1 ) Ajak Aceh Bangkit, Mahasiswa Jepang Tanam Ribuan Bunga
Senin, 27 Desember 2010 – 11:30 wib
BANDA ACEH – Memperingati enam tahun tsunami Aceh, sejumlah mahasiswa dari Jepang menanamkan ribuan bunga kertas di Kuburan massal dan pelabuhan Ulee Lheu, Kecamatan Meuraksa, Banda Aceh. Di daun bunga itu bertulis puluhan ribu pesan dari masyarakat dunia agar Aceh terus bangkit, tak larut dalam kesedihan musibah tsunami.
Seorang pendamping mahasiswa Jepang, Dara, mengatakan, bunga sakura kertas dibuat sendiri oleh mahasiswa asal Kobe, untuk ditanamkan di Aceh tepat saat enam tahun tsunami. “Bunganya mereka buat sendiri,” ujar Dara di Banda Aceh, Minggu (26/12/2010) kemarin. Mereka mengumpulkan pesan masyarakat dunia untuk Aceh setelah dihantam tsunami dan menulisnya di bunga tersebut baik dalam bahasa Jepang, Inggris bahkan Indonesia.
…dst

Sumber : http://kampus.okezone.com/read/2010/12/27/373/407440/ajak-aceh-bangkit-mahasiswa-jepang-tanam-ribuan-bunga
>>>
2 ) Seleksi Beasiswa Perintis Tahap Kedua
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=169421

BANDUNG, (PR) 28 Desember 2010
Sekitar 1.000 siswa mengikuti seleksi Beasiswa Perintis tahap dua yang digelar Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Senin (27/12). Mereka ini adalah siswa-siswa berprestasi, tetapi memiliki keterbatasan dalam segi finansial. Panitia Beasiswa Perintis Muchamad Luqman menuturkan, para peserta ini berasal dari wilayah Bandung dan sekitarnya. Mereka terdiri dari 650 orang yang merupakan peserta seleksi tahap dua, dan sekitar 350 orang peserta yang telah dinyatakan lolos pada seleksi tahap pertama. “Mereka ikut lagi, tetapi bukan untuk seleksi, hanya untuk try-out. Alasannya, soal yang diberikan juga merupakan materi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN),” katanya di Bandung, Senin (27/12). Luqman menuturkan, mereka yang terjaring dalam seleksi ini akan dibina dan memperoleh pendampingan agar siap menghadapi SNMPTN 2011. Targetnya adalah supaya siswa-siswa berprestasi ini bisa lolos di sejumlah perguruan tinggi negeri dan memperoleh beasiswa melalui pendampingan LPP Salman. “Jadi kami akan membina dan mengarahkan mereka agar bisa memperoleh beasiswa di PTN,” ujarnya. Luqman menambahkan, pengumuman hasil seleksi Beasiswa Perintis ini akan disampaikan melalui situs web LPP Salman pekan depan. (A-157)***

>>>

3 ) DANA PENELITIAN
Biaya Mahal Riset Kelautan Bisa Diatasi
http://cetak.kompas.com/read/2010/12/28/02331985/biaya.mahal.riset.kelautan.bisa.diatasi

Selasa, 28 Desember 2010 | 02:33 WIB
Jakarta, Kompas – Meski dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut, sangat sedikit ekspedisi dan penelitian kelautan yang dilakukan. Sejak era kolonial hingga kini, penggalian kekayaan laut Indonesia justru banyak dilakukan orang asing. “Persoalan dana selalu menjadi alasan. Riset kelautan selalu dianggap mahal,” ungkap Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hery Harjono dalam pembukaan Lokakarya Ekspedisi Laut Natuna dan Perairan Kalimantan Selatan di Jakarta, Senin (27/12). Ketua Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Suharsono mengatakan, biaya riset kelautan diperkirakan 5-10 persen dari total biaya riset Indonesia. Hal ini menunjukkan, riset kelautan belum menjadi prioritas para pengambil kebijakan. Kondisi itu ironis mengingat Komite Inovasi Nasional telah menetapkan sistem inovasi nasional untuk mewujudkan Indonesia yang berdaya saing dan maju pada 2025 berbasis pada pembangunan ekonomi benua maritim. Namun, gagasan itu tidak ditopang dengan penelitian yang memadai. Riset kelautan lebih mahal 3-5 kali lipat dibandingkan riset di darat.

