1 ) KPK Turun, Kemendiknas Siap Diperiksa
Terkait Aliran Dana Liar Rp 2,3 Triliun
http://www.jpnn.com/

Senin, 17 Januari 2011 , 05:51:00
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tidak menyangkal jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah turun melakukan pemeriksaan. Kemendiknas berharap, dengan turunnya KPK itu bisa memastikan jika aliran dana liar temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2009 senilai Rp 2,3 triliun benar-benar merugikan negara.
Gerak cepat KPK mengusut temuan BPK itu memang harus segera. Sebab, kemendiknas dicap sebagai lembaga yang cukup basah. Ladangnya duit. Kemendiknas melansir, tahun ini anggaran fungsi pendidikan dari APBN 2011 lebih Rp 248 triliun. Atau mencapai 20,2 persen dari total APBN 2011 yang mencapai Rp 1.229,5 triliun. Kucuran anggaran pendidikan tahun ini, naik dari tahun sebelumnya yang “hanya” Rp 225 triliun (lihat grafis). Dengan turunnya KPK, diharapkan anggaran APBN 2011 ini tidak meninggalkan temuan dana liar di kemudian waktu. Dalam anggaran 2011 ini ada beberapa pos anggaran kemendiknas yang cukup besar. Jika tidak dikawal dan diawasi, bisa menjadi ladang korupsi.

…dst

2 ) Mendiknas Bantah Korupsi Rp2,3 Triliun
http://www.antaranews.com/

Minggu, 16 Januari 2011 19:28 WIB
Surabaya (ANTARA News) – Mendiknas Mohammad Nuh membantah pihaknya melakukan korupsi Rp2,3 triliun terkait temuan BPK tentang penyimpangan di kementerian yang dipimpinnya. “Penyimpangan APBN 2009 yang dilaporkan BPK itu bukan berarti penyelewengan atau mengarah ke TPK (tindak pidana korupsi),” katanya kepada pers di kediamannya, di Surabaya, Minggu. Didampingi staf khusus bidang media massa, Sukemi, ia menjelaskan penyimpangan yang ditemukan BPK umumnya tentang proyek rumah sakit pendidikan (RSP) yang seharusnya sudah selesai, tapi ternyata belum. “Jadi, nilai proyek tidak diselewengkan atau bahkan dikorupsi, tapi ada kerugian akibat penyelesaian yang tidak tepat waktu. Umumnya proyek di rumah sakit pendidikan (RSP),” katanya.
RSP yang dimaksud ada pada sembilan universitas yakni Unair, Universitas Mataram, Universitas Sumatera Utara (USU), Unhas, Unpadj, UGM, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Udayana (Unud) Denpasar. Ia mencontohkan peralatan RSP di Unair senilai Rp39 miliar yang sudah waktunya berfungsi, tapi ternyata belum difungsikan karena beberapa kendala, di antaranya pembangunan fisik belum 100 persen dan aliran listrik yang belum tersambung. “Saya sudah mengundang pimpinan sembilan universitas itu, saya minta mereka untuk memberi peringatan kepada pimpinan proyek (pimpro) dan didenda dengan uang denda masuk ke kas negara. Kalau masih tetap tidak bisa menepati janji, maka harus di-`black list` (dicoret),” katanya.

…dst

3 ) Mendiknas Hapus Jalur Mandiri di PTN
http://www.antaranews.com/

Minggu, 16 Januari 2011 20:27 WIB
Surabaya (ANTARA News) – Mendiknas Mohammad Nuh menghapus jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN) yang membuat pendidikan tinggi menjadi mahal. “Insya-Allah, tahun 2012 sudah tidak ada lagi jalur mandiri,” katanya kepada pers di kediamannya, di Surabaya, Minggu. Didampingi staf khusus bidang media massa, Sukemi, ia menjelaskan, struktur anggaran PTN selama ini berkisar pada SPP (dana masyarakat), kerja sama (mitra), dan pemerintah (dana bantuan pemerintah). “Selama ini, PTN ambil jalan pintas untuk membiayai diri dengan menaikkan SPP atau membuka jalur mandiri, nanti hal itu akan diubah secara bertahap dengan dana pemerintah lebih meningkat,” katanya. Menurut mantan Rektor ITS Surabaya itu, peningkatan dukungan pemerintah untuk anggaran PTN itu sangat memungkinkan sehubungan dengan kenaikan anggaran fungsi pendidikan. “Tahun 2011, anggaran fungsi pendidikan yang kami kelola mencapai Rp248 triliun dan tahun 2012 akan meningkat Rp40 triliun lebih menjadi Rp284 triliun, sehingga dana untuk pendidikan tinggi akan dapat ditingkatkan,” katanya. Bahkan, katanya, pihaknya secara khusus akan mengucurkan dana Rp200 miliar untuk Universitas Trunojoyo (Unijoyo) di Bangkalan, Madura.

…dst

4 ) Persaingan Akan Lebih Adil
Penghapusan Jalur Mandiri di Perguruan Tinggi Negeri
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

BANDUNG, (PR) 17 Januari 2011
Langkah Institut Teknologi Bandung, yang menghapus jalur penerimaan mandiri mulai 2011 patut diapresiasi. Pasalnya, setelah sekian lama pembukaan jalur mandiri di hampir semua perguruan tinggi negeri di Indonesia, image pendidikan mahal, erat melekat. Padahal, sejatinya pendidikan tidak hanya milik mereka yang berpunya. Hakikatnya, perguruan tinggi negeri mampu merangkul semua lapisan dan melayani seluruh masyarakat. Aktivis Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia (MP2I) Eko Purwono mengatakan, langkah ITB ini patut dipuji, karena akan menghilangkan persaingan yang tidak adil antara calon mahasiswa, yang tidak mampu dengan yang mampu dalam memperebutkan tiket masuk perguruan tinggi. Langkah itu juga akan mengurangi citra perguruan tinggi sebagai lembaga komersial. “Persoalannya sekarang adalah bagaimana caranya agar mereka yang berkemampuan lebih, rela membayar lebih tinggi dari rata-rata, sekalipun masuk melalui penerimaan sistem nasional,” ujarnya, saat dihubungi Sabtu (15/1).

…dst

5 ) UPI dan UIN Masih Gunakan Jalur Mandiri
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

BANDUNG, (PR).17 Januari 2011
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) akan tetap membuka jalur mandiri sebesar 30 persen dari total kuota mahasiswa baru tahun 2011. Sementara kuota siswa yang tidak mampu sebanyak 20 persen akan ditampung melalui program beasiswa.”Pada tahun 2011, 60 persen penerimaan mahasiswa baru berasal dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sebenarnya kita sudah bisa melaksanakan amanat yang diminta oleh PP No. 66 Tahun 2010,” kata Rektor UPI Sunaryo Kartadinata saat dihubungi “PR”, Sabtu (15/1).
Selain jalur tersebut, 10 persen mahasiswa baru UPI akan diterima melalui program Bidik Misi. Bidik Misi merupakan program beasiswa dari Kementerian Pendidikan Nasional untuk siswa berprestasi yang tidak mampu. Meskipun tidak menghapus jalur mandiri, Sunaryo mengatakan, pada dasarnya biaya masuk UPI masih terjangkau bila dibandingkan dengan perguruan tinggi lain. Sementara itu, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) dipastikan masih menyelenggarakan ujian saringan lokal sebagai jalur seleksi masuk bagi calon mahasiswa. Praktis, tidak ada perubahan pada jalur seleksi masuk Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri tersebut

…dst

6 ) Dengan Beasiswa pun Kuliah Belum Tentu “Aman”
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

17 Januari 2011
Kuliah dan menjadi mahasiswa merupakan impian para lulusan SMA/SMK. Namun banyak yang terpaksa berpikir dua kali, bahkan gigit jari manakala disodorkan sejumlah biaya yang harus dimiliki calon mahasiswa untuk menyelesaikan kuliah di salah satu universitas.
Terlebih bagi mereka yang terpaksa indekos karena lokasi kampus jauh dari tempat tinggal. Besarnya biaya nonakademik bahkan sering menjadi hambatan dalam penyelesaian kuliah. Bagi mahasiswa tidak mampu, kuliah gratis merupakan penyambung asa menuju masa depan yang diimpikan. Akan tetapi, pada kenyataannya, beasiswa saja tidaklah cukup. Khususnya bagi mahasiswa perantau, biaya hidup untuk memenuhi kebutuhan pokok ketika kuliah di perantauan tentu saja tidak dapat diabaikan. Tengok saja nasib sejumlah penerima Beasiswa Pelopor. Mereka dijanjikan pemerintah Provinsi Jawa Barat memperoleh biaya pendidikan masing-masing Rp 100 juta selama menjadi mahasiswa sampai lulus sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB). Jumlah tersebut sudah termasuk biaya hidup Rp 700.000 setiap bulannya. Dengan catatan, mereka harus lulus tepat waktu. Namun bukan saja jumlahnya yang dinilai belum mencukupi, keterlambatan penyaluran biaya juga menjadi ganjalan besar bagi penerima.

