Senyum SBY, Tangis Eriyanto dan Elusan Ibu Ani

Rabu, 20/10/2010 23:39 WIB

Jakarta – Di tengah-tengah hujatan dan kritikan demo di hari satu tahun pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih bisa tersenyum. Senyuman itu karena SBY menerima Tim Indonesia All Star AC Milan Junior yang menjadi jawara Intesa San Paulo Tournament AC Milan Camp International, di Italia. Dengan memakai kemeja merah putih lengan pendek, SBY yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono (mengenakan kemeja serupa), tampak sumringah mendengar prestasi 17 orang ABG di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (20/10/2010) sore.
“Dengan bangga kami perkenalkan the whole star king of AC Milan Indonesia. Ini tim kita yang meraih juara pertama dalam pertandingan turnamen AC Milan Camp International di Italia yang diikuti 30 negara,” sambut Menpora Andi Mallarangeng yang disambut senyum SBY dan para menteri. Menurut Andi, mereka berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dan melakukan devile di antara pertandingan sepakbola klub Barcelona dan Verona. Selain menjadi juara, Tim Indonesia juga meraih pemain terbaik yang diraih I Putu Angga Eka Putra dari Bali. Selain itu Tim Indonesia meraih Best Captain yang diraih Eriyanto dari Sukabumi. “Mudah-mudahan mereka memberi inspirasi pada tim senior PSSI,” imbuh Andi.

…dst

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/10/20/233939/1470661/10/senyum-sby-tangis-eriyanto-dan-elusan-ibu-ani?n991103605

>>>>>>>>>>>>>>

Setahun SBY-Boediono
Desain Ulang Sistem Pendidikan!
Rabu, 20 Oktober 2010 | 10:28 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Sistem pendidikan nasional harus didesain ulang karena kenyataannya telah melahirkan kesenjangan akses pendidikan yang semakin lebar serta meninggalkan karakter bangsa. Padahal, tujuan pendidikan nasional yang dicita-citakan para pendiri bangsa adalah masyarakat yang cerdas, berkeadilan, serta berkarakter keindonesiaan. Sejumlah praktisi, pengamat, dan sastrawan, Selasa (19/10/2010), menyatakan, setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, kesenjangan terhadap akses pendidikan belum teratasi. Biaya pendidikan semakin mahal serta pendidikan untuk melahirkan generasi berkualitas secara keilmuan dengan karakter keindonesiaan yang kuat tercerabut dari desain pendidikan nasional. Pengamat pendidikan, HAR Tilaar, mengatakan, acuan sistem pendidikan nasional yang berkiblat kepada negara-negara maju, terutama yang tergabung dalam Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), menciptakan kesenjangan akses dan mutu pendidikan yang semakin lebar antara sekolah yang berstandar pelayanan minimal, sekolah standar nasional, dan sekolah bertaraf internasional. ”Padahal, semestinya bangsa ini harus memperjuangkan pemerataan dan keadilan pendidikan terlebih dahulu,” ujarnya…cut…Muslimin Nasution, Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), mengatakan, arsitektur pendidikan telah salah mendesain pendidikan nasional. ”Pendidikan itu tidak cuma untuk menciptakan anak pandai, tetapi juga harus membentuk warga yang berkarakter,” ujarnya.
…dst
>>>
Kinerja Ekonomi di Tahun Keenam
Kamis, 21 Oktober 2010 | 03:07 WIB
Hendri Saparini Ekonom ECONIT

Kinerja satu tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tengah marak didiskusikan. Semestinya, evaluasi akan lebih tepat bila disebut sebagai evaluasi kinerja enam tahun pemerintahan SBY. Meskipun ada perubahan kabinet, penentu politik pembangunan ekonomi selama enam tahun terakhir tetap berada di tangan Presiden SBY.

Selain itu, tentu terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara periode satu dan enam tahun karena pemahaman terhadap permasalahan seorang pemimpin niscaya akan sangat berbeda saat baru menyelesaikan satu tahun kepemimpinan dengan setelah enam tahun memegang kekuasaan. Oleh karena itu, sangat wajar jika tuntutan masyarakat terhadap kecepatan Presiden SBY dalam menyelesaikan persoalan akan jauh lebih besar pada tahun keenam ini.

Jika evaluasi dilakukan dalam konteks enam tahun kepemimpinan Presiden SBY, laporan survei Kompas (18/10) menjadi sangat menarik. Dilaporkan bahwa tren tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden SBY di bidang ekonomi ternyata cenderung turun secara persisten sejak paruh kedua tahun keenam dibandingkan dengan tahun pertama.

…dst

Satu Tahun SBY-nomics
Kamis, 21 Oktober 2010 | 03:04 WIB
Mudrajad Kuncoro Ketua Jurusan dan Guru Besar Ilmu Ekonomi FEB UGM

Dipilihnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono sebagai presiden dan wakil presiden pada tahun 2009 tampaknya mencerminkan tingginya harapan rakyat akan kontinuitas dan perubahan mendasar, khususnya dalam menjawab berbagai agenda yang belum tuntas.

Tanpa terasa 20 Oktober 2010 genap setahun usia pemerintahan SBY-Boediono atau enam tahun sejak 20 Oktober 2004. Sejak awal SBY menekankan pentingnya triple track strategy, yaitu pro-growth, pro-job, dan pro-poor. Seberapa jauh pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi, menekan pengangguran dan kemiskinan?

…dst

>>>>>>>>>>>>>>

Laporan Khusus

>>>

Baca Juga :
Rabu 20/10/2010 14:33 WIB
Anis Matta: Sudah Saatnya Pemerintah Tinggalkan Politik Pencitraan

Rabu 20/10/2010 14:25 WIB
Indria Samego: Rata-rata Nilai SBY-Boediono Merah

Rabu, 20/10/2010 14:25 WIB
Tidak Ada Capaian Menggembirakan Dalam Pemberantasan Korupsi