…dst

4 ) Wamendiknas Resmikan Pembangunan Laboratorium Sains UI
http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/12/sains.aspx

27 Desember 2010
DEPOK- Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal meletakkan batu pertama pembangunan laboratorium sains dan multidisiplin. Laboratorium ini hasil kerja sama Universitas Indonesia (UI) bersama Pertamina. Fasli Jalal mengapresiasi langkah UI menjadikan dirinya sebagai kampus sains berkelas dunia. Menurutnya, pembangunan laboratorium secara khusus dan terpadu dapat meningkatkan kualitas alumnus yang tidak kalah dengan universitas dunia lainnya. “Lulusan UI pun dapat berbicara di tingkat dunia internasional,” katanya kepada wartawan, di FMIPA UI, Depok, Kamis (23/12). Selain itu, keberadaan laboratorium sains dan multidisiplin dapat meningkatkan minat mahasiswa dalam melakukan penelitian. Fasli menilai, saat ini penelitian belum begitu diminati dalam dunia pendidikan. “Sosialisasi penting misalnya dengan mengadakan lomba-lomba karya tulis dan karya ilmiah antarsekolah menengah. Apresiasi juga untuk PT Pertamina yang ikut bekerja sama dalam membangun laboratorium sains dan multidisiplin ini. PT Pertamina pun akan lebih dikenal luas dalam dunia pendidikan internasional,” ujarnya.
Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri mengatakan, pembangunan gedung laboratorium akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama akan dibangun fondasi untuk lima lantai serta gedung lantai dasar. Pembangunan akan berlangsung hingga tahap tiga pada 2013 dengan total luas 4.000 meter persergi. “Untuk pembangunan gedung laboratorium sains dan multidisiplin diharapkan dapat beroperasi terlebih dahulu pada akhir Mei 2011. Tahap awal menelan biaya Rp 5 miliar,” kata Gumilar.

…dst

5 ) Enam PT Bermitra dengan Polda
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/12/28/133448/Enam-PT-Bermitra-dengan-Polda

28 Desember 2010
KUDUS- Enam perguruan tinggi di Jateng menjalin kemitraan dengan Polda Jawa Tengah dalam bentuk Forum Kemitraan Polisi Masyarakat dan Mahasiswa (FKPMM). Tiga di antaranya baru saja melakukan penandatanganan kesepakan dengan Polda Jateng, baru-baru ini di Hotel Griptha. Tiga perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Muria Kudus, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jenderal Soerdirman Purwokerto. Tiga perguruan tinggi lainnya yang lebih dahulu menjalin kerja sama adalah Universitas Negeri Semarang, Universitas Diponegoro, dan Univeritas Panca Sakti Tegal. Forum kemitraan diresmikan dalam rangkaian Rapat Kerja Paguyuban Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Se-Jawa Tengah, pekan lalu di Hotel Griptha. Menurut Ketua Paguyuban yang juga Pembantu Rektor III Unnes, Masruki, kemitraan yang dijalin untuk memberikan keamanan dan kenyamanan mahasiswa dalam pembelajaran dan kehidupan sosial di lingkungan kampus. “Forum kemitraan ini merupakan bentuk penanganan tindak kejahatan dengan pendekatan budaya yang diketui oleh tokoh masyarakat setempat. Unsur anggota lain adalah alim ulama, tokoh mahasiswa, serta universitas. Unsur kepolisian berada sebagai pendukung saja.”

