1 ) 50 Pakar Gelologi Bahas Gunung Api Di Yogyakarta
Kamis, 07 Oktober 2010 | 12:32 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta – Lebih dari 50 pakar geologi dari 11 negara bertemu di Yogyakarta untuk membahas perkembangan gunung api berdasarkan pada paleoclimate. Terjadinya perubahan iklim dan pergerakan bumi sudah ada sejak dulu dan menjadi siklus. “Iklim pada jaman purba, sekitar 600 juta tahun yang lalu itu bisa menjadi studi yang mendasari perubahan-perubahan pada jaman sekarang,” kata R Sukhyar, Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral saat membuka konferensi IGCP (International Geoscience Programme) di Yogyakarta, Kamis (7/10). Ke-11 negara yang mengutus pakar geologi adalah Jepang, India, Korea Selatan Swedia, Cina, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Philipina, Mongolia dan Rusia. Para pakar geologi itu kerap datang ke Indonesia karena sumber daya geologi di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Mereaka akan bertukar pengalaman dan keilmuan dari negara masing-masing, terutama dari negara Asia untuk berbagi sesama geolog.

…dst

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2010/10/07/brk,20101007-283161,id.html

2 ) Dosen Jangan Sekadar Teken Sertifikat!
http://kampus.okezone.com/read/2010/10/07/373/380018/dosen-jangan-sekadar-teken-sertifikat

Kamis, 7 Oktober 2010 – 15:19 wib
YOGYAKARTA-Para dosen yang telah bersertifikasi harus mampu menjalankan tanggung jawabnya. Memberikan pembelajaran kepada mahasiswanya, serta memberikan kontribusinya bagi fakultas maupun universitas. Demikian disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ir. Dasron Hamid, M.Sc., ketika memberikan sambutan dalam Penandatanganan Pakta Integritas dan Penyerahan Sertifikasi Dosen Periode III tahun 2010 di Kampus Terpadu UMY baru-baru ini. Sebanyak 28 dosen dari Fakultas Pertanian, Hukum, Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta dosen dari Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY menerima sertifikasi. Dasron menjelaskan, sertifikasi tersebut bukan sekedar menandatangani dan menerima sertifikat. “Namun, di balik itu ada tanggung jawab besar yang harus dibuktikan para dosen. Dosen harus mampu membuktikan dengan menjalankan fungsinya sebagai dosen sebagamana mestinya. Yaitu mencerdaskan bangsa melalui pembelajaran dan pemberian tugas-tugas kuliah kepada mahasiswanya,” urainya.

…dst

3 ) Mahasiswa UI Wakili DKI Jakarta
http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/07/21474982/Mahasiswa.UI.Wakili.DKI.Jakarta..

Kamis, 7 Oktober 2010 | 21:47 WIB
DEPOK, KOMPAS.com – Mahasiswa Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Indonesia (UI) mewakili Provinsi DKI Jakarta dalam Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi se-Indonesia. Empat mahasiswa UI yang berhak maju ke babak berikutnya antara lain Stefi Rahmawati (Bidang Matematika), Hafidz Noor Rasheed (Fisika), Abi Sofyan Ghifari (Kimia), dan Winna Soleha (Biologi). Mereka selanjutnya akan berkompetisi dengan 132 peserta dari 33 provinsi pada 1 sampai 4 November di Jakarta. Demikian pengumuman seleksi tingkat Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung di F-MIPA UI, Kamis (7/10/2010) di Depok, Jawa Barat. Acara yang disponsori oleh PT Pertamina (Persero) ini diikuti oleh 13.500 mahasiswa di 33 provinsi di Indonesia. Kamis kemarin, merupakan seleksi tin gkat provinsi yang juga serempak berlangsung di 33 universitas di 33 provinsi.

…dst

4 ) Karya Ilmiah Sebaiknya Bergaya Cerita
http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/07/20530968/Karya.Ilmiah.Sebaiknya.Bergaya.Cerita

Kamis, 7 Oktober 2010 | 20:53 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Karya-karya ilmiah ada baiknya perlu disajikan dalam wujud tulisan bergaya cerita. Dengan cara ini akan lebih menarik dan memudahkan pembaca awam memahami isi tulisan.”Dengan gaya penulisan cerita, sebuah gagasan serius, sebuah pergulatan pemikiran bisa diungkap dengan gaya bahasa yang sederhana sehingga bagi pembaca akan mudah memahaminya,” ucap Abdur Rozaki, peneliti Institute for Research and Empowerment yang juga dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga , Fakultas Dakwah, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam), dalam diskusi buku Kliwon : Perjalanan Seorang Saya karya Mukhotib MD di Yogyakarta, Kamis (7/10/2010). Abdur mengungkapkan, diperkirakan jumlah pembaca buku-buku ilmiah hanya sekitar 20 persen, sisanya memilih membaca buku-buku cerita, seperti novel dan komik. Penulisan buku-buku ilmiah yang cenderung kaku dan formal, seringkali justru membatasi minat orang untuk membacanya.

