1 ) Maridjan oleh Goenawan Mohamad
08 November 2010 Maridjan
Mbah Maridjan: sebuah pertanyaan. Ia tewas di tempatnya bertugas di Gunung Merapi, karena ia sejak lama menolak turun menghindar dari letusan yang telah berkali-kali menelan korban itu. Kesetiaannya mengagumkan, tapi apa arti tugas itu sebenarnya?
Ia, meninggal dalam usia 83, mungkin sebagai pelanjut dari alam pikiran yang dikukuhkan Kerajaan Mataram sejak abad ke-17. Ia pernah bercerita, Merapi adalah tempat terkuburnya Empu Rama dan Permadi, dua pembuat keris yang ditimbuni Gunung Jamurdipa karena telah mengalahkan dewa-dewa. Kedua orang itu tak mati. Mereka hidup, menghuni gunung yang kemudian disebut Merapi itu-yang jadi semacam keraton para arwah. Dan ke sanalah Raja Mataram (Islam) pertama, Panembahan Senapati (1575-1601), mengirim juru tamannya yang berubah jadi raksasa. Si raksasa diangkat sebagai “Patih Keraton Merapi”, dijuluki Kiai Sapujagat. Dengan itu, Panembahan Senapati, yang dikisahkan mempersunting Ratu Laut Selatan, menunjukkan bahwa kuasanya juga membentang ke arah utara. Dan di situlah pelanjut Kerajaan Mataram, atau Yogyakarta sejak abad ke-19, mengangkat orang untuk jadi kuncen Merapi…cu…
Maka ketika gunung meletus dan tsunami menggebuk, mereka yang merasa bisa memperhitungkan maksud Tuhan dengan cepat bisa menjelaskan: bencana itu azab, ia terjadi untuk tujuan tertentu. Dalam hal ini agama mirip dengan ilmu-ilmu yang merasa bisa menjelaskan & menguasai alam-dan membuat manusia bersujud kepada Tuhan yang sebenarnya tak akrab. Saya kira Mbah Maridjan meninggal dengan bersujud kepada Tuhan yang sama. Tapi Tuhan itu masih membuatnya gentar, takjub, dan bertanya.

Sumber :
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/08/CTP/mbm.20101108.CTP135070.id.html
>>>

2 ) Mengapa Awan Panas Amat Mematikan?
Selasa, 9 November 2010 14:47 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Manusia tercepat dunia, sprinter Usain Bolt, “hanya” bisa berlari dalam kecepatan 10,4 meter per detik ketika menciptakan rekor dunia 100 meter dengan waktu 9,58 detik pada Kejuaraan Dunia 2009. Kecepatan berlari manusia tercepat di dunia ini ternyata kalah jauh dari laju awan panas hasil letusan gunung berapi yang disebut “wedhus gembel” oleh penduduk sekitar Gunung Merapi dan “pyroclastic flows” oleh dunia ilmiah. EA Bryant, dalam “Natural Hazards” terbitan 1991, menyebut kecepatan awan panas terkecil bisa mencapai 30 meter per detik, sedangkan yang besar bisa berkecepatan 200 meter per detikatau 20 kali kecepatan Usain Bolt berlari.cut.Yang fantastis, mengutip EA Bryant, awan panas bisa setebal 1.000 meter. Jika rata-rata tinggi badan orang Indonesia 165 cm, maka tebal awan panas bisa setinggi 600 orang dewasa yang dijejerkan ke atas.cut.Pada letusan Gunung Merapi sendiri, berdasarkan citra satelit, panas “wedhus gembel” yang dimuntahkan gunung ini mencapai 600 derajat Celcius atau enam kali panas air mendidih. Dengan kecepatan minimal tiga kali kecepatan berlari sprinter tercepat dunia, suhu yang setara dengan enam kali panas air mendidih, dan tebal awan minimal seperempat tinggi Tugu Monas, maka siapapun tak akan selamat dari “wedhus gembel.”…dst
>>>

3 ) 12 Perguruan Tinggi Yogya Bersatu demi Merapi
UGM mengumpulkan 11 perguruan tinggi di Yogyakarta untuk membahas penanganan korban Merapi
Jum’at, 12 November 2010, 08:53 WIB

