1 ) “Tahun Depan Indonesia Terancam Krisis Pangan”
Minggu, 24 Oktober 2010 – 15:05 wib
JAKARTA – Pemerintah Indonesia harus bergerak cepat untuk mengatasi ancaman krisis pangan yang akan melanda dunia tahun depan. Krisis pangan tersebut disebabkan oleh melambungnya harga bahan pangan, terjadinya kegagalan pangan di berbagai Negara dan akibat cuaca ekstrim. Demikian pernyataan dari Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Arif Satria seperti rilis yang diterima Okezone, Minggu (24/10/2010). Arif menyatakan, secara global kenaikan harga pangan dunia mencapai 35 persen. Meroketnya harga makanan dunia ini, menurut Arif Satria yang juga Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, disebabkan karena melambungnya harga benih jagung yang mencapai 36 persen, harga benih gandum yang mencapai 72 persen. Sedangkan pupuk melonjak hingga 59 persen dan harga pakan 62 persen. Krisis pangan juga disebabkan karena cuaca ekstrim 2010. Menurut Arif, PISPI mengidentifikasi tahun 2010 terdapat cuaca ekstrim di belahan dunia yang bisa berujung kelangkaan pangan, antara lain gelombang panas dan kebakaran hutan di Rusia (Juni 2010), banjir akibat hujan lebat di Pakistan, longsor akibat hujan lebat di China (7 Agustus 2010), pecahnya es di Greenland (5 Agustus 2010), kekeringan dan kebakaran di Australia, suhu panas di Amerika.

…dst

Sumber : http://kampus.okezone.com/read/2010/10/24/373/385811/tahun-depan-indonesia-terancam-krisis-pangan

>>>

2 ) Akreditasi Universitas Masih Minim
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/359562/

Sunday, 24 October 2010
JAKARTA (SINDO) – Tingkat akreditasi perguruan tinggi di Indonesia masih memprihatinkan. Dari 3.000 perguruan tinggi negeri dan swasta, baru 80 yang telah memiliki status terakreditasi. Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) Kamanto Sunarto mengatakan, akreditasi ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi. Sebab, jika dalam waktu lima tahun perguruan tinggi tidak juga mengakreditasikan program studinya, akan dianggap kedaluwarsa dan harus mengulang akreditasi. Kamanto menjelaskan, minimnya perguruan tinggi yang menyandang status terakreditasi ini disebabkan belum adanya kewajiban bagi perguruan tinggi untuk mengakreditasikan program studinya. Selama ini, akreditasi dilakukan jika ada undangan dari pengelola perguruan tinggi. “Kami hanya pelayan yang melakukan tugas jika diundang,” ungkap Kamanto di Jakarta kemarin. Pola seperti ini, menurut dia, harus diubah. Karena itu,BAN PT saat ini gencar menyosialisasikan akreditasi ke sejumlah daerah. Sebab, pemerintah menegaskan pada 2012 semua perguruan tinggi negeri maupun swasta sudah harus terakreditasi. Sanksi bagi yang tidak menaati peraturan ini adalah dicabutnya izin operasi.
Sekretaris Jenderal Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Swasta (BKS PTIS) Suyatno mengatakan, proses akreditasi yang dilakukan BAN PT sangat diskriminatif. Hal ini terbukti dari anggota BAN PT yang tidak memasukkan perwakilan dari perguruan tinggi swasta,melainkan hanya perguruan tinggi negeri saja. “Sejak jaman Mendiknas Bambang Sudibyo kami sudah meminta masuk menjadi anggota namun sama sekali tidak digubris,”tandasnya. (neneng zubaidah)

>>>

3 ) Minat PTS Urus Akreditasi Prodi Masih Rendah
http://www.jpnn.com/read/2010/10/23/75251/Minat-PTS-Urus-Akreditasi-Prodi-Masih-Rendah-

