1 ) Upaya Penyampaian Informasi Pendidikan Ditingkatkan
27 Nopember 2010 | Laporan oleh ahmad_dj
Makassar — Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdikas) berupaya untuk meningkatkan program penyampaian informasi kepada masyarakat. Untuk itu diadakan kelompok diskusi terbatas (focus group discussion- FGD) tentang “Kajian Pengukuran Efektivitas Program Kehumasan Kemdiknas”. Acara ini diadakan di Hotel Aryaduta, Makassar, pada Jumat (26/11) sore….cut… Kepala Pusat Informasi dan Humas M. Muhadjir menyampaikan, pengembangan jejaring kehumasan pendidikan antara pusat, daerah dan perguruan tinggi akan ditingkatkan. “Akan kami bangun media centre di perguruan tinggi dalam konteks kebersamaan media centre di tempat kami, dan media centre di dinas pendidikan (provinsi dan kabupaten/kota),” ujar Muhadjir.
…dst

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/11/kehumasan.aspx
>>>

2 ) Telkom Potong Tarif 50 Persen untuk Pendidikan
http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/11/smart-campus.aspx

27 Nopember 2010 | Laporan oleh ahmad_dj
Jakarta – Director of Enterprise & Wholesale PT Telkom Indonesia Arief Yahya mengatakan PT Telkom akan menyumbang dunia pendidikan dengan memberikan potongan biaya jasa layanan sebesar 50 persen dari tarif yang berlaku. “Kami akan menyediakan edu-cloud untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yaitu aplikasi yang digunakan untuk melayani mahasiswa, sistem informasi manajemen, keuangan, logistik, sampai reporting system,” kata Arief ketika memberi sambutan dalam Roadshow Smart Campus PT. Telkom di Hotel Aryaduta, Jumat (26/11).

…dst

3 ) UI Terima Penghargaan Kesehatan Masyarakat
http://edukasi.kompas.com/read/2010/11/27/18334645/UI.Terima.Penghargaan.Kesehatan.Masyarakat

Sabtu, 27 November 2010 | 18:33 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Rektor Universitas Indonesia Gumilar R Somantri menerima penghargaan Kazue Mclaren Leadership Achievement for Public Recognition Award for Academic and professional leadership and distinguished research dari Konsorsium Akademik Kesehatan Masyarakat se-Asia Pasifik (APACPH). Penghargaan diserahkan dalam acara konferensi internasional kesehatan masyarakat di Bali pada Kamis kemarin yang dihadiri 900 peserta dari 25 negara di Asia Pasifik. Penghargaan ini diberikan atas komitmen akademik dan professional UI pada upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat dunia dan semakin urbanized serta atas kepemimpinan luar biasa untuk memperbaiki pendidikan professional di Indonesia dan Asia Pasifik.

…dst

4 ) Program Pendidikan Karakter Bangsa Libatkan 16 Kementerian
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/27/184482/88/14/Program-Pendidikan-Karakter-Bangsa-Libatkan-16-Kementerian

Sabtu, 27 November 2010 20:22 WIB
JAKARTA–MICOM: Progam pendidikan karakter bangsa yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) terus disosialisasikan dengan melibatkan 16 kementerian terkait seperti Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, dan yang lainnya. “Kami telah menyusun dokumen lintas kementerian soal pendidikan karakter bangsa dan dokumen itu akan diturunkan berupa panduan untuk kepala sekolah dan guru,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal pada Temu Ilmiah Nasional Guru II di Kampus Universitas Terbuka (UT) Pondok Cabe, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu…cut…
Pada kesempatan itu, Rektor UT menerima penghargaan Sekjen ICDE Carl Homberg berupa Quality Review Sertificate yang membuktikan UT Indonesia semakin maju dalam menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh. UT Indonesia semakin maju,mampu menjadi sistem berkelas dunia yang dapat menjadi rujukan institusi UT lainnya di dunia,”kata Carl Homberg. ICDE merupakan institusi global yang memiliki visi untuk praktek pembelajaran jarak jauh internasional (Bay/OL-04)

…dst

5 ) Waduh…Lulusan IPB Ogah Kerja di Pedalaman
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/11/27/149255-waduhlulusan-ipb-ogah-kerja-di-pedalaman

Sabtu, 27 November 2010, 13:22 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR–Meski lahan pertanian lebih banyak berada di pedesaan, namun lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) lebih memilih bekerja di perkotaan. Wakil Rektor IPB Bidang Riset dan Kerja Sama, Anas M Fauzi, mengaku banyak lulusan universitas tersebut yang ogah bekerja di pedalaman. ”Kebanyakan hanya mau bekerja di pusat-pusat kota dan ini yang kerap dikeluhkan perusahaan,” katanya usai membuka Bursa Kerja IPB di Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Jabar, Sabtu (27/11). Karenanya, IPB kini membuat berbagai program untuk mengatasi hal itu. Dalam perkuliahan misalnya, kampus ini membuat mata kuliah kewiraswastaan pada beberapa jurusan. Selain itu, IPB pun membuat suatu program khusus, di luar kuliah, yang membiasakan mahasiswa pada wilayah pedalaman.

…dst

6 ) Sebanyak 34 Perusahaan Ikuti Bursa Kerja IPB
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/11/27/149256-sebanyak-34-perusahaan-ikuti-bursa-kerja-ipb

Sabtu, 27 November 2010, 13:31 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR–Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar bursa kerja (job fair) 2010. Kegiatan ini akan dilakukan selama dua hari, mulai Sabtu (27/11) hingga Ahad (28/11). Menurut Direktur Career Development and Alumni Affairs (CDA) IPB, Dodik Ridho Nurrochmat, bursa kerja ini bertujuan memfasilitasi para pencari kerja, khususnya alumni perguruan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan. ” Selain itu, kegiatan ini juga memfasilitasi kalangan dunia usaha dalam mendapatkan sumber daya manusai (SDM) yang diperlukan,” katanya p di Kampus Dramaga, IPB, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bursa kerja IPB diikuti 34 perusahaan. Mereka antara lain bergerak di bidang pertanian dan perkebunan, perbankan dan keuangan, pendidikan, serta industri. Dodik berharap kegiatan ini akan mampu mengurangi tingkat pengangguran. ”Apalagi kami perkirakan sebesar tiga ribu orang akan hadir ke acara ini,” ujarnya lagi. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), di tahun 2009 tingkat pengangguran terbuka mencapai 8,14 persen dari total angkatan kerja atau sebanyak 9,26 juta orang. Sedangkan jumlah pengangguran dari kalangan perguruan tinggi dari tahun ke tahun relatif meningkat.

…dst

7 ) 76 Akademi Perawat Tidak Ada Payung Hukum
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2010/11/27/brk,20101127-294942,id.html

Sabtu, 27 November 2010 | 06:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Sebanyak 76 Akademi Keperawatan milik pemerintah daerah saat ini tidak memiliki kejelasan status. Sejak dibatalkannya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan oleh Mahkamah Konstitusi Maret lalu, tidak ada lagi payung hukum bagi pelaksanaan pendidikan akademi.
“Payung hukum saat ini kosong, kita saat ini sedang cari jalan keluarnya,”kata Wakil Pendidikan Nasional, Fasli Jalal di kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Jumat (26/11). Tiga Kementerian antara lain Kemdiknas, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri kini tengah bersama-sama mencari jalan tengah dalam kekosongan payung hukum tersebut. “Untuk proses pelaksanaan pendidikan kita pastikan tetap berjalan, dan tahun ini penerimaan mahasiswa baru mereka juga terus diijinkan jalan dulu,”jelas Fasli.

Pemerintah kemudian memberikan tiga opsi kepada 76 akper tersebut. Pertama akper bisa memilih untuk berada di bawah yayasan swasta milik pemda. Dengan begitu, mereka berada di bawah peraturan pemda asal. Kedua, akper, lanjut Fasli juga bisa di-upgrade menjadi Politeknik Kesehatan, setara dengan PTN. “Atau bisa juga merger dengan PTN,”  76 Akper, yang sebelumnya dinamakan Sekolah Pendidikan Keperawatan, merupakan akademi yang sudah berdiri lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Keseluruhannya juga telah mendapatkan akreditasi.

<<<

Merapi & Bromo hari ini :
http://www.kopertis12.or.id/2010/11/28/info-aktivitas-g-merapi-bromo-28-november-2010.html

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
SORRY FOR TODAY’S LATE POSTING
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>