…dst

7 ) Yayasan Akan Rangkul Semua Komponen Trisakti
http://www.antaranews.com/

Minggu, 16 Januari 2011 20:23 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Ketua Tim V yang diberi mandat Yayasan Trisakti, Anak Agung Gde Agung, menyatakan akan mengembalikan Universitas Trisakti di bawah naungan yayasan dengan merangkul semua pihak demi masa depan yang lebih baik. “Kami akan merangkul semua pihak, Universitas Trisakti harus dikembalikan pada cita-citanya yang benar,” kata Anak Agung, di Jakarta, Minggu. Mantan menteri di Era Presiden Gus Dur itu mengatakan bahwa pihaknya pekan lalu sudah mengundang komponen pengajar di universitas Trisakti, namun hanya ada beberapa yang hadir. “Mereka agaknya masih takut, tapi saya sampaikan tidak perlu takut. Atas dasar hukum kami akan membangun kembali universitas yang selama ini dibuat ajang mencari uang pribadi-pribadi,” katanya.
“Semua fakta yang ada diputar, seolah-olah yayasan yang salah dan dibenturkan dengan komponen yang ada di kampus,” katanya.
Karena itu, lanjutnya, pihaknya mengimbau agar jangan ada pihak yang mau dibenturkan lagi, termasuk mahasiswa. Dia menegasan bahwa keputusan hukum sudah sangat jelas. Setelah pelaksanaan eksekusi, kata Anak Agung, pihaknya akan melakukan audit secara menyeluruh, termasuk mencari tahu, mengapa dana abadi bisa habis dan ke mana saja dana mahasiswa dihabiskan. “Yang jelas, ini bukan konflik antara yayasan dan universitas, tetapi yayasan dengan beberapa oknum sehingga universitas jangan sampai jadi korban,” katanya.

…dst

8 ) Mayoritas Pengajar Dinilai Masih Ketakutan
Konflik Internal di Universitas Trisakti
http://www.jpnn.com/

Minggu, 16 Januari 2011 , 23:29:00
JAKARTA– Ketua Tim V, Anak Agung Gde Agung, selaku pihak yang diberi mandat oleh Yayasan Trisakti menyatakan siap merangkul semua komponen Trisakti demi membawa Trisakti ke masa depan yang lebih baik. “Kami akan merangkul semua pihak, Universitas Trisakti harus dikembalikan pada cita-citanya yang benar,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (16/1). Untuk mewujudkan hal tersebut, Anak Agung Gde Agung yang akrab disapa Anak Agung ini menerangkan, pihaknya pekan lalu sudah mengundang komponen pengajar di Universitas Trisakti, namun hanya ada beberapa yang hadir. Menurutnya, sebagian besar pengajar Trisakti masih sedikit takut untuk menghadiri dan mengikuti ajakannya. “Mereka agaknya masih takut. Tapi saya sampaikan tidak perlu takut. Atas dasar hukum kami akan membangun kembali universitas yang selama ini dibuat ajang mencari uang pribadi-pribadi,” katanya.
Dijelaskan, dalam kondisi saat ini cenderung semua fakta yang ada sudah diputarbalikkan. Sehingga, lanjut dia, kerap kali pihak Yayasan merasa sering dibenturkan dengan pihak komponen kampus. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar jangan ada pihak yang mau dibenturkan lagi, termasuk mahasiswa karena keputusan hukum sudah sangat jelas. “Setelah itu kami akan audit secara menyeluruh, termasuk mencari tahu, mengapa dana abadi bisa habis. Dan kemana saja dana mahasiswa dihabiskan. Yang jelas, ini bukan konflik antara yayasan dan universitas, tetapi yayasan dengan beberapa orang oknum. Sehingga universitas jangan sampai jadi korban,” tandasnya.

…dst

9 ) USU-UMA-Penang Garap MoU Pemikiran Islam
http://kampus.okezone.com/

Sabtu, 15 Januari 2011 – 13:38 wib
MEDAN – Pusat Studi Pembangunan Politik Islam (CISDEV) Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Sumatera Utara bersama Pascasarjana Universitas Medan Area (UMA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pusat Pembangunan Berteraskan Islam (ISDEV) Universiti Sains Malaysia (USM).”MoU dengan universitas terbesar di Malaysia itu merupakan bentuk keseriusan kita dalam mengembangkan sebuah kerja sama di tingkat internasional, khususnya penyebaran pemikiran pembangunan Islam,” kata Warjio dari CISDEV Departemen Ilmu Politik FISIP USU di Kampus USU Medan, Sabtu (15/1/2011). Penandatanganan MoU itu dilakukan di Kampus USM Penang, Malaysia, beberapa waktu lalu, oleh Warjio dari CISDEV FISIP USU, Direktur Pascasarjana UMA Heri Kusmanto, Prof Muhammad Syukri Salleh dari dari ISDEV USM. Momen ini sendiri merupakan momen sejarah bagi ketiga institusi tersebut, dalam pengembangan diri tentang kajian pembangunan Islam.

…dst

10 ) USU Medan Kerjasama dengan Kampus Amerika
http://kampus.okezone.com/

Sabtu, 15 Januari 2011 – 15:33 wib
MEDAN – Delegasi dari Utah State University (USU) Logan, Utah, Amerika Serikat melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak sepakat untuk melakukan kerja sama di bidang pendidikan. “Rencananya kerja sama tersebut dalam bentuk pemberian beasiswa kepada mahasiswa USU Medan untuk melanjutkan studi ke USU Utah, dan kerja sama di bidang lainnya. Oleh karena itu, mereka melakukan penjajakan dalam kunjungan kemarin,” kata Kepala Bagian Humas USU Bisru Hafi di Kampus USU Medan, Sabtu (15/1/2011). Selain itu, pihak tamu juga melakukan pengenalan tentang USU Utah dalam kunjungan tersebut. Delegasi USU Utah ini terdari dari Vice Provost for International Education USU Utah Mary Hubbard, Program Coordinator USU Utah Shelly Hernandez dan Karin deJonge-Kannan. Mereka diterima langsung oleh Pembantu Rektor IV USU Medan Prof Ningrum Natasya Sirait didampingi oleh Prof Alvi Syahrin di Lantai III Gedung Biro Rektor USU, Kampus USU Padang Bulan, Medan. Selain itu, sejumlah dekan di lingkungan USU juga turut hadir.

…dst

11 ) UGM Jajaki Kerjasama dengan Universutas Thailand
http://kampus.okezone.com/
Sabtu, 15 Januari 2011 – 14:56 wib

YOGYAKARTA- Sebanyak 31 delegasi dari Universitas Khon Khaen, Thailand hari ini, Jumat (14/1) mengunjungi UGM. Kedatangan delegasi tersebut dipimpin langsung oleh President Universitas Khon Khaen, Dr Sumon Sakolchai. Kedatangan para delegasi dari Thailand ini diterima oleh Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi dan Sumberdaya Manusia Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Ainun Na’im, M.B.A didampingi oleh beberapa pejabat UGM, seperti Sekretaris Eksekutif Drs Djoko Moerdiyanto, M.A., Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Dr Rahmat Sriwijaya, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. Menurut Dr Sumon Sakolchai, Universitas Khon Khaen merupakan salah satu universitas besar yang ada di kawasan Asia. Saat ini Khon Khaen memiliki 22 fakultas dan 40 ribu mahasiswa. UGM kata Sumon merupakan satu dari empat universitas mitra yang telah menjalin kerjasama. “UGM merupakan salah satu mitra dari Khon Khaen yang prospektif untuk diajak bekerjasama baik untuk kalangan mahasiswa maupun dosen,” kata Sumon.