VIVAnews – Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof Ir Sudjarwadi MEng, PhD, memimpin rapat koordinasi bersama dua belas perguruan tinggi di Yogyakarta guna membahas penanganan korban erupsi Merapi. Para perguruan tinggi negeri dan swasta itu sepakat sinergi untuk menanggapi perkembangan bencana. Dalam rapat digelar Kamis 11 November 2010 itu, Rektor Prof. Sudjarwadi mengatakan UGM setiap harinya telah melakukan tiga kali sharing tentang informasi terkini penanganan Merapi. Hanya saja UGM berkeyakinan penanganan akan lebih optimal bila PT-PT di Yogyakarta bisa saling bersinergi…dst
>>>
4 ) Bencana Alam Itu Bernama Studi Banding
Antara, Sabtu, 6 November 2010 09:57 WIB
Di saat bangsa ini dilanda duka nestapa oleh rentetan bencana alam yang mengenaskan, ada kepala daerah dan sejumlah anggota DPR secara tenangnya berangkat studi banding ke lberbagai negara. Tindakan para wakil rakyat dirasakan sangat menusuk hati rakyat yang menderita.Alasan demi alasan dikemukakan wakil rakyat itu untuk menguatkan diri mereka. Namun, ketika dihadapkan kepada masalah empati dan etika peradaban, maka apapun alasannya memang sulit diterima…dst
>>>
5 ) Dari Merapi untuk Kebajikan
Antara, Sabtu, 6 November 2010 11:20 WIB
Sepanjang perjalanan dari Muntilan hingga Kecamatan Dukun, ada lebih dari 10 kelompok relawan jalanan desa spesialis pembersih kaca mobil. Tanpa ada konsensus, mereka bersikap seragam, menolak uang jasa. Hal itu berbeda dengan keadaan di kota-kota besar. Ketika jalan tergenangi banjir, misalnya, jangan harap pengemudi bisa lolos dari kubangan jalan bila tidak memberi uang kepada pemandu jalan…dst
>>>
6 ) Melepas Nyawa demi Ribuan Warga (kami bangga kalian adalah bagian dari Indonesia)
http://www.kopertis12.or.id/2010/11/10/melepas-nyawa-demi-ribuan-warga-mengenang-relawan-di-hari-pahlawan/
Tuesday, 09 November 2010
Letusan Gunung Merapi meninggalkan kisah pilu bagi masyarakat Indonesia,khususnya terhadap keluarga korban.Termasuk jajaran Taruna Siaga Bencana (Tagana) Daerah Istimewa Yogyakarta yang anggotanya turut menjadi korban…cut…
Saat itu ketiganya sudah berhasil mengumpulkan sekitar 2.000 warga ke Posko Beslen untuk dibawa ke tempat aman. Namun,mereka mendapatkan informasi bahwa masih ada sekitar 25 warga yang bertahan di lokasi. “Mereka kemudian kembali lagi untuk mengevakuasi yang tertinggal,”ungkap Rahmat,rekan sesama anggota Tagana DI Yogyakarta. Padahal, saat itu kondisi sudah sangat mencekam…dst
>>>
7 ) Dengarlah Suara Mereka di Maguwoharjo (Keinginan sederhana menjadi suatu impian yang mewah di saat mengungsi)
http://www.antaranews.com/berita/1289200505/dengarlah-suara-mereka-di-maguwoharjo
Antara, Senin, 8 November 2010 14:15 WIB
…cut…
Setelah tak lagi memiliki tempat tinggal dan hidup di lokasi pengungsian, bocah yang gemar membantu sang ayah mencari rumput untuk ternak keluarga itu tampak murung. Ketika ditanya soal keinginannya yang paling besar saat ini, Ardi bergumam lirih, “kembali ke sekolah”…dst
>>>
8 ) JK Sedih Lihat Mahasiswa Minta-Minta untuk Merapi (ini bukan sikon normal, emergency Pak)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/09/180531/88/14/JK-Sedih-Lihat-Mahasiswa-Minta-Minta-untuk-Merapi
Selasa, 09 November 2010 03:52 WIB
Bantuan dan pertolongan untuk korban bencana, kata JK, seharusnya bisa dilakukan dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif. “Niat mahasiswa itu harus dengan cara inovasi, membuat sesuatu. Misalnya melukis atau membuat baju kaos, topi, stiker bergambar Merapi, lalu dijual ke kantor-kantor. Itu kreatif. Jangan bilang hei, hei, sini sumbang-sumbang. Itu mengajar mental pengemis. Banyak cara lain yang bisa dilakukan,” ujarnya…dst
>>>
9 ) Korban Tewas Dapat 2,4 Juta, Sapi Mati 9 Juta
Bahkan anak sapi saja dihargai sampai Rp5 juta (murahnyan nyawa manusia)