…dst

OOT :

6 ) UN 2011
Bobot UN Lebih Besar, 60 Persen….
http://edukasi.kompas.com/read/2010/12/27/20453738/Bobot.UN.Lebih.Besar..60.Persen….

Senin, 27 Desember 2010 | 20:45 WIB
Jakarta – Kementerian Pendidikan Nasional menetapkan bobot nilai Ujian Nasional (UN) tahun ini sebesar 60 persen. Jumlah ini sengaja dibuat lebih besar dibandingkan dengan bobot nilai ujian sekolah sebesar 40 persen. “Kita tetapkan 60:40, 60 UN, 40 itu hasil nilai ujian sekolah. Dan besok akan saya sahkan, tinggal saya tanda tangani,” ujar Mendiknas M Nuh usai jumpa pers di Kemendiknas Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (27/12/2010). Penetapan bobot tersebut dikatakan Nuh, berdasarkan hasil rekapitulasi secara keseluruhan dari hasil ujian para siswa diseluruh sekolah. Mulai dari sekolah yang berakreditasi A, B, maupun C. Lebih lanjut Nuh menjelaskan, rata-rata nilai rapor siswa yang berasal dari ketiga sekolah itu berkisar antara 7 sampai 8. Walaupun sebenarnya ada juga sebagian sekolah yang memang masih memberikan nilai 5 atau 6. “Tapi untuk sekolah akreditasi C mereka tampaknya tidak berani memberi nilai 5 atau 6, juga nilai 9. Akreditasi C hanya berani memberi nilai rapor pada kisaran 7 atau 8,” Dengan demikian, kata Nuh, jangkauan atau range nilai rapor di sekolah akreditasi A dan B lebih panjang daripada nilai rapor di sekolah akreditasi C yang rata-rata hanya berani memberi nilai 7 dan 8. Untuk menyeimbangkan perbedaan jangkauan nilai rapor sekolah akreditasi A, B dengan C itulah, komponen nilai nasional UN yang merupakan hasil UN diperbesar bobotnya dari nilai sekolah yang merupakan gabungan nilai rapor dan nilai UAS itu.

…dst

7 ) Peniadaan UN Ulangan Dinilai Langkah yang Tepat
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/12/27/154681-peniadaan-un-ulangan-dinilai-langkah-tepat

Senin, 27 Desember 2010, 16:30 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG–UPaya untuk meniadakan ujian nasional (UN) ulangan pada 2011 mendatang dinilai pakar pendidikan yang juga Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang, Muhdi, sebagai langkah tepat. “Dengan perubahan formulasi UN pada 2011 mendatang yang melihat kemampuan siswa secara komprehensif, UN ulangan tidak perlu lagi,” katanya di Semarang, Senin (27/12). Menurut dia, penyelenggaraan UN ulangan pada 2010 sebenarnya pemberian kesempatan bagi siswa yang gagal dalam UN utama, namun kenyataannya ada siswa yang nilai UN ulangannya jauh lebih baik dibandingkan siswa yang lulus. Hal tersebut tentunya menimbulkan pertanyaan, sekaligus perasaan tidak adil bagi siswa yang lulus UN dengan nilai pas-pasan, sebab mereka tidak memiliki kesempatan mengulang UN.

…dst

8 ) Pekanbaru Punya Perpustakaan Termegah di Indonesia
http://www.detiknews.com/read/2010/12/08/153741/1511684/10/pekanbaru-punya-perpustakaan-termegah-di-indonesia?nd992203605

