Mahasiswa Janganlah Tergoda Jadi Joki CPNS ! Sayangilah Dirimu dan Kasihanlah Orang Tua yang Menanti Hari Jadimu dengan Penuh Harap. Lihatlah Apa yang Terjadi Seandainya Terbongkar…

1 ) Nama Mahasiswi Mirip Sofi ada di ITB
Sunday, 12 December 2010
BANDUNG(SINDO) – Penangkapan dua joki seleksi CPNS di Makassar, yang salah satunya mengaku bernama Sofi Rahmah––mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB), membuat geram pihak rektorat ITB.

Hingga kemarin, pihak ITB masih mencari identitas Sofi yang mengaku mahasiswi semester 7 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Jika terbukti mahasiswi ITB, pihak rektorat mengancam akan memecat Sofi sebagai mahasiswi. “Nama yang disebutkan di media itu sudah kami cari di fakultas yang bersangkutan,namun hingga saat ini kami belum menemukan nama itu. Tapi kalau yang mirip-mirip memang ada, dan kami perlu memastikan dulu. Jika memang terbukti itu merupakan mahasiswi kami, tentunya sanksi terberat adalah memberhentikannya,” tegas Wakil Rektor ITB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Charmadi Mahbub saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya siang kemarin.

Menurut dia,bisa saja mahasiswi tersebut pernah kuliah di ITB atau hanya mengaku-ngaku.Namun begitu, Charmadi juga mengakui bahwa memang di fakultas FMIPA ada nama yang mirip dengan joki yang tertangkap di Makassar tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan apakah itu benar atau tidak adanya, sebelum ada pencocokan data dengan pihak yang berwajib di Makassar.Selain itu,pihaknya juga saat ini melakukan pencocokan sejumlah nama yang mirip dengan pelaku joki tersebut. Saat ditanya apakah sudah ada pihak kepolisian atau panitia penerimaan CPNS di Makassar, Charmadi mengaku hingga siang kemarin pihak rektorat ITB belum menerima adanya laporan atau pemberitahuan secara resmi. “Kami belum menerima laporan atau pemberitahuan langsung dari Makassar tentang hal ini.

Namun, kami tetap melakukan upaya-upaya untuk mencari kebenaran informasi ini,”tegasnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, kasus perjokian ini merupakan persoalan kompleks dan tidak sederhana. Kasus seperti ini bisa saja timbul karena persoalan lingkungan, mental mahasiswa, atau faktor lainnya,kendati penekanan larangan dan sanksi perjokian ini sudah ada dalam perjanjian antara pihak akademik dan mahasiswa. Di Makassar,Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Hery Marwanto mengatakan, dua joki calon pegawai negeri sipil (CPNS) Alief Wicaksono dan Sofi Rahmah adalah mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.Kepastian didapat setelah keduanya mengaku seusai menjalani pemeriksaan polisi.

Keduanya disangka memalsukan identitas berupa kartu tanda penduduk (KTP) agar bisa ikut ujian CPNS.”Kita telah menetapkan keduanya sebagai tersangka dan resmi ditahan.Mereka dijerat Pasal 263 KUHP ayat 2 karena menggunakan surat palsu dengan ancaman penjara maksimal enam tahun,” kata Hery Marwanto kemarin. (tantan sulthon/syamsu rizal)

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/369405/

>>>

2 ) Polisi Buru Jaringan Joki CPNS (Ngaku Mahasiswa Unair)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/369415/

Sunday, 12 December 2010
MAKASSAR (SINDO) – Polisi terus memburu jaringan joki Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang beroperasi di Sulawesi Selatan (Sulsel).Hal itu ditempuh setelah tertangkapnya dua pelaku joki CPNS di Makassar.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hery Marwanto mengatakan, kepolisian sedang menelusuri jaringan joki. “Antara joki yang satu dengan yang lainnya tidak saling kenal.Inilah yang membuat jaringan terputus. Tapi kami akan tetap telusuri. Kapolda (Irjen Pol Johny Wainal Usman) sudah memerintahkan untuk mengusut kasus ini,” katanya, kemarin. Selain mengungkap jaringan joki, polisi sedang mencari para pengguna jasa joki untuk dimintai keterangan.Kesaksian dari pengguna joki ini diharapkan bisa membantu polisi mengungkap jaringan perjokian CPNS di Sulsel. Hery Marwanto menjelaskan, modus perjokian ini cukup rapi dan sudah bekerja beberapa pekan sebelum ujian berlangsung.

Tersangka terlebih dahulu mengirim data identitasnya melalui surat elektronik atau email kepada seseorang yang belum diketahui identitasnya. Dari data yang dikirim tersebut, kemudian dibuatkan identitas beralamat Makassar. Perburuan jaringan joki di Sulsel dilakukan setelah tertangkapnya dua joki CPNS di Makassar.Kedua joki tersebut, yakni Alief Wicaksono dan Sofi Rahmah, yang mengaku mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Alief dan Sofi ditangkap di dua lokasi berbeda saat pelaksanaan ujian CPNS, yakni di SMA Negeri 14 Makassar dan SMK Negeri 8 Makassar. Keduanya disangka memalsukan identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) agar bisa ikut ujian CPNS. Pemalsuan identitas ini sengaja dilakukan tersangka agar bisa mengelabui pengawas ujian.

…dst

3 ) Mahasiswa Tagih Beasiswa Skripsi
http://www.jpnn.com/read/2010/12/11/79328/Mahasiswa-Tagih-Beasiswa-Skripsi-

Sabtu, 11 Desember 2010 , 09:36:00
ACEH UTARA- Sejumlah mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) Reuleut, Aceh Utara, mempertanyakan penyaluran beasiswa penyusunan skripsi tahun 2010. Pasalnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan disalurkan beasiswa tersebut kepada mahasiswa yang telah menyusun tugas akhir yakni skripsi.

Apalagi, proposal beasiswa itu sendiri diajukan pada awal tahun 2010 lalu. Dengan harapan dana tersebut dapat dipergunakan untuk keperluan penyusunan skripsi, yudisium dan wisuda serta kebutuhan lainnya.
Sementara yudisium tersebut direncanakan akan berlangsung pada Rabu 15 Desember mendatang, di Gor ACC Cunda Lhokseumawe. Namun, beasiswa itu yang bersumber dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Reuleut, belum jelas pencairannya.

“Memang yudisium itu pada dasarnya adalah suatu pernyataan dan pengukuhan, bahwa seorang mahasiswa telah menyelesaikan studinya (lulus) sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”ucap sejumlah mahasiswa Unimal, yang enggan namanya dipublikasi kepada Rakyat Aceh (grup JPNN) Jum’at (10/12). Kata mahasiswa ini, seharusnya Rektor Unimal dapat mempercepat proses pencairan beasiswa tersebut, karena sangat banyak dana yang dikeluarkan untuk penyusunan skripsi, yudisium hingga wisuda nantinya.

Kepala Humas Universitas Malikussaleh (Unimal) Reuleut, Aceh Utara, M. Husen MR, SP, MA, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, melalui telepon selulernya, menyatakan terkait penyaluran beasiswa tersebut masih dalam proses di akademik.”Jadi kita meminta kepada mahasiswa yang telah mengajukan permohonan beasiswa itu agar dapat bersabar. Karena dalam waktu dekat ini juga akan segera dicairkan,”cetusnya, seraya menambahkan, dirinya juga akan membicarakan dengan pimpinan menyangkut percepatan pencairan beasiswa mahasiswa yang akan yudisium dan wisuda nantinya. (arm)

>>>

OOT:

4 ) Segera Kembalikan Kemandirian Petani di Lereng Gunung Merapi
http://cetak.kompas.com/read/2010/12/12/02524799/segera.kembalikan.kemandirian.petani.di.lereng.gunung.merapi

Minggu, 12 Desember 2010 | 02:52 WIB
BOYOLALI, KOMPAS – Pemerintah harus segera mengembalikan kemandirian petani dengan memberikan stimulus ataupun pengganti tanaman yang rusak akibat erupsi Gunung Merapi. Saat ini sebagian besar petani belum bisa mengolah lahan karena kehabisan modal sehingga tak mampu membeli bibit maupun pupuk. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Wilayah Jawa Tengah Arief Zayyin dalam Temu Petani Pasca-erupsi Merapi di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jateng, Sabtu (11/12).

Pertemuan itu dihadiri ratusan petani lereng Merapi dari Boyolali dan Magelang.Menurut Zayyin, para petani semula mendapat hasil panen tembakau cukup banyak dan sebagian keuntungan digunakan untuk bertanam hortikultura. Saat erupsi Merapi terjadi, mereka terpaksa menggunakan sisa keuntungan tembakau selama berada di pengungsian. Saat pulang dari pengungsian, tanaman sudah rusak, sementara modal memulai usaha kembali sudah habis. “Akhirnya petani terpaksa menunggu bantuan dan menjadi bergantung pada pemberian donatur. Ini tidak baik,” ujarnya.

…dst