1 ) Mendiknas: Terima Siswa Miskin
www.seputar-indonesia.com

Monday, 03 January 2011
KUNINGAN(SINDO) – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhamad Nuh menegaskan akan menindak sekolah atau instansi pendidikan yang tidak mau menerima siswa dari keluarga miskin. Mendiknas meminta masyarakat melaporkan apabila ada sekolah yang melarang siswanya mengikuti pelajaran hanya karena masalah biaya. “Jangan sekali-kali melarang peserta didik mengikuti pelajaran karena masalah biaya. Itu persoalan finansial, bukan solusi akademis. Kalau hal itu masih terjadi, silakan masyarakat manapun lapor kepada pihak sekolah, bupati, atau juga pihak kementerian untuk menindaknya,” tegas Mendiknas saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Taruna Mandiri di Desa Sampora,Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, didampingi Dirjen PNFI, anggota Komisi X DPR H Qomar, Bupati Kuningan, Kepala SOPD Kuningan kemarin. Ia mengakui persoalan ekonomi masih menjadi penyebab rendahnya tingkat pendidikan di negara ini.
Nuh menyebutkan,saat ini tercatat baru sekitar 6% peserta didik dari keluarga berekonomi lemah yang bisa melanjutkan pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi. Untuk itu, pihaknya telah menggulirkan program yang ditujukan kepada sebanyak 20.000 warga miskin untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Di samping pendidikan gratis,mereka juga mendapat bantuan finansial sebesar Rp400.000-Rp500.000 setiap bulan. Sementara bagi setiap perguruan tinggi diharuskan memformasikan kuota sebanyak 20% yang diperuntukkan peserta didik yang tidak mampu. Mendiknas menyerahkan sertifikat kepada SLBN Taruna Mandiri sebagai SLBN bertaraf internasional. Ia juga memberikan bantuan tiga set Alquran dan satu set komputer dan printer Braille.

…dst

2 ) Genjot Jumlah Dosen S3, Siapkan Rp 3 Triliun
http://www.jpnn.com/read/2011/01/03/80941/Genjot-Jumlah-Dosen-S3,-Siapkan-Rp-3-Triliun-

JAKARTA — Upaya Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) untuk melahirkan dosen S3 terhambat. Pemicunya bukan persoalan uang. Tapi, minat dan kemampuan dari calon dosen S3 tersebut yang kurang. Meskipun begitu, tahun ini mereka tetap menggenjot kenaikan jumlah dosen S3. Dana sampai Rp 3 triliun siap digelontorkan. Percepatan peningkatan jumlah dosen berkualifikasi akademik S3 atau doktor masuk dalam fokus program Kemendiknas 2011. Pada 2010 yang baru lewat, Kemendiknas mencatat di Indonesia ada 270 ribu dosen. Namun, hanya ada 23 ribu dosen yang bertitel doktor. Jika diprosentase, jumlah tersebut tidak sampai sepuluh persen. Dikti mencatat, pada 2010 lalu pertambahan dosen berkualifikasi doktor hanya sekitar 3.500 sampai 4 ribu doktor. Rata-rata, dosen doktor itu berusia maksimal 50 tahun. Padahal, Kemendiknas menarget pada 2015 dosen yang berkualifikasi S3 harus mencapai 20 persen. Atau sekitar 54 ribu dosen harus berkualifikasi doktor. “Jika ngomong ideal, ya harusnya 100 persen dosen harus doktor,” terang Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendiknas Djoko Santoso kemarin (2/1).

…dst

3 ) IPB-Jepang Gelar Seminar Biologi Tanaman
http://www.antaranews.com/berita/1293977768/ipb-jepang-gelar-seminar-biologi-tanaman

Minggu, 2 Januari 2011 21:16 WIB |Bogor (ANTARA News) – Pusat Penelitian Sumber Daya Hayati dan Bioteknologi (PPSHB) Institut Pertanian Bogor bekerja sama dengan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang akan mengadakan seminar setengah hari mengenai sains dan bioteknologi tanaman. Kepala Humas Institut Pertanian Bogor (IPB) Ir Henny Windarti dalam penjelasan di Bogor, Minggu malam menyebutkan, seminar tersebut akan dilaksanakan pada Jumat (7/1) di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat Andi Hakim Nasution, Lantai 6, Kampus IPB Darmaga. Seminar yang akan dimulai pada pukul 08.00 WIB itu diperuntukkan bagi seluruh sivitas akademika IPB, baik mahasiswa, dosen, maupun peneliti. Ia menambahkan, mengenai informasi tentang pembicara kunci dan jadwal tentatif akan disampaikan dalam waktu segera.
Sementara itu, menurut Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Penelitian Prof Dr Ir Ronny R Noor, MRur.Sc dalam laman yang dirilis Kementerian Pendidikan Nasional, IPB terus melangkah menuju universitas berbasis riset. Menurut dia, menyimak prestasi para peneliti IPB di 102 Inovasi 2010 yang diumumkan oleh Business Innovation Center (BIC) sungguh sangat membanggakan. Para peneliti IPB telah menoreh sejarah baru dengan menempatkan 50 penelitinya di dalam daftar tersebut, dan itu sungguh merupakan jumlah yang sangat fantastis. Tidak hanya itu saja, dalam tiga tahun terakhir IPB tercatat sebagai perguruan tinggi di Indonesia yang berhasil penempatkan peneliti terbanyak dalam daftar inovasi tersebut. Ia mengatakan, dalam dua tahun terakhir saja tercatar peneliti IPB telah berhasil merilis varietas padi, buah buahan dan cabai unggul dari hasil penelitiannya.(*)

>>>

4 ) Program Wirausaha Dihentikan
Padahal Telah Menghasilkan Ratusan Bibit Pengusaha dari Mahasiswa
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=170091

BANDUNG, (PR)-03 Januari 2011
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional, menghentikan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) pada 2011. Padahal, program yang telah dilakukan selama dua tahun berturut-turut itu, telah menghasilkan ratusan bibit wirausahawan dari kalangan mahasiswa. Hal itu dikatakan Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi (Kopertis) Wilayah IV, Abdul Hakim Halim, saat ditemui di kantornya Jln P.H.H. Mustofa, Bandung, beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, pemberhen-tian program ini tidak hanya untuk perguruan tinggi swasta melainkan juga negeri. Hakim mengatakan, dia tidak mengetahui secara pasti mengapa Kemendiknas menghentikan program tersebut. Padahal, sebelumnya dia sudah mengusulkan agar program tersebut kembali digulirkan. “Mungkin Kemendiknas sedang merumuskan formula yang tepat bagaimana seharusnya program ini digulirkan, sehingga nantinya bisa tepat sa-saran,” ujarnya. Menurut Hakim, program tersebut berdampak sangat positif, karena melahirkan banyak wirausahawan baru. Berdasarkan monitoring yang dilakukan Kopertis, usaha peserta PMW tetap bertahan sampai saat ini. “Bahkan, ada kasus seorang lulusan yang diterima di perusahaan besar tidak jadi bekerja di sana, karena memilih mene-ruskan usaha yang telah dirintisnya tersebut,” katanya.

…dst

5 ) ITB Siapkan Dana, UPI Belum Ada Anggaran
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=170090

BANDUNG, (PR)- 3 Januari 2011
Sejak diluncurkan beberapa tahun terakhir, pemerintah telah menggelontorkan dana untuk program wirausaha atau entrepreneurship di perguruan tinggi. Sebut saja pencairan dana miliaran rupiah oleh Direktorat Pendidikan Tinggi kepada perguruan tinggi, untuk Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), selain itu, anggaran untuk Program Kreativitas Mahasiswa yang menawarkan Rp 10 juta untuk setiap proposal. Tidak hanya itu, sejumlah perguruan tinggi pun telah menyisihkan anggaran, untuk menyokong program pendidikan kewirausahaan. Salah satunya Institut Teknologi Bandung yang sengaja menganggarkan sekitar Rp 4-5 miliar, untuk pengembangan kewirausahaan.
“Bagaimanapun juga, lulusan perguruan tinggi tidak bisa sepenuhnya diterima di dunia kerja. Namun, kreativitasnya diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja. Kita awali dengan pembiasaan-pembiasaan, dan tentunya ada dana untuk itu,” kata Rektor ITB Prof. Akhmaloka, saat dihubungi Sabtu (1/1). Menurut Akhmaloka, ITB juga secara khusus mendirikan lembaga baru untuk mewadahi kreativitas dosen dan mahasiswa. Lembaga yang dinamai Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ini sengaja dibentuk, untuk menampung hasil-hasil penelitian dasar yang memiliki potensi besar untuk menjadi inovasi dan dikembangkan menjadi industri.

