Integritas Kampus Berantas Korupsi
Thursday, 02 December 2010
KORUPSI yang terus tumbuh subur di negeri ini membuat para sivitas akademika di beberapa perguruan tinggi gerah. Mereka pun tergerak untuk berpartisipasi melawan korupsi.

Gerakan antikorupsi di kampus mulai bergulir sejak Juni tahun lalu. Didanai oleh Kerajaan Belanda, 23 perguruan tinggi di Indonesia yang difasilitasi oleh Tirimaking Integrity Work (sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di London),Kemitraan Bagi Pembaruan Tata Pemerintahan di Indonesia,dan Universitas Paramadina selaku motor penggerak dan implementor agency di Indonesia memulai komitmen mulia itu.

Mereka mengunjungi satu per satu perguruan tinggi di beberapa daerah di Indonesia dan mengajak pimpinan dan dosen yang reformis untuk mengajarkan tentang integritas kepada mahasiswa di dalam ruang-ruang kelasnya. Dimulai dari kunjungan tersebut, bagaikan gayung bersambut, pimpinan dan dosen dari 23 perguruan tinggi menyetujui ajakan tersebut. Untuk menindaklanjuti kunjungan dan kesepakatan lisan tersebut Tiri-Making Integrity Work membagi 23 perguruan tinggi berdasarkan 4 region geografis, yakni Sumatera (USU,Unand, Unsyiah, Unsri),Jabar-Banten-Jakarta (UMB, UPH,UI,UIN Syarif Hidayatullah, Paramadina,Unisba,Unpar), Sulawesi (UNM,UNHAS,Univ.45,STIE Patompo,UIN Alaudin),dan Jatim- Bali (Unair, Brawijaya,Warmadewa, UPN Veteran,IAIN Sunan Ampel, Unud, dan UGM).

Mereka membuatkan memorandum of understanding (MoU).Dalam MoU disebutkan setiap perguruan tinggi mengirimkan 2 wakilnya untuk menjadi change agent di perguruan tingginya. Merekalah yang nantinya menerapkan bahan ajar integritas kepada mahasiswanya dan menghadiri kegiatan-kegiatan Tiri,Kemitraan, dan Paramadina dalam program Public Integrity Education Network(PIEN). Dalam rilis yang diterima Harian Seputar Indonesia,kegiatan PIENdirancang secara partisipatif, tetapi tetap sistematis dan momentumnya tetap di monitor agar tetap aktif.

“Setiap kegiatan PIEN harus melalui langkah yang sistematis, melalui pendekatan partisipatif, kesinambungan,dan memperhatikan momentum. Schedule program PIEN dirancang berurutan, yakni kunjungan, penandatanganan MoU, pembuatan bahan ajar, training of trainer,penerapan,national coordination meeting,riset dan asistensi teknis dan kursus singkat,” kata Adi Prasetya,Program Manager Tiri.

Penerapan bahan ajar di perguruan tinggi ini memang diutamakan ada dalam mata kuliah khusus. Akan tetapi, dapat dilakukan juga dengan menyisipkan materi integritas dalam mata kuliah yang telah ada, ataupun dalam bentuk seminar, workshop, kuliah umum, dan diskusi panel. Waktu berjalan, saat ini program PIEN, telah memasuki tahun keduanya.Kegiatan PIEN tidak semakin berkurang melainkan semakin meningkat eskalasinya.

