1 ) AS Siap Bantu Politeknik Geothermal
Minggu, 14 November 2010 , 04:53:00
MANADO — Pemerintah Amerika Serikat (AS) siap mengupayakan technical assitance dan tenaga edukatif pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara yang akan membangun Politeknik Geothermal. Ini diungkapkan Konsul Jenderal (Konjen) AS di Surabaya, Kristen Bauer, menjawab permintaan khusus yang diutarakan Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang (SHS), yang menerimanya dalam pertemuan tertutup di ruang kerjanya, kemarin. Demikian siaran pers Biro Pemerintahan dan Humas Pemprov Sulut.Bauer, didampingi Asisten Ekonomi Konjen AS di Surabaya, Achmad Cholish Hamzah, juga berjanji akan mencari waktu baik agar Duta Besar AS untuk Indonesia, Scot Marciel, dapat mengunjungi Sulut untuk lebih mengkonkritkan berbagai rencana kerjasama yang akan dilakukan. Sebelum menemui SHS, Bauer merupakan salah satu anggota delegasi AS dalam Senior Official”s Meeting (SOM) Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) di Hotel Peninsula baru-baru ini. AS, bersama Australia, adalah negara mitra pendukung CTI-CFF.

…dst

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2010/11/14/77006/AS-Siap-Bantu–Politeknik-Geothermal-

>>

2 ) PENELITIAN
Dua Profesor Terima Beasiswa Tanoto
http://edukasi.kompas.com/read/2010/11/13/11490996/Dua.Profesor.Terima.Beasiswa.Tanoto

Sabtu, 13 November 2010 | 11:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Dua orang profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) memeroleh dana bagi penelitian yang melalui program Tanoto Professorship Award (TPA). Salah satu penelitian yang telah diselesaikan adalah Penyempurnaan Teknologi Gasifikasi Biomassa Sebagai Sumber Energi Alternatif yang Ramah Lingkungan oleh Prof. Dr. Herri Susanto dari ITB. Ratih Loekito, Direktur Program Tanoto Foundation, Sabtu (13/11/2010), mengungkapkan, TPA diharapkan bisa terus mendorong suasana akademik dan minat penelitian para mahasiswa doktor, magister maupun tingkat sarjana. Saat ini, kata dia, dalam Program Magister (S-2) 100 persen dan 120 persen pada Desember 2010). “Untuk program Doktor, satu doktor telah lulus dan satu kandidat doktor dengan progres kira-kira 80 persen,” ujar Ratih, terkait laporan akhir Penyempurnaan Teknologi Gasifikasi Biomassa Sebagai Sumber Energi Alternatif yang Ramah Lingkungan yang disampaikan Prof Herri Susanto di Jakarta, Jumat (12/11/2010).

…dst

3 ) Mendiknas Akan Bikin Kontrak Kinerja Rektor per Tahun
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/11/13/146615-mendiknas-akan-bikin-kontrak-kinerja-rektor-per-tahun

Sabtu, 13 November 2010, 15:31 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, MALANG–Tidak hanya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saja yang membikin kontrak kerja dengan para menterinya. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) HM Nuh pun menyatakan akan membikin kontrak kinerja yang dievaluasi per tahun dengan semua rektor perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan HM Nuh saat melantik Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Suparno di Auditorium kampus UM, Sabtu (14/11). Menurut dia, kontrak kinerja rektor dengan Mendiknas itu sangat perlu. Alasannya agar hasil kinerja dari rektor bisa diketahui. Makanya, lanjut dia, perlu dievaluasi. “Para menteri saja bikin kontrak kerja dengan presiden setiap tahun. Rektor dengan Mendiknas juga harus begitu,” ungkap dia. Menurut dia, jabatan rekor itu tidak hanya merupakan pemimpin dan pengelola di sata perguruan tinggi. Namun, ada keterkaitan dengan birokrasi pemerintahan dalam hal ini adalah Kemendiknas. Makanya, tegas dia, rektor bisa dilantik dan diberhentikan. Apalagi, terang dia, PTN sebagian besar mendapat support dari pemerintah. Sehingga, bisa diterjemahkan bahwa rektor secara struktural juga harus bertanggung jawab ke Presiden lewat Mendiknas. Untuk itu perlu ada kontrak kinerja.

…dst

4 ) Peran Teknologi dalam Tanggap Bencana
http://kampus.okezone.com/read/2010/11/13/367/392891/peran-teknologi-dalam-tanggap-bencana

