1 ) Aturan Pengelolaan Dana Pengembangan Pendidikan Diterbitkan
http://www.republika.co.id/

Jumat, 14 Januari 2011, 10:38 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Menteri Keuangan menerbitkan aturan pengelolaan dana pengembangan pendidikan sebagai panduan agar pengelolaannya oleh badan layanan umum (BLU) berlangsung transparan dan akuntabel. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Keuangan, Yudi Pramadi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (14/1), menyebutkan, Menteri Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 238/PMK.05/2010 tentang Tata Cara Penyediaan, Pencairan, Pengelolaan, dan Pertanggungjawaban “Endowment Fund” dan Dana Cadangan Pendidikan. Yudi menyebutkan, dalam APBN dan/atau APBN Perubahan dialokasikan dana pengembangan pendidikan nasional berupa “endowment fund” dan dana cadangan pendidikan yang pengelolaannya dilakukan oleh BLU. Endowment fund adalah dana pengembangan pendidikan nasional yang dialokasikan dalam APBN dan/atau APBN-P yang bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi berikutnya sebagai bentuk pertanggungjawaban antar generasi (intergenerational equity).

…dst

2 ) Baru 12% Dosen Sandang Gelar Doktor
http://kampus.okezone.com/read/2011/01/14/373/413883/baru-12-dosen-sandang-gelar-doktor

Jum’at, 14 Januari 2011 – 17:19 wib
PALEMBANG – Dari 15.500 dosen yang mengajar di seluruh universitas negeri di Indonesia, ternyata baru 12 persen yang sudah menyelesaikan study strata 3 (S3). Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Karena itu pada 2011 ini Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) RI akan mengirim 1.000 dosen untuk menyelesaikan studi S3 ke luar negeri yang akan dibiayai negara. Hal ini terkuak saat Menteri Pendidikan Nasional (mendiknas) yang diwakili Wakil Mendiknas Fasli Djalal, membuka konvensi Kampus VII dan Temu tahunan XIII Forum Rektor Indonesia (FRI) di Aula Griya Agung, kemarin sekira pukul 20.00 WIB. “Kementerian Pendidikan Nasional akan mengirimkan 1.000 dosen untuk menempuh pendidikan di luar negeri dengan tujuan meraih gelar doktor,”katanya. Kondisi ini, kata Fasli Djalal, membuat pemerintah pusat menargetkan setiap tahunnya di Indonesia harus muncul sebanyak 7.000 lulusan S3. “Kita targetkan setiap tahunnya ada 7.000 lulusan S3 yang muncul di Universitas di Indonesia. Hal ini kita lakukan agar target 25 persen lulusan S3 di tahun 2014 bisa tercapai,” ujarnya.

…dst

3 ) UU Yayasan Akan Digugat
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=171821

BANDUNG, (PR) 15 Januari 2011
Asosiasi Badan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPTSI) akan menggugat pasal dalam Undang-Undang Yayasan No. 28 Tahun 2004 ke Mahkamah Konstitusi. Pasal itu dianggap tidak relevan karena melarang pembina yayasan untuk tidak mendapat honor dari hasil kekayaan lembaga tersebut. Hal itu dikatakan Ketua ABPTSI Jawa Barat Sali Iskandar saat ditemui di Bandung, Rabu (12/1). Undang-undang No. 28 Tahun 2004 merupakan perubahan dari Undang-Undang No. 16 Tahun 2o01 tentang Yayasan. Dalam Pasal 5 UU No. 28 Tahun 2004 disebutkan larangan bagi pembina, pengurus, dan pengawas yayasan menerima gaji dari lembaga yang dimilikinya. Peraturan tersebut berlaku kecuali pemilik yayasan tersebut melaksanakan kepengurusan secara penuh. Menurut Sali, peraturan tersebut sudah tidak relevan lagi saat ini. “Undang-undang tersebut dibuat berdasarkan aroma emosi karena dulu yang dihadapi adalah yayasan besar, misalnya saja yayasan yang dimiliki Soeharto,” ujarnya. Namun, kenyatannya banyak yayasan pendidikan yang berada di kelas menengah ke bawah. Misalnya saja, yayasan yang mendirikan madrasah.

