1 ) Menjadi Syarat Perizinan
BANDUNG, (PR) 27 Desember 2010
Ratusan program studi yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat belum melakukan akreditasi. Selain itu, terdapat juga program studi, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang tidak segera melakukan akreditasi kembali meskipun masa kedaluwarsanya telah lama habis. Padahal, akreditasi dibutuhkan guna mengevaluasi mutu penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi.  Kementerian Pendidikan Nasional telah memberikan peringatan bahwa program studi yang belum terakreditasi pada tahun 2012 tidak mendapatkan izin untuk mengeluarkan ijazah. Salah satu asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), Jaja Ahmad Jayus mengatakan, akreditasi merupakan bentuk dari kewajiban pemerintah untuk menjaga mutu pendidikan di Indonesia. Akreditasi bertujuan mengukur kompetensi atau kualitas suatu program studi di perguruan tinggi. Jaja menjelaskan, suatu lembaga bisa dikatakan perguruan tinggi secara legal bila sudah memilki izin dari Kementerian Pendidikan Nasional. Meskipun demikian, sesuai dengan Undang-Undang Perguruan Tinggi, ada kewajiban untuk melakukan akreditasi program studi dan sertifikasi tenaga pendidik. “Apabila Kemendiknas pada tahun 2012 menetapkan demikian, akreditasi merupakan syarat pemberian izin suatu perguruan tinggi,” ujarnya saat ditemui di Bandung, Rabu (22/12).
…dst
Sumber : http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=169250
>>>
2 ) Masyarakat Belum Banyak Terpengaruh
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=169249

BANDUNG, (PR) 27 Desember 2010
Meskipun akreditasi beberapa program studi di perguruan tinggi negeri (PTN) masih ada yang berada di bawah perguruan tinggi swasta (PTS), tetapi hal ini tidak menyurutkan minat mahasiswa untuk belajar di PTN. “Ini disebabkan masyarakat melihat status PTN-nya, bukan akreditasinya. Publik tidak akan terpengaruh oleh akreditasi,” kata pengamat pendidikan tinggi Darmaningtyas saat dihubungi “PR”, Sabtu (25/12). Dia mengatakan, kualitas yang dimiliki PTN memberikan kepercayaan lebih di mata publik. Meski beberapa prodi di PTN masih belum mencapai akreditasi tertinggi, tetapi tidak secara otomatis mengurangi mutu pendidikannya.”PTN yang berakreditasi dibawah PTS belum tentu berkualitas lebih jelek,” katanya. Kemungkinan, menurut dia, PTN mengabaikan aspek administratif yang menjadi bagian dari persyaratan penilaian akreditasi. Dia menilai, saat ini standardisasi penyelenggaraan pendidikan serta kualitas pendidikan PTN masih tergolong baik. “PTN sudah memenuhi standardisasi yang menjadi penilaian bagi peningkatan akreditasi, hanya catatan untuk keadministrasiannya kurang. Itu yang menjadikan status akreditasinya tidak maksimal, meski kualitas pendidikannya baik,” ujarnya. Berbeda dengan PTN, Darmaningtyas menjelaskan, jika akreditasi PTS lebih memiliki pengaruh dalam keberlangsungan pendidikannya.Hal ini berkaitan dengan aspek persaingan di tengah banyaknya PTS yang ada di setiap daerah.

…dst

3 ) Akreditasi Program Studi Masih Layak dan Penting
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=169251

BANDUNG, (PR) 27 Desember 2010
Kendati dihadapkan pada beberapa masalah, sistem akreditasi di perguruan tinggi masih layak dan sangat penting untuk digunakan. Pakar pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Said Hamid Hasan mengungkapkan, akreditasi merupakan suatu tindakan untuk menjaga kualitas lembaga pendidikan. Akreditasi menjadi panduan bagi masyarakat untuk memilih lembaga pendidikan yang bisa dipercaya atau tidak. Jangan sampai masyarakat sudah membayar mahal demi memperoleh pendidikan yang baik, tetapi kenyatannya tidak sesuai harapan. Said mengakui, akreditasi bukan satu-satunya cara untuk menakar kualitas pendidikan. Akan tetapi, sampai saat ini, akreditasi merupakan sistem yang objektif. “Masalahnya sekarang adalah bagaimana memperbaiki sistem untuk proses akreditasi itu. Akreditasi merupakan keinginan dari perguruan tinggi yang bersangkutan. Untuk itu, pandai-pandailah memilih lembaga akreditasi,” kata Said yang dihubungi Minggu (26/12). Said menjelaskan, sekarang ada sistem akreditasi dengan pemberian ISO. Padahal, kata Said, ISO itu bukan untuk menakar kualitas pendidikan, tetapi berkaitan dengan pelayanan. Hal-hal seperti ini yang harus ditertibkan. Said menyayangkan masih ada perguruan tinggi yang berbuat curang untuk memperoleh akreditasi bagus. “Ada program studi di perguruan tinggi yang ingin mendapat akreditasi dengan cara meminjam dosen dari luar. Ada juga yang menyiapkan akreditasinya asal-asalan karena merasa tanpa akreditasi mereka sudah diminati,” ungkap Said.

…dst

4 ) Kampus Bukan Tempat Doktrin
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/371892/

Sunday, 26 December 2010
YOGYAKARTA(SINDO) – Setiap kampus di Indonesia semestinya dijadikan sebagai taman pengetahuan bukan tempat doktrin bagi mahasiswanya.Sehingga budaya kekerasan di kalangan mahasiswa dapat diminimalisir.”Untuk menjadikan kampus nirkekerasan dapat dilakukan dengan mengubah kampus sebagai taman pengetahuan, bukan tempat doktrin,” ujar Peneliti Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (Pusham UII) Yogyakarta, Eko Prasetyo dalam dialog Mahasiswa Islam dan Gerakan Anti Kekerasan yang diselenggarakan oleh HMI MPO UMY, kemarin. Selama ini, organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus disinyalir menyuburkan budaya kekerasan di kalangan mahasiwa. Hal tersebut dipicu oleh pemahaman ideologi yang dinilai cenderung berlebihan sehingga merasa menjadi orang yang paling benar. Untuk menjadikan kampus sebagai taman pengetahuan salah satunya dengan memaksa mahasiswa untuk masuk perpustakaan. Upaya tersebut, menurut dia, dapat dijadikan sarana untuk menyadarkan mahasiswa bahwa yang dicari adalah ilmu pengetahuan bukan budaya hidup hura-hura. Selain itu, kampus juga diharapkan memberikan ruang gerak bagi organisasi gerakan mahasiswa di bidang sosial.

…dst

5 ) Membingkai Pendidikan melalui Lensa
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/371885/

Sunday, 26 December 2010
Pendidikan tidak mengenal waktu dan keadaan, mungkin itu yang coba digali oleh Bidik Photography yang merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Stikom Bandung. Melalui 50 karya foto yang dibingkai dalam satu tema “Keterbatasan Bukan Batasan”di SLB Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung, itu merupakan ekspresi tersendiri. Dalam jejeran karya tersebut terlukis bagaimana para siswa di Indonesia berjuang gigih demi pendidikan seperti halnya para siswa di Cieunteung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mereka tetap semangat meski banjir menerjang wilayahnya. Banyak karya lain yang menampilkan semangat belajar. Pameran yang berlangsung 26- 29 Desember itu membawa pesan bahwa keterbatasan atau kekurangan bukan menjadi penghambat dalam mencapai keinginan.Pameran ini dibuka kemarin oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Priana Wirasaputra.

…dst

6 ) Mahasiswi UI Masih Belum Ditemukan
http://regional.kompas.com/read/2010/12/26/2252295/Mahasiswi.UI.Masih.Belum.Ditemukan

Minggu, 26 Desember 2010 | 22:52 WIB
DEPOK, KOMPAS.com – Kharisma Saviri (20), mahasiswa semester 1 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia masih belum ditemukan sejak hilang misterius Kamis (16/12/2010) lalu. Pihak keluarga, Kepolisian Resor Metro Depok, maupun pihak kampus belum dapat menemukan jejak perempuan asal Surabaya ini. “Kami terus mencari Saviri. Belum ada kabar apa pun, dari teman-temannya, kampus maupun polisi. Kami masih di tempat kos Saviri di Depok,” tutur Alvin (23), kakak Saviri. Alvin juga menelusuri jejak Saviri ke dokter Pusat Kesehatan Masyarakat UI. Pada 2 Desember silam, dokter poliklinik bernama Nanto memberikan surat rujukan agar Saviri memeriksakan kesehatannya ke ahli saraf. Hal ini terkait dengan keluhan pusing kepala yang dialami Saviri sebelum hilang kontak. Saviri memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut; rambut lurus sebahu, kulit kecoklatan, tinggi kurang dari 160 sentimeter. Jika ada pembaca yang menemui gadis itu, dapat menghubungi Alvin 085730974831.

>>>

7 ) Mahasiswi UGM Ini Ternyata Sengaja Kabur
http://regional.kompas.com/read/2010/12/26/08090325/Mahasiswi.Ini.Ternyata.Sengaja.Kabur

Minggu, 26 Desember 2010 | 08:09 WIB
BANJARMASIN, KOMPAS.com – Raut muka lelah terlihat pada H Bustani, ayah Hj Yuliana, mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang dikabarkan hilang sepekan lalu di Yogya. Namun, Bustani juga terlihat lega. Tak heran, karena putri tercintanya itu telah ditemukan dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga. “Alhamdulillah, sudah ketemu,” ujarnya lirih saat ditemui di rumahnya, Jalan Simpang Tangga Jalur 3 RT 16 No 9, Banjarmasin, Kalimantan Selatan Sabtu (25/12/2010) sore. Menurutnya, Yuliana ditemukan di Banjarmasin. Anak pertamanya itu meneleponnya, Jumat (24/12) sekitar pukul 21.00 Wita untuk minta ditemui di sekitar daerah Liang Anggang. Saat itu Bustani masih berada di Yogyakarta.

…dst

OOT:

8 ) Bagikan Beasiswa S-1
Kuota Sertifikasi Naik 360 ribu
http://www.jpnn.com/read/2010/12/26/80440/Bagikan-Beasiswa-S-1-

Minggu, 26 Desember 2010 , 12:51:00
JAKARTA — Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) terus berupaya mendongkrak kualitas tenaga pengajar di tanah air. Untuk menaikkan kualifikasi akademik mulai tahun 2011 Kemendiknas akan memberikan beasiswa bagi guru yang belum memiliki ijazah strata-1. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan kuota sertifikasi guru dari tahun ini sebesar 200 ribu menjadi 360 ribu. “Dengan adanya ujian sertifikasi ini maka akan diketahui kelemahan dan kelebihannya,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal di Jakarta kemarin (25/12)…cut…Dengan kenaikan kuota sertifikasi baru, maka pada 2015 diperkirakan pembayaran tunjangan profesi guru tidak kurang dari Rp 60 triliun…cut…Untuk tahun depan semua gaji guru dan tenaga pengajar akan ditransfer ke daerah dengan total dana Rp 94 triliun. Semua gaji guru dan pegawai yang melayani pendidikan itu diserahkan dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU) pendidikan. Sekitar Rp11 triliun diserahkan dalam biaya-biaya lain seperti biaya listrik, pemeliharaan dan seterusnya. Untuk gaji dan biaya operasional Kemendiknas memberikan dana total Rp105 triliun ke daerah. Kemudian ditambah Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rehabilitasi gedung rusak, perpustakaan, tambah buku dan peralatan sebanyak Rp10 triliun. Ada lagi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan tahun depan ke daerah sebanyak Rp17 triliun.”

…dst

9 ) SBY Kembali Menangis
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/359120/

Friday, 22 October 2010
JAKARTA(SINDO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menangis.Tetesan air mata tak bisa dibendung saat memberikan arahan pada puncak peringatan 50 tahun Hari Agraria Nasional di halaman belakang Istana Bogor kemarin. Selama hampir satu menit, Presiden terlihat menahan diri untuk menghentikan sambutannya dan menggigit bibir dua kali agar air matanya tidak menetes.Saat membuka sidang kabinet paripurna, Presiden SBY menyampaikan kepada seluruh peserta sidang alasan dirinya terharu dalam acara tersebut. “Mengapa saya terharu melihat saudara-saudara kita rakyat kecil, para petani yang selama ini tidak punya apa-apa, sekarang mereka memiliki sebidang tanah dengan sertifikat. Berarti itu dengan status hukum yang pasti,kira-kira luasnya 500 meter persegi.Ini mengubah keluargakeluarga itu,”ujarnya. Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia Effendi Gazali menilai keterkejutan SBY yang diekspresikan dengan diam dan meneteskan air mata saat pidato adalah ungkapan ketulusan dari seorang presiden.”Menimbang SBY yang cukup sensitif, saya rasa air mata itu tulus,”ungkapnya. Di sisi lain, lanjutnya, ketulusan ekspresi tersebut justru menandakan bahwa Presiden SBY kaget ternyata apa yang disuarakan aktivis, mahasiswa, dan akademisi benar.

…dst

10 ) Ancaman Lahar Dingin Masih Tiga Tahun
http://cetak.kompas.com/read/2010/12/27/04153971/.ancaman.lahar.dingin.masih..tiga.tahun

Senin, 27 Desember 2010 | 04:15 WIB
Magelang, Kompas – Banjir lahar dingin pascabencana Merapi masih mengancam, setidaknya hingga dua hingga tiga tahun ke depan. Penyebabnya, jumlah material letusan Merapi tahun 2010 mencapai sekitar 140 juta meter kubik pasir. Material vulkanik itu terbawa turun jika hujan lebat. Hal itu dikemukakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo, Sabtu (25/12). Menurut dia, jumlah material itu 10 kali lebih besar daripada material letusan Merapi tahun 2006. Letusan tahun 2010 adalah terbesar dalam seabad terakhir. Sejauh ini yang terbawa banjir lahar dingin kurang dari 10 persen. Padahal, masih ada sisa material letusan dari tahun-tahun sebelumnya. “Dengan jumlah sebesar itu, setidaknya diperlukan hujan selama 2-3 tahun untuk membawa material turun,” katanya. Tidak semua hujan menimbulkan banjir lahar dingin. Hanya hujan dengan curah tinggi serta deras yang berpotensi mendorong material vulkanik menjadi lahar dingin.

…dst

11 ) Berita Lain-Lain
Info G. Berapi
Puluhan Penambang Berlarian Panik, Jalur Semarang-Yogya Buka-Tutup
Lahar Dingin Kali Opak Mengancam
Ancaman Lahar Dingin Masih Tiga Tahun (Merapi)
Peningkatan Aktivitas Terus Berlangsung ( Bromo )
Warga Cilegon Terkejut, Krakatau Berdentum
Krakatau Keluarkan Sinar Api Setinggi 75 Meter
Irwandi: Lima Pelajaran Berharga dari Tsunami
Pameran 50 Foto Merapi
Seputar kekalahan Timnas di Bukit Jalil
Gol Pertama Kacaukan Segalanya
Media Malaysia Sanjung Timnasnya
Alfred Riedl: Nonteknis Ganggu Timnas
Pengamat: Timnas Korban Politisasi
Pendukung Timnas Unjuk Kecewa Lewat Pawai
Indonesia Butuh Keajaiban di Jakarta
Riedl Akui Indonesia Susah Juara AFF 2010
Meski Kalah, Timnas Tetap Banjir Dukungan
Laser Dituding Bikin Pecah Konsentrasi Timnas
Insiden Laser kembali Terjadi di Bukit Jalil
SBY: Masih Ada Pertandingan 29 Desember
Duel Penentuan di Gelora Bung Karno