1 ) Kekerasan TNI di Papua, Aksi Individu atau Perintah Atasan?
Senin, 25/10/2010 00:36 WIB
Jakarta – DPR akan meminta penjelasan Panglima TNI soal kasus kekerasan di Papua yang rekamannya sempat beredar di Youtube. Perlu dipastikan apakah aksi tersebut inisiatif para anggota atau ada perintah dari atasannya. “Harus ditelusuri dan dijelaskan perilaku itu atas nama apa. Personal atau konsisten dari atas?,” kata anggota Komisi I DPR, Ahmad Muzani kepada detikcom, Minggu (24/10/2010). Politisi Gerindra ini menilai, jika yang terjadi adalah tindakan individu, maka porsi sanksi yang dijatuhkan bisa lebih kecil. Namun, lain halnya dengan aksi yang dilakukan atas perintah institusi.

…ds

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/10/25/003605/1473688/10/kekerasan-tni-di-papua-aksi-individu-atau-perintah-atasan?n991102605

>>>

2 ) Inggris Harus Berkaca Diri
http://nasional.inilah.com/read/detail/912872/inggris-harus-berkaca-diri

Nasional – Sabtu, 23 Oktober 2010 | 05:02 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Anggota parlemen Inggris diminta berkaca diri sebelum mendukung gerakan Papua Barat merdeka terkait munculnya video penyiksaan warga Papua oleh oknum TNI. “Ingris harus mengaca diri. Mulai lah dengan diri sendiri, sebelum mencampuri masalah Indonesia,” ujar Anggota Komisi I DPR (bidang pertahanan dan luar negeri) dari Fraksi PKS Al Muzamil Yusuf kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (23/10). Menurut Muzzamil, apa yang dilakukan oleh negara Inggris bersama Amerika Serikat terhadap warga muslim di Iraq bukan saja penyiksaan dan pelecehan. Akan tetapi menurutnya juga suatu pembunuhan kepada ratusan bahkan ribuan orang. “Aktor intelektualnya jelas Tony Blair (mantan Perdana Menteri Inggris). Berapa tahun Inggris memenjarakan Toni Blair ? Nol besar,” kata dia. Namun demikian, lanjut dia, simpati mereka kepada HAM harus dihormati. Karena Indonesia pun menginginkan pelaku penyiksaan diproses secara hukum. Akan tetapi kalau karena kasus penyiksaan solusinya kemerdekaan, maka, lanjut politisi PKS itu tidak proporsional. Kampanye Free West Papua yang merilis video penyiksaan oleh TNI, ternyata mendapatkan dukungan politisi Inggris.

…dst

3 ) Dukung Merdeka, Inggris Incar Kekayaan Alam Papua
http://nasional.inilah.com/read/detail/912622/dukung-merdeka-inggris-incar-kekayaan-alam-papua

Nasional – Sabtu, 23 Oktober 2010 | 04:07 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR, Tb Hasanuddin menilai dukungan parlemen Inggris terhadap kemerdekaan Papua sudah kelewat batas. Bahkan, sokongan itu sudah termasuk bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara Indonesia.”Itu sudah nggak benar. Parlemen Inggris atau negara manapun yang setuju dan mendukung gerakan Papua Merdeka itu sudah kelewat batas dan bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara lain,” tandas Hasanuddin kepada INILAH.COM, Jumat (22/10/2010) malam. Politisi PDIP ini mensinyalir anggota parlemen Inggris yang mendukung kemerdekaan Papua sarat dengan kepentingan ekonomi dan ingin mencaplok wilayah Papua.

…dst

4 ) Awas! Intelijen Inggris Ganggu Kedaulatan NKRI
http://nasional.inilah.com/read/detail/912722/awas-intelijen-inggris-ganggu-kedaulatan-nkri

