Laporan Aktivitas G.Merapi tanggal 29 November 2010 pukul 00:00 wib sampai dengan pukul 24:00 wib:
http://merapi.bgl.esdm.go.id/pdf/2010/11/00_235849.pdf
Kesimpulan : STATUS AKTIVITAS G.MERAPI MASIH TETAP PADA TINGKAT AWAS (LEVEL 4)
>>>

KEPUTUSAN PENGURANGAN DAERAH BAHAYA MERAPI PER 19 NOVEMBER 2010
http://www.merapi.bgl.esdm.go.id/bpptk.php?page=bpptk&subpage=kegiatan&id=25
Berdasarkan pemantauan instrumental dan visual, aktivitas G. Merapi masih tinggi. Maka stastus aktivitas G. Merapi pada tingkat AWAS (Level 4). Ancaman bahaya langsung erupsi G.Merapi berupa awanpanas dan ancaman tidak langsung berupa lahar. Terhitung tanggal 19 November 2010 pukul 12:00 WIB, wilayah yang aman bagi parapengungsi adalah sebagai berikut: Kab. Sleman: sebelah Timur K. Boyong di luar 15 km, sebelah Barat K. Boyong di luar 10 km dari puncak G. Merapi. Kab. Magelang di luar 10 km daripuncak G. Merapi. Kab. Boyolali di luar 5 km dari puncak G. Merapi. Kab Klaten di luar 10 km dari puncak G. Merapi.
>>>

Laporan Harian Tanggap Darurat Gunung Merapai 28 November 2010 18:00 wib

>>>
Data Bencana ( G.Merapi, Mentawai dan Wasior)
>>>
Situs Jalin Merapi menyuguhkan beragam informasi penting terkait Gunung Merapi
Disini Anda bisa mendapatkan informasi langsung secara real-time melalui streaming siaran radio Pos Pemantauan Balerante
>>>
PETA ZONASI BAHAYA dari PUNCAK GUNUNG MERAPI
( Update Kondisi ancaman Merapi per tgl 04/11/2010, Sumber: BNPB [BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA] )
http://www.liputan6.com/zona-bahaya-merapi.html
http://www.liputan6.com/2010-11-05_merapi_buffer_20km1.pdf
>>>
Info Titik Aman Minimal dapat mengirimkan
SMS ke 081804389000 dengan format MERAPI<spasi>isi pesan
Bagi yang ingin mengetahui info tentang Merapi, seperti misalnya titik aman minimal dari puncak Merapi atau abu vulkanik sudah sampai di kota mana.
>>>
Peta sebaran posko pengungsian dan zona aman/Peta Radius Rawan Merapi
>>>
Daftar kebutuhan per posko pengaduan
>>>
THE BIG PICTURE:
Mont Merapi’s Eruptions ( 39 photos total )
http://www.boston.com/bigpicture/2010/11/mount_merapis_eruptions.html
>>>
Berita Malam:
Situs BNPB:

Banjir lahar terjadi di beberapa titik kawasan Kali Code yang melintasi Kota Yogyakarta  sejak sekitar pukul 18:00 WIB, Senin (29/11).  Luapan banjir lahar melanda pemukiman, sehingga penduduk mengungsi ke tempat-tempat yang lebih tinggi. Banjir lahar terjadi akibat hujan lebat yang terjadi sepanjang siang di hulu Kali Code yang berada di Gunung Merapi.

Saat ini pengungsi yang  tersebar di beberapa wilayah sudah mulai kembali ke daerah asalnya, hal ini sehubungan dengan surat edaran dari bupati yang menyatakan bahwa pengungsi yang ada di wilayah lain untuk menempati posko-posko yang telah disediakn oleh pemerintah kabupaten sleman seperti di makuarjo, girikerto ,wonokarto  dll. Hal ini dilakukan agar lebih dekat ke rumah  yang telah mereka tinggalkan