…dst

6 ) Unpad Sambut Baik Dihapusnya PMW
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=170089

BANDUNG, (PR).3 Januari 2011
Universitas Padjadjaran me-nyambut baik dengan dihapusnya anggaran untuk Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dari Direktorat Pendidikan Tinggi. Pembantu Rektor bi-dang Kemahasiswaan Trias Nugrahadi mengungkapkan, de-ngan dihapusnya anggaran PMW dari Dikti, hal ini menjadi salah satu langkah positif bagi Unpad untuk mengembangkan kewirausahaan mahasiswanya. Trias mengungkapkan, para wirausaha mahasiswa yang te-lah mendapat bantuan dari Dikti tersebut diwajibkan untuk menjadi “kakak” asuh bagi adik-adiknya yang ingin berwirausaha. Para kakak asuh ini harus menjadi mentor yang memberikan pelatihan bagi adik-adik angkatan atau rekan sejawat yang akan memulai wirausaha. “Mereka akan dipacu untuk terus berusaha dan bertahan de-ngan kemampuan yang ada tanpa mengandalkan bantuan mo-dal dari Dikti. Sudah bukan sa-atnya lagi mereka disuapi, tetapi harus berusaha sendiri,” tutur Trias, yang dihubungi Minggu (2/1). Saat ini, kata Trias, bidang kemahasiswaan Unpad sedang merumuskan rencana untuk menganggarkan bidang kewira-usahaan untuk mahasiswa wa-laupun jumlahnya tidak besar. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memicu semangat para mahasiswa yang ingin berwi-rausaha.

…dst

7 ) Jatuh Bangun Usaha Kuliner Jepang
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=170088

3 Januari 2011
“Jika tidak gagal, kapan bisa belajar”. Kata-kata itulah yang menjadi kekuatan pemikiran delapan mahasiswa yang memulai bisnis mereka pada 2009. Mereka adalah Rifki, Meidi, Shidqy, Rian, Reza, Daniel, Baskor, dan Aldi. Tidak heran jika mereka sering menemui kegagalan di awal bisnisnya. Mereka langsung terjun ke dalam usaha kuliner khas Jepang dengan nama “Sushi Boon”. Pemilihan makanan sushi merupakan tantangan. Di beberapa daerah, seperti halnya Bandung, sushi memang sudah lama terkenal. Namun, mahalnya bahan baku impor membuat sushi sering kali hanya ditemukan di restoran eksklusif. Besar dengan jiwa mahasiswa, mereka bertekad membuat sushi sebagai makanan rakyat. Tidak hanya harga yang terjangkau, kreasi mereka dalam mengolah beberapa bahan impor dari Jepang juga membuat makanan negeri sakura itu harus sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia. Dengan modal dari kantong enam mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan dua mahasiswa Universitas Padjadjaran yang seluruhnya angkatan perkuliahan 2006 itu, bisnis sushi dimulai dengan menggunakan minibus. Pemilihan kedai mobil ini sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu mereka harus berpindah-pindah untuk mencari pasar yang sesuai. “Alhamdulillah mobil Sushi Boon yang ditempatkan di Jalan Dago itu dikenal masyarakat,” ujar salah satu pendiri Sushi Boon, Rifki. Dengan keuntungan yang mereka raih, Sushi Boon sekarang sudah mendapatkan lokasi usaha permanen, masih di kawasan Dago, Bandung.

…dst

8 ) Ketua IA ITB Harus Orang Berpengaruh
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/373296/

Sunday, 02 January 2011

BANDUNG(SINDO) – Masa jabatan Hatta Rajasa sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni (IA) Institut Teknologi Bandung (ITB) akan berakhir tahun ini. Dia menjabat untuk periode 2007–2011. Karena itu, Kongres VIII/IA ITB yang salah satu agendanya memilih ketua umum akan digelar pada tahun ini. Menurut Direktur Humas dan Alumni ITB Marlia Singgih Wibawa, Kongres IA ITB kemungkinan akan digelar pada 2011.”Tahapan, jadwal, mekanisme pencalonan hingga siapa saja yang dicalonkan diputuskan oleh IA sendiri,” kata Marlia kepada SINDOkemarin. Rektorat ITB,lanjut dia,hingga kemarin belum mendapat informasi dari pihak IA ITB terkait jadwal kongres. Dalam perhelatan ini, pihak Kampus ITB hanya berperan sebagai fasilitator. “Misalnya untuk mempertemukan para calon nanti dengan civitas academica ITB saat menyampaikan visi dan misinya,”jelas Marlia. Dalam kongres-kongres sebelumnya, seluruh alumni ITB memiliki hak untuk memilih calon Ketua Umum IA ITB dengan berbagai cara. Berdasarkan catatan Rektorat ITB, hingga saat ini, kampus yang berpusat di Jalan Ganeca, Kota Bandung, itu telah memiliki sekitar 70.000 alumni. Namun, alumni yang datanya tercatat lengkap hanya sekitar 35.000 orang. Untuk itu,Ketua IA ITB idealnya adalah sosok yang memiliki pengaruh dan jaringan cukup kuat di level negara. Hal itu untuk membuktikan pencapaian output lulusan kampus.

