1 ) Segera Dibuat Data Prodi di Seluruh PT
Bisa Diketahui Prodi Favorit dan Prodi yang Sepi Peminat
Minggu, 05 Desember 2010 , 15:49:00
JAKARTA –Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Djoko Santoso mengatakan, hingga sat ini pihaknya tidak memiliki data-data penyebaran mahasiswa di seluruh Indonesia termasuk data program studi (prodi). Menurutnya, hal ini disebabkan karena panita pelaksana seleksi nasional tidak tetap dan tidak memiliki sekretariat. “Salah satu penyebabnya adalah panitia seleksi sejak dulu hingga saat ini tidak tetap. Oleh karena itu, kami (Kemdiknas) akan mulai menyusun panitia pelaksana seleksi tetap. Sehingga, nantinya diharapkan ada data yang akurat mengenai mahasiswa dan juga akan mempermudah dalam proses evaluasinya,” ungkap Djoko kepada wartawan di Jakarta, Minggu (5/12)
…dst

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2010/12/05/78842/Segera-Dibuat-Data-Prodi-di-Seluruh-PT-

>>>

2 ) Hasil Ujian Nasional Jadi Penentu Masuk PTN
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/12/05/186120/88/14/Hasil-Ujian-Nasional-Jadi-Penentu-Masuk-PTN

Minggu, 05 Desember 2010 11:33 WIB
JAKARTA–MICOM: Jika Ujian Nasional (UN) tetap diselenggarakan, nilai kelulusannya menjadi penentu bagi peserta untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN). Hal tersebut dikemukakan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendikans) Djoko Santoso, di Jakarta, Minggu (5/12). Menurut Djoko Santoso, pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No.34 tahun 2010 yang dirancang untuk menjelaskan kuota 60 persen mahasiswa harus diterima melalui seleksi nasional PTN. Cara melakukan penerimaan melalui tes tertulis dan mahasiswa undangan. Bagi mahasiswa undangan, syarat penilaiannya menggunakan nilai rapor dan hasil UN. Nah, mahasiswa undangan ini termasuk dalam 60 persen melalui seleksi nasional. Tidak terpisah,ungkapnya.

…dst

3 ) Ujian Nasional Berubah
http://cetak.kompas.com/read/2010/12/06/02494744/ujian.nasional.berubah

Senin, 6 Desember 2010 | 02:49 WIB
Palembang, Kompas – Tahun depan masih akan ada ujian nasional meskipun ada perubahan formulasi. Alasan tetap diadakannya ujian nasional karena ujian itu dapat dipakai untuk melihat nilai para siswa sesungguhnya, apalagi sekolah memiliki kualitas berbeda-beda. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh seusai memberikan orasi ilmiah dalam rangka wisuda mahasiswa ke-III Universitas Indo Global Mandiri di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (4/12), mengungkapkan hal tersebut…cut…
Akhir November lalu telah berlangsung dengar pendapat antara Panitia Kerja (Panja) Ujian Nasional Komisi X DPR dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Mansyur Ramly, di Jakarta. Pada pertemuan tersebut pihak Kemendiknas memang belum menyampaikan formula UN yang tidak saling memveto. Ketika itu dia mengatakan, “Formula yang tidak memveto belum ketemu. Berbagai wacana untuk membuat formula baru memang berkembang. Namun, opsi-opsi yang bisa diambil masih mengambang. Justru kami hendak minta masukan dari DPR,” kata Mansyur. Ketidaksiapan pemerintah telah membuat Panja UN kecewa. Keputusan untuk melaksanakan formula baru UN 2011 dikhawatirkan bakal tertunda. Sebab, DPR akan segera memasuki reses dan bersidang di Januari 2011.