http://nasional.vivanews.com/news/read/187513-korban-tewas-dapat-2-4-juta-sapi-mati-9-juta
Senin, 8 November 2010, 14:07 WIB
VIVAnews – Santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat bencana Merapi sungguh mengenaskan. Kabupaten Sleman hanya menganggarkan Rp 2 juta per jiwa. Sedangkan untuk biaya pemakaman, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan santunan sebesar Rp 400 ribu.Total jumlah santunan korban tewas sekitar Rp2,4 juta...dst
>>>
PEMERINTAH AKAN BELI SEMUA HEWAN TERNAK PENGUNGSI LETUSAN MERAPI
Yogyakarta, 8/11/2010 (Kominfo-Newsroom) Pemerintah akan membelisemua hewan ternak para pengungsi letusan Gunung Merapi secarasukarela dan pemerintah juga akan menyediakan tempat penampungandan pakan untuk ternak. Rencana ganti rugi hewan ternak masyarakat ini dilakukan olehpemerintah agar para pemilik ternak merasa nyaman di tempat pengungsian karena sudah ada jaminan mengenai hewan ternaknya…dst  Tapi Kenyataannya menurut berita ViVaNews 12/11/2010 : Ganti Rugi Rendah, Peternak Merapi Kecewa dan 13/11/2010 “Saya Bingung, Sapi Stres. Mending Dijual”

>>>
9 ) Sultan: Makanan Pengungsi Harus Enak ( Dana untuk makan enak itu apa sudah tersedia, Pak Sultan ?)
http://regional.kompas.com/read/2010/11/08/06402229/Sultan:.Makanan.Pengungsi.Harus.Enak
Senin, 8 November 2010 | 06:40 WIB
…cut… “Sayur dan lauk untuk para pengungsi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), harus enak, seperti telur, daging, dan ikan. Menu makan setiap hari juga harus bervariasi, jangan monoton, agar para pengungsi tidak bosan,” katanya di Yogyakarta, Minggu (7/11/2010) malam.cu.Menurut dia, menu makan yang disajikan setiap hari juga harus diupayakan agar dibicarakan dengan perwakilan para pengungsi supaya sesuai dengan selera mereka. Ia mengatakan, idealnya menu makan memang bukan ditentukan juru masak, tetapi para pengungsi. Hal itu penting karena para pengungsi yang akan mengonsumsi menu tersebut…dst
>>>
10 ) Danau Toba, danau cantik terbentuk dari bencana dahsyat (Dibalik kehancuran selalu menanti keindahan)
http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/46-danau-cantik-dari-bencana?cid=today
Thu Oct 21 0:31am
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73 ribu-75 ribu tahun lalu dan merupakan letusan super volcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama dua minggu…dst
>>>