Sabtu, 23 Oktober 2010 , 11:51:00
JAKARTA — Kepala Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Kamanto Sunarto, menilai minat perguruan tinggi swasta (PTS) untuk mengurus pengajuan akreditasi program studi (prodi) masih sangat rendah. Ia pun menyodorkan angka, bahwa sepanjang tahun 2010 pihaknya hanya melakukan akreditasi terhadap 2.500 prodi. “Padahal tahun 2010 ini ditargetkan harus ada 4000 prodi yang sudah terakreditasi. Namun hingga saat ini hanya 2.500 prodi saja yang sudah terakreditasi,” ungkap Kamanto di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Jumat (22/10).Kamanto menjelaskan, dalam proses pengajuan akreditasi prodi ini BAN-PT hanya bersifat melayani dan bukan dalam posisi untuk menjemput bola. Sedangkan PTS sudah seharusnya sadar diri untuk mengakreditasi semua prodi yang diadakan. “Akreditasi prodi ini sifatnya memang wajib bagi para PTS. Tetapi BAN-PT tidak berkewajiban untuk datang ke PTS. Dalam hal ini butuh kesadaran PTS sendiri tentang akreditasi prodi. Sayangnya kesadaran PTS masih rendah,” tegasnya.

…dst

4 ) PT Penting Kelola Jurnal Ilmiah Online
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/359638/

Monday, 25 October 2010
SEMARANG(SINDO) – Untuk meningkatkan peringkat serta dikenal di seluruh dunia, setiap perguruan tinggi (PT) perlu mengembangkan jurnal ilmiah online. Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama (PRPKs) Undip Semarang Muhammad Nur menyebutkan, dengan jurnal ilmiah online, dapat dengan mudah dirujuk dan dibaca masyarakat dunia. “Peningkatan aksebilitas websitejurnal- jurnal ilmiah di lingkungan Undip menjadi penting di era global ini, terutama website yang berbahasa Inggris,”katanya kemarin. Dia menjelaskan,keberhasilan program tersebut, nantinya dapat diukur dengan menggunakan indikator peningkatan naiknya jumlah pengunjung dari waktu ke waktu, yang juga merupakan tolak ukur dari pemeringkatan webometric. “Dengan penyediaan artikel ilmiah secara online di masing-masing jurnal ilmiah di Universitas Diponegoro, akan meningkatkan jumlah sitasi (kunjungan,unduhan,rujukan) terhadap hasil-hasil karya Undip,” ujar Muhammad Nur. Pengelola International Journal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Prof Ambariyanto mengatakan,pengalaman dalam mengelola jurnal ilmiah onlineharus konsisten. “Diperlukan sumberdaya manusia yang mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap pengelolaan jurnal dan website dengan baik, kuncinya adalah tetap konsisten.

…dst

5 ) Pemerintah akan Benahi Sistem Pendidikan Kedokteran
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/10/10/177253/88/14/Pemerintah-akan-Benahi-Sistem-Pendidikan-Kedokteran

Sabtu, 23 Oktober 2010 23:23 WIB
JAKARTA–MICOM Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso mengatakan, Kementerian Pendidikan Nasional akan membenahi sistem pendidikan kedokteran di Indonesia dengan melakukan standarisasi di bidang tersebut. “Sebanyak 70 institusi pendidikan dokter (IPD) tidak memiliki standar kompetensi yang sama. Dari jumlah itu sebanyak 16 IPD memperoleh peringkat akreditasi A, sebanyak 18 terakreditasi B, dan selebihnya C. Bahkan ada yang masih dalam proses akreditasi karena fakultas kedokteran di universitas itu masih baru,” katanya usai penandatanganan kontrak Program Hibah Kompetensi antara perguruan tinggi dengan Ditjen Dikti Kemdndiknas di Jakarta, Sabtu (23/10). Penandatanganan kontrak hibah kompetensi tersebut memperoleh sambutan positif dari Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kemenkes Bambang Giatno R.MPH. “Sebenarnya sudah sejak 3 tahun lalu ada mekanisme yang namanya Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang harus dijalankan tamatan fakutas kedokteran. Meski demikian program hibah kompetisi dengan Ditjen Dikti ini bisa lebih mempercepat peningkatan kualitas dokter Indonesia,” kata Giatno. Program yang didanai dengan pinjaman Bank Dunia ini dilakukan dengan tiga skema yakni skema A, B dan C.