…dst

4 ) Perubahan UN Dipertanyakan
Peran BSNP Diamputasi
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/12/06/131907/Perubahan-UN-Dipertanyakan

06 Desember 2010
JAKARTA – Alasan Kementerian Pendidikan Nasional yang menyerahkan penyelenggaraan ujian nasional (UN) kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas, dipertanyakan. Padahal, UN diatur dalam PP No 19 Tahun 2005, di mana semestinya penyelenggaranya adalah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).”Namun, UN kali ini justru diselenggarakan oleh Balitbang. Pada masa lalu, BSNP begitu bergairah dan bersemangat melaksanakan kewenangannya. Namun, kini peran BSNP seperti diamputasi,” kata anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati, Minggu (5/12). Padahal, selama ini yang melakukan standardisasi pendidikan adalah BSNP. Dengan demikian, sudah selayaknya bila BSNP yang menyelenggaakan UN dan bukannya Balitbang. Untuk itu, politikus dari Partai Persatuan Pembangunan itu akan mempertanyakan mengapa terjadi perubahan penyelenggara UN.

…dst

5 ) Mendiknas: Akhlak Mulia Harus Jadi ‘Ruh’ Pendidikan
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/12/05/150784-mendiknas-akhlak-mulia-harus-jadi-ruh-pendidikan

05 Desember 2010, 22:47 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR–Menteri Pendidikan Nasional M Nuh mengatakan, akhlak mulai dan moralitas harus menjadi “ruh” atau spirit dalam dunia pendidikan nasional. “Akhlak mulia harus menjadi ruh pendidikan nasional kita,” katanya di sela-sela mengikuti Diskusi Panel dengan tema “Membangun Indonesia Madani Berbasis Akhlak Mulia” yang digagas Panitia Muktamar V ICMI di IPB di Bogor, Minggu (5/12). Muktamar V Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang berlangsung pada 4-7 Desember dipusatkan di IICC Kota Bogor dan Pembukaannya dilakukan Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Menurut M Nuh, akhlak mulia harus menjadi perhatian besar para pemangku kepentingan pendidikan nasional.

…dst

6 ) Gandeng MNC, Journalistic Club UMM Gelar Workshop
http://kampus.okezone.com/read/2010/12/05/373/400366/gandeng-mnc-journalistic-club-umm-gelar-workshop

Minggu, 5 Desember 2010 – 19:34 wib
MALANG – Praktik jurnalistik selama ini masih diidentikkan dengan media cetak. Sementara itu, media elektronik berkembang sangat pesat. Bahkan revolusi dunia online dalam penyebaran pesan tak kalah ganasnya. Menjawab permasalahan tersebut, komunitas jurnalistik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menamakan dirinya sebagai Journalistic Club (JC) mengadakan workshop dan training kewartawanan di Aula masjid AR Fachruddin UMM, Malang, Minggu (5/12/2010). Acara yang bertema “I wanna be a Journalist” itu mendatangkan koordinator Media Nusantara Citra/MNC daerah Jawa Timur Solikin Bahari, dan wartawan Radar Malang Neni Fitrin, serta diikuti mahasiswa se-UMM. Solikin mengurai dan memberikan materi tentang reportase, pengambilan gambar, penulisan naskah TV hingga on cam di layar kaca. Sementara itu, Neni banyak mengupas peliputan dan penyiaran berita bagi media cetak.

…dst

7 ) PENDAKIAN
Tim 7 Summits Mahitala Terbang ke Antartika
http://edukasi.kompas.com/read/2010/12/05/22401097/Tim.7.Summits.Mahitala.Terbang.ke.Antartika

Minggu, 5 Desember 2010 | 22:40 WIB
PUNTA ARENAS, KOMPAS.com – Tim Indonesia Seven Summits Mahitala Unpar, Sabtu (4/11) pukul 05.00 waktu setempat atau 15.00 WIB terbang menuju Antartika dari Punta Arenas, kota kecil di ujung selatan Cile. Anggota tim, Budi Hartono Purnomo (51) melaporkan, tim sudah dua hari tertahan di Punta Arenas menanti cuaca membaik agar pesawat Ilyusin 76 dari Antarctic Logistic Expedition (ALE) bisa terbang ke Antartika. Menurut Budi, setelah terbang dari Punta Arenas , jalur komunikasi melalui internet terputus. Komunikasi dengan telepon satelit sangat terbatas dan hanya untuk keadaan darurat dalam pendakian ke Gunung Vinson Massif (4.879m). Pendakian ini merupakan bagian dari rangkaian pendakian tujuh puncak tertinggi di tujuh benua Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar yang didukung penuh PT Mudking Asia Pasifik Raya dan Universitas Katolik Parahyangan.

Terkait:
SEVEN SUMMITS EXPEDITION
Tim Mahitala Menuju Benua Antartika
http://edukasi.kompas.com/read/2010/11/29/15240939/Tim.Mahitala.Menuju.Benua.Antartika

Senin, 29 November 2010 | 15:24 WIB
TANGERANG, WARTA KOTA – Pendakian Gunung Vinson Massif (4.892 meter), puncak tertinggi di Benua Antartika menjadi sasaran keempat Tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (ISSEMU) 2009-2012. Tim merasa beruntung karena mendapat tempat diantara hanya 200 orang per tahun dari seluruh dunia yang mendapat akses menjelajahi wilayah Antartika atau Kutub Selatan. Hal itu diungkapkan manajer tim Julius Mario di sela pemberangkatan tim menuju Santiago, Cile, Minggu (28/11) pagi. Turut hadir melepas keberangkatan tim di Bandara Soekarno-Hatta sejumlah rekan, orangtua, dan kerabat dari Universitas Katolik Parahyangan.

…dst

8 ) Ragam Beasiswa Dalam dan Luar Negeri
http://www.kopertis12.or.id/2010/12/05/ragam-beasiswa-dalam-negeri.html
http://www.kopertis12.or.id/2010/12/05/ragam-beasiswa-luar-negeri.html

OOT:
9 ) Kesultanan Merasa Terus Digerogoti
http://www.jpnn.com/read/2010/12/05/78826/Kesultanan-Merasa-Terus-Digerogoti-

Minggu, 05 Desember 2010 , 07:34:00
JAKARTA — Kesultanan Jogjakarta merasa keputusan pemilihan gubernur lewat pemilihan hanya bagian dari upaya sistematis pemerintah pusat mengerdilkan pihaknya. Selain menggerogoti kewenangan mengatur masyarakat, aset keraton juga tak luput ikut dipangkas. “Kami ini terus digerogoti, tidak tahu kenapa kok jadinya seperti ini,” keluh Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo, saat ditemui di kediamannya, Ndalem Joyokusuman, komplek keraton Jogjakarta, Jumat (3/12). Menurut dia, hingga saat ini, sudah banyak tanah kesultanan yang beralih tangan. Diantaranya, Istana Negara Gedung Agung Jogjakarta yang terletak hanya sekitar 300 meter dari Keraton. Menurut adik Sri Sultan Hamengkubuwono X (HB X) tersebut, tanah seluas 43.585 meter persegi di sana merupakan bagian dari tanah kesultanan. “Tapi, tanpa sepengetahuan dan pembicaraan dengan kami, ternyata tanah tersebut sudah disertifikatkan atas nama sekretariat negara,” katanya…cut…
Joyokusumo juga kembali, nasib yang sama juga terjadi pada tanah kesultanan yang ditempati Universitas Gajah Mada (UGM), Jogjakarta. Tanah di sana sudah diatasnamakan kementrian pendidikan. “Masih ada di beberapa lokasi lain lagi, sepertinya ini semua memang ada upaya gembosi Jogja,” imbuh pejabat keraton setara sekretaris negara tersebut.
…dst

10 ) Berita Merapi hari ini:

252 Dusun di Magelang Rawan Lahar Dingin

Banjir Lahar Dingin, Muntilan-Yogya Putus

Akses Yogya-Magelang Putus 5 Jam

Magelang-Yogyakarta Terputus Sekitar Tiga Jam

Skema Khusus Debitor Korban Bencana

Status Bromo Dibahas

Rp 15 Miliar untuk Padat Karya

Eks Pengungsi Menanti Jadup

Senangnya Jadi Manusia Mandiri Lagi

Pembersihan Candi Borobudur Sebulan Lagi