DetikNews:
Kompas:
Republika:
Antara:
Berita Bromo
>>>
Berita Siang 29/11/2010
Info Merapi
DetikNews:
BNPB:
Berdasarkan laporan Badan Geologi per 29 November 2010, pukul 00.00 – 06.00 WIB, aktivitas Gunung Merapi menurun akan tetapi tetap berstatus awas dengan ancaman berupa awan panas dan lahar. Hal ini di tunjukan dengan Berdasarkankan hasil pemantauan kegempaan, tidak terjadi gempa vulkanik dan gempa tremor…dst
Republika:
Sultan Pastikan tak Berutang untuk Danai Pengungsi
Aktivitas Menurun, Namun Status Awas Merapi Masih Diberlakukan
>>
Info Bromo
ViVaNews:
Bromo Terus Muntahkan Material Vulkanik
Inilah:
Suku Tengger dan Gunung Bromo
Abu Vulkanik Dirasakan Warga Kandangsari Pasuruan
Letusan Bromo Hanyalah Jeritan Seorang Bocah
“Juru Kunci” Bromo Kerap Kebobolan
Duh! Alat Ukur Deformasi Bromo Rusak
Liputan 6:
Gempa Vulkanik Dangkal Terus Terjadi
Warga Sekitar Bromo Nilai Pemerintah Berlebihan
Republika:
BNPB Salurkan Bantuan Rp 500 Juta Untuk Bromo
>>>
DetikNews:
Kompas:
”Maaf lho nek dijatah semono, dadine awake dewe nyadong diparingi pemerintah sego sekepel;, kulo milih dados pengungsen mandiri supados saget neda saking mbudidaya piyambak.” Demikian komentar seorang korban bencana Merapi, 60 tahun, asal dusun Pelemsari (Kinahrejo), Umbulharjo, Cangkringan, yang berjarak 4 kilometer dari Merapi dalam obrolan santai (25/11) di salah satu posko pengungsian di Sleman, Yogyakarta.
Dalam bahasa Indonesia: ”Maaf, dengan jatah tersebut, kita nanti hanya mirip orang yang meminta-minta pemberian dari uluran tangan pemerintah. Kami lebih memilih jadi pengungsi mandiri, makan dari usaha sendiri”. Komentar ini untuk menanggapi isu rencana pemberian paket jatah hidup per hari per orang dari pemerintah terdiri dari uang Rp 3.000 dan beras 3 ons bagi korban yang masih tinggal di posko-posko pengungsian. Ungkapan itu tidak dimaksudkan sinis pada rencana jatah hidup (jadup) dari pemerintah, tetapi lebih menunjukkan keinginan pengungsi untuk kembali menjalankan kehidupan dirinya dan keluarganya secara mandiri seperti sebelum Merapi meletus.
Mandiri adalah kata kunci keberhasilan seseorang dalam kehidupannya, termasuk dalam aktivitas ekonomi. Khusus masyarakat lereng Merapi, tak ada catatan sejarah maupun penelitian yang menyimpulkan hidup mereka tergantung orang luar atau pemerintah sekalipun. Selain kelekatan warga Merapi pada lokasi tinggal, kerja keras menafkahi hidup sendiri adalah ciri khas mereka…dst
Rumah Sementara Belum Siap
Mencoba Bangkit dari Tanaman yang Tersisa…
Pariwisata Solo Ikut Terimbas
Liputan6:
Kinahrejo Rata dengan Tanah
Lima Juta Batang Salak di Sleman Rusak
Situas BNPB:
KONDISI KABUPATEN SLEMAN PASCA BENCANA MERAPI – 28/11/2010
PENGARUH ERUPSI MERAPI TERHADAP PARIWISATA KOTA YOGYAKARTA – 28/11/2010
ViVaNews:
BI Beri Keringanan Kredit Macet Korban Merapi
Sindo:
Kerugian Bencana Merapi Rp5,5 Triliun
Okupansi Hotel Masih Rendah
>>>
Berita Bromo:
Kompas:
Keberadaan Gunung Bromo dengan lautan pasirnya yang fenomenal sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Indonesia. Gunung Bromo merupakan salah satu gunung pada Pegunungan Tengger. Dengan ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, panorama elok terpancar saat memandang pesona alam yang tidak akan pernah ada habisnya. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti Brahma atau seorang dewa yang utama dan terletak dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Daya tarik Gunung Bromo yang istimewa adalah kawah di tengah dengan lautan pasirnya yang membentang luas di sekeliling kawah Bromo, mengepulkan asap putih. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi…dst
Tempo:
ViVaNews:
JPNN:
PROBOLINGGO – Gunung Bromo sampai kemarin (28/11) masih berstatus awas dengan level IV. Aktivitas gunung setinggi 2.329 meter dpl itu juga belum stabil. Sejak pukul 00.00 sampai 06.00 WIB kemarin, terjadi delapan kali gempa vulkanis dangkal (VB) dengan amplitudo 30?40 mm  dan gempa tremor menerus dengan amplitudo 7?32 mm…dst
Inilah:
Antara:
>>>
Berita Krakatau:
>>>
Berita Sultan DIY: