1 ) KERJASAMA
Indosat-ITB Kembangkan Aplikasi Mobile
http://edukasi.kompas.com/
Sabtu, 8 Januari 2011 | 16:01 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com – PT Indosat bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan generasi muda dalam bidang aplikasi mobile. Kerja sama tersebut diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepahaman. Wakil Rektor ITB Hasanuddin Z Abidin bersama Director and Chief Wholesale and Infrastructure Officer Indosat Fadzri Sentosa menandatangani nota kesepahaman itu di Bandung, Sabtu (8/1/2011). Kerja sama bertujuan mengembangkan inovasi aplikasi, informasi, penelitian jaringan, serta memunculkan ahli-ahli dalam industri teknologi mobile yang dapat menciptakan nilai tambah bagi dunia kampus dan masyarakat secara luas. Implementasi kerja sama itu, misalnya, dilakukan dengan mendirikan Indosat Innovation Lab. Tempat itu didirikan untuk mengembangkan sistem inkubasi sebagai upaya membantu para pengembang aplikasi dan inovator muda, serta memberikan wadah bagi mereka agar dapat bereksperimen dan berdiskusi secara intensif. “Indosat Innovation Lab akan menjadi pusat pertemuan para inovator muda dalam melakukan eksperimen untuk mengembangkan aplikasi berbasiskan berbagai sistem telepon seluler,” kata Fadzri.

…dst

Bisa juga baca :
Indosat Gandeng ITB untuk Pengembangan Aplikasi Mobile
http://www.republika.co.id
Sabtu, 08 Januari 2011, 21:12 WIB

…dst

2 ) Dosen S2 Masih Minim
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/374528/

Saturday, 08 January 2011

MEDAN (SINDO) – Jumlah dosen yang memiliki kualifikasi S2 di lingkungan Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) Wilayah I Sumatera Utara-Nanggroe Aceh Darussalam (Sumut-NAD) ternyata masih sangat minim. Dari jumlah dosen yang mencapai 10.785 orang, baru 2.599 dosen yang telah S2. “Hingga saat ini memang dosen S2 di lingkungan kita masih minim, paling hanya berkisar 24%,”ujar Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut- NAD Prof Moehammad Nawawiy Loebis,kepada SINDO,kemarin. Nawawiy menuturkan, dari 8.071 jumlah dosen di lingkungannya yang berkualifikasi S1, sebanyak 707 orang di antaranya sedang menjalani pendidikan jenjang S2. Sementara yang sudah S2 baru 2.599 orang dan S3 hanya 115 orang. Angka dosen yang berpendidikan di atas S1 ini sangat minim. Padahal, pemerintah pusat telah menekankan hingga 2014 mendatang, seluruh dosen harus sudah berkualifikasi S2.
Target itu ditekankan untuk peningkatan mutu pendidikan dan kualitas pengajaran di lingkungan kampus. Begitupun, kata Nawawiy,mereka tetap memproyeksikan dosen Kopertis Wilayah I Sumut-NAD yang melanjutkan studi S2 setiap tahunnya. Jika pada 2009 lalu hanya mencapai 24%, maka di 2010, dosen S2 sudah bertambah 30,65% atau 707 orang.Tahun ini, penambahan dosen yang melanjutkan studi S2 mencapai 67,5% atau 397 orang dan di 2012 menjadi 73,5% atau bertambah 714 orang.Kemudian, di 2013 menjadi 79,5% atau bertambah 581 orang,di 2014 menjadi 85% atau bertambah sebanyak 593 orang. Dengan demikian,pada 2014 mendatang, dosen S2 di wilayah Kopertis I ditargetkan sudah mencapai 6.568 orang. “Kami memang belum bisa mengejar di tahun 2014 seluruh dosen sudah S2. Sebab, untuk melanjutkan studi S2 juga tergantung kepada jumlah DIPA untuk program S2/S3 dalam negeri dan luar negeri dari program Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti),”paparnya. Untuk mempercepat program ini, Kopertis I memberikan kemudahan. Jika selama ini dosen yang melanjutkan S2 harus dosen yang sudah memiliki jabatan akademik, sekarang untuk bisa mendapatkan beasiswa S2 tidak lagi harus mempunyai jabatan akademik.

