1 ) Tes Keperawanan bukan Solusi Peningkatan Mutu Pendidikan
Sabtu, 02 Oktober 2010 17:32 WIB
MEDAN–MI: Ketua Pusat Studi Gender dan Perlindungan Anak Universitas Negeri Medan Meuthia Fadila Fachruddin mengatakan, tes keperawanan bagi siswi baru SMP dan SMA bukan solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan. “Banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, tapi bukan tes keperawanan,” katanya di Medan, Sabtu (2/10). Ia menjelaskan, upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan serta memperbaiki moral siswa antara lain memberikan pendidikan reproduksi sehat. Materi reproduksi sehat itu, katanya, salah satunya menerangkan bagaimana cara yang sehat dan waktu yang tepat bagi seseorang untuk berhubungan seks, tentunya harus dilakukan setelah menikah. Bila tes keperawanan itu diterapkan sebagai syarat masuk sekolah atau perguruan tinggi, menurut dia, akan banyak pelajar yang akan terabaikan hak pendidikannya. “Tidak semua siswa yang tidak perawan akibat berhubungan seks, bagaimana pula nasib mereka yang tidak perawan hanya karena kecelakaan seperti jatuh dan lainnya,” katanya.

…dst

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/10/02/172388/88/14/Tes-Keperawanan-bukan-Solusi-Peningkatan-Mutu-Pendidikan

>>>

2 ) Beasiswa Musim Semi ke Denmark
http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/02/12083771/Mau..Beasiswa.Musim.Semi.ke.Denmark.ini

Sabtu, 2 Oktober 2010 | 12:08 WIB
KOMPAS.com – David Collection Foundation melalui Krogerup College, Denmark, mengundang para pelajar di negara-negara mayoritas berpenduduk muslim untuk menjadi kandidat penerima beasiswa penuh musim semi 2011 dalam program Crossing Borders Global Studies. Program ini mulai berjalan pada 9 Januari sampai 11 Juni 2011 mendatang. Crossing Borders Global Studies merupakan program uni yang didesain bagi para pelajar yang berwawasan internasional dari seluruh dunia. Beberapa waktu terakhir program ini difokuskan pada bidang-bidang kelembagaan, budaya, lingkungan hidup, dimensi konflik masyarakat global, termasuk di dalamnya Tujuan Pembangunan Milenium 2015 dari PBB.

…dst

3 ) Beasiswa Indocement untuk Mahasiswa UI
http://kampus.okezone.com/read/2010/10/02/368/378438/beasiswa-indocement-untuk-mahasiswa-ui

Sabtu, 2 Oktober 2010 – 17:13 wib
JAKARTA – Satu lagi penawaran beasiswa, kali ini datang dari PT Indocement. Siapa saja yang tercatat sebagai mahasiswa tingkat III dari Universitas Indonesia (UI) program strata satu reguler, atau mahasiswa UI tingkat II program vokasi; bisa mendaftar beasiswa ini.
Tapi, pengaju beasiswa harus memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,5. Syarat lainnya, juga bukan seorang perokok aktif. Formulir pendaftaran dan informasi lengkap bisa Kamu dapatkan di laman http://mahasiswa.ui.ac.id/beasiswa/8-indocement/143-penawaran-beasiswa-indocement-2010.html.Batas pengumpulan berkas kelengkapan pengajuan beasiswa beserta formulir pendaftaran adalah 5 Oktober 2010. Jadi, ayo bergegas!(rhs)

…dst

4 ) INDONESIA BOOK FAIR
Jakob Oetama Dapat Penghargaan IKAPI
http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/02/15550380/Jakob.Oetama.Dapat.Penghargaan.IKAPI

Sabtu, 2 Oktober 2010 | 15:55 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menganugerahkan penghargaan kepada tiga tokoh dari generasi berbeda. Penyerahan penghargaan disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal didampingi Ketua Umum IKAPI Setia Dharma Madjid dalam pembukaan Indonesia Book Fair (IBF) 2010 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (2/10/2010). Penghargaan diberikan kepada artis cilik Umay (9), yang dinobatkan sebagai jagoan baca cilik. Umay dinilai mencerminkan anak yang pintar, berprestasi, kreatif, dan senang membaca. Adapun penghargaan khusus bagi penulis diberikan kepada Andrea Hirata yang saat ini sedang menempuh pelatihan penulisan di Universitas Iowa, Amerika Serikat. Andrea dinilai sebagai penulis fenomenal lewat karya-karyanya, tetralogi Laskar Pelangi.Sementara itu, penghargaan Achievement Award diberikan IKAPI kepada Jakob Oetama. Presiden Komisaris Kompas Gramedia ini dinilai layak disebut sebagai tokoh penerbitan.

…dst

5 ) Indonesia Book Fair
Yuk, Berburu Buku Murah!
http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/02/10274170/Yuk..Berburu.Buku.Murah..

Sabtu, 2 Oktober 2010 | 10:27 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Ikatan Penerbit Buku Indoneisa (IKAPI) kembali menggelar Indonesia Book Fair (IBF) 2010 di Istora Senayan, Jakarta. Acara dibuka Sabtu (2/10/2010) siang ini hingga 10 Oktober mendatang. Di IBF imi masyarakat bisa mendapatkan diskon hingga 70 persen. Peserta IBF adalah penerbit dari dalam dan luar negeri, media cetak, toko buku, serta perpustakaan dari berbagai instansi dan provinsi di Tanah Air. Ikut ambil bagian juga perusahaan yang bergerak di bidang sarana edukasi.