…dst

9 ) Unwim Tetap Berkampus di Jatinangor
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/373328/

Monday, 03 January 2011
BANDUNG(SINDO) – Universitas Winaya Mukti (Unwim) diputuskan masih bisa melanjutkan proses perkuliahan di Kampus Jatinangor dan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Sebelumnya, Unwim terancam menjadi “tuna kampus”, setelah Pemprov Jabar menyerahkan hak pengelolaan tanah dan bangunan tiga kampus Unwim kepada Institut Teknologi Bandung (ITB). “Ada perubahan kebijakan dari ITB, kami masih diizinkan melaksanakan kuliah di Jatinangor dan Tanjungsari hingga 2012,” ujar Rektor Unwim Endang Sufiadi, kemarin. Dia menjelaskan,Unwim tetap berkampus di Jatinangor dan Tanjungsari di tengah pengembangan kampus ITB Jatinangor. Waktu tenggat disesuaikan masa transisi pengalihan pengelolaan yang juga hingga 2012. Menurutnya, proses perkuliahan mahasiswa Unwim tidak akan mengganggu rencana ITB dalam pengembangan kampus. Sebab, Unwim hanya membutuhkan sedikit ruang kelas dalam perkuliahan. ” Seperti halnya Fakultas Teknik,kami hanya membutuhkan dua kelas, sedangkan Fakultas Ekonomi satu kelas. Jadi kami tidak akan mengganggu, hanya membutuhkan sedikit ruang. Istilahnya kami menumpang di ITB,” jelas Endang.

…dst

10 ) Nuh Jamin Tak Tarik Guru PNS dari Sekolah Swasta
http://www.jpnn.com/read/2010/12/30/80789/Nuh-Jamin-Tak-Tarik-Guru-PNS-dari-Sekolah-Swasta-

Kamis, 30 Desember 2010 , 17:51:00
JAKARTA–Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menjamin, untuk sementara ini tidak akan ada kebijakan menarik guru berstatus pegawai negeri sipil ( PNS) dari sekolah swasta. Mendiknas mengakui, masalah ini cukup berat. Pasalnya, kenyataannya memang ada peraturan yang mengatur bahwa pegawai negeri sipil (PNS) harus bekerja di bawah lembaga milik pemerintah. “Kami berikan garansi kepada masyarakat bahwa Kemdiknas tidak punya kebijakan untuk menarik guru negeri dari sekolah swasta,” ungkapnya di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Kamis (30/12). Penegasan ini disampaikan, lanjut Mendiknas, lantaran dirinya banyak menerima kritikan bahwa Kemdiknas yang sudah memberikan dana bantuan operasional sekolah (BOS) kepada sekolah swasta, tetapi tidak bisa memberikan bantuan tenaga pendidik berupa guru berstatus PNS. Dijelaskan, jaminan itu bukan hanya untuk sekolah dasar dan menengah, tetapi juga terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Hingga saat ini masih cukup banyak dosen yang berstatus PNS juga diperbantukan untuk mengajar di beberapa universitas atau perguruan tinggi swasta yang dikoordinir oleh kopertis. Diakui, terkadang hal ini menimbulkan permasalahan tersendiri.

…dst

Baca juga:
Guru PNS Tak Ditarik
http://cetak.kompas.com/read/2011/01/03/02492031/guru.pns.tak.ditarik
Senin, 3 Januari 2011 | 02:49 WIB

Jakarta, Kompas – Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh memastikan tidak akan menarik guru-guru pegawai negeri sipil yang mengajar di sekolah swasta. Pihaknya saat ini sedang membicarakan persoalan itu dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Kami justru sedang merumuskan kebijakan khusus dan mekanisme penugasan guru pegawai negeri sipil di sekolah swasta,” kata Mendiknas Mohammad Nuh kepada wartawan di Jakarta, pekan lalu.
Menurut Mendiknas, pihaknya justru ingin memperkuat bantuan-bantuan kepada sekolah swasta. “Pemerintah bisa memberi dana BOS (bantuan operasional sekolah) dan fasilitas baru kepada sekolah swasta. Mengapa tidak bisa menugaskan guru negeri di swasta?” kata Mohammad Nuh. Selain memperkuat bantuan kepada sekolah swasta, peningkatan mutu guru akan tetap menjadi fokus program tahun 2011 bersama dengan pendidikan usia dini, pendidikan dasar sembilan tahun, pendidikan vokasi dan politeknik, serta percepatan peningkatan jumlah dosen S-3.

