1 ) BIDIK MISI
Beasiswa Pemerintah Tak Terserap Tuntas

Rabu, 19 Januari 2011 | 16:32 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Beasiswa Bidik Misi yang dikhususkan untuk mahasiswa baru
dari keluarga tidak mampu pada 2010 lalu masih belum terserap semua. Dari 20.000
beasiswa Bidik Misi yang tersedia, sekitar 300 beasiswa tidak tersalurkan kepada
mahasiswa miskin. “Memang masih belum terserap semua beasiswa Bidik Misi.
Program ini kan baru tahun 2010 lalu, tentu saja untuk tahun ini harus ada
perbaikan dan harus tepat sasaran,” kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad
Nuh saat mengunjungi rumah salah satu penerima Bidik Misi di kawasan Tanah
Abang, Jakarta, Rabu (19/1/2011). Penerima beasiswa Bidik Misi adalah mahasiswa
baru yang berprestasi, namun berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka
digratiskan biaya kuliah di PTN dan mendapatkan uang saku Rp 500.000 per bulan.

…dst

2 ) Mahasiswa Penerima Bidik Misi Kaget Dikunjungi Mendiknas

Rabu, 19 Januari 2011 19:22 WIB
JAKARTA–MICOM: Mendiknas M Nuh mengunjungi penerima program Biaya Pendidikan
Mahasiswa Miskin (Bidik Misi) M Fadli Fauzi dikediamannya Jalan Kebon Pala,
Tanah Abang,Jakarta Pusat, Rabu (19/1). “Saya ingin mengecek langsung penerima
program bidik misi Kemendiknas. Saya berharap dipergunakan sebaik baiknya,” kata
Nuh kepada Fadli yang didampingi ibunya Hermawati. Didampingi Dirjen Pendidikan
Tinggi Kemendiknas Djoko Santoso, Nuh mengungkapkan program Bidik Misi pertama
kali berjalan pada 2010 dengan target 20 ribu mahasiswa dengan anggaran Rp200
miliar. “Tahun ini terserap 19.603 orang diseluruh Indonesia,” ungkapnya.
Mendiknas berharap penerima beasiswa ini dapat menyelesaikan pendidikannya dalam
empat tahun. “Setelah lulus, ia bisa bekerja dan membantu keluarganya dan juga
teman teman sekitarnya,” M Nuh. Fadli sendiri mengaku senang dan terharu atas
kunjungan Mendiknas.”Saya kaget tidak menyangka Pak Menteri kunjungi rumah kami
yang amat sederhana ini,” kata Fadli yang kini kuliah semester pertama di
Universitas Negeri Jakarta, (UNJ) jurusan bahasa Jerman.

…dst

3 ) BEASISWA
PTN Harus Jemput Bola Dong…
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/19/16011734/PTN.Harus.Jemput.Bola.Dong…

Rabu, 19 Januari 2011 | 16:01 WIB
BOGOR, KOMPAS.com – Perguruan tinggi negeri (PTN) diminta aktif untuk menjaring
anak-anak berprestasi dari kalangan tidak mampu melalui program Bidik Misi yang
diberikan pemerintah sejak 2010. Anak-anak berprestasi yang berasal dari
keluarga miskin harus dipromosikan oleh sekolah asalnya untuk bisa mendapatkan
beasiswa tersebut. Demikian diungkapkan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Illah Sailah pada seminar
mengenai pendidikan tinggi di Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/1/2011).Ia mengatakan,
Bidik Misi akan diberikan kepada 20 ribu mahasiswa baru dari kalangan kurang
mampu. Setiap PTN mempunyai kuota masing-masing untuk menerima mahasiswa baru
melalui program ini. Proses penerimaannya pun diserahkan kepada masing-masing
PTN. Adapun beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa kurang mampu tersebut
masing-masing sebanyak Rp 6 juta per semester untuk dana pendidikan dan biaya
hidup. Sementara itu, untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat
pemerintah telah merancang inovasi moda pembelajaran yang akan mulai
dilaksanakan pada 2011. Berdasarkan data Kemdiknas, angka partisipasi kasar
pendidikan tinggi nasional pada 2009 baru mencapai 18,37 persen. Pada 2014,
angka ini ditargetkan bisa mencapai 25 hingga 30 persen.

