PTN Tutup Jalur Mandiri
Tuesday, 18 January 2011

JAKARTA (SINDO) – Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) memutuskan menutup seleksi mahasiswa baru dari jalur mandiri.PTN lebih memilih menggunakan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) untuk merekrut mahasiswa baru.

Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi salah satu PTN yang ikut menutup program jalur mandiri. Kampus tertua di Yogyakarta tersebut bahkan memilih merekrut 100% mahasiswa baru melalui program SNMPTN. Rektor UGM Sudjarwadi menyatakan, penutupan jalur mandiri merupakan keputusan konsensus PTN se-Indonesia yang akan mengutamakan SNMPTN pada penyaringan mahasiswa baru.

Selain itu, Sudjarwadi juga mengaku, keputusan penutupan jalur mandiri ini dilakukan setelah UGM mendapatkan kesempatan untuk ikut andil pada pembuatan soal materi SNMPTN. “Karena sudah diintegrasikan ke dalam SNMPTN, seleksi mandiri UGMditiadakan.Pesertayangsudah terlanjur mendaftar akan diurus dan dipindahkan ke SNMPTN,” tegas Sudjarwadi di Yogyakarta kemarin.

Pada 2011, ujarnya,UGM akan menerima 6.000 hingga 7.000 mahasiswa baru dengan menyediakan 60 program studi. Data terakhir UGM menyatakan telah menerima pendaftaran dari 7.888 calon mahasiswa baru melalui jalur mandiri yang sudah dibuka sejak 3 Januari 2011.Meski calon mahasiswa baru tersebut telah membayar Rp200.000 per orang, seluruh pendaftar akan dialihkan untuk mengikuti seleksi SNMPTN.

Sama dengan UGM, Institut Teknologi Bandung (ITB) juga akan menutup penerimaan mahasiswa baru dari jalur mandiri.Rektor ITB Akhmaloka menegaskan, seluruh mahasiswa yang akan diterima ITB tahun ini tidak ada yang melalui jalur khusus. ITB secara penuh menerima mahasiswa hanya melalui jalur SNMPTN. Di mana 60% mahasiswa diterima lewat jalur undangan dan 40% ujian tertulis.

Jumlah mahasiswa baru yang akan diterima ITB tahun ini mencapai 3.000 orang. “ITB membatalkan menerima mahasiswa lewat seleksi mandiri dan sepenuhnya melalui SNMPTN.Pertimbangannya agar subsidi pemerintah terhadap pendidikan tepat sasaran,” kata Akhmaloka. Menurut dia,ITB tidak akan merugi dengan tidak melaksanakan seleksi mandiri. Meskipun sebelumnya ITB telah menayangkan pengumuman pelaksanaan ujian jalur mandiri sebelum pelaksanaan SNMPTN 2011, Akhmaloka menjelaskan, bahwa hal tersebut terjadi akibat ada kesalahpahaman. “Kami akui memang kami sudah menayangkan pengumuman itu di website. Tapi, setelah kita cek kembali, itu adalah skema lama,maka langsung kami ubah,”ungkanya.

Sedangkan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung memutuskan tetap menggunakan jalur mandiri. Rektor Unpad Bandung Ganjar Kurnia mengatakan, berdasarkan aspek teknis dan hukum, jalur mandiri masih diperbolehkan. Jika penghapusan jalur mandiri dilakukan, Unpad akan kehilangan Rp120 miliar. “Kenapa kita tidak menghapus seleksi mandiri? Karena aspek teknisnya ada dan secara hukum juga diperbolehkan. Selama tidak lebih dari 40%, ya boleh saja, Institut Teknologi Bandung (ITB) menghapus jalur mandiri mungkin punya perhitungan berbasis orang tua,”tegas Ganjar.

Dia menyatakan, anggaran yang tersedia di Unpad mencapai Rp900 miliar yang terdiri atas Rp400 miliar dari bantuan pemerintah, sisanya Rp500 miliar merupakan usaha sendiri termasuk penerimaan mahasiswa baru, penelitian, dan lainnya. “Jika jalur mandiri dihapus, kami kehilangan Rp120 miliar.Selama masih bisa dimanfaatkan, kami akan menggunakannya,” katanya.

Sama dengan Unpad, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang juga tetap membuka pendaftaran melalui jalur mandiri.Hanya saja, pelaksanaan jalur mandiri tersebut baru akan dilakukan setelah pelaksanaan SNMPTN. Rektor Undip Sudharto P Hadi mengatakan, Undip akan menaati arahan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang menginginkan pelaksanaan jalur mandiri dibuka setelah SNMPTN.

“Saya rasa ini lebih baik, karena para calon mahasiswa baru selain dapat berkonsentrasi penuh pada UN,juga dapat berkonsentrasi ikut SNMPTN terlebih dulu,”ujarnya. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) juga tetap melaksanakan program jalur mandiri.Alasannya yakni mengikuti Permendiknas 34/2010.

Rektor Unesa Muchlas Samani mengatakan, seleksi mandiri akan digelar setelah SNMPTN. “Jadi, mahasiswa yang tidak lolos SNMPTN,dapat masuk ke PTN melalui ujian mandiri. Kami mengikuti apa yang diperintahkan oleh Permendiknas,”tegasnya. (maha deva/masita ulfah/susilo himawan)

Sumber : www.seputar-indonesia.com