Pekanbaru – Bila berkunjung ke Pekanbaru, akan terlihat gedung megah dengan tiang-tiang menjulang tinggi di tengah kota. Itulah Balai Pustaka Soeman Hasibuan (HS) yang dijuluki perpustakaan termegah di Indonesia. Pustaka Soeman HS ini terletak di Jl Sudirman, Pekanbaru yang dulunya merupakan bekas gedung DPRD Riau. Pustaka ini diapit dua gedung megah lainnya, sebelah selatan ada Bank Indonesia (BI) dan sebelah utara ada Kantor Gubernur Riau. Gedung pustaka Soeman HS ini terkesan unik dan eksotis. Bentuk bangunan dari kejauhan seperti atap gedung saling menyilang setengah lingkaran, tak ubahnya sebagai meja tempat untuk membaca Al Quran. Bentuk ini sebagai filosofi akan ajaran Islam yang erat dengan budaya Melayu. Pustaka ini berdiri megah dengan enam lantai yang dilengkapi lift. Gedung yang menelan dana Rp 144 miliar ini memiliki daya tampung 1.000 pengunjung. Sebagai daya tarik, gedung ini dindingnya dilapisi kaca transparan. Sehingga dari ketinggian gedung pengunjung juga dapat menikmati keindahan kota.

…dst

9 ) Seputar BOS
Diharapkan Lebih Lancar
Tiga Kementerian Tangani BOS
http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/12/bos-2.aspx

27 Desmber 2010
Jakarta — Tiga kementerian terkait, masing-masing Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan Nasional, tahun 2011 akan mengawal pelaksanaan program BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Keterlibatan tiga kementerian tersebut bertujuan untuk memperlancar pelaksanaan program BOS yang mulai 2011 mengalami perubahan dalam hal mekanisme penyaluran. “Jika pada tahun 2010, penyaluran dana BOS mengikuti skema APBN yang disalurkan dari propinsi langsung ke sekolah, mulai tahun 2011 berubah menjadi mekanisme transfer ke daerah (kabupaten/kota) dalam bentuk dana penyesuaian untuk BOS sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang APBN 2011,” kata Mendiknas Mohammad Nuh, dalam jumpa pers sosialisasi BOS tahun 2011 di Jakarta, Senin (27/12) sore.

…dst

BOS Dapat Dijadikan Pembelajaran Antikorupsi
http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/12/bos-2-(1).aspx

27 Desember 2010
Jakarta — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh berharap penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus dapat dijadikan proses pembelajaran dalam membangun kultur anti-korupsi dan meningkatkan kejujuran baik kepada peserta didik maupun satuan pendidikan…cut…mulai 2011, dana BOS akan tercantum dalam APBD Kabupaten/Kota dengan total dana yang dialokasikan sebesar Rp 16,266 trillun dengan perincian Rp 10,825 trillun untuk jenjang sekolah dasar dan Rp 5,441 trillun untuk jenjang sekolah menengah,” katanya. Adapun besaran dananya masing-masing Rp 400.000 per siswa per tahun untuk jenjang sekolah dasar di kota dan sebesar Rp 397.000 per siswa per tahun untuk di kabupaten. Sedang untuk jenjang sekolah menengah pertama sebesar Rp 575.000 per siswa per tahun di kota dan Rp 570.000 per siswa per tahun di kabupaten.

…dst

Ok, BOS Langsung Disalurkan ke Daerah!
http://edukasi.kompas.com/read/2010/12/27/1903405/Ok..BOS.Langsung.Disalurkan.ke.Daerah..

Senin, 27 Desember 2010 | 19:03 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami perubahan di tahun 2011. Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh mengatakan, mekanisme penyaluran dana BOS tidak lagi melalui Kementrian Pendidikan Nasional. Dana BOS sebesar Rp 16,2 triliun itu langsung disalurkan oleh Bendahara Negara ke kas APBD Kabupaten/Kota untuk kemudian didistribusikan ke sekolah-sekolah di bawahnya. “Kalau 2005 dan 2010 melalui Kemendiknas dan disampaikan ke sekolah-sekolah. Maka di tahun 2011 tidak lagi seperti itu,” ujar Mendiknas dalam jumpa pers di kantor Kemdiknas, Jakarta, Senin (27/12/2010). Nuh mengatakan, perubahan mekanisme penyaluran tersebut dilakukan demi memberi kewenangan lebih kepada pemerintah daerah dalam mengatur distribusi dana BOS. Sebab, selama ini, sekolah-sekolah berada langsung di bawah pemerintah daerah, bukan di bawah pemerintah pusat.