…dst

6 ) Jumlah Tenaga Medis Belum Mencukupi
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=161395

BANDUNG, (PR) 25 Oktober 2010
Dari sekitar 3.040 puskesmas yang ada di Jabar saat ini, tenaga medis yang tersedia baru 2.450. Hal ini menjadi perhatian khusus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran untuk meningkatkan jumlah lulusan yang berkualitas setiap tahunnya. Demikian disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Tri Hanggono Achmad, pada Dies Natalis ke-53 FK Unpad, di Gedung FK Unpad Jln. Eyckman, Kamis (21/10). Tri menuturkan, FK Unpad tidak akan menambah kuota penerimaan mahasiswa baru. Setiap tahun hanya menerima 200 mahasiswa baru, dengan perincian 50 mahasiswa dari jalur SMUP dan 150 dari SNMPTN. Sementara itu, jumlah lulusan sebelum coass setiap tahunnya sekitar 180 orang. Menurut Tri, yang menjadi masalah saat ini adalah bukan jumlah lulusan, tetapi bagaimana pendistribusian mereka ke seluruh Jabar.
“Kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak terkait untuk menyebarkan para tenaga medis ini. Selama ini kami juga tidak berdiam diri, karena selama kuliah, mereka diperkenalkan kondisi serta situasi di Jabar,” kata Tri.

…dst

7 ) Sembilan Dokter Dijatuhi Sanksi
http://cetak.kompas.com/read/2010/10/25/03042521/sembilan..dokter.dijatuhi..sanksi

Senin, 25 Oktober 2010 | 03:04 WIB
Surabaya, Kompas – Sepanjang 2006 sampai Oktober 2010, Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia menerima 122 pengaduan masyarakat. Namun, baru sembilan dokter yang diberi sanksi berdasarkan tingkat kesalahannya. Sanksi tersebut, antara lain, berupa peringatan tertulis, kewajiban mengikuti pelatihan/pendidikan (re-schooling), dan rekomendasi pencabutan sementara surat tanda registrasi (STR). Ketua Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) dr Merdias Almatsier, SpS(K), Jumat (22/10) malam di Surabaya, menyebutkan, sejak didirikan pada 2006, sudah mulai banyak pengaduan masyarakat atas dugaan pelanggaran yang dilakukan dokter ataupun dokter gigi. “Namun, MKDKI hanya menangani kesalahan penerapan disiplin ilmu kedokteran dan kedokteran gigi,” tutur Merdias dalam lokakarya “Peran Pedoman Kemitraan dalam Hubungan Dokter-Pasien bagi Media Massa”.

…dst

8 ) MMSA Magazine, Majalah Mahasiswa Kedokteran yang ‘Renyah’
http://kampus.okezone.com/read/2010/10/22/373/385506/mmsa-magazine-majalah-mahasiswa-kedokteran-yang-renyah

Sabtu, 23 Oktober 2010 – 12:21 wib
YOGYAKARTA – Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) yang tergabung dalam organisasi Muhammadiyah Medical Student Activities (MMSA) berencana menerbitkan majalah kesehatan dengan nama MMSA Magazine.
Rencananya, edisi perdana mereka akan terbit awal Desember mendatang. Penerbitan majalah ini bertujuan sebagai alternatif media penyuluhan kesehatan bagi masyarakat khususnya mahasiswa.Pemimpin Redaksi MMSA Magazine sekaligus mahasiswa Pendidikan Dokter FKIK UMY, Eva Nur Fadilla mengatakan, penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk semakin meningkatkan kesadaran para mahasiswa tentang pentingnya menjaga kesehatan. Penyuluhan tersebut dikemas dalam beberapa rubrik, salah satunya adalah rubrik penelitian.

…dst

9 ) Fakultas Geografi Masih Perlu Diperbanyak
http://kampus.okezone.com/read/2010/10/22/373/385503/fakultas-geografi-masih-perlu-diperbanyak

Sabtu, 23 Oktober 2010 – 11:15 wib
YOGYAKARTA – Indonesia masih kekurangan ilmuan Geografi. Padahal permintaan tenaga profesional yang menguasai bidang ilmu Geografi ini masih cukup tinggi. Sedikitnya jumlah ilmuan Geografi ini disebabkan lulusan Geografi di Indonesia hanya berasal dari dua perguruan tinggi, UGM dan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan 31 Pergurruan tinggi yang memiliki jurusan Geografi. “Akibatnya bidang keahlian yang seharusnya terisi oleh ilmuan Geografi tidak bisa dipenuhi, karena tingginya permintaan. Untuk memenuhinya, butuh upaya khusus dengan membuka prodi dan fakultas Geografi baru agar kebutuhan tenaga profesional terpenuhi,” kata Dr. Muhammad Dimyati, Ketua Ikatan Geografi Gadjah Mada (Igegama), di sela-sela kegiatan kongres dan seminar internasional di bidang pemetaan,di UGM baru-baru ini. Dimyati memperkirakan, saat ini kebutuhan ilmuwan Geografi mencapai 29 ribu. Sementara jumlah lulusan masih cukup sedikit. Untuk bisa memenuhi jumlah tersebut setidaknya diperlukan waktu kurang lebih 25 tahun.”Harus ada cara lain untuk mencetak tenaga profesional, agar seimbang antara permintaan dan output perguruan tinggi,” kata alumni fakultas Geografi UGM ini yang lulus tahun 1982 ini.

…dst

10 ) Lulusan TIK Masih Minim
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=161396

BANDUNG, (PR) 25 Oktober 2010
Indonesia kekurangan 180.000 lulusan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang berkualitas setiap tahunnya untuk menjadikan negara ini produsen di bidang tersebut. Meskipun demikian, peningkatan kuantitas tenaga TIK tersebut juga harus dibarengi pembekalan tentang nasionalisme. Rektor Institut Teknologi (IT) Telkom Ahmad Tri Hanuranto mengatakan hal itu saat mewisuda 752 lulusan pascasarjana, sarjana, dan ahli madya IT Telkom di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus IT Telkom, Jln Telekomunikasi, Terusan Buah Batu Bandung, Sabtu (23/10). Pada era globalisasi ini, kata dia, perkembangan ekonomi, industri, dan TIK dunia telah menjadikan batas antarnegara menjadi kabur. “Termasuk sekat sosial dan kultural. Tak ada sekat lagi dalam pergaulan global,” ujarnya.

…dst

11 ) Fak Psikologi UI Buka Layanan Konseling di Wasior
http://kampus.okezone.com/read/2010/10/23/373/385668/fak-psikologi-ui-buka-layanan-konseling-di-wasior

Minggu, 24 Oktober 2010 – 10:28 wib
DEPOK – Universitas Indonesia (UI) membuka layanan konseling secara langsung, untuk membantu para korban pascabencana banjir bandang yang menerjang Wasior Papua.”Bantuan itu berupa layanan langsung (konseling) oleh tenaga psikolog bagi korban bencana atau penyintas, pengembangan kapasitas relawan setempat untuk dapat melakukan pendampingan psikososial bagi penyintas, assesment kebutuhan psikologis penyintas secara lebih mendalam, dan koordinasi dengan pihak lain dalam memberikan bantuan pada korban banjir bandang Wasior,” ujar Kepala Kantor Komunikasi UI Vishnu Juwono mengatakan, akhir pekani ini, di Depok. Para relawan psikososial tersebut berasal dari Pusat Krisis (Puskris) Fakultas Psikologi UI. Para relawan sudah berangkat pada 18 Oktober 2010 lalu dan tim berikutnya akan berangkat pada tanggal 25 Oktober 2010 dan 1 November 2010.