…dst

5 ) ITB Tingkatkan Aktivitas Internasional
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/355750/

Thursday, 07 October 2010
INSTITUTTeknologi Bandung (ITB) memiliki visi untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi dan pusat pengembangan sains, teknologi, dan seni yang unggul dan bermartabat di dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut, ITB meningkatkan aktivitas internasionalnya. Dalam konteks tersebut, Direktorat Kemitraan dan Hubungan Internasional ITB mengadakan German Day sekaligus untuk memperingati penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur pada 1990. Rektor ITB Akhmaloka mengungkapkan bahwa banyak pengajar di ITB yang merupakan lulusan dari Jerman ataupun lulusan ITB yang melanjutkan studi di negeri. Untuk itulah, Akhmaloka berpendapat bahwa hubungan antara ITB dan Jerman perlu terus dibina dan ditingkatkan. Diakui Akhmaloka pula bahwa Jerman merupakan negara yang telah menjadi ikon dari sains dan teknologi. Jerman juga memiliki berbagai catatan dan sejarah yang mewarnai perjalanannya selama ini. “Jerman tak hanya unggul dalam hal pendidikan, melainkan juga dari aspek sejarah dan kebudayaan,” tambah Akhmaloka. Duta Besar Republik Federal Jerman Dr Norbert Baas juga mengaku bahwa ITB sangat aktif dalam mengadakan sinergisme di antara ITB dan Jerman, terutama dalam bidang pendidikan. “ITB memiliki peringkat teratas dalam bidang sains dan teknologi di Indonesia. Untuk itu, seluruh sivitasnya berhak bangga atas hal ini,” ungkap Baas. (hermansah)

>>>

6 ) UI Gelar Career & Scholarship Expo ke-10
http://kampus.okezone.com/read/2010/10/07/373/380160/ui-gelar-career-scholarship-expo-ke-10

Kamis, 7 Oktober 2010 – 17:03 wib
DEPOK – Universitas Indonesia (UI) menggelar UI Career&Scholarship Expo 2010 untuk ke-10 kalinya, yang diikuti lebih dari 60 perusahaan dan delapan lembaga donor pemberi beasiswa. Acara tersebut mulai digelar hari ini selama tiga hari di Balairung, Kampus UI Depok. Rangkaian kegiatan UI Career&Scholarship Expo X 2010 di antaranya tes dan seleksi calon tenaga kerja, presentasi penawaran beasiswa, serta seminar persiapan melanjutkan studi. Beberapa perusahaan besar yang berpartisasi dalam kegiatan tersebut antara lain Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero), Coca Cola Amatil Indonesia, PT Telkom, PT Freeport Indonesia, Blue Bird Group, Total E&P Indonesia, dan Exxon Mobil. Kepala Kantor Komunikasi UI Vishnu Juwono mengatakan, UI Career&Scholarship Expo X 2010 diproyeksikan akan dihadiri lebih dari 9.000 alumni UI maupun perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek. UI, kata Vishnu, menyediakan fasilitas teknologi menggunakan sistem aplikasi online yang diharapkan memudahkan para pencari informasi lowongan kerja maupun program beasiswa dalam melakukan pendaftaran secara efisien.

…dst

7 ) Alumni Diarahkan Ciptakan Lapangan Kerja
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/08/126048/Alumni-Diarahkan-Ciptakan-Lapangan-Kerja

08 Oktober 2010
BANDUNG-Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad merayakan Dies Emas 50 Tahun pada 2010. Sejumlah acara digelar. Termasuk mengupas tantangan yang bakal dihadapi oleh alumni.”Lulusan sekarang lebih menyukai tantangan, karena itu sebagian dari mereka tidak lagi tertarik mengisi pos sebagai PNS,” kata Ketua Pelaksana Dies Emas Fikom Unpad Hadi Suprapto Arifin di Bandung, baru-baru ini. Menurutnya, tantangan berkerja di dunia komunikasi sebenarnya bersifat kreatif. Karena itu, lulusan diarahkan membuka rumah produksi atau menciptakan lapangan pekerjaan. Di luar itu, tipikal lulusan Unpad memilih bekerja sebagai loncatan guna melanjutkan studi ke jenjang srata dua dan tiga. Hadi yang juga ketua Program Ekstensi Fikom Unpad mengungkapkan, lulusan Unpad memiliki kemampuan menyerap kebutuhan pasar tenaga kerja. “Masa tunggu setelah lulus rata-rata 4,2 bulan,” ujarnya. Dekan Fikom Unpad, Prof Dr Deddy Mulyana menambahkan, tingkat minat ke fakultasnya cukup baik. Tahun ini ada 2.700 peminat. (dwi-75)