…dst

4 ) KOMPETISI DEBAT INTERNASIONAL
UI Raih “3rd Best Speaker” Dunia
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/19/19442534/UI.Raih..quot.3rd.Best.Speake\
r.quot..Dunia

Rabu, 19 Januari 2011 | 19:44 WIB
DEPOK, KOMPAS.com – Tim Universitas Indonesia (UI) meraih prestasi di ajang
debat bahasa Inggris tingkat Internasional, World Universities Debating
Championship (WUDC) 2011 yang dilaksanakan pada 27 Desember 2010-4 Januari 2011
di University of Botswana, Botswana. Kompetisi tingkat universitas itu
melibatkan ribuan mahasiswa dari lima benua. WUDC 2011 diikuti berbagai
universitas terbaik dari berbagai belahan dunia seperti Harvard University, Duke
University, Cornell University, Stanford University dan lain-lainnya. UI sendiri
mengirimkan enam mahasiswa dan dua orang juri. Adapun kompetisi ini terdiri atas
babak penyisihan dan eliminasi. Pada babak penyisihan terdapat sembilan tahap
debat yang harus diikuti dalam waktu tiga hari. Selama tiga hari itu, tim UI
berhadapan dengan tim dari berbagai universitas di dunia.Kepala Kantor
Komunikasi UI Vishnu Juwono dalam siaran persnya menuturkan, tim UI berhasil
melewati babak penyisihan dengan Tim UI A yang terdiri atas Dyah Ayunico
Ramadhani dari jurusan Hubungan Internasional angkatan 2007 dan Riza Aryani,
juga dari Hubungan Internasional, angkatan 2008. Keduanya melaju ke babak
quarterfinal ESL atau English As Second Language.

…dst

5 ) BUDI PEKERTI
Akademisi Deklarasikan Gerakan Antibohong
http://cetak.kompas.com/read/2011/01/20/03590087/akademisi.deklarasikan.gerakan.\
antibohong

Kamis, 20 Januari 2011 | 03:59 WIB
Surabaya, Kompas – Akademisi dari beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta
serta tokoh agama di Jawa Timur mendeklarasikan Gerakan Antibohong di
Universitas Muhammadiyah Surabaya, Rabu (19/1). Kebiasaan berbohong dinilai
menjadi akar masalah dalam kehidupan berbangsa di Indonesia. Pencanangan gerakan
ini ditandai dengan penyematan pin bertuliskan “Stop Bohong: Tidak Bohong adalah
Karakter Pribadi Saya”. Selain itu, komitmen dukungan pada gerakan itu dilakukan
dengan menandatangani dua spanduk masing-masing sepanjang 7 meter. Deklarasi ini
diikuti Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Zainuddin Maliki, Guru
Besar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Prof Imam Robandi dan Prof
Djauhar Manfaat, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Prof Zainuri, serta
Guru Besar IAIN Sunan Ampel Prof Syaiful Anam dan Prof Zainul Arifin. Hadir pula
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jatim Rahman Abdul Aziz.. Deklarasi ini
membuka Seminar Nasional “Soft Skill and Character Building”. Seminar diikuti
lebih dari 120 pengajar Universitas Muhammadiyah dari sejumlah daerah di
Indonesia.

…dst

6 ) MAHASISWA BARU
IPB Mulai Undang Mahasiswa Berprestasi
http://cetak.kompas.com/read/2011/01/20/03580049/ipb.mulai.undang.mahasiswa.berp\
restasi

Kamis, 20 Januari 2011 | 03:58 WIB
Bogor, Kompas – Institut Pertanian Bogor mulai melakukan sosialisasi jalur
undangan pada penerimaan mahasiswa baru. Sosialisasi ini dilakukan dengan
mengundang para kepala SMA dari sejumlah daerah untuk mendengar penjelasan
tentang prosedur jalur undangan dan berbagai program studi yang tersedia di IPB,
Rabu (19/1).Rektor IPB Herry Suhardiyanto selaku Ketua Umum Panitia Seleksi
Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengatakan, SNMPTN yang diikuti
60 perguruan tinggi negeri memiliki dua jalur, yakni ujian tulis dan jalur
undangan untuk siswa-siswa berprestasi. Jalur undangan akan dibuka Februari
hingga Maret mendatang.Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Yoni
Kusmaryono menjelaskan, daya tampung IPB untuk mahasiswa yang diterima melalui
SNMPTN sebesar 83 persen, 63 persen di antaranya diambil dari jalur undangan.
Sementara sisanya, 17 persen, diambil dari Ujian Talenta Masuk IPB (10 persen),
dan Beasiswa Utusan Daerah serta Prestasi Internasional dan Nasional (7 persen).