Dari 23 perguruan tinggi yang telah ada dan PIEN mendapatkan tambahan 12 perguruan tinggi yang terbagi dalam region Kalimantan (Untan, Univ Panca Bhakti, Univ Balikpapan, IAIN Antasari,Politeknik Negeri Banjarmasin,STA Hindu Tampung Penyang, Univ Muhammadiyah Palangkaraya) dan Jawa Bagian Tengah (UNS, Univ Muhammadiyah Solo,Unsoed,Undip,Univ Atma Jaya Yogyakarta,UIN Sunan Kalijaga). Saat ini jumlah anggota PIENsebanyak 35 perguruan tinggi. Menanggapi bertambahnya anggota PIEN, Wakil Rektor Universitas Paramadina Jakarta Ir Wijayanto MPP,mengatakan,”Program PIEN, yang telah dilaksanakan lebih dahulu oleh 23 perguruan tinggi, maupun yang dilaksanakan sekarang oleh 12 perguruan tinggi yang baru bergabung, pastinya akan semakin dinamis, dan tujuan memperkuat integritas dalam diri mahasiswa calon pemimpin masa depan akan dapat lebih cepat terwujud.

” Sebagai rangkaian kegiatan program PIEN, pada Rabu-Kamis, 24-25 November 2010,selama 2 hari seluruh undangan dari 35 perguruan tinggi hadir dalam PIEN National Coordination Meeting II (NASCAMII) bertempat di ruang audiovisual Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung. Kegiatan NASCAM II selama 2 hari diisi dengan seminar, berbagi pengalaman dalam implementasi program di setiap region, uji coba pengajaran, dan diskusi. Tak kurang dari 6 pembicara mengulas tentang aneka topik integritas pada hari pertama. Mereka antara lain Rektor Unpar Bandung Dr Ir Cecilia Lauw MSc, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan PhD,Executive Director Kemitraan Bagi Pembaruan Tata Pemerintahan Wicaksono Sarosa PhD, Learning Director of Tirimaking integrity work Tay Keong Tan PhD, dan Insan Fahmi dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi.

Anies Baswedan mengajak seluruh anggota masyarakat berperan dalam melawan korupsi. “Upaya (penegakan integritas) ini memerlukan kekompakan,komprehensif, dan masif karena lawannya yaitu koruptor, korupsi, dan pembiaran juga masif dan kompak,”katanya. Sementara Wijayanto mengatakan, “Pendidikan integritas memang masih memerlukan pemahaman dari berbagai stakeholderkarena isu yang ditampilkan belum dapat dipahami dengan segera,publik lebih paham mengenai isu korupsi yang masih lebih seksi,tapi upaya ini tetap harus dilakukan.” Dalam penegakan integritas perlu adanya upaya masif,berkesinambungan, dan berdaya tahan tinggi yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Pendidikan integritas, teladan, disiplin, dan aturan yang jelas dalam keluarga akan membawa dampak dalam kehidupan anak dari kecil hingga dewasa, pendidikan bagi orang tua ini sangat penting agar tahu bagaimana mendidik anak agar tak jadi koruptor nantinya,” tutur Rektor Universitas Parahyangan Bandung Cecilia Lauw. Sementara itu,Wicaksono Sarosa PhD menyoroti arti integritas dan tentang perubahan manusia Indonesia sejak dulu sampai sekarang.

“Integritas manusia Indonesia diuji dalam setiap zaman, dulu guyub sekarang lebih cenderung individualistis, masyarakat yang dulu terintegrasi sekarang bergeser ke arah kesamaan kesenangan dan kepentingan,”ungkapnya. Tay Keong Tan PhD menambahkan,” Banyak permasalahan yang timbul di berbagai belahan dunia berawal dari lemahnya integritas. Upaya mendidik kembali integritas bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan, cukup menjanjikan perbaikan bagi kehidupan pada masa depan.” Kegiatan NASCAM II selama dua hari ditutup dengan pembentukan Dewan PIEN yang akan menjadi pengarah kegiatan PIEN di Indonesia.Adapun dari 9 anggota dewan yang terpilih,6 orang mewakili regions (Natalia Soebagjo-UI, Syaiful Wahab-Unand, M Nasir- UPB,Ahmad Amin-UGM,Hamdan Juhanis-IAIN Alaudin) dan 3 orang mewakili Tiri-making integrity work,Kemitraan dan Universitas Paramadina. (wuri)

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/367618/