>>>

8 ) Binus Siap Jadi “World Class University”
http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/07/1932318/Binus.Siap.Jadi..quot.World.Class.University.quot.

Kamis, 7 Oktober 2010 | 19:32 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak dicanangkan pada tahun 2007, Universitas Bina Nusantara tengah bersiap diri menuju standar world class university di tahun 2020 mendatang. Cita-cita world class university ini merupakan bagian besar dari visi world class knowledge institution yang dicanangkan Binus untuk seluruh institusi pendidikannya.
Corporate Communication Binus Haris Suhendra mengatakan tahun 2020 merupakan waktu yang tepat untuk mencapai cita-cita world class karena banyak langkah yang harus dilakukan untuk mempersiapkannya. “Kita per lima tahun mem-break down-nya dalam visi misi. Tak mudah mencapai itu karena memang harus dipersiapkan,” ungkapnya kepada Kompas.com, Kamis (7/10/2010).

…dst

9 ) UGM Perkuat Kerja Sama China
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/355752/

Thursday, 07 October 2010
DUTA Besar China Zhang Qiyue mengungkapkan, tiga universitas China siap mempererat kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ketiga universitas tersebut, yakni Beijing University, Guangzhou University,dan Quangdong University. Hal tersebut disampaikan Zhang saat bertemu dengan Rektor UGM Sudjarwadi,yang didampingi Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (WRSP3M) UGM Retno Sunarminingsih dan Dekan Fakultas Filsafat UGM Muhammad Mukhtasar Syamsuddin. Menurut Mukhtasar, tiga bentuk kerja sama akan segera direalisasikan, antara lain kerja sama Fakultas Farmasi UGM dengan Beijing University untuk penelitian ramuan obat-obatan. “Dubes meminta agar kerja sama ini dilakukan langsung antarfakultas yang bersangkutan dan Dubes siap menjembatani,” kata Mukhtasar. Fakultas Psikologi UGM juga berencana menggandeng tiga universitas untuk bekerja sama pengembangan indigenous psychology dengan ketiga universitas di China.

…dst

10 ) Unpad Buka Prodi Baru
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/355749/

Thursday, 07 October 2010
UNIVERSITAS Padjadjaran (Unpad) telah memperoleh izin penyelenggaraan sebanyak sembilan program studi (prodi) baru dari 46 usulan program studi baru yang telah dikaji. Sementara tiga program studi lainnya telah mendapatkan izin prinsip.Demikian dijelaskan Rektor Unpad Ganjar Kurnia. Ganjar menyatakan, sepanjang 2009 Unpad telah mengajukan izin pembukaan 56 program studi baru. Jumlah tersebut terdiri atas 9 program studi S-1, 29 program studi S-2, dan 17 program studi S-3. Di antara program studi yang telah dikaji ulang, kata Ganjar, ada juga enam program studi S-3 yang telah dan akan dikunjungi atau site visit. Sementara sisanya masih harus diperbaiki dan diusulkan kembali. Ganjar menjelaskan, pekerjaan berat yang masih harus dilakukan oleh Unpad adalah reakreditasi institusi. Sebab, untuk dapat meningkat menjadi akreditasi A, diperlukan kerja keras semua pihak.

…dst

11 ) Unnes Gandeng Pemkab/Pemkot
Kembangkan Pendidikan Lingkungan
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/08/126051/Unnes-Gandeng-PemkabPemkot

08 Oktober 2010
SEMARANG-Universitas Negeri Semarang (Unnes) bertekad menggandeng sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah dalam mengembangkan pendidikan lingkungan hidup dan antikorupsi. Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengemukakan hal itu, Kamis (7/10), di kampus Sekaran Gunungpati. “Kabupaten Wonosobo akan menjadi pilot project kami. Kemarin, Pak Rektor (Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo MSi-Red) dan Pak Bupati Drs Abdul Kholiq Arif MSi sudah membuat komitmen untuk itu,” katanya. Komitmen tersebut, ungkap Fathur, tak lepas dari keberadaan Unnes yang dinilai beberapa pihak telah berhasil mewujudkan revolusi hijau di kampus. “Pengalaman ini yang membuat kami mantap untuk mengembangkan pendidikan lingkungan sekaligus pendidikan antikorupsi di Wonosobo, bahkan beberapa kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.”

…dst

12 ) Perpustakaan Pusat UII Rampung Juni 2011
http://kampus.okezone.com/read/2010/10/07/373/380164/perpustakaan-pusat-uii-rampung-juni-2011

Kamis, 7 Oktober 2010 – 14:59 wib
JAKARTA – Setelah sempat terhenti karena penemuan candi Pustakasala, pembangunan komplek perpustakaan pusat Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta segera dilanjutkan. Pihak UII memasang target, kompleks tersebut akan diresmikan pada Juni 2011, yakni sebelum hari puncak Dies Natalis UII. Sementara, pemugaran terhadap Candi Pustakasala dilakukan setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UII dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar), awal Agustus lalu.”Pemerintah sudah bisa memulai pembangunan candi itu, karena mereka sendiri sudah mendapatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2010 sebanyak Rp4 miliar,” ungkap Rektor UII Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., seperti disitat dari keterangan tertulis UII, Kamis (7/10/2010).

…dst

13 ) Daya Saing Indonesia Meningkat
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/355751/

Thursday, 07 October 2010
MENTERI Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan, ada tiga komponen utama dari 12 komponen yang mempengaruhi peningkatan daya saing Indonesia. Komponen itu adalah kondisi makroekonomi,kesehatan dan pendidikan dasar,serta pendidikan tinggi dan pelatihan. “Komponen pendidikan mengalami kenaikan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan daya saing Indonesia,” kata Nuh. Nuh menjelaskan, berdasarkan GCI 2009-2010, skor kondisi makroekonomi Indonesia 4,8 di peringkat 54 dari 133 negara.Posisi Indonesia, berdasarkan GCI 2010- 2011,naik menjadi 5,2 dan menempati peringkat 44 dari 139 negara. “Makroekonomi kita bagus nilainya,” ujarnya. Adapun komponen-komponen pada GCI adalah kelembagaan, infrastruktur, kondisi makroekonomi, kesehatan dan pendidikan dasar, pendidikan tinggi dan pelatihan, efisiensi pasar, efisiensi pasar kerja, perkembangan pasar uang, kesiapan teknologi, ukuran pasar, kecanggihan bisnis, dan inovasi. Skor komponen kesehatan dan pendidikan dasar naik dari 52 menjadi 5,8 dan peringkatnya naik dari 82 ke 62. Sementara untuk pendidikan tinggi dan pelatihan skornya naik dari 3,9 ke 4,2 dan peringkatnya naik dari 69 ke 66. “Pendidikan punya kontribusi besar dalam menaikkan ranking,” kata Nuh. Mendiknas memerinci, perubahan peringkat GCI Indonesia terkait pendidikan pada komponen pendidikan dasar dipengaruhi oleh kualitas pendidikan dasar dari peringkat 58 pada 2009–2010 naik ke 55 pada 2010–2011.Kemudian, partisipasi pendidikan dasar dari peringkat 56 ke 52.

…dst

14 ) Lebih Mudah Dapatkan Beasiswa
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/355757/

Thursday, 07 October 2010
BANYAKNYA peminat dari Indonesia untuk bersekolah di Amerika Serikat cukup mendapat apresiasi dari berbagai lembaga pendidikan di Amerika Serikat sana. IIEF adalah salah satunya.Sebagai lembaga resmi yang memberikan dana bagi pelajar yang memenuhi syarat dapat secara mudah memasuki gerbang pendidikan di Amerika Serikat tanpa biaya. Bantuan IIEF ini berbentuk dalam berbagai jalur,mulai diperuntukkan bagi mereka yang lulus SMA,masih berkuliah,hingga mereka yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. “Kami membuka akses kepada siapa pun yang berasal dari kalangan kurang mampu. Bukan hanya dari segi ekonomi, tetapi juga karena keterbatasan akses yang mereka dapatkan,” ungkap Diana Kartika Yahya, Director of Program IIEF di Gedung Smesco,Jakarta.

…dst

15 ) Mahasiswa Asing yang Belajar di Indonesia Bisa Beri Citra Positif
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/10/07/138918-mahasiswa-asing-yang-belajar-di-indonesia-bisa-beri-citra-positif

Kamis, 07 Oktober 2010, 18:15 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO–Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bekerjasama dengan Badan Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar dialog bertajuk ‘Pencitraan Positif Bangsa’ di Solo, Kamis (7/10). Dialog ini untuk menumbuhkan pencitraan positif bangsa. Sebagai pembicara dalam dialog sehari tersebut adalah Prof Dr. RB Soemanto MA, wakil akademisi dari FISIP UNS dan Sony Hendarman Pengelola International Office (IO) UNS. Dalam dialog tersebut, Prof RB Soemanto mengungkapkan perlunya kajian sosiologis dan historis bangsa sebelum melakukan pencitraan positif bangsa. Sementara, Sony Hendarman mengatakan, pencitraan ini juga dapat dilaksanakan di lingkungan pendidikan dengan membangun kerjasama dan jejaring dengan mahasiswa asing yang ada Indonesia. ” Di balik citra positif Indonesia, masih banyak pendapat kurang baik tentang Indonesia dalam perspektif orang asing,” jelasnya.

…dst

16 ) Minat Belajar ke Belanda Tetap Tinggi
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=159185

BANDUNG, (PR) 08 Oktober 2010
Kondisi politik Indonesia-Belanda yang sedang memanas tidak mengurangi kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Belanda. Minat dan jumlah mahasiswa asing yang saat ini mengambil studi di Belanda masih tinggi. “Sejak dulu juga seperti itu, sering kali hubungan politik kita naik turun tetapi kerja sama pendidikan tetap erat,” kata Direktur Nuffic Neso Indonesia, Marrick Bellen di sela-sela pameran pendidikan Belanda di Hyatt Regency Hotel Bandung, Kamis (7/10). Saat ini, kata Marrik, ada sekitar 1.350 mahasiswa asing asal Indonesia yang sedang mengambil studi di sejumlah perguruan tinggi di Belanda. Jumlah ini menempati urutan ke-6 jumlah mahasiswa asing terbanyak di Belanda setelah Jerman, Belgia, Cina, Prancis, dan Spanyol. “Program master (S-2) yang mendominasi yakni sekitar 70 persen, diikuti program bachelor (S-1) sekitar 21 persen, dan sisanya short course dan Ph5,” ucapnya. Marric menjelaskan, dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen dibiayai oleh beasiswa, baik yang bersumber dari pemerintah Belanda maupun lembaga lain termasuk Kementerian Pendidikan Nasional. (A-157)***

>>>

OOT :

17 ) Kemendiknas Jaring Peneliti Muda
http://kampus.okezone.com/read/2010/10/06/373/379860/kemendiknas-jaring-peneliti-muda

Kamis, 7 Oktober 2010 – 08:08 wib
JAKARTA – Kemendiknas akan menjaring para peneliti tingkat SMA agar jumlah peneliti dalam negeri semakin banyak dan dapat dimanfaatkan di segala lapisan. Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, diharapkan dalam waktu 10-15 tahun lagi akan lahir generasi baru intelektual di segala bidang. Katanya, intelektualitas memang harus dipupuk sejak sekolah dasar dan menengah, agar dari pembiasaan di sekolah ini berlanjut ke dunia kerja. Nuh menyatakan, pembelajaran yang akan diberikan bagi peneliti muda ini tidak diberikan dalam bentuk supervisi, melainkan ke wilayah yang lebih mendalam dengan menggunakan alat ukur ‘mengapa’. “Mengapa adalah alat ukur logika untuk mencari jawaban di balik fenomena supervisial itu tadi,” katanya di Gedung Kemendiknas.

…dst

18 ) Mendiknas: Mutasi Ada Aturannya
http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/07/22184571/Mendiknas:.Mutasi.Ada.Aturannya

Kamis, 7 Oktober 2010 | 22:18 WIB
JAKARTA- KOMPAS.com – Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menanggapi 12 orang guru yang dimutasi massal oleh SMAN Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) 1 Purwakarta. Sebelum dimutasi, guru-guru tersebut disebut sering mengkritisi uang dana sumbangan pendidikan (DSP) yang diberikan orang tua murid.
“Konsep dasarnya adalah pendidikan jangan dijadikan komoditas politik, karena nanti ranahnya bisa ke politik,” ujar Muhamaad Nuh , Kamis (7/10/2010). Nuh menambahkan mutasi guru itu bisa saja, karena guru tidak hanya mengajar dan menetap di satu sekolah saja. “Guru bertugas mengajar di semua sekolah yang berada di kabupaten tersebut, jadi sah saja jika dimutasi. Ini juga bisa mengembangkan karier guru,” lanjut Nuh.

…dst