…dst

6 ) Peluncuran Buku
Siswi SPH Luncurkan Novel Bahasa Inggris
http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/02/17374784/Siswi.SPH.Luncurkan.Novel.Bahasa.Inggris

Sabtu, 2 Oktober 2010 | 17:37 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Penulis belia berusia 17 tahun, Claudia Natasia, meluncurkan novel perdananya berjudul Just Like Butterflies. Diluncurkan Jumat (1/10/2010) di Times, Kampus Universitas Pelita Harapan (UPH), hasil penjualan bukunya itu akan ia donasikan ke pengurus Panti Asuhan Ina Theresia di Masohi, Maluku Tengah. Claudia, panggilan akrabnya, sudah berani membuat novelnya dalam bahasa Inggris. Buatnya, menulis bukan hanya tentang menuangkan pikiran dan imajinasi di atas kertas, tetapi juga mengenai bagaimana kita dapat berbagi dengan sesama.

…dst

7 ) Ilmu Perpustakaan
Kompetensi Pustawakan Tak Punya Acuan
http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/02/11164422/Kompetensi.Pustawakan.Tak.Punya.Acuan.

Sabtu, 2 Oktober 2010 | 11:16 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Kompetensi pustakawan yang didefinisikan sebagai kemampuan, ketrampilan, motivasi, konsintensi dan tanggungjawab pustakawan untuk menguasai bidang pekerjaannya, perlu dirumuskan ulang. Kompetensi tersebut perlu dirumuskan ulang agar selaras dengan kebutuhan pemakai jasa mereka di dunia kerja. Demikian kesimpulan yang dikemukakan Presiden Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan Indonesia (ISIPII) Harkrisyati Kamil pada talkshow bertajuk Kompetensi Pustakawan Indonesia di Gedung Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII – LIPI) Jakarta, Rabu (29/9/2010) lalu.

…dst

8 ) PAMERAN PENDIDIKAN EROPA
Ke Sini, Kalau Cari Info Studi ke Eropa!
http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/02/10432515/Ke.Sini..Kalau.Cari.Info.Studi.ke.Eropa.

Sabtu, 2 Oktober 2010 | 10:43 WIB
KOMPAS.com – Mau melanjutkan studi di Eropa dan butuh informasi langsung dari perguruan-perguruan tinggi di Eropa? Khususnya, informasi mengenai beasiswa dari institusi-institusi pendidikan tinggi di belahan benua tersebut. Kunjungi pameran pendidikan Eropa yang akan berlangsung pada: Hari: Sabtu – Minggu (9 – 10 Oktober 2010)
Tempat: Kartika Expo Centre – Balai Kartini Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 37 Waktu: 10.00 – 18.00

>>>

9 ) ‘Upin & Ipin’ Diproduseri Mantan Mahasiswa ITB
http://id.omg.yahoo.com/blogs/upin-ipin-diproduseri-mantan-mahasiswa-itb-blog_editor-14.html

Diposting Oleh Fajar Anugrah Putra, Kam Sep 30, 2010 20:21 WIT
Siapa yang tak kenal serial animasi asal Malaysia ‘Upin & Ipin’? Ceritanya yang sederhana, mendidik dan menjunjung etika sopan santun, menjadi salah satu tontonan favorit anak-anak, bahkan orang dewasa di Indonesia. Tapi apakah anda mengetahui kalau kisah dua bocah gundul itu ternyata diproduseri oleh seseorang yang pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB)? Namanya Burhanudin Radzi pria yang kini usianya di atas 50 tahun tersebut pernah menimba ilmu jurusan Teknik Perminyakan di ITB sekitar tahun 1980-an. Namun ia hanya kuliah selama 1,5 tahun hingga akhirnya memutuskan pindah karena alasan pribadi.

…dst

OOT :

10 ) Anak Berbakat belum Tentu Sukses
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/09/28/171332/88/14/Anak-Berbakat-belum-Tentu-Sukses

Selasa, 28 September 2010 13:28 WIB
JAKARTA–MI: Anak-anak dengan bakat luar biasa ternyata sama besar kemungkinannya untuk gagal maupun sukses pada masa dewasa. Dalam salah satu penelitian terpaling luas yang pernah diadakan, ditemukan bahwa dari 210 anak berbakat, hanya tiga persen yang akhirnya “jadi orang”. Professor Joan Freeman mengatakan dari 210 anak-anak yang dia teliti, hanya setengah lusin yang bisa dikatakan meraih ‘kesuksesan konvensional’. “Pada usia enam atau tujuh tahun anak berbakat memiliki potensi yang mencengangkan, tetapi banyak dari mereka terjebak dalam situasi potensi terpasung,” kata Freeman seperti yang dikutip Daily Mail, Senin. Professor Freeman melacak anak-anak yang berbakat di bidang matematika, seni, dan musik sejak tahun 1974 hingga sekarang. Kebanyakan dari mereka tidak sukses pada masa dewasa karena perlakuan yang mereka alami dan dalam beberapa kasus direnggut dari masa kanak-kanak.

…dst

11 ) Tragedi di Ujung Malam
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/354556/

Saturday, 02 October 2010
Apakah ini lalai atau kebodohan? Ataukah ini takdir? Kalau pun takdir, kenapa kecelakaan kereta api (KA) selalu berulang, bahkan nyaris beruntun. Di ujung malam itu KA Argo Bromo Anggrek menabrak KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Petarukan, Jawa Tengah. Benturan keras akibat tabrakan itu membangunkan warga yang sedang dibuai mimpi. Jerit tangis berbaur suara derit besi gerbong menyayat hati. Warga berbondongbondong menolong. Namun, pertolongan yang datang tak kuasa menahan malaikat maut. Tragedi jelang subuh itu merenggut nyawa 36 orang. Doa kami selalu untukmu para korban tewas, luka ringan, berat, dan selamat. Semoga kejadian ini bukan akibat kebodohan yang terus berulang-ulang.