…dst

Pemkot Surabaya Tarik 1.000 Guru PNS dari Sekolah Swasta
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/01/02/156013-pemkot-surabaya-tarik-1000-guru-pns-dari-sekolah-swasta

Ahad, 02 Januari 2011, 23:46 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA-—Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuat kebijakan berani dengan menarik seribu guru PNS dari sekolah-sekolah swasta. Para guru tersebut selama ini diperbantukan mengajar di sekolah swasta. Sehingga dengan kebijakan itu pengelola sekolah swasta diharapkan segera menyiapkan guru pengganti.”Penarikan guru PNS di sekolah swasta merupakan perintah dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN),” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Surabaya, Yayuk Eko Agustin, Ahad (2/1).

…dst

11 ) Sangat sedih, dalam rentang waktu satu minggu, dua mahasiswa kita mengakhiri hidup mereka secara tragis, menangis untuk ortu mereka atas musibah ini.

Mahasiswa IM Telkom Bunuh Diri
Korban Tinggalkan Dua Buah Surat untuk Orangtua dan Sang Pacar
http://bandung.detik.com/read/2011/01/02/143130/1537577/486/korban-tinggalkan-dua-buah-surat-untuk-orangtua-dan-sang-pacar?g991101485
O2 Januari 2011
Bandung – Polisi menemukan dua lembar kertas surat wasiat di kamar kos M Dhita Nur Fikry (22), Mahasiswa Institut Manajeman Telkom (IMT), yang tewas gantung diri. Dua surat yang bertandatangan dan dinamai Fikry itu ditulis tangan menggunakan pulpen bertinta hitam. “Hasil identifikasi di lokasi kejadian, dua surat wasiat itu ditemukan di meja belajar yang berada di dalam kamar kos,” ujar Kanitreskrim Polsek Sukasari Iptu Mubarok di Mapolsek Sukasari, Minggu (2/1/2011). Surat pertama yang ditulis di selembar kertas HVS ditunjukkan buat orang tua korban. Sementara satu surat yang ditulis pada selembar kertas polio dibuat Fikry untuk sang kekasih yakni Nova…dst
>>>
Diduga Pacar Hamil,Fikry Gantung Diri
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/373244/
Sunday, 02 January 2011
BANDUNG(SINDO) – Diduga garagara menghamili Nova,22,Muhammad Dhita Nurfikry, 22,mahasiswa salah satu perguruan tinggi diBandung, nekat menghabisi nyawanya dengan menggantungkan diri. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh pacarnya sendiri di kamar kos korban Jalan Cilandak No 24,RT 02/02,Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari,kemarin. Fikry yang akrab disapa Bocik itu ditemukan Nova sekitar pukul 09.00 WIB sudah dalam keadaan tergantung dengan menggunakan kabel yang terikat di tiang plafon kamar kosnya.

…dst

Tak Bisa Beli Tiket AFF, Mahasiswa UIN Bunuh Diri
http://www.inilahjabar.com/read/detail/1094442/tak-bisa-beli-tiket-aff-mahasiswa-uin-bunuh-diri
Jabar – Selasa, 28 Desember 2010 | 12:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Motif sementara yang menyebabkan Gendra Aldyasa (18) nekat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 15 tower B Apartemen Hampton Park, Cilandak, Jakarta Selatan, karena kesal tidak diberi uang untuk nonton final leg kedua Piala AFF 2020. Hal tersebut disampaikan Kapolsek Cilandak Kompol Azhar Nugroho saat dihubungi, Selasa (28/12/2010). “Berdasarkan keterangan teman korban, Dia (Gendra) sempat mengungkapkan kekesalannya terhadap orang tuanya yang tidak memberikan uang untuk menonton bareng (nobar) pertandingan final Malaysia vs Indonesia bersama teman-temannya,” kata Azhar Nugroho…dst
>>>
Mahasiswa UIN Jatuh dari Lantai 15 Apartemen
http://www.inilahjabar.com/read/detail/1091552/mahasiswa-uin-jatuh-dari-lantai-15-apartemen
Jabar – Senin, 27 Desember 2010 | 12:17 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Pria yang terjatuh dari lantai 15 tower B Apartemen Hampton Park, Cilandak, Jakarta Selatan, diduga bunuh diri.
…Informasi yang berhasil dikumpulkan INILAH.COM, pria yang terjatuh dari lantai 15 Apartemen Hampton Park adalah warga Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Korban juga kuliah di UIN Syarif Hidayatullah…dst