…dst

7 ) Pemerintah Bebaskan PTN Buka Jalur Mandiri
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/01/19/159490-pemerintah-b\
ebas-kan-ptn-buka-jalur-mandiri

Rabu, 19 Januari 2011, 17:29 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan tak pernah
menutup seleksi jalur mandiri universitas negeri. Hal ini karena berdasarkan
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66/2010, kampus negeri berhak membuka
jalur mandiri untuk menarik calon mahasiswa baru sebesar 40 persen dari kuota
yang ada. “Kemdiknas tak pernah menyatakan 100 persen mahasiswa harus dari jalur SNMPTN,
akan tetapi jika ada kampus yang mengambil 100 persen mahasiswa dari SNMPTN itu
sangat baik sekali,” ucap Mohammad Nuh kepada Republika, Rabu (19/1). Hal ini
karena biasanya tiap kampus memiliki kebijakan tersendiri dalam menjaring
mahasiswanya, misalya mahasiswa yang berbakat di bidang olahraga. “Kan susah
kalau dari SNMPTN,” ungkapnya. Apalagi jika ada kebijakan kampus untuk menarik
mahasiswa dari daerah terpencil atau perbatasan. “Misalnya ada kampus ingin
menarik mahasiswa dari Kalimantan,” ucapnya. Ia pun sangat mengapresiasi upaya
Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menutup
jalur mandiri dan menarik seluruh calon mahasiswa dari SNMPTN. “Keduanya sebagai
pemimpin masyarakat akademik patut diberi penghargaan,” tuturnya.

…dst

8 ) PTN Boleh Seleksi Calon Mahasiswa Anak Nelayan
http://www.jpnn.com/read/2011/01/19/82386/PTN-Boleh-Seleksi-Calon-Mahasiswa-Anak\
-Nelayan-

Rabu, 19 Januari 2011 , 18:11:00
JAKARTA—Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengungkapkan, pemerintah
tidak melarang perguruan tinggi negeri (PTN) mengadakan jalur seleksi mandiri
untuk penerimaan calon mahasiswa baru. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66
Tahun 2010, pemerintah menentukan 60 persen kuota mahasiswa baru PTN dilakukan
melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
“Kemdiknas tidak menetapkan 100 persen mahasiswa diterima melalui jalur SNMPTN.
Kementerian sadar perguruan tinggi harus diberikan keleluasaan dalam menerima
mahasiswanya menggunakan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh perguruan tinggi
tersebut,” ungkap Mendiknas usai menerima serfitikat Angklung Indonesia sebagai
Warisan Budaya Nonbenda dari UNESCO di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Rabu (19/1).
Mendiknas mengatakan, perguruan tinggi dapat menyeleksi calon mahasiswa yang
memiliki potensi di bidang olah raga, berasal dari daerah-daerah terpencil, atau
anak-anak nelayan. “Maka (perguruan tinggi) harus diberikan keleluasan untuk
menerimanya secara khusus,” katanya.

…dst

9 ) UI Tetap Buka Jalur Mandiri
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=172433