…dst

12 ) SMK di Indonesia Perlu Pendampingan Perguruan Tinggi
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=161397

BANDUNG, (PR) 25 Oktober 2010
Masih banyaknya kendala yang dihadapi oleh sekolah menengah kejuruan mengharuskan beberapa SMK di Indonesia memperoleh pendampingan dari pendidikan tinggi. Hal ini dilakukan agar memberi penguatan terhadap SMK, dan bisa sebanding dengan jumlah SMA yang ada di Indonesia.
Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat, Kewirausahaan, dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) LPPM Universitas Pendidikan Indonesia, Yadi Ruyadi mengatakan, kenyataannya memang perlu dilakukan dukungan kepada SMK di Indonesia, terutama SMKN baru yang berada di daerah terpencil. Selama ini, SMK tersebut menghadapi banyak kendala dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar untuk kelompok mata ajar produktif, penyediaan bahan ajar, media pembelajaran, buku sumber bagi siswa dan guru, serta penguatan program-program ekstrakurikuler.

…dst

13 ) Menuju Kursi ITS Satu
Suprobo Kapabilitas dan Triyogi Merasa Puas
http://kampus.okezone.com/read/2010/10/24/373/385760/suprobo-kapabilitas-dan-triyogi-merasa-puas

Minggu, 24 Oktober 2010 – 11:40 wib
SURABAYA – Ada dua kandidat terkuat sebagai Calon Rektor (Carek) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Pasalnya, kedua Profesor ini memiliki suara terbanyak saat pemilihan yang digelar oleh Senat pada Jumat 22 Oktober. Mereka adalah Prof. Priyo Suprobo dan Prof. Triyogi Yuwono. Usai pemilihan, Prof. Priyo Suprobo, yang juga Incumbent mengatakan, proses penjaringan awal merupakan aset publisitas sedang proses pemilihan senat adalah kapabilitas. Sehingga hasil dari pemilihan ini bisa dipertanggungjawabkan. Lebih jauh dia menjelaskan, siapapun yang akan memimpin ITS haruslah menjadikan kampus ini lebih maju. Oleh karena itu dalam pandangan ke depan, ITS harus dijadikan sarana primer untuk mendukung setiap penelitian dan riset. “ITS harus mampu bekerja sama dengan lembaga lain, demi kemajuan,” katanya.

…dst

14 ) JK: Tugas Utama Mahasiswa Belajar
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/10/24/142110-jk-tugas-utama-mahasiswa-belajar

Ahad, 24 Oktober 2010, 07:07 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR-Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, tugas utama mahasiswa adalah belajar dan harus mampu mengembangkan diri mengikuti ilmu pengetahuan yang terus berkembang. “Teknologi informasi berkembang tiap 18 bulan. Karena itu, Anda juga harus bisa berkembang. Artinya, jika Anda tidak belajar dalam 18 bulan, ilmu Anda akan stagnan dan tak bermakna,” kata JK pada temu Alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin di Wisma Kalla, Makassar, Sabtu malam (23/10). JK menyatakan, orang Makassar itu tidak kasar, tapi keras dan salah jika diartikan keras lalu merusak. “Kita membutuhkan orang keras, bukan kasar. Keras adalah teguh pendirian. Itu sifat yang kita butuh untuk membangun bangsa ini,” jelasnya.

…dst

15 ) JK Minta Unhas Tetap sebagai Kampus Hijau
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/10/24/177270/88/14/JK-Minta-Unhas-Tetap-sebagai-Kampus-Hijau

Minggu, 24 Oktober 2010 05:37 WIB
MAKASSAR–MICOM: Mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK) meminta agar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tetap menjadi kampus hijau. “Saya sangat bangga, karena sampai saat ini kampus Unhas masih tetap mempertahankan salah satu cirinya sebagai kampus hijau yang memberikan ruang bagi pelestarian lingkungan di Kota Makassar,” kata Jusuf Kalla yang juga Ketua Ikatan Alumni Unhas, di Makassar, Sabtu (23/10). Satu hal yang terasa mencolok dan cukup menggembirakan dari kampus ini adalah kondisi kampus yang sangat rimbun dan hijau. Menurutnya, keberadaan ruang terbuka hijau seperti di kampus Unhas merupakan salah satu solusi dalam menghadapi perubahan iklim global dewasa ini. Kampus Unhas merupakan satu dari tiga persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Makassar dan bisa dikatakan Unhas merupakan salah satu kawasan hutan kota terbaik dan menjadi paru-paru Kota Makassar. Agar kampus Unhas tetap menjadi kampus hijau, maka perlu direalisasikan program-program yang berkaitan dengan lingkungan hidup, seperti penanaman pohon, dan sebagainya,” ungkapnya.