…dst

4 ) UGM Kembangkan Riset Ecohealth
http://kampus.okezone.com/read/2011/01/14/373/413908/ugm-kembangkan-riset-ecohealth

Jum’at, 14 Januari 2011 – 16:42 wib
JAKARTA – Zoonotic Disease Center (ZDC) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan riset Ecohealth. Salah satu tujuannya, sebagai langkah penanggulangan penyakit menular dari hewan ke manusia karena faktor ekologi. Tidak hanya riset, ZDC UGM juga akan menjadi lembaga yang menyebarluaskan konsep pendidikan Ecohalth, sebuah disiplin ilmu baru yang mempelajari bagaimana perubahan dalam ekosistem bumi seperti lingkungan biologik, fisik, sosial, dan ekonomi mempengaruhi kesehatan manusia. “Kami ingin menyebarkan konsep ini ke masyarakat dengan merangkul para pihak yang bekepentingan,” kata peneliti zoonosis dari Fakultas Kesehatan Hewan (FKH) UGM Wayan Tunas Artama seperti dikutip dari situs UGM, Jumat (14/1/2011). Di berbagai negara, konsep ini telah diintegrasikan dengan kerja sama antar-universitas dan lintas disiplin ilmu pengetahuan. Karena kekompleksan bahasannya, Ecohealth memang menyatukan berbagai kalangan. Tidak hanya dokter dan dokter hewan, tetapi juga ahli dalam berbagai bidang seperti konservasi, ekonomi, sosial, perencana ruang, dan lainnya.

…dst

5 ) KSDI Perlu, Tapi Tetap Harus Dievaluasi
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/14/15432513/KSDI.Perlu..Tapi.Tetap.Harus.Dievaluasi

Jumat, 14 Januari 2011 | 15:43 WIB
DEPOK, KOMPAS.com – Universitas Indonesia (UI) bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) dan kalangan industri yang berlokasi di wilayah luar Jawa dan Bali menyelenggarakan program Kerjasama Daerah dan Industri (KSDI). Program ini diharapkan membuka kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswi berprestasi di luar Pulau Jawa Bali untuk menempuh studi di UI dengan pembiayaan pendidikan yang dilakukan oleh Pemda serta industri. Kepala Kantor Komunikasi UI Vishnu Juwono mengungkapkan, salah satu komponen dalam kerjasama KSDI itu adalah adanya proses penandatangan kerjasama yang dilakukan secara internal oleh pihak Pemda dan mahasiswa yang diusulkan untuk menempuh studi di UI. Proses tersebut kemudian dilanjutkan melalui kerjasama pembiayaan pendidikan antara Pemda atau pihak industri dan UI. “Kerjasama antara Pemda atau industri dan calon mahasiswa ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa si mahasiswa yang bersangkutan akan berkontribusi dalam membangun daerahnya maupun industri yang menjadi mitra kerjasama ketika selesai menempuh pendidikannya di UI,” papar Vishnu kepada Kompas.com, Jumat (14/1/2011).

…dst

6 ) UI Bertekad Lakukan Pemerataan Pendidikan Tinggi
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/01/14/158603-ui-bertekad-lakukan-pemerataan-pendidikan-tinggi

Jumat, 14 Januari 2011, 13:37 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK–Universitas Indonesia memiliki komitmen untuk memberikan kesempatan menempuh pendidikan tinggi bagi seluruh putera puteri di seluruh nusantara secara merata. “UI bekerjasama dengan pemerintah daerah dan kalangan Industri, yang berlokasi di wilayah luar pulau Jawa dan Bali dengan menyelenggarakan program Kerjasama Daerah dan Industri (KSDI),” kata Kepala Kantor Komunikasi UI, Vishnu Juwono, di Depok, Jumat (14/1). Program KSDI membuka kesempatan bagi anak bangsa yang terbaik dan berada di luar Pulau Jawa Bali untuk menempuh studi di UI, dan pembiayaan pendidikan dilakukan oleh Pemda serta industri. Vishnu menjelaskan bahwa salah satu komponen dalam kerjasama KSDI adalah adanya proses penandatangan kerjasama yang dilakukan secara internal oleh pihak Pemda dan mahasiswa yang diusulkan untuk menempuh studi di UI. Kemudian dilanjutkan melalui kerjasama pembiayaan pendidikan tersebut antara Pemda dan Industri dan UI. Kerja sama antara Pemda dan Industri dan calon mahasiswa dilakukan untuk memastikan mahasiswa yang bersangkutan ketika selesai menempuh pendidikan di UI akan berkontribusi dalam membangun daerahnya maupun industri yang menjadi mitra kerjasama. Dalam perjalanan pelaksanaan program KSDI ini memang tidak terlepas dari berbagai kekurangan, seperti adanya kegagalan pembayaran biaya pendidikan oleh mitra UI, minimum indeks prestasi kumulatif mahasiswa yang tidak sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh mitra UI sebagai penanggung jawab biaya pendidikan, dan permasalahan lain yang berada di luar otoritas UI. “Ini berdampak pada beberapa mahasiswa program KSDI yang harus putus kuliah karena adanya permasalahan tersebut,” ujarnya.

…dst

7 ) UI Bantu Tuntaskan Kasus David
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/14/1438424/UI.Bantu.Tuntaskan.Kasus.David

Jumat, 14 Januari 2011 | 14:38 WIB
DEPOK, KOMPAS.com – Kasus yang tengah ramai dan menjadi perhatian pihak Universitas Indonesia (UI) saat ini adalah kasus David Welkinson, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UI. David terancam putus kuliah karena diduga tersendatnya pembayaran biaya pendidikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu. Saat ini pihak UI tengah berupaya menjadi mediator agar terdapat penyelesaian persoalan pembiayaan pendidikan kuliah antara David dan pihak Pemda Bengkulu. Upaya yang dilakukan UI adalah memastikan David tetap bisa berkuliah dengan mengenakan status tunda bayar kepada David. “Ini agar dapat memberikan David waktu yang cukup untuk memperoleh solusi dalam masalahnya dengan pemda Bengkulu. Hal itu tentunya dengan dibantu pihak UI sebagai mediator,” ungkap Kepala Kantor Komunikasi UI Vishnu Juwono kepada Kompas.com, Jumat (14/1/2011).

…dst

8 ) Empat Astronom RI Menjadi Nama Asteroid
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/375904/38/

Saturday, 15 January 2011
BANDUNG (SINDO) – Empat astronom dari Kota Bandung, Jawa Barat, diabadikan menjadi nama asteroid oleh International Astronomical Union (IAU) yang beranggotakan para astronom dari seluruh dunia. Empat astronom ini merupakan mantan Kepala Observatorium Bosscha,Lembang,Jawa Barat. Mereka Bambang Hidayat, 76, Kepala Bosscha 1968–1999 yang diabadikan pada asteroid bernomor 12176. Nama asteroid itu kini menjadi asteroid Hidayat. Moedji Raharto ,56,Kepala Bosscha 1999– 2004 diabadikan pada asteroid 12177 dengan sebutan asteroid Raharto. Dhani Herdiwijaya, 47, Kepala Bosscha 2004–2005 jadi nama asteroid Dhani menggantikan asteroid 12178.
Lalu Taufiq Hidayat,Kepala Bosscha 2006– 2010, diabadikan pada asteroid 12179 dengan sebutan asteroid Taufiq. Pengabadian empat astronom Indonesia menjadi nama asteroid ditetapkan dalam rapat eksekutif IAU bulan November 2010. IAU adalah lembaga astronomi tertinggi di dunia yang anggotanya hampir dari seluruh negara. “Ini berarti dunia masih mengakui eksistensi Observatorium Bosscha dan mengakui apa yang dilakukan keempat astronom itu dalam dunia astronomi,” ungkap Kepala Bosscha Hakim L Malasan kemarin. Keempat astronom itu kebetulan berdomisili di Kota Bandung dan sama-sama jebolan Institut Teknologi Bandung. Kecuali Bambang Hidayat,semua astronom masih aktif mengajar sebagai dosen di ITB. “Pak Bambang Hidayat sudah pensiun,”sebut Hakim. Meski penetapan sudah dilakukan bulan November,IAU baru memublikasi hasil rapat eksekutif mereka dua bulan setelahnya atau Januari ini.