TASIKMALAYA, (PR) 20 Januari 2011
Universitas Indonesia tetap akan membuka seleksi jalur mandiri yang disebut
Seleksi Masuk Universitas Indonesia (Simak-UI), dengan jumlah mahasiswa yang
akan diterima sebanyak empat puluh persen. Simak-UI akan dilakukan 3-4 Juli
2011, setelah jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
selesai dilakukan.”Jumlah mahasiswa yang diterima lewat jalur SNMPTN mencapai
enam puluh persen,” kata Rektor UI Prof. Dr. Gumilar Rusliwa Sasmita yang
dihubungi melalui telefon, Selasa (18/1). Setiap tahunnya, rata-rata UI menerima
mahasiswa reguler sebanyak 5.000 mahasiswa, dengan jumlah pendaftar rata-rata
120.000. Seleksi masuk jalur mandiri UI untuk program S-1 reguler, S-1 paralel,
S-1 kelas internasional dan vokasi (D-3) dilaksanakan secara nasional serentak
di kota-kota besar di Indonesia. Khusus untuk S-1 reguler tersedia BOP
Berkeadilan (biaya pendidikan minimal Rp 100.000/semester dan uang pangkal nol,
bergantung pada kemampuan orang tua). Dengan sekali ujian, siswa SMA dapat
memilih maksimal delapan program studi di empat program pendidikan. Menurut
Gumilar, tahun ini PT masih diperbolehkan membuka jalur mandiri. “Sebagai bentuk
kebersamaan dan menaati aturan pemerintah, UI sampai sekarang tetap
melangsungkan ujian masuk lewat SNMPTN. Bahkan, jumlah mahasiswa yang diterima
lewat jalur tersebut enam puluh persen,” ujarnya.

…dst

10 ) UNS Belum Ikuti Instruksi
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/01/20/134888/UNS-Belum-Ikut\
i-Instruksi

20 Januari 2011
SOLO-Kendati sejumlah perguruan tinggi negeri membatalkan penerimaan mahasiswa
baru melalui jalur mandiri, UNS tetap akan menerima mahasiswa dari jalur
tersebut. Besarnya 30% dari sekitar 4.000 mahasiswa baru 2011. “Kami merasa
tidak ada yang salah, karena jalur mandiri yang kami selenggarakan berbeda dari
jalur mandiri yang dilaksanakan oleh PTN lain,” kata Rektor Prof Dr Much
Syamsulhadi SpKJ(K), kemarin. Sebagaimana diwartakan, ITB dan UGM membatalkan
penerimaan mahasiswa jalur tersebut, meski sudah menerima ribuan pendaftar.
Begitu pula Undip dan Unnes yang akhirnya mengikuti instruksi Mendiknas soal itu
(SM, 19/1). Prof Syamsul mengatakan, instruksi Mendiknas tersebut hanya
membatasi penerimaan mahasiswa lewat jalur ujian tulis minimal 60% dari jumlah
mahasiswa baru yang akan diterima.

…dst

11 ) Kaji Pelaksanaan Ujian Mandiri
http://www.jpnn.com/read/2011/01/19/82338/Kaji-Pelaksanaan-Ujian-Mandiri-

Rabu, 19 Januari 2011 , 06:41:00
JAKARTA – Menteri Pendidikan Nasional M. Nuh tidak bisa menutup mata. Ia
mengatakan jika selama ini perguruan tinggi negeri (PTN), mengumpulkan
pundit-pundi keuangan dari penerimaan mahasiswa baru melalui jalur seleksi
mandiri. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengkaji kebijakan
penghapusan seleksi mandiri untuk tahun depan. Pelaksanaan ujian mandiri yang
digelar PTN menurut Nuh memperkecil akses belajar bagi mahasiswa dari golongan
miskin. Sebab, tidak bisa dipungkiri jika melalui ujian mandiri, tarikan biaya
pendidikan jauh lebih tinggi. Biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh mahasiswa
yang masuk melalui seleksi mandiri, di atas biaya pendidikan mahasiswa yang
masuk lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPT).
Kemendiknas, tidak bisa serta merta langsung pelaksanaan ujian mandiri. Untuk
itu pemerintah melakukan pembatasan-pembatasan tertentu. Nuh mengatakan, tahun
ini ada dua kebijakan untuk pelaksanaan ujian mandiri. Pertama, ujian mandiri
harus digelar setelah pengumuman ujian SNMPTN 2011. Kemendiknas menetapkan ujian
SNMPTN 2011 digelar pada 1-2 Juni. Sementara pengumuman hasilnya pada 30 Juni.
Cara kedua untuk menekan kemanjaan PTN menikmati aliran duit dari mahasiswa
hasil seleksi mandiri, Kemendiknas menetapkan kuota mahasiswa yang masuk lewat
jalur seleksi khusus 40 persen. Sementara kuota mahasiswa lewat jalur SNMPTN
2011 60 persen. “Kebijakan ini bisa memperluas akses,” terang mantan menteri
Informasi dan Komunikasi itu.