Sabtu, 13 November 2010 – 12:10 wib
GOENAWAN Mohamad, seorang wartawan senior Tempo, pernah mengatakan dalam akun Twitter-nya, “Mungkin bangsa ini memang membutuhkan seorang menteri penanggulangan bencana.” Pernyataan itu bukanlah sebuah pernyataan yang tidak didasarkan pada hal yang esensial. Kondisi geografis Indonesia memang rawan bencana. Catatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan sekurangnya ada 28 wilayah di Indonesia yang dinyatakan rawan gempa dan tsunami. Belum lagi ditambah dengan potensi gunung api yang dimiliki Indonesia. Selain dikepung tiga lempeng tektonik dunia, Indonesia juga merupakan jalur Cincin Api Pasifik (The Pacific Ring of Fire) yang merupakan jalur rangkaian gunung api aktif di dunia. Cincin Api Pasifik membentang di antara subduksi maupun pemisahan lempeng Pasifik dengan lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, lempeng Amerika Utara, dan lempeng Nazca yang bertabrakan dengan lempeng Amerika Selatan. Indonesia memiliki gunung berapi dengan jumlah kurang lebih 240 buah dan hampir 70 di antaranya masih aktif. Maka, potensi terjadinya bencana memang sulit dihindari. Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie waktu itu tentang bencana Mentawai misalnya sesungguhnya tidak menunjukkan sikap tanggap bencana yang harus dimiliki penduduk yang mendiami wilayah penuh potensi bencana ini.

…dst

5 ) Asiknya Ngungsi di UNY…
http://kampus.okezone.com/read/2010/11/13/373/392917/asiknya-ngungsi-di-uny

Sabtu, 13 November 2010 – 13:04 wib
JAKARTA – Para pengungsi bencana letusan Gunung Merapi di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bisa jadi kerasan karena fasilitas yang mereka dapatkan di sana. Tidak hanya mendapat tempat beristirahat, para pengungsi juga dihibur dan dimanjakan oleh UNY. Misalnya, aksi pijat yang dilakukan oleh sekira 40 mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UNY. Setiap tiga hari sekali, mereka melancarkan aksi pijat tersebut di gelanggang olah raga (GOR) UNY. Pembantu Rektor III UNY Prof. Dr. Herminarto Sofyan menjelaskan, pijat gratis tersebut akan sangat membantu para pengungsi yang kebanyakan hanya duduk-duduk saja. “Hiburan lain seperti berkaraoke diharapkan juga dapat mengobati trauma para pengungsi,” ungkap Herminarto seperti dikutip dari situs UNY, Sabtu (13/112010). Selain pijat dan karaoke, UNY juga mementaskan Tarian “Bambangan Buto Cakil” untuk menghibur para pengungsi. Tarian yang dibawakan oleh unit kegiatan mahasiswa (UKM) Kamasetra tersebut telah dimodifikasi sehingga membuat para pengungsi, khususnya anak-anak dan remaja tertawa-tawa riang. Di penghujung tarian, mereka pun berebut aneka makanan kecil yang dibagikan para penari.

…dst

6 ) Belajar Jadi Apoteker di Pos Pengungsian
http://kampus.okezone.com/read/2010/11/13/373/392915/belajar-jadi-apoteker-di-pos-pengungsian

Sabtu, 13 November 2010 – 14:15 wib
JAKARTA – Bencana erupsi Gunung Merapi membuat sebagian besar perguruan tinggi di Yogyakarta meliburkan kegiatan perkuliahannya. Para mahasiswa pun, banyak yang turun tangan menjadi sukarelawan membantu para pengungsi Merapi. Biasanya, mereka sekalian melatih kompetensi sesuai dengan latar belakang akademik mereka. Salah satunya, Kartika. Mahasiswi semester V Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menjadi sukarelawan di posko kesehatan utama, pos pengungsian Stadion Maguwoharjo. “Saya sudah tiga hari di posko ini. Saya sempat pulang sehari. Dari pada nggak ada kerjaan di rumah, bisa bantuin sedikit,” kata Kartika seperti dinukil dari situs UGM, Sabtu (13/11/2010). Tidak hanya dari UGM, mahasiswa Fakultas Farmasi dari Universitas Sanata Dharma (USD) dan Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta pun ikut menjadi relawan seperti Kartika. Mereka tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan disebar ke beberapa pos pengungsian seperti di Sleman, Magelang, Klaten, maupun Boyolali.Bersama puluhan temannya, mahasiswi asal Salatiga, Jawa Tengah, itu belajar menjadi apoteker sekaligus mengisi waktu luang karena tidak ada jadwal kuliah.

…dst

OOT:

7 ) Mendiknas: Mutasi Kepala Sekolah Kewenangan Kepala Daerah
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/11/13/146632-mendiknas-mutasi-kepala-sekolah-kewenangan-kepala-daerah

Sabtu, 13 November 2010, 17:59 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,MALANG–Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyatakan, mutasi kepala sekolah tetap menjadi kewenangan kepala daerah atau wali kota dan bupati masing-masing. “Kebijakan yang tertuang dalam Perauran Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 28 Tahun 2010 itu hanya mengatur tentang rambu-rambu dan kriteria bagi calon kepala sekolah (kasek) saja. Sedangkan kewenangan mutasinya tetap menjadi kewenangan kepala daerah,” tegas Mendiknas kepada wartawan di Malang, Sabtu. Mendiknas menjelaskan, Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tersebut hanya mengatur kriteria dan persyaratan calon kasek saja. Masalah pengangkatan kasek tetap ada di tangan kepala daerah. Persepsi yang selama ini berkembang bahwa pengangkatan kasek harus mendapat persetujuan, bahkan diambil alih langsung oleh Mendiknas itu kurang tepat, sebab bukan itu maksud yang terkandung dalam Permendiknas tersebut.

…dst