…dst

3 ) Dokter Spesialis di Indonesia Minim
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/374537/

Saturday, 08 January 2011
BANDUNG(SINDO) – Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI dr Chairul Radjab Nasution mengatakan,jumlah dokter spesialis di Indonesia masih kurang. Pada 2010, kebutuhan dokter sebanyak 32.000,sementara jumlah lulusan yang ada hanya 18.000 orang. “Perlu ada pemenuhan dokter spesialis di Indonesia,baik itu jumlah maupun variasinya.Namun,harus tetap prioritas pada mutu dan bagaimana pemerataan distribusinya,” jelas dia saat ditemui seusai Seminar dan Workshop Nasional Specialist Doctor in Indonesian Health Development, di Auditorium Gedung Teaching Hospital, Universitas Padjadjaran, Jln Eijkman No 38,Bandung,kemarin. Dia menuturkan, untuk mempercepat atau mengejar jumlah tadi, pihaknya melaksanakan Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Kompetensi (PPDS-BK).
Nantinya dokter-dokter tersebut akan mendapatkan beasiswa untuk sekolah spesialis. “Kami memberikan beasiswa kepada dokter umum untuk memiliki kualifikasi spesialis, dan program ini bukanlah program yang akan menghasilkan dokter spesialis kelas dua,karena tidak berbeda dengan dokter lulusan sekolah spesialis,” ucapnya. PDDS menggunakan kurikulum nasional yang dijabarkan dalam bentuk modul/blok ataupun paket. Sebagian dilaksanakan di RS pendidikan utama dan RS jejaring di daerah. Perluasan pemanfaatan RS daerah sebagai RS jejaring pendidikan PPDS-BK yang akan mempercepat peningkatan mutu,kompetensi, dan karier SDM kesehatan di RS daerah.

…dst

4 ) Tawaran Beasiswa PT Ajinomoto
2012 Ajinomoto Post Graduate Scholarship Grant to University of Tokyo, Japan
http://www.ajinomoto.co.id/

Apply for a post graduate scholarship to University Of Tokyo. If you…..
Are highly interested to pursue an overseas master degree in the field of science and technology: Engineering, Pharmaceutical, Mathematical, Agriculture, IT Sciences (except Medicine & Veterinary Medicine) with minimum GPA 3.50. Posses an excellent academic performance and has strong sense of Indonesia nationalism and leadership.

…dst

5 ) Mahasiswa Asal NTT Meminta Maaf
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=171046

BANDUNG, (PR) 9 Januari 201
Mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi memohon maaf kepada seluruh warga Kota Bandung atas kebrutalan sebagian oknum rekan mereka dalam serangan terhadap warga Kel. Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, Rabu (5/1) malam. Salah seorang perwakilan mahasiswa NTT yang dituakan, Kasim Lobang (25) mengatakan, kejadian tersebut karena kesalahan dan kekurangpahaman adik-adiknya sesama mahasiswa NTT di Kota Bandung terhadap masalah yang terjadi. “Saya menyayangkan adik-adik saya yang terlibat karena mendahulukan emosi,” ujarnya dalam jumpa pers di SMKN 8 Kota Bandung, Sabtu (8/1) petang. Kasim berharap kejadian yang dipicu salah paham tersebut tidak diperpanjang lagi. Apalagi, itu hanya ulah sebagian kecil oknum. Masih banyak mahasiswa NTT lain yang benar-benar tinggal di Kota Bandung untuk menuntut ilmu dan bukan mencari onar. Menurut Kasim, mahasiswa asal NTT lain yang sebenarnya tidak tahu-menahu soal kejadian itu, saat ini juga merasakan imbasnya. “Adik saya yang baru datang dari Sukabumi juga kena pukul. Padahal, dia tidak tahu apa-apa,” ujar mahasiswa semester akhir UIN Sunan Gunung Djati asal Kab. Alor, NTT dan tinggal di kos-kosan di Cipadung itu.