…dst

12 ) Kedokteran Unpad Kurangi Mahasiswa Asing
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/01/19/brk,20110119-307323,id.h\
tml

Rabu, 19 Januari 2011 | 09:38 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG – Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran,
Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, mengurangi kuota mahasiswa asing 10 persen.
Tahun ini calon dokter yang kebanyakan dari Malaysia hanya dapat jatah 90 kursi
dari 100 kuota tahun lalu. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas
Padjadjaran Tri Hanggono Achmad, pengurangan mahasiswa asing ini untuk membuka
kesempatan lebih banyak kepada calon dokter Indonesia. Beberapa tahun lalu,
mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari telah meminta Fakultas Kedokteran
Unpad memangkas jatah mahasiswa asing saat bertandang ke RS Pusat Mata Cicendo
Bandung. Menurut Tri, kuota mahasiswa asing terus dikurangi. Fakultas
Kedokteran sebelumnya sempat menerima 200, lalu berkurang menjadi 100, dan kini
90 calon mahasiswa asing. Jalur penerimaan mahasiswa asing ini dibedakan dengan
jalur mahasiswa Indonesia. Lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
dan jalur seleksi mandiri serta program bantuan Bidik Misi tahun ini Fakultas
Kedokteran Unpad menerima 210 mahasiswa baru, sedangkan mahasiswa asing 90
orang. Total penerimaan sebanyak 300 orang.

…dst

13 ) Uang Masuk Kedokteran Unpad Rp 175 Juta
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/01/19/brk,20110119-307317,id.h\
tml

Rabu, 19 Januari 2011 | 08:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran mematok
uang masuk Rp 175 juta. Ketentuan yang sama seperti tahun lalu itu berlaku bagi
mahasiswa yang lolos seleksi jalur mandiri tahun ini. Dekan Fakultas Kedokteran
Universitas Padjadjaran Tri Hanggono Achmad mengatakan, biaya Rp 175 juta itu
cuma untuk uang masuk. “Rp 175 juta itu buat sekali bayar,” ujarnya, Rabu
(19/1). Selanjutnya setiap mahasiswa diwajibkan membayar lagi uang kuliah
sebesar Rp 2 juta setiap semester. Biaya sebesar itu, kata Tri Hanggono, dipakai
untuk distribusi mahasiswa ke berbagai rumah sakit, peralatan kedokteran di
kampus yang mahal, operasional laboratorium, dan subsidi silang biaya kuliah
mahasiswa jalur reguler SNMPTN. Idealnya, kata dia, biaya kuliah mahasiswa
kedokteran mencapai Rp 30 juta per semester. Tahun ini, Fakultas Kedokteran
Unpad menurunkan jumlah kursi dari jalur mandiri sebanyak 10 persen dari
penerimaan tahun lalu. Dari total 210 mahasiwa baru dari Indonesia yang akan
diterima tahun ini, kuota jalur mandiri menjadi 30 kursi.

…dst

14 ) Penangkapan Pendiri Unisbun
Ada yang Tidak Beres di Dikti?
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/19/12360276/Ada.yang.Tidak.Beres.di.Dikti\

Rabu, 19 Januari 2011 | 12:36 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – LBH Kendari menilai, ada beberapa kejanggalan terkait
penangkapan Drs Abdul Rifai (80) dan Dra Zaliha Lasope (70), suami-istri pendiri
Yayasan Universitas Islam Buton (Unisbun), oleh Kepolisian Daerah Sulawesi
Tenggara dan sejak 30 Desember 2010 hingga Rabu (18/1/2011) ini, kedua pendiri
Unisbun itu masih mendekam di Rutan Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Salah satu
kejanggalan adalah bukti surat-menyurat antara pihak Direktorat Pendidikan
Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan Nasional dengan Unisbun, yang dalam hal ini
adalah Abdul Rifai. Yonathan dari LBH Kendari menuturkan hal tersebut kepada
Kompas.com di Jakarta, Rabu (19/1/2011). Ia mengatakan, dalam perkembangan
perkara yang awalnya hanya Pasal 263 Ayat 1 KUHP, ada satu surat yang nomor
tanggal dan tahunnya sama dengan yang dikeluarkan olek Dikti dan yang dipegang
Rifai. Namun, kejