1 ) RI Perlu Bangun Universitas Maritim
Kamis, 2 Desember 2010 | 09:37 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Dunia pendidikan perlu ditingkatkan peranannya, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kepada generasi muda tentang potensi sumber daya maritim Indonesia dan permasalahan-permasalahan internasional yang berkaitan dengan pemanfaatan dan pelestarian sumber daya laut. Selain itu, Indonesia perlu membangun dan mengembangkan universitas maritim sebagaimana dilakukan, misalnya, oleh Rusia, Korea Selatan, China, dan Jepang. Melalui pendidikan dalam arti luas, perlu diperkenalkan bentuk-bentuk perilaku, penghargaan, kebiasaan-kebiasaan yang dapat menunjang upaya pengembangan budaya maritim dan pengelolaan sumber daya maritim. Demikian dikatakan dosen dan peneliti dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Supratikno Rahardjo, pada Forum Konsultasi Kebijakan Bidang Kelautan Dewan Kelautan Indonesia, Rabu (1/12/2010) di Jakarta.
…dst

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/12/02/09375253/RI.Perlu.Bangun.Universitas.Maritim
>>>
2 ) Pembentukan Program Studi Diubah
Siapkan Prodi Bedah Syaraf bagi Unhas
http://www.jpnn.com/read/2010/12/02/78658/Pembentukan-Program-Studi-Diubah-

Kamis, 02 Desember 2010 , 19:09:00
JAKARTA — Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Dikti Kemdiknas) Djoko Santoso mengungkapkan, pihaknya telah mengubah pola pembentukan program studi di jenjang pendidikan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dijelaskan, sebelumnya pembentukan prodi berdasarkan usulan dari PTN. Saat ini, prodi-prodi tersebut dihibahkan kepada universitas yang dinilai mampu melaksanakannya. “Saat ini, kita (Kemdiknas) yang harus aktif menjemput bola. Ini adalah suatu bentuk reformasi pendidikan tinggi,” ungkap Djoko di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Kamis (2/12). Perubahan ini dilakukan salah satunya untuk membuat wolrd class university. Djoko mencontohkan, jika ada PTN yang ingin membuat suatu prodi baru, tetapi tidak ada tenaga pengajar atau dosennya, maka Kemdiknas akan langsung membuat prodi tersebut dan juga membantu menyiapkan dosennya.

…dst

3 ) Pakar Dunia Bahas Ketahanan Pangan di UGM
http://kampus.okezone.com/read/2010/12/02/373/399513/pakar-dunia-bahas-ketahanan-pangan-di-ugm

Kamis, 2 Desember 2010 – 15:35 wib
YOGYAKARTA – Persoalan keamanan pangan (food safety) dan ketahanan pangan (food security) menjadi problem yang terus dicarikan solusinya sampai saat ini oleh berbagai negara. Ini cukup beralasan mengingat masih saja terjadi kasus distribusi pangan yang masih tidak merata beriringan dengan melonjaknya jumlah penduduk dunia.
Sehubungan dengan permasalahan inilah maka digelar Konferensi Internasional Food Safety and Food Security yang diprakarsai oleh fakultas agrokompleks di UGM seperti Pertanian, Teknologi Pertanian, Kedokteran Hewan, Peternakan serta Kehutanan, bertempat di Ghrha Sabha Pramana (GSP) UGM, 1-2 Desember 2010. Menurut Ketua Panitia yang juga dosen program studi Entomologi dan Fitopatologi Fakultas Pertanian UGM, Prof Dr Ir Siti Subandiyah, M.Agr.Sc, ketersediaan pangan tidak seimbang dengan jumlah penduduk dunia sehingga mengakibatkan distribusi pangan yang tidak merata hingga kelaparan.

…dst

4 ) Unissula Low Cost, Hasil Plus
http://bataviase.co.id/node/479732

02 Dec 2010
Republika-Penerapan cyber culture melalui cyber teaching dalam proses belajar mengajar mulai menggejala di beberapa perguruan tinggi. Penggunaan Teknologi Informasi (IT) ataupun E-Learning pun menghabiskan biaya yang mahal. Sebaliknya, Unissula malah menerapkan teknologi tersebut agar biaya perkuliahan terjangkau. “Konsep digital cyber campus kita kembangkan ke arah low cost atau berbiaya rendah.ungkap Rektor Unissula Laode Masihu Kamaluddin, Rabu (1/12).
Dari sisi mahasiswa, dengan penerapan cyber teaching ini, lanjut Laode, mereka dapat mengakses materi kuliah, mengumpulkan tugas, berdiskusi dan mengerjakan soal-soal kuis melalui internet, sehingga mereka dapat belajar kapan saja dan dimana saja. Ongkos serta energi untuk menuju kampus pun bisa dihemat. Selain itu, mulai tahun ajaran 2010/2011, Unissula memangkas biaya pendidikan rata-rata turun sekitar 10 hingga 20 persen.

…dst

5 ) UI Sajikan Festival Kuliner Indonesia
http://kampus.okezone.com/read/2010/12/02/373/399506/ui-sajikan-festival-kuliner-indonesia

Kamis, 2 Desember 2010 – 15:32 wib
Tak hanya ingin makan, namun ternyata festival tersebut digelar dengan cara pendekatan akademik. Yakni mengkaji keragaman varietas kuliner Indonesia yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia dan patut dilestarikan melalui pendekatan akademik. Kepala Kantor Komunikas UI Vishnu Juwono mengatakan Universitas Indonesia (UI) sebagai perguruan tinggi riset yang berkualitas tinggi dan berstandar dunia, UI memiliki komitmen untuk menjaga keseimbangan antara orientasi akademik dengan moralitas dan seni. Untuk itu, kata dia, melalui Festival Kuliner Indonesia, UI ingin menyelenggarakan sebuah kegiatan kuliner dengan cakupan nasional.

…dst

6 ) ITB Kampus Bebas Emisi
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/367661/

Thursday, 02 December 2010
BANDUNG(SINDO) – Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi kampus pertama di Kota Bandung yang memiliki tempat parkir bebas emisi kendaraan roda empat. Sekitar 30 mobil warga ITB diuji emisi oleh petugas bengkel anggota Asosiasi Bengkel Kendaraan Indonesia (Asbekindo). Lembaga ini merupakan lembaga mitra Pemkot Bandung dalam mewujudkan program Langit Biru. Para dosen, karyawan, dan mahasiswa ITB memarkirkan mobilnya untuk diuji emisi.Kendaraan operasional ITB seperti ambulans dan truk pemadam kebakaran, juga diuji gas buangnya.Pengujian hanya membutuhkan waktu 10 menit dengan sebuah alat yang dimasukkan ke knalpot. Lalu,gas yang keluar dicatat dalam sebuah alat lain.Bagi mobil keluaran di bawah 2007, kadar karbonnya (CO) harus di bawah 4,5% di hidrokarbonnya 1.200 ppm. Sementara mobil produksi di atas tahun 2007, CO-nya harus di bawah 1,5% dan hidrokarbon 200 ppm.Uji emisi di ITB dilakukan gratis. Mobil yang lulus uji emisi akan diberi stiker yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kota Bandung. Di dalam kampus akan dibangun parkir khusus kendaraan lulus uji emisi.

…dst

7 ) UNS Wisuda 8 Mahasiswa Asing
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/12/03/131690/UNS-Wisuda-8-Mahasiswa-Asing

03 Desember 2010
SOLO-Ada yang istimewa dalam wisuda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis kemarin. Di antara 1.315 wisudawan, ada delapan mahasiswa asing yang ikut di dalamnya. Mereka mahasiswa dari Malaysia yang sudah menyelesaikan sarjana kedokteran.
Ada 92 mahasiswa asing yang saat ini mengikuti kuliah berbagai program, baik reguler maupun nonreguler yang hanya setahun ataupun mahasiswa program pascasarjana. Terbanyak dari negeri Jiran itu, ada 36 mahasiswa yang semuanya di fakultas kedokteran.
“Artinya, UNS bukan universitas milik warga Solo saja. Melainkan juga milik seluruh warga Indonesia, bahkan internasional. Sebab saat ini semakin banyak mahasiswa asing yang berminat menuntut ilmu di sini,” kata Pembantu Rektor Bidang Akademik, Prof Dr Ravik Karsidi MS, kemarin.

…dst

8 ) Bantuan Rehabilitasi Pascabencana Rp 10 T Rawan Penyelewengan
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=166458

BANDUNG, (PR) 03 Desember 2010
Bantuan pemerintah yang dialokasikan untuk rehabilitasi bencana yang dialokasikan ke sekolah rawan penyelewengan. Hal itu disebabkan pengawasan terhadap bantuan ini sangat minim. “Coba perhatikan, tidak ada yang benar-benar mengawasi dan mengawal penyaluran bantuan ke sekolah ini,” kata Dewan Eksekutif Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana yang juga Koordinator Keluarga Peduli Pendidikan Yanti Sriyulianti di Bandung, Kamis (2/12).Menurut Yanti, pos inilah yang seharusnya diawasi, sebab anggaran yang dikucurkan pemerintah cukup besar. Untuk tahun 2010 saja pemerintah pusat menganggarkan Rp 10 triliun. “Jumlah yang sangat besar dan tidak jelas pengawasannya. Sementara lembaga-lembaga lain hanya fokus untuk mengawasi penyaluran bantuan di bidang lain,” ungkapnya. Selain itu, kata Yanti, yang rawan terjadi adalah penumpukan serta bantuan yang tumpang tindih. Artinya satu sekolah menerima bantuan dari beberapa sumber untuk keperluan yang sama. “Ada yang sudah menerima dari daerah tetapi dia juga menerima dari pusat. Nah, apakah ada data yang detail mengenai ini,” ujarnya.

…dst

9 ) Merapi & Bromo hari ini:

http://www.kopertis12.or.id/2010/12/03/info-aktivitas-g-merapi-bromo-03-desember-2010.html