Nasional – Sabtu, 23 Oktober 2010 | 04:02 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Badan intelijen Inggris, Secret Intelligence Service (SIS) alias MI6 diduga berada di balik sikap dukungan parlemen Inggris terhadap kemerdekaan Papua. MI6 merupakan, salah satu organisasi intelijen yang kemampuannya sudah teruji sejak Perang Dunia I dan II. Bahkan menurut catatan sejarah, MI6 terlibat dalam sejumlah kudeta penggulingan kekuasaan di berbagai negara. Pada 1951, Mohammed Mossadeq, mengambil alih kekuasaan di Iran dan menasionalisasi Anglo-Iranian Oil Company, yang ketika itu merupakan aset terbesar Inggris di luar negeri. Perdana Menteri Sir Anthony Eden marah dan langsung menyetujui rencana MI6 untuk menggulingkan Mossadeq.  Antara November 1952 hingga Agustus 1953, MI6 dan CIA menyelenggarakan Operasi Klandestin untuk menggulingkan PM Iran Mohammed Mossadeq. Presiden AS Dwight D Eisenhower mengganggap Mossadeq telah dipengaruhi partai Tudeh yang beraliran Marxis hingga cenderung berkiblat ke Blok Timur. Pada Agustus 1953, sedikitnya 300 orang meninggal selama kerusuhan di Teheran. Mussadeq pun mengundurkan diri dan digantikan oleh Jenderal Zahedi.

…dst

5 ) “Korban Warga Tingginambut, Bukan OPM”
Menteri Djoko Suyanto mengakui pelaku kekerasan adalah prajurit TNI. Siapa korbannya?
http://nasional.vivanews.com/news/read/184402–korban-adalah-warga-tingginambut–bukan-opm

Jum’at, 22 Oktober 2010, 16:21 WIB
VIVAnews – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto sudah mengakui bahwa pelaku kekerasan berbaju loreng dalam video “Indonesian military ill-treat and torture indigenous Papuans” adalah anggota TNI. Tapi, siapakah warga sipil yang menjadi korban itu? Seperti diketahui, video yang beredar di YouTube itu memperlihatkan sejumlah penduduk asli Papua ditendang dan dipukuli saat diinterogasi. Salah satu korban bahkan mengalami penyiksaan luar biasa. Alat vitalnya disundut dengan kayu yang dibakar. Nesko Wonda, Ketua DPRD Puncak Jaya–lokasi di mana kekerasan itu diduga berlangsung–yakin bahwa para korban bukanlah anggota kelompok separatis. ”Saya sudah lihat video itu dan mengenali dengan jelas bahwa mereka adalah warga Tingginambut,” kata Nesko kepada VIVAnews.com, pada Jumat, 22 Oktober 2010. “Mereka sama sekali bukan OPM, tapi hanya warga biasa.”

…dst

6 ) Video Papua Diakui jadi Perhatian Dunia
http://www.jpnn.com/read/2010/10/22/75198/Video-Papua-Diakui-jadi-Perhatian-Dunia

Jum’at, 22 Oktober 2010 , 16:04:00
JAKARTA – Potongan video yang sempat muncul di YouTube, yang berisikan tindak kekerasan beberapa prajurit TNI di Papua, telah menarik perhatian dunia. Sejumlah concern dari berbagai pihak pun bermunculan dan itu tak ditampik oleh pemerintah Indonesia. Setidaknya, hal itu sebagaimana diakui oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa, yang ikut dipanggil ke Istana Negara, Jumat (22/10) pagi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), demi membicarakan berbagai isu politik, hukum dan keamanan terkini. “Itu memang menjadi salah satu yang dibicarakan tadi (saat dipanggil) di Istana. Bagaimana tanggapan atau penjelasan resmi dari pemerintah, untuk lengkapnya ada Menko Polhukam yang akan memberikan keterangan mengenai itu (yang ternyata disampaikan pada waktu hampir bersamaan, Red). Saya tak akan mendahului,” ungkap Menlu, dalam sesi jumpa pers di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), siang selepas shalat Jumat. Yang jelas, kata Marty pula, pihaknya juga sadar bahwa perhatian sejumlah negara lain di dunia, belakangan sudah sempat bermunculan terkait keberadaan video itu. “Ada sejumlah concern, terutama berkaitan dengan pelanggaran HAM yang terjadi (berdasarkan tayangan video itu). Tapi (sejauh ini) tidak ada pernyataan khusus (yang dialamatkan) ke kita. Yang pasti, secara umum saja, saya hanya bisa berkomentar bahwa – kalaupun benar – tayangan itu tidak mengambarkan sesuatu yang sistemik, dalam arti tidak dilakukan oleh TNI secara organisasi,” tuturnya.

…dst

7 ) Ini Kronologi Versi Komnas HAM Papua
http://www.jpnn.com/read/2010/10/22/75185/Ini-Kronologi-Versi-Komnas-HAM-Papua

Jum’at, 22 Oktober 2010 , 14:29:00
JAYAPURA – Inilah kronologi peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh oknum prajurit di Papua, versi Komnas HAM Jayapura seperti dipaparkan oleh Wakil Ketua Komnas HAM Papua Mathius Murib. Menurut Mathius Murib, awal mula kronologi kejadian tersebut, adalah satu minggu sebelumnya, korban bersama jemaat mengirim uang lewat mobil Air Gire ke Wamena untuk membelikan bensin 15 liter untuk kepentingan belah kayu guna membangun gereja.  Sopir Air Gire mengirim berita kepada korban agar jaga-jaga di jalan karena dia akan mengirimkan besin tersebut lewat kendaraan lain, yang akan lewat ke Kalome, Tingginambut, agar jangan sampai kelewatan maka diharapkan pesan kepada korban untuk jaga di jalan. “Nah, dalam waktu yang sama Seorang Gembala lain, juga bernama Pitinius Kogoya, juga menitipkan sejumlah uang kepada seorang sopir mobil strada untuk dibelikan minyak goreng di Wamena, sehingga keduanya bersama-sama menunggu di jalan, yang dibawakan oleh seorang sopir berinisial Yakop orang Toraja, yang sudah cukup kenal dengan Pinitinus Kogoya.”jelasnya.

…dst

8 ) Ini Tanggapan SBY Soal Video Kekerasan Papua
Pendekatan SBY pada Papua berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Tak ada operasi militer.
http://nasional.vivanews.com/news/read/184366-ini-tanggapan-sby-soal-video-kekerasan-papua

Jum’at, 22 Oktober 2010, 13:50 WIB
VIVAnews — Video kekerasan terhadap warga Papua, yang dilakukan sejumlah orang berseragam militer, sudah diketahui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hari ini, Jumat 22 Oktober 2010, presiden menggelar rapat khusus para menteri bidang politik, hukum dan keamanan, yang salah satu agendanya membahas soal video itu. Kapolri dan Panglima TNI juga hadir dalam rapat itu. Dalam rapat itu dibahas, “Bagaimana kita menanggapi tayangan video yang dilansir YouTube dan beberapa media nasional  itu,” kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto di Istana Negara, di Istana Negara. Presiden SBY, lanjut Djoko, sangat serius memperhatikan masalah ini. Dia memberi analisa dan pengarahan khusus soal masalah ini kepada sejumlah menteri itu. Panglima TNI juga sudah memerintahkan jajaran untuk mengusut kebenaran video itu.

…dst

9 ) Pemerintah Akui Video Kekerasan Papua
Sebut Tindakan Prajurit Tidak Profesional, Bantah Operasi Militer
http://www.jpnn.com/read/2010/10/22/75180/Pemerintah-Akui-Video-Kekerasan-Papua

Jum’at, 22 Oktober 2010 , 12:54:00
JAKARTA – Pemerintah akhirnya mengakui video kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI di Papua. “Memang ada tindakan dari para prajurit di lapangan yang berlebihan dalam menangkap orang yang dicurigai sebagai orang atau kelompok-kelompok yang melakukan tembakan. Karena mereka memang diketahui memiliki senjata,” kata Menteri Koordinator Politik, hukum dan keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto di kantor Presiden, Jumat (22/10). Meski begitu, Djoko menegaskan, aksi para prajurit yang dinilainya berlebihan itu bukan bagian dari operasi militer di Papua. “Aparat TNI tidak pernah melakukan operasi militer di Papua,” kata Djoko menegaskan.Djoko mengakui, bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan prajurit TNI dan sudah ditayangkan di televisi, dan situs internet Youtube merupakan tindakan  yang tidak profesional. “Hingga kini, pihak TNI masih terus melakukan  penyelidikan akan peristwa tersebut,” Djoko menambahkan.

…dst

10 ) Selasa, 19 Oktober 2010, 20:49 WIB
Video Kelompok Baju Loreng Aniaya Warga Papua

Lembaga independen Asian Human Rights Commission atau Komisi Hak Asasi Manusia Asia, merilis video kekerasan di Papua. Dalam video terlihat sekelompok orang berbaju loreng menganiaya
http://video.vivanews.com/read/11463-video-kelompok-baju-loreng-aniaya-warga-papua