…dst

9 ) Integrasi Islam dalam Kurikulum Dipertegas
http://kampus.okezone.com/read/2011/01/14/373/413859/integrasi-islam-dalam-kurikulum-dipertegas

Jum’at, 14 Januari 2011 – 16:14 wib
YOGYAKARTA – Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta bekerja sama dengan International Institute of Islamic Tought mengevaluasi kurikulum pembelajaran di kampusnya. Wakil Rektor I UII Nandang Sutrisno mengatakan, UII menerapkan tiga tahapan dalam penerapan kurikulum pembelajarannya. Ketiga tahapan itu adalah kompilasi, komparasi, dan integrasi ajaran serta nilai-nilai keIslaman dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan. “Kami berharap, dengan tiga tahapan tersebut, UII sebagai universitas Islam besar mampu memiliki kurikulum yang ideal. Tidak saja untuk kegiatan transfer ilmu pengetahuan dan pengembangannya, tetapi juga kemampuan untuk mencetak sumber daya manusia yang berkarakter,” tuturnya, kemarin. Menurutnya, UII memiliki tujuan untuk memproduksi tenaga ahli dan sarjana muslim. Sehingga tujuannya tidak saja untuk mencetak SDM yang berilmu, tetapi juga membentuk ilmuwan yang bertakwa, berakhlak mulia, terampil, berilmu amaliah, dan beramal ilmiah.

…dst

10 ) UII Yogya Kembangkan Sistem Informasi Obat Bagi Publik
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/01/14/brk,20110114-306186,id.html
Jum’at, 14 Januari 2011 | 09:41 WIB

TEMPO Interaktif, YOGYAKARTA – Jurusan Teknik Informatika dan Magister Teknik Informatika Fakultas Teknik Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta mengembangkan sistem pelayanan informasi obat melalui penelitian. “Penelitian dilakukan dosen Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Uji Sektiawan dengan melibatkan ahli farmasi untuk membangun model data,” kata Direktur Pascasarjana FTI UII Sri Kusumadewi, di Yogyakarta, Kamis. Menurut dia, model data itu dibangun dari pengetahuan farmasi khususnya obat dengan melakukan studi literatur dari beberapa kamus obat yang sudah banyak beredar. “Hal tersebut dilakukan karena munculnya aneka penyakit yang diiringi dengan perkembangan teknologi kesehatan dan farmasi berimplikasi pada banyaknya macam dan jenis obat,” katanya. Ia mengatakan apoteker, dokter, masyarakat, dan mahasiswa yang telah mendalami farmasi tentu sangat membutuhkan informasi terkait obat-obatan.

…dst

11 ) Sentra HAKI Unnes Dorong Pencapaian Akreditasi Dikti
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/01/15/134630/Sentra-HAKI-Unnes-Dorong-Pencapaian-Akreditasi-Dikti

15 Januari 2011
SEMARANG-Keberadaan Sentra Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (LP2M Unnes), akan mendorong pencapaian akreditasi dari Ditjen Dikti. Sebab, semakin banyak produk hasil penelitian atau teknologi tepat guna yang dipatenkan pada perguruan tinggi (PT), akan memberikan nilai plus pada penilaian akreditasi. Kepala LP2M Unnes Bambang BR mengatakan, empat produk PT yang digariskan Ditjen Dikti dalam hal pengajaran dan penelitian, yakni artikel ilmiah, buku teks, teknologi tepat guna, dan hak paten. Untuk memperoleh hak paten dari produk yang telah dihasilkan tersebut sangat sulit.
`’Kalau dilihat dari jumlah produk mungkin sangat banyak. Namun untuk mencapai tataran tertinggi dan posisi yang kuat serta tidak ada orang yang mengklaim tentang hak cipta atau paten, maka perlu dipatenkan. Karena itu, Unnes membentuk Sentra HAKI untuk memfasilitasi hal itu,” jelasnya, saat meluncurkan Sentra HAKI LP2M Unnes di Kampus Sekaran, Rabu (12/1).