…dst

BOS Biayai 70% Operasional Sekolah
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/372113/

Monday, 27 December 2010
JAKARTA(SINDO) – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menargetkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa menanggung 70% biaya operasional sekolah pada 2011. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, bantuan tersebut difokuskan pada sekolah SD dan SMP baik negeri maupun swasta.

…dst

Aturan Penyaluran Dana BOS Berlapis-lapis
http://www.jpnn.com/read/2010/12/27/80538/Aturan-Penyaluran-Dana-BOS-Berlapis-lapis-

Senin, 27 Desember 2010 , 20:07:00
JAKARTA—Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menjelaskan, pihaknya bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengawal pelaksanaan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada 2011 mendatang. Menurutnya, keterlibatan tiga kementerian tersebut diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan program BOS yang mekanisme penyalurannya sudah diubah. Diungkapkan, sedikitnya ada empat buah produk hukum untuk kelancaran pelaksanaan tersebut. Pertama, Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang Pedoman Umum dan Pengalokasian dana BOS per kabupaten/kota yang didasarkan data jumlah siswa dari Kemdiknas.

…dst

KPK Kerjasama Dengan Bupati untuk Awasi BOS
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2010/12/24/brk,20101224-301324,id.html

JUM’AT, 24 DESEMBER 2010 | 07:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi akan menjalin kerjasama dengan Bupati daerah dan juga dinas pendidikan perihal pengawasan penyaluran dan penggunaan dana BOS. “Kita perlu awasi dari awal penyalurannya di bupati dan dinas,”ujar Wakil Ketua KPK Haryono Umar ketika dihubungi Kamis23 Desember 2010 malam.
Dalam pengawasan ini KPK juga telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional.Kemdiknas, lanjut Haryono, yang akan melakukan pengawasan langsung mulai dari penyaluran dana dari kementerian keuangan ke dinas pendidikan hingga pemanfaatannya oleh sekolah. “Kita nanti akan pantau dari laporan yang dibuat bupati daerah soal dana yang dikeluarkan, bagaimana penyalurannya dan penggunannya,”jelas Haryono.

…dst

10 ) Berita Lain-Lain
Polemik RUUK DIY
Rakyat Jogja Bentuk Satgas Penggagalan Pemilukada
Ada Kepentingan Bisnis di Balik Polemik soal Jogja
Sultan Tetap Harus Tanggung Jawab
Berita Dugaan Korupsi di MK ( Polemik Refly-Mahfud )
Refli Harun Mulai Ditanyai KPK
Sembilan Jam Refly Diperiksa Soal Suap Hakim MK
Piala AFF 2010
Timnas Kalah, Harga Kaus Mulai Obral
Lupakan Kekalahan, Hanya Itu Cara Bangkit
Alfred Riedl Siapkan Strategi Khusus
Antara Bola dan Politik
Timnas Harus Koreksi Diri
Menunggu Strategi Rield Hadapi Harimau Malaya
Aktivitas G. Berapi
Menko Kesra Utus Tim Tinjau Gunung Bromo
Abu Bromo Ganggu Pertanian dan Peternakan
Balita-Lansia Tengger Diminta Mengungsi
Hujan Debu dan Pasir Perparah Keadaan ( Bromo )
Repotnya Kalau Semua Serbabeli ( Dampak erupsi Bromo )
Lahar Dingin Hancurkan Rumah ( Merapi )
Alur Terbentuk, Opak Jadi Ancaman ( Erupsi Merapi )
Erupsi Merapi Sisakan Pekerjaan Rumah