…dst

12 ) Indonesia, Negara Pertama Salurkan Bantuan ke Gaza
http://www.antaranews.com/berita/1294001659/indonesia-negara-pertama-salurkan-bantuan-ke-gaza

Senin, 3 Januari 2011 03:54
Sebanyak 6 orang relawan dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) berangkat menuju Gaza melalui bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten , Minggu (18/7). (ANTARA/LUCKY.R)Rafah, Perbatasan Mesir-Gaza (ANTARA News) – Indonesia menjadi negara pertama yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina pada 2011.”Kami menyambut baik bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, dan ini merupakan bantuan pertama dari luar negeri untuk tahun baru 2011,” kata Ketua Bulan Sabit Merah Sinai Utara, Mesir, Jenderal (purnawirawan) Osama Serghani di Rafah, pintu perbatasan Mesir-Gaza, kepada ANTARA, Minggu.Serghani mengungkapkan, bantuan kemanusiaan kepada Palestina dari luar negeri kedua setelah Indonesia adalah dari kapal Asia Caravan-1 yang akan merapat di pelabuhan Rafah Minggu petang, beberapa jam setelah bantuan dari Indonesia.Kapal Asia Caravan-1 untuk rakyat Palestina itu ditumpangi para aktivis LSM berbagai negara Asia, termasuk 12 orang Indonesia dan mengangkut 170 ton bantuan kemanusiaan.

…dst

Tahun Baru, Diplomasi Kemanusiaan RI ke Gaza Berlanjut
http://www.detiknews.com/read/2011/01/03/030244/1537694/10/tahun-baru-diplomasi-kemanusiaan-ri-ke-gaza-berlanjut?n991102605

Senin, 03/01/2011 03:02 WIB
Rafah – Indonesia kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza senilai US$83 ribu (setara Rp0,75 miliar). Kawasan ini masih diblokade total oleh Israel…cut…
Bantuan diserahkan langsung oleh Duta Besar RI untuk Mesir A.M. Fachir di pintu perbatasan Mesir-Palestina di Rafah kepada perwakilan Bulan Sabit Merah Palestina, Dr. Khalil Alfoul, 2/1/2011 waktu setempat. Dr. Khalil Alfoul sampai menitikkan air mata saat bersalaman dengan Duta Besar Fachir. Dia terharu sekali atas perhatian besar rakyat Indonesia kepada Palestina.

…dst

13 ) Berita OOT:
Bantuan Kemanusiaan
Indonesia, Negara Pertama Salurkan Bantuan ke Gaza
Tahun Baru, Diplomasi Kemanusiaan RI ke Gaza Berlanjut
Berita Politik
Antasari Azhar Ajukan PK
Pengacara Siap Kawal Pemindahan Antasari Ke LP Cipinang
Tahun Baru, Antasari Azhar Huni Sel Tahanan Baru
Potret Buram Kebebasan Pers di Tahun 2010
Amien Rais: Ada Kekuatan ‘Siluman’ di Kasus IPO KS
Kasus Besar Terbengkalai, Amien Rais Usul 4 Wakil Ketua KPK Diganti
ICW: Penegakan Hukum 2011 Agak Mencemaskan
Berita seputar Bencana Alam
Lahar Dingin Merapi Ancam Kali Opak
Berbagai Bencana Alam Masih Menanti
Pasca Erupsi Merapi, Pengunjung Candi Borobudur Naik 500 Persen
102 Lukisan Dipamerkan bagi Korban Merapi
Relaksasi Kredit Merapi Nihil
Lava Tour Merapi Ramai Dikunjungi
Polemik DIY
Warga Ajukan Gugatan ke PTUN
Berita Ekonomi
17 BUMN Alami Kerugian Rp 700 Miliar
Biaya Interkoneksi Turun 6 Persen
Inflasi Tekan Perekonomian
Dana Stabilisasi Disiapkan
Lain-Lain
Warga Mojokerto Temukan Candi
Menikah di Usia 110, Siapa Takut?