…dst

12 ) PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN
Bahkan, Pakar dari Harvard Turun Tangan
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/14/10462230/Bahkan..Pakar.dari.Harvard.Turun.Tangan

Jumat, 14 Januari 2011 | 10:46 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship belum berkembang dan diterapkan secara meluas di sekolah-sekolah, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. “Karena itu, untuk mengembangkan pendidikan entrepreneurship, peningkatan pemahaman dan kualitas guru menjadi prioritas,” kata Pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC), Ir Ciputra, Kamis (13/1/2011), di Ciputra World Marketing Gallery, Jakarta.Untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar pada bidang kewirausahaan, UCEC bekerja sama dengan Kauffman Foundation, yayasan kewirausahaan terbesar di dunia, untuk melatih dosen-dosen Indonesia dalam Global Faculty Visitor Program (GFVP) selama enam bulan di Amerika Serikat. Dalam program tersebut, para peserta akan dilatih para pakar kewirausahaan, antara lain, dari Universitas Harvard, MIT, dan Universitas Stanford.

…dst

13 ) Sudah Tahu Cara Mendaftar SNMPTN?
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/13/19450736/Sudah.Tahu.Cara.Mendaftar.SNMPTN.

Kamis, 13 Januari 2011 | 19:45 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 akan dilaksanakan serentak pada 31 Mei dan 1 Juni 2011. Selain ujian tertulis, ujian seleksi masuk juga dilakukan melalui jalur undangan. Direktur Jenderal Dikti Djoko Santoso mengatakan, tahun ini diperkirakan ada 800.00 pendaftar yang akan memperebutkan sekitar 200.000 kursi di 60 PTN peserta SNMPTN. Calon mahasiswa diperbolehkan memilih dua PTN dan tiga program studi di setiap PTN. Dari 200.000 total daya tampung itu, sekitar 120.000 di antaranya akan diterima melalui jalur tertulis dan keterampilan, serta jalur undangan. Sisanya, PTN diperbolehkan melakukan seleksi melalui jalur mandiri…cut…Informasi lebih lanjut bisa diperoleh di situs http://www.snmptn.ac.i atau melalui akun twitter:@snmptn2011 atau Panitia Pelaksana SNMPTN 2011 di Gedung Rektorat IPB lantai 2 Kampus IPB Dermaga, Bogor, Jawa Barat. Bisa juga melalui call center 08041-450-450 dan e-mail: panitia@snmptn.ac.id.

…dst

14 ) Pemerintah Diminta Awasi Seleksi Mandiri PTN
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/01/14/brk,20110114-306257,id.html

Jum’at, 14 Januari 2011 | 14:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Perguruan Tinggi Negeri diminta tetap mengutamakan kualitas calon mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri. Pemerintah juga diminta untuk mengawasi seleksi jalur mandiri yang dilakukan PTN. Anggota Komisi Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat, Rohmani mengingatkan PTN untuk jangan semata-mata mengutamakan kemampuan finansial dan melupakan kualitas calon mahasiswanya. “Bila ini terjadi maka membangun perguruan tinggi kelas dunia akan sulit tercapai,” kata Rohmani melalui siaran persnya hari ini, Jumat 14 Januari 2011. Menurut dia, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru, pemerintah memberikan kuota 40 persen untuk seleksi penerimaan calon mahasiswa baru yang diserahkan pengelolaannya secara otonom ke PTN.

…dst

15 ) Penilaian Prestasi Harus Teliti
SNMPTN Jalur Undangan
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/01/15/134628/Penilaian-Prestasi-Harus-Teliti

15 Januari 2011
SEMARANG- Penilaian prestasi calon mahasiswa dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan, harus teliti.
Selain itu, ukuran prestasi jangan ditafsirkan hanya dari nilai rapor, melainkan harus dari nilai ujian nasional, prestasi nonakademik selama sekolah, dan kepribadian. Pasalnya, berdasarkan pengalaman seleksi jalur undangan yang dulu bernama pola Penerimaan Seleksi Siswa Perprestasi (PSSB), seringkali nilai rapor dimanipulasi oleh pihak sekolah demi meloloskan siswanya dalam seleksi masuk tersebut. “Tak dapat dipungkiri, citra sekolah akan terangkat jika lulusannya berhasil diterima di PTN,” kata pakar pendidikan dari Unnes dan Unissula, Prof Retmono, Jumat (14/1). Dia mengharuskan PTN melayangkan undangan kepada seluruh sekolah yang masuk dalam cakupan wilayah PTN tersebut. Kalau yang diundang berdasarkan klasifikasi sekolah, misalnya RSBI atau sekolah favorit, menurutnya, sangat tidak adil dan diskriminatif. “Sebab, nilai atau prestasi siswa di sekolah pinggiran yang selama ini tidak dipandang favorit, belum tentu kalah dengan sekolah favorit atau RSBI. Banyak siswa berpotensi dalam bidang seni dan olahraga, bersekolah di sekolah pinggiran. Saya memandang anggapan berprestasi itu jangan hanya dalam bidang akademik,” ungkapnya.

…dst

16 ) Unsri Sediakan 6.434 Kursi
http://kampus.okezone.com/read/2011/01/14/373/413886/unsri-sediakan-6-434-kursi

Jum’at, 14 Januari 2011 – 18:25 wib
PALEMBANG – Universitas Sriwijaya (Unsri) menyediakan 6.434 kursi bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2011/2012. Untuk memenuhi kuota tersebut, pihak panitia akan melakukan penerimaan mahasiswa melalui metode seleksi dan undangan khusus. Pembantu Rektor I Universitas Sriwijaya (Unsri) Zulkifli Dahlan mengatakan dalam mekanismenya, penerimaan calon mahasiswa baru ini akan dibuka melalui lima jalur, yakni melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dengan kuota sebanyak 3.110 mahasiswa, dan ujian saringan masuk (USM) sebanyak 2.415 mahasiswa. Sementara, untuk tiga jalur lainnya akan menggunakan sistem undangan. Masing-masing Penelusuran Minat Prestasi (PMP) sebanyak 510 orang, Program Beasiswa Kemitraan Daerah (PBKD) 99 orang, serta Bidik Misi (BM) sebanyak 400 orang. “Kelima jalur ini akan menggunakan metode yang berbeda dalam tahapan rekrutmennya,” ujar Zulkifli Dahlan di Kampus Magister Manajemen (MM) Unsri Bukit Besar Palembang kemarin.

…dst

17 ) UNJ Siap Berikan 60 Persen Kursi Lewat SNMPTN
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/01/14/brk,20110114-306279,id.html

Jum’at, 14 Januari 2011 | 14:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Universitas Negeri Jakarta siap menjatahkan 60 persen kursi mahasiswa baru di perguruan tinggi ini, melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Hal ini dikatakan Rektor UNJ Prof. Bejo Sujanto ketika dihubungi Tempo, Jumat 14 Januari 2011. Universitas Negeri Jakarta, menurut Bejo, tak memiliki masalah dengan aturan baru yang diterapkan Kementerian Pendidikan Nasional itu. “Dulu kita sudah 50 persen lewat SNMPTN, sekarang dinaikkan itu tidak menjadi masalah,” kata dia.
Pada tahun akademik 2010/2011, panitia seleksi UNJ telah menyeleksi dan meluluskan peserta SNMPTN yang memilih program studi di lingkungan UNJ sebanyak 1.098 orang. Sementara itu, untuk seleksi mandiri, UNJ tetap akan menggelarnya. Adapun porsinya, kata Bejo, diberikan sebesar 40 persen melalui Ujian Masuk Bersama. “Untuk jadwal kita juga sudah dari awal tidak pernah mendahului SNMPTN, selalu setelahnya,” kata Bejo. Rencananya UNJ akan melakukan ujian seleksi mandiri pada Juli mendatang.