…dst

16 ) Mahasiswa Dituntut Kuasai Diplomasi
10 Wakil Jateng Ikuti Konferensi IndonesiaMUN
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/25/127939/Mahasiswa-Dituntut-Kuasai-Diplomasi-

25 Oktober 2010
DEPOK – Kepentingan strategis nasional seringkali dibahas dalam forum formal. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut mampu mengenal tata cara, penguasaan materi, dan protokoler dalam diplomasi formal. “Seringnya latihan membuat mereka tidak canggung bila harus berdiplomasi di forum formal. Indonesia Model United Nations Conference (Konferensi IndonesiaMUN 2010) adalah forum latihan diplomasi bagi mahasiswa seluruh Indonesia,” kata Dekan FISIP Universitas Indonesia Bambang Shergi Laksmono saat membuka acara tersebut di Balai Sidang Universitas Indonesia Depok Jawa Barat, Minggu (24/10). Menurutnya, IndonesiaMUN merupakan salah satu cara untuk membangun kesadaran baru tentang rumusan kepentingan nasional dalam konteks globalisasi. Dia mencontohkan pemenuhan energi nasional merupakan salah satu kepentingan strategis.

…dst

17 ) Empat Syarat Kelulusan UN Dihapus
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/359362/
Lega, Syarat Kelulusan UN Diperlonggar!
http://kampus.okezone.com/read/2010/10/22/373/385500/lega-syarat-kelulusan-un-diperlonggar

Saturday, 23 October 2010
JAKARTA(SINDO) – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tahun depan tidak akan menggunakan empat syarat kelulusan layaknya ujian nasional (UN) tahun ini. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan, berdasarkan rapat dengan Panitia Kerja (Panja) UN Komisi X DPR dengan Kemendiknas Rabu (20/10) lalu DPR menuntut pemerintah untuk menghapus empat syarat kelulusan UN yang digunakan tahun ini. Empat syarat kelulusan itu yakni menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai baik dalam mata pelajaran agama dan akhlak mulia, lulus ujian sekolah, dan lulus UN di mana standar nilai kelulusan UN dipatok rata-rata 5,5 untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika,biologi,dan fisika. “Syarat kelulusan yang terdiri dari empat syarat dan sudah digunakan pada pelaksanaan UN tahun 2010 dinilai sudah tidak cocok jika digunakan kembali di pelaksanaan UN 2011,” katanya Kamis (21/10). Karena itu,lanjut Ramli,pihaknya kini tengah menggodok suatu formula baru sebagai acuan standar kelulusan UN tahun depan. Namun, pihaknya belum mau menyebut formula yang tengah disusun.

…dst

OOT :

18 ) MK Masih Bersih?
http://cetak.kompas.com/read/2010/10/25/04165725/mk.masih.bersih

Senin, 25 Oktober 2010 | 04:16 WIB
Refly Harun
“Sampai pukul 12.46 tanggal 19 Oktober, kami bersih 100 persen! Siapa yang punya bukti (sebaliknya) silakan, akan kami bayarlah.” Begitu kutipan pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dalam jumpa pers di kantor MK, 19 Oktober (www.kompas.com, 19/10). Mahfud dan kolega hakim MK rupanya merasa perlu menggelar jumpa pers karena rumor mafia perkara meresahkan mereka. Ada asap tentu ada api. Selentingan tentang MK yang mulai masuk angin kerap saya dengar. Ketika berkunjung ke Papua beberapa waktu lalu, saya mendengar keluhan dari peserta pertemuan bahwa pilkada tidak perlu lagi. Biayanya terlalu besar, baik bagi penyelenggara maupun kandidat. “Setelah habis banyak dalam pilkada, nanti habis juga untuk bersengketa di MK. Ada yang habis Rp 10 miliar-Rp 12 miliar untuk MK,” katanya.

…dst