…dst

6 ) Tagih Dana,Mahasiswa Papua Rusak Asrama
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/374572/

Saturday, 08 January 2011
MAKASSAR (SINDO) – Puluhan mah-asiswa asal Provinsi Papua mengamuk dan merusak asramanya sendiri di Jalan Lanto Daeng Pasewang Nomor 51, Kecamatan Makassar,sekitar pukul 14.00 wita. kemarin.Akibatnya, jendela kaca gedung asrama kawasan IV itu pecah berantakan. Kursi dan meja juga dirusak, termasuk sejumlah peralatan elektronik. Bahkan, di antara mereka hendak membakar gedung asrama yang dihuni 39 mahasiswa asal Bumi Cendrawasih tersebut. Berdasarkan pantauan SINDO di lokasi kejadian, mahasiswa asal Papua ini melempari jendela kaca menggunakan batu dan balok. Mereka juga melempar meja dan kursi yang ada di dalam asrama. Mereka berteriak-teriak “bakar saja gedung ini” dan membuat penghuni lainnya yang perempuan berhamburan keluar asrama. Aksi brutal ini baru mereda setelah aparat kepolisian dari Polsekta Makassar dibantu Polsekta Mamajang turun ke lokasi kejadian yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari kantor Polsekta Mamajang. Sejumlah mahasiswa juga dibawa ke Polsekta Makassar untuk dimintai keterangan terkait pengrusakan asrama ini. Ketua Asrama Tarsius Posikom mengungkapkan, pemicu awal keributan ini adalah gara-gara sambungan listrik diputus oleh pihak PT PLN.Namun, kata dia pemutusan ini bukan kesalahan PLN,melainkan Pemprov Papua yang tidak membayar tagihan listrik sebesar Rp1.078.000. Selama ini,Pemprov Papua melalui Pamong Asrama, Jairus Wamro yang membayar rekening listrik satu-satunya asrama mahasiswa Papua ini.

…dst

7 ) Mandiri Salurkan Kredit Wirausaha
http://bataviase.co.id/node/522029
07 Jan 2011 Republika

Bank Mandiri menyalurkan dana CSR {Corporate Social Responsibility) Rp 298,11 miliar untuk kredit wirausaha mahasiswa. “Kami menyalurkan kredit Rp 20 juta kepada setiap mahasiswa yang proposalnya layak. Ada 3.500 mahasiswa dari berbagai universitas yang menerima kredit Bank Mandiri.” kata Direktur Commercial and Bussines Bank Mandiri, Sunarso usai meneken kerja sama dengan Rektor UNS Solo, Prof Dr Much Syamsulhadi SpKJ(K), di Solo, Jawa Tengah, akhir pekan kemarin. Ia menambahkan. Bank Mandiri memilih menyalurkan CSR ke bidang pendidikan, terutama mendidik kewirausahaan. Alasannya, hingga saat ini jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat sedikit, yakni di bawah satu persen dari jumlah penduduk. “Idealnya, di atas dua persen,” tegasnya. Seharusnya, kata dia, tidak semua sarjana mencari kerja, namun justru menciptakan lapangan kerja. “Karena itu, komitmen kami kepada dunia pendidikan adalah kami mengajak mahasiswa dan alumni agar siap menjadi wirausaha baru. Jangan hanya ingin menjadi PNS, atau kerja kantoran saja. Menjadi wirausaha harus menjadi pilihan utama,” ujarnya.

…dst

8 ) KOMPETISI
Berani Jadi CEO? Cobalah…
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/07/19535339/Berani.Jadi.CEO.Cobalah…

Jumat, 7 Januari 2011 | 19:53 WIB
KOMPAS.com — Mau lihat bagaimana mahasiswa dan siswa mendadak bisa menjadi seorang chief executive officer atau CEO di sebuah perusahaan bonafide? Ikuti kompetisi simulasi bisnis akbar antara mahasiswa dan siswa/siswi SMK untuk menjadi CEO terbaik dalam mengelola bisnisnya secara online di Simulasi Bisnis (Simbiz) 2011: “Simulate Your Way to Success”, yang diadakan pada:
Hari: Sabtu-Minggu (15–16 Januari 2011)
Jam: 08.00-20.30 WIB
Tempat: The Joseph Wibowo Center Campus – Binus International Jl Hang Lekir I/No 6, Senayan, Jakarta Selatan
Acara: Kompetisi simulasi bisnis online, seminar kewirausahaan, dan pentas musik

>>>

9 ) Pekan Depan,Tersangka Korupsi Akpar Ditetapkan
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/374573/