…dst

18 ) Publik Butuh Referensi Akademisi
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=171820

JATINANGOR, (PR) 15 Januari 2011
Publik membutuhkan referensi keilmuan dari kalangan akademisi dan pakar perguruan tinggi. Oleh karena itu, dosen dituntut agar dapat memenuhi ketersediaan referensi ilmu tersebut, salah satunya melalui penerbitan buku sebagai karya ilmiah. “Buku karya akademisi tidak hanya untuk bahan kajian mahasiswa, sering dicari publik. Selain untuk menambah referensi, buku tersebut juga sangat dibutuhkan dalam melacak teori,” tutur Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Deddy Mulyana di Jatinangor, Jumat (14/1). Deddy menjelaskan, wajar jika publik mengharapkan penerbitan buku karya para dosen. Hal ini disebabkan hasil pemikiran dosen yang lebih banyak dikemukakan di sekitar perguruan tinggi. “Kajian ilmiah dan keilmuan dosen lebih banyak terpaparkan dalam perkuliahan. Akan tetapi, hasilnya jadi terbatas karena yang memperoleh keilmuannya mahasiswa dan akademisi saja,” ujarnya.

…dst

OOT:

19 ) Perubahan Jadwal Ujian Memberatkan Sekolah Swasta
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=171824

BANDUNG, (PR) 15 Januari 2011
Perubahan mekanisme pelaksanaan Ujian Nasional pada 2011 yang mengharuskan penyelenggaraan ujian sekolah terlebih dahulu membuat sekolah-sekolah swasta merasa berat. Hal ini disebabkan masalah biaya yang harus dikeluarkan saat pelaksanaan ujian sekolah. Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta M. Said Sediohadi mengatakan, untuk swasta mekanisme baru ini berat sekali karena kondisi sekolah yang serba terbatas, terutama sekolah swasta yang kecil. “Pelaksanaan ujian akhir sekolah itu membutuhkan biaya yang cukup besar, sedangkan untuk memungut biaya dari siswa juga tidak bisa sembarangan,” tutur Said yang dihubungi Jumat (14/1). Said mengungkapkan, penentuan bobot nilai kelulusan 60:40 juga menyulitkan sekolah swasta karena harus mempersiapkan nilai-nilai semester sebelumnya. Selain itu, perlu diadakan lagi rapat dewan guru dan orang tua sebagai salah satu penentuan kelulusan. “Dengan proses yang seperti ini, kami juga mengkhawatirkan akan terjadi pengatrolan nilai,” ucap Said.

…dst

20 ) Indonesia Diakui
http://cetak.kompas.com/read/2011/01/15/03420193/indonesia.diakui

Sabtu, 15 Januari 2011 | 03:42 WIB
London, Kompas – Indonesia menjadi pemain yang diperhitungkan di tingkat dunia dalam mengisi materi pembelajaran teknologi informasi. Perusahaan peranti lunak Indonesia, PT Pesona Edukasi, yang mengembangkan pembelajaran sains dan Matematika, diakui sudah berkelas dunia. Dalam malam penganugerahan British Education and Training Technology (BETT) Awards di London, Inggris, Rabu (12/1) malam waktu setempat, karya anak bangsa yang dikembangkan PT Pesona Edukasi atau di dunia internasional dikenal sebagai AmazingEdu Software masuk sebagai salah satu dari tujuh finalis dalam kategori Secondary, FE and Skills Digital Content. Meskipun software Amazing Physics yang dijagokan Indonesia tidak keluar sebagai pemenang di kategori tersebut, pengakuan itu dinilai merupakan prestasi yang membanggakan.

…dst

21 ) Berita Lain-Lain
Berita Politik
Apa Kabar Mantan Ketua KPK?
Pemerintahan SBY Disandera Kasus Hukum
Hatta Tak Melihat Gelagat Reshuffle
Hatta : Isu Reshuffle Ganggu Kekompakan Kabinet
Mubarok: SBY Akan Buat Kejutan ( Perombakan Kabinet )