Berita kompas 14/11/2010:
Warga Sudah Diingatkan, Tapi Tak Nurut
Petani salak, Mardi Susanto (50), mengatakan, banyak warga sekitar Merapi tidak mengungsi ketika wilayahnya dinyatakan berstatus “Awas”. Menurutnya, itulah yang mengakibatkan banyaknya korban tewas berjatuhan akibat Merapi meletus beberapa kali, setidaknya pada periode 26 Oktober sampai 5 November lalu…cut… “Warga sekitar Merapi sudah diingatkan, tetapi tidak menurut. Saya sendiri termasuk warga yang nakal, soalnya, insting saya mengatakan bahaya Merapi tidak sampai ke sini. Bahwa saya mengungsi, itu karena anak-anak mendesak. Saya menurut biar mereka tenang,” terang ayah dari dua putra dan satu putri ini…dst
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
RENUNGAN :
Sebenarnya meninggalnya bukan karena tidak menurut, inilah janji Allah dengan hambaNya, sudah tiba saat untuk kembali ke Sang Pencipta yang Maha Pengasih.
ALLAH TELAH MENETAPKAN TAKDIR SEGALA SESUATU, DENGAN WAKTU YANG TAKKAN DILEWATI DAN DILAMPAUINYA. JIKA WAKTU ITU TELAH TIBA, IA TIDAK AKAN TERLAMBAT TAU LEBIH CEPAT WALAU SEDETIKPUN.
Jangan bersedih,
Jika kesuliatan semakin berat, maka harapkanlah kemudahan
Karena telah Allah tetapkan bahwa kesulitan dikuti kemudahan
Semoga kelapangan didatangkan Allah
Dia setiap hari mengendalikan urusan ciptaan-Nya
Hadapi saat cobaan datang sebagai orang yang tegar
Sabar
, karena ketegaran kuncinya adalah sabar
Betapa banyak kegundahan yang lama menggumpal akan tercairkan
Ingat selalu akhir urusan yang sult adalah kemudahan
Kesulitan dialami selama beberapa waktu, lalu pergi dan berlalu.
Sakit diderita selama beberapa hari dan beberapa malam, lalu menghilang.
Kemiskinan ada masanya, betapapun panjangnya, betapapun pahitnya, akan berlalu dan menjauh
Kesedihan juga ada waktu dan saatnya, kemudian akan lenyap diisi oleh kebahagiaan yang menyusulnya
Kesemua ini terjadi karena Allah sudah menetapkan takdir bagi segala sesuatu, yang bila kita sabar akan keluar sebagai pemenang.
Yakinlah umur bencana lebih pendek daripada umur kesenangan, tapi pahalanya lebih besar daripada pahala kesehatan, pengalamannya lebih berharga daripada pengalaman kehidupan manapun. Di dalam bencana terdapat pelajaran, peringatan,dan kewaspadaan, dan bersamanya terdapat tabungan dunia dan akhirat.
Kesabaran yang indah adalah penenteram dalam menerima takdir dan penenang dalam menatap masa depan, menantikan pertolongan Tuhan, dan menunggu ganfaran-Nya.
KESABARAN YANG INDAH ADALAH MENANGGUNG MUSIBAH DALAM DIAM, MENERIMA BENCANA DENGAN TENANG, DAN MENYAMBUT KEMALANGAN DENGAN KERIDHAAN, SEHINGGA ORANG YANG HENDAK MENCELA SI PENERIMA MUSIBAH TAKKAN MENDAPATKAN DALIL UNTUK MENCELANYA, DAN TAKKAN MENEMUKAN BEKAS PENDERITAAN UNTUK MENNARI-NARI DI ATASNYA.
>>>
Merapi Obati Lahan Pertanian
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Lahan pertanian di wilayah Pakem, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah rusak akibat pemakaian pupuk kimia. Namun, abu vulkanik Gunung Merapi ternyata bisa membantu percepatan pemulihan lahan….cut…Menurut Mardi, masyarakat di lingkungannya banyak memakai pupuk kimia yang dinilainya merusak lahan pertanian yang pemulihannya membutuhkan waktu sampai lima tahun. “Namun, dengan abu vulkanik dari Merapi, lahan bisa pulih lebih cepat dan kualitasnya meningkat. Dalam rentang waktu berbeda, masyarakat akan menikmati manfaatnya,” ujar Mardi, di kebunnya, Minggu (14/11/2010)…dst
Renungan :
Di belakangan musibah selalu tersimpan kenikmatan, akan dirasakan setelah berlalunya bencana.
Bersabar bila diberi cobaan, Bersyukur bila diberi nikmat. Ingat bagaimana sabarnya Nabi Ayyub menghadapi ujian.
Nabi Ayyub merupakan putera tunggal hartawan yang kaya raya, ahli waris semua kekayaan ayahnya yang pada saat itu tidak seorang pun di negeri Syam (Syria) yang dapat menyainginya dalam hal kekayaan. Allah telah mengkaruniai Nabi Ayyub 14 orang anak, delapan orang lelaki dan enam orang perempuan.
Allah telah menguji Nabi Ayyub dengan berbagai musibah, diawali dengan habis terbakar seluruh harta kekayaannya disusul dengan tewasnya semua putera-puterinya dalam suatu bencana gempa bumi, lalu Nabi Ayyub terkena penyakit kudis atau jamur pada seluruh tubuhnya, mulai dari kepala sampai ke kakinya, bahkan mengalir dari badannya darah bercampur nanah disertai ulat-ulat yang berjatuhan dari kudis di badannya. Sampai-sampai, sanak dan keluarganya dan seluruh teman-temannya, menjauhkan diri dari Nabi Ayyub as. Tiga isteri tinggal Siti Rahmah yang masih setia mengurusinya. Namun Siti Rahmah harus sering tinggalkan Nabi Ayyub sendirian untuk kerja memotong roti di sebuah desa agar bisa menghidupi mereka berdua. Nabi Ayyub hidup dalam 3 penderitaan, yaitu kesakitan, kemiskinan dan kesendirian. Isteri Nabi Ayyub Siti Rahmah pernah berkata : ” Engkau adalah seorang Nabi yang mulia terhadap Tuhanmu, cobalah engkau berdoa kepada Allah SWT supaya Allah menyembuhkanmu. ” Nabi Ayyub as berkata kepada isterinya : ” Berapa lamakah kita telah hidup senang ? ” Siti Rahmah menjawab ; ” Delapan puluh tahun. ” Nabi Ayyub as lantas berkata, ” Sungguh saya merasa malu kepada Allah SWT untuk meminta kepadaNya, sebab waktu cobaan-Nya belumlah memadai dibandingkan dengan masa senang kita. “
Menurut hadits riwayat Anas bin Malik ra, Rasulullah bersabda : ” Sesungguhnya Nabi Ayyub diuji dengan musibah selama delapan belas (18) tahun…”
Sikap SABAR  menghadapi ujian hidup ini yang harus kita teladani, WassWw. Fitri.