Keputusan Penurunan Status Aktivitas G.Merapi dari Awas ke Siaga

http://www.merapi.bgl.esdm.go.id/

Nomor : 3120/45/BGL.V/2010 3 Desember 2010

Sifat : Penting

Lampiran : 1 berkas

H a l : Penurunan status aktivitas G. Merapi dari Awas ke Siaga

Kutipan sebagian isinya :

Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi menunjukkan penurunan. Dengan menurunnya aktivitas tersebut, maka terhitung mulai tanggal 3 Desember 2010 pukul 09.00 WIB, status aktivitas G. Merapi diturunkan dari tingkat “AWAS” menjadi “SIAGA”.

Dalam tingkat “SIAGA” masih berpotensi adanya ancaman bahaya primer berupa erupsi dengan awanpanas dan lontaran material pijar. Perkiraan jika terjadi aliran awan panas akan mengarah ke sektor selatan meliputi K. Gendol, K. Kuning dan K. Boyong. Potensi bahaya sekunder berupa lahar hujan dapat terjadi di semua alur sungai yang berhulu di  G. Merapi.

Rekomendasi

Dengan penurunan status aktivitas G. Merapi menjadi “SIAGA”, kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut :

1. Tidak ada kegiatan di daerah Kawasan Rawan Bencana III G. Merapi (KRB

sementara, terlampir) dalam radius 2.5 km dari puncak G. Merapi. Lebih khusus pada KRB III sementara di wilayah Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

2. Wilayah bahaya lahar berada pada jarak 300 meter dari bibir sungai yang berhulu di puncak G. Merapi meliputi K. Woro (Kab. Klaten), K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong (Kab. Sleman), K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising (Kab. Magelang), dan K. Apu (Kab. Boyolali). Pada saat terjadi hujan di sekitar G. Merapi, guna mengurangi risiko bahaya lahar hujan, masyarakat tidak melakukan kegiatan pada wilayah bahaya lahar tersebut.

3. Kerena banyak pemukiman penduduk yang terlanda awanpanas, maka pemerintah daerah agar melakukan penataan ruang ulang dengan mengacu pada Peta Kawasan Rawan Bencana G. Merapi yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

4. Jika terjadi peningkatan atau penurunan aktivitas G. Merapi maka status aktivitas G. Merapi akan dinaikkan atau diturunkan.

5. Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi G. Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan G. Merapi terdekat atau ke kantor BPPTK, Jalan Cendana No. 15, Yogyakarta, telefon: (0274) 514180.

6. Pemerintah daerah harap menyosialisasikan rekomendasi ini kepada masyarakat.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

a.n. Kepala Badan Geologi

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi

Bencana Geologi

Dr. Surono

NIP. 19550708 198403 1 003