…dst

12 ) UI Jalin Kerja Sama dengan Daerah & Industri
http://kampus.okezone.com/

Jum’at, 14 Januari 2011 – 20:01 wib
DEPOK – Universitas Indonesia (UI) menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) dan kalangan industri yang berlokasi di wilayah luar pulau Jawa dan Bali. Kerja sama dalam ruang lingkup industri. Program KSDI (Kerja Sama Daerah dan Industri) membuka kesempatan bagi siapa pun yang berada di luar Pulau Jawa Bali untuk menempuh studi di UI dan pembiayaan pendidikan dilakukan oleh Pemda serta industri. Kepala Kantor Komunikasi UI Vishnu Juwono mengatakan satu komponen dalam kerja sama KSDI adalah adanya proses penandatangan kerja sama yang dilakukan secara internal oleh pihak Pemda dan mahasiswa yang diusulkan untuk menempuh studi di UI. Kemudian, kata Vishnu, dilanjutkan melalui kerja sama pembiayaan pendidikan tersebut antara Pemda/Industri dan UI. “Kerja sama antara Pemda atau industri dengan calon mahasiswa dilakukan untuk memastikan mahasiswa yang bersangkutan ketika selesai menempuh pendidikan di UI akan berkontribusi dalam membangun daerahnya maupun industri yang menjadi mitra kerja sama,” katanya dalam rilis kepada okezone, Jumat (14/1/2011).

…dst

13 ) Jatinangor Digoyang Isu SARA
Rektor IPDN Minta Maaf Pada Warga Sunda
http://bandung.detik.com/

Senin, 17/01/2011 01:48 WIB
Bandung – Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi meminta maaf di hadapan masyarakat sunda dalam pertemuan di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu(16/1/2011) malam. Dalam pertemuan dengan sekitar 100 perwakilan masyarakat sunda dari berbagai elemen itu, Nyoman belasan kali mengucapkan permintaan maaf.
Nyoman yang mengenakan kemeja biru itu mengaku tidak bermaksud menghina masyarakat sunda. Bahkan, ia bersumpah di hadapan warga yang hadir bahwa ia sama sekali tidak berniat menyulut konflik. “Saya minta maaf. Kalau ternyata apa yang saya sampaikan waktu itu diterima (masyarakat) persepsinya salah, saya minta maaf,” kata Nyoman usai pertemuan di hadapan wartawan. Ia mengaku saat apel pagi Rabu (12/1/2011) lalu hanya meminjam istilah orang sunda berkenaan dengan banyaknya kasus pencurian di IPDN akhir-akhir ini. Dalam pandangannya, orang sunda penuh dengan landasan kearifan lokal, tutur katanya lembut, sampai-sampai maling pun tidak ditegur.

…dst

14 ) Berita Lain-Lain
Bencana Alam
Letusan Gunung Merapi Sebabkan Kerugian Total Rp 4,23 Triliun
Belajar Hal Baru dari Merapi
Korban Bencana Lahar Merapi Perlu Pendampingan
Korban Lahar Dingin Menolak Transmigrasi
Kalla: Penanganan Bencana Jangan Hanya Tergantung Pusat
Presiden Instruksikan Menteri Sukseskan Penanganan Anomali Iklim
Jalan Magelang-Yogyakarta Ditutup Lagi
Politik
Centurygate Pascaputusan MK
SBY Aman, Boediono Terancam
Presiden Tak Ingin Tuduhan Kebohongan Jadi Memori Publik
SBY Ditolak jadi Raja Batak
Menteri Terlalu Reaktif Tanggapi Kritik
TNI Diminta Ikut Bela Keistimewaan Yogya
Gayus
Polisi Gandeng KPK Usut 151 Perusahaan Terkait Gayus
Polisi Mulai Incar Penyuap Gayus
Warga AS Diduga Otak Pemalsuan Paspor Gayus
Kasus Gayus Dianggap Bom Waktu
Istri Gayus Minta ‘Bantuan’ Denny Indrayana
Kasus Gayus, Kemenkeu Siap Memberi Data ke KPK
Mahfud-Refly
Akil Siap Laporkan Refly ke Polisi
JR Saragih Anggap Semua Laporan Refly Bohong
Lain-Lain
Pemerintah Tak Akan Blokir Blackberry
Inilah Lirik Lagu Andai Ku Aku Gayus Tambunan
Penyanyi ‘Andai Aku Gayus Tambunan’ Diancam Dibunuh
Pelantun Lagu Andai Aku Jadi Gayus, Diperiksa
Menteri Kesehatan Terkena Kanker Paru
Sakit Kanker Paru Menteri Kesehatan Sudah Diketahui Sejak Oktober Lalu
Inilah Kapal Perang Pertama Buatan Anak Indonesia