Saturday, 08 January 2011
MAKASSAR (SINDO) – Penyidik Kejaksaan Negeri Makassar menjadwalkan ekspose dan penetapan tersangka dalam kasus dugaankorupsipengadaan alat dan fasilitas pendidikan di Akademi Pariwisata (Akpar) senilai Rp1 miliar,pekan depan. “Kita akan ekspose perkara sekaligus meningkatkan ke tingkat penyidikan dugaan korupsi Akpar, pekan depan,” tegas Kepala Seksi Intelijen, Muhammad Syahran Rauf kepada SINDO,kemarin. Syahran menegaskan, selain melakukan ekspose karus dugaan korupsi tersebut, penyidik juga akan menetapkan tersangka dugaan korupsi itu. Sekadar diketahui, penyidik kembali memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), AR, panitia lelang, dan rekanan,kemarin. Sementara, Direktur Akpar,KM akan kembali diperiksa Senin mendatang. Mereka diperiksa untuk merampungkan berkas pemeriksaan sebelum dilakukan ekspose. Salah satu pihak yang kemungkinan menjadi tersangka yakni PPK pengadaan alat pendidikan Akpar,AR.

…dst

10 ) Kesempatan Kedua bagi yang Putus Sekolah
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/374590/

Sunday, 09 January 2011
ANGKA siswa yang putus sekolah di Indonesia saat ini masih cukup tinggi.Pada tingkat SMP mencapai 10,268 juta siswa,sedangkan pada tingkat SMA mencapai 419.000 anak. Melihat angka ini, sudah tidak dapat dimungkiri bahwa pendidikan belum merata kepada semua masyarakat.Tidak terjangkaunya pendidikan membuat virus kemiskinan makin menjalar ke banyak orang. Kampanye sekolah gratis yang digalang Kemendiknas beberapa tahun lalu ternyata belum efektif. Anak putus sekolah tetap tinggi. Alhasil,pendidikan formal pun hanya dinikmati masyarakat yang mampu saja. Oleh karena itu, pendidikan formal yang tidak mampu digapai oleh mereka yang putus sekolah lebih baik ditutupi dengan pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal seperti pelatihan keterampilan hidup, kursus, dan berbagai program Paket A,B,dan C harus dilekatkan kepada mereka.
Misalnya sebagaimana yang dilakukan Adnan Wijayanto,pemilik toko dan servis komputer di kawasan Glagah Sari,Yogyakarta. Awalnya dia berstatus pengangguran dan hanya mengandalkan ijazah STM-nya untuk mencari kerja.Tiadanya perusahaan yang mau menerimanya membuat dia depresi.”Saya merasa tidak berguna.Pokoknya tidak nyaman sekali luntang-lantung di rumah,” kenangnya ketika dia belum dapat kerja saat ditemui beberapa waktu lalu. Akhirnya dia mendapat informasi mengenai pelatihan sebagai teknisi. Melalui pelatihan selama tiga bulan,kini dia mampu membuka toko komputer yang beromzet per bulannya Rp5 juta dari penjualan software dan hardware saja

…dst

11 ) Berita Lain-Lain
Duka Abadi Lapindo
Kasus dugaan Pemerkosaan TKI  di Malaysia
Abdullah Badawi Bantah Bantu Tutupi Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Rais
BNP2TKI: Rubingah Tidak Diperkosa Menteri Malaysia
Isu PRT Diperkosa Menteri Malaysia
Kemlu: Korban Minta Kasus PRT Diperkosa Menteri Malaysia Distop

Cak Imin Tunggu Fakta Menteri Malaysia Dituduh Perkosa TKI
Berita Politik
Rasa Keadilan Terusik ( terdakwa dilantik jadi pejabat negara )
Patrialis Dinilai Gegabah Tanggapi Gayus
Patrialis Dinilai Terburu-buru Sebut Sistem Imigrasi Sempurna
Panggung Politik 2011 Makin Kejam
Marzukie Alie: SBY Tak Bakal Lakukan Politik Dinasti
Putusan Ganda MA
Kasus Sumita Juga Jadi Perhatian Komisi Yudisial (Putusan ganda MA untuk Mantan Dirut TVRI)
MA Akui Ada Kesalahan dalam Perkara Sumita Tobing
KY Minta Klarifikasi Dugaan Putusan Ganda MA