saat ini dihadapkan pada tantangan untuk memenuhi kebutuhan ahli medis di beberapa daerah di Indonesia, khususnya daerah pelosok. Namun, dalam dinamikanya, pemenuhan kebutuhan tenaga medis ini juga membutuhkan peningkatan kualitas. “Salah satunya yaitu melalui penelitian. Akan tetapi, kualitas penelitian itu harus dilihat dari tingkat keberhasilan penelitian serta efektivitas dari hasil penelitian untuk pemanfaatan dan penerapannya di dunia medis,” tutur Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) A. Yani Cimahi, dr. Dedi S. Djamhuri, Sp.B., di Cimahi, Rabu (29/9). Menurut Dedi, penelitian akan sangat bermanfaat bagi kemajuan dunia kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan konsistensi dan kontribusi yang maksimal untuk dapat memenuhi setiap kebutuhan dari suatu penelitian. “Seorang ahli kesehatan harus melihat kenyataan yang ada dan segera beradaptasi. Perkembangan dunia kesehatan yang dinamis memaksa kita segera dapat menanggulangi setiap persoalan yang ada, salah satunya dengan penelitian,” ujarnya.

…dst

16 ) 2020, Bidan Harus Lulusan S1
http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=225739&actmenu=43

30/09/2010 05:24:16
YOGYA (KR) – Tingginya angka kematian ibu melahirkan dan bayi masih menjadi tantangan profesi bidan di Indonesia sampai saat ini. Sekitar 175.000 bidan anggota IBI se-Indonesia belum mampu mengatasi permasalahan ibu dan anak karena berbagai faktor (geografis, kemampuan melayani, sarana-pra sarana dan sebagainya).
Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pusat, Dr Dra Harni Kusno MKM, saat memberikan kuliah umum untuk mengawali tahun akademik 2010-2011 Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbidyo), Rabu (29/9), di JEC Yogya. Kuliah perdana bertema `Membentuk Karakter Bidan Profesional dan Mandiri Berwawasan Nasional’ dibuka Direktur Akbidyo Drs Henry Soekirdi MKes, diikuti 519 mahasiswa dari seluruh angkatan. Hadir pula menyampaikan materi Pengurus IBI Pusat Masithoh SSiT SKM MKes dan Prof Dr Ir Budi Santoso Wignyosukarto DipHE.
Harni menjelaskan, sebagai satu-satunya organisasi profesi bidan di Indonesia, IBI memprogramkan pada 2013 semua bidan harus berpendidikan minimal D-3 Kebidanan. Selanjutnya pada 2020 pendidikan bidan harus profesional dengan jenjang pendidikan S1 ditambah sertifikat profesi. (Ben)-c

>>>

17 ) KONSULTASI
Indonesia Butuh 10.000 Profesi Penilai
http://cetak.kompas.com/read/2010/09/30/03410594/indonesia.butuh.10.000.profesi.penilai

Kamis, 30 September 2010 | 03:41 WIB
Nusa Dua, Kompas – Indonesia masih banyak kekurangan tenaga yang berprofesi di bidang jasa penilai. Saat ini, Indonesia hanya memiliki sekitar 2.000 tenaga penilai dari sekitar 10.000 orang yang dibutuhkan. Padahal, tenaga penilai diperlu kan untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang akuntabel dan transparan, baik di sektor riil maupun keuangan. Jasa penilai juga dibutuhkan untuk mendukung masuknya investasi asing langsung (foreign direct invesment/FDI). Untuk memenuhi kebutuhan tenaga penilai, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (Mappi), Rabu (29/9), menandatangani kerja sama dengan Appraisal Institute—organisasi penilai internasional terbesar di dunia. Penandatanganan itu dilakukan Ketua Umum Mappi Hamid Yusuf dan President of Appraisal Institute Leslie Sellers, MAI, SRA di sela acara The 25th Pan Pacific Congress of Real Estate Appraisers, Value and Counselor di Nusa Dua, Bali, 27-30 September 2010.

…dst

18 ) Utama Beri Beasiswa untuk 45 Mahasiswanya
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=158041

BANDUNG, (PR) 30 September 2010
Sebanyak 45 mahasiswa baru Universitas Widyatama (Utama) mendapat beasiswa dari Yayasan Widyatama dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Beasiswa diberikan berupa uang saku, pembebasan biaya SKS, hingga beasiswa penuh. Pembantu Rektor Bidang Perencanaan dan Pengembangan Utama Maman Kusman mengatakan, 15 mahasiswa baru diberi beasiswa penuh, 5 orang dibebaskan dari biaya SKS selama satu tahun, dan 25 orang diberi uang saku selama satu tahun. “Total beasiswa dengan mahasiswa tahun berjalan yang diberikan tahun ini mencapai Rp 1,25 miliar,” katanya seusai penyerahan beasiswa kepada mahasiswa baru di Kampus Utama, Rabu (29/9).

…dst

OOT :

19 ) Negara yang Terkulai
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/09/30/171650/68/11/Negara-yang-Terkulai-

Kamis, 30 September 2010 00:01 WIB
Hampir setahun ini semakin bertubi saja kita saksikan hujaman kritik terhadap Presiden SBY dan Wapres Boediono. Kritik ditujukan mulai dari aspek kebijakan dan jalannya pemerintahan sampai pada aspek personal kepemimpinan. Setelah mengecewakannya respons Kepala Negara terhadap provokasi Malaysia di Selat Malaka, kembali kita saksikan negara gagal mengantisipasi aksi kekerasan antara umat beragama dalam kasus FPI-HKBP di Bekasi. Temuan terbaru IMF yang mengungkapkan buruknya penanganan korupsi dan tata kelola pemerintahan serta ketiadaan kepastian hukum di negeri ini semakin mempertanyakan kemampuan dan kesungguhan pemerintahan SBY dalam mewujudkan perubahan.
Turun popularitas
Masih lekat dalam ingatan betapa skandal Bank Century serta penahanan sewenang-wenang pimpinan KPK Bibit-Chandra telah memerosotkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan SBY-Boediono. Sebaran kritik dan kekecewaan terhadap rezim SBY ini terlihat jelas di berbagai surat kabar, televisi, forum-forum diskusi kalangan akademisi, mahasiswa, kelas menengah, dan masyarakat sipil, komunitas jurnalis serta aktivis, sampai di diskusi warung kopi dan supir taksi, di berbagai milis termasuk facebook dan twitter. Seorang perwira militer bahkan pernah mengungkapkan pada penulis bahwa kritik terhadap Presiden SBY di media massa sesungguhnya masih kalah seram dibanding diskusi-diskusi yang terjadi di milis-milis terbatas yang diikuti perwira tersebut beserta teman-teman sejawatnya.

…dst

20 ) Gempa 7,4 SR di Papua Barat
Belum Ada Laporan Korban Jiwa & Kerusakan
http://www.detiknews.com/read/2010/09/30/022411/1451807/10/belum-ada-laporan-korban-jiwa-kerusakan?n991102605

Kamis, 30/09/2010 02:24 WIB
Jakarta – Gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Papua Barat diikuti dua gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil. Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan maupun jatuhnya korban. “Kita belum terima laporan, sekarang masih berusaha untuk kontak-kontak. Jika ada informasi kami akan kabarkan,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief, kepada detikcom, Kamis (30/9/2010) pukul 02.00 WIB. Sebelumnya, BMKG melansir telah terjadi gempa dengan kekuatan 7,4 SR di 141 km Tenggara Kaimana dengan kedalaman 25 km. Gempa yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami itu terjadi pukul 00.10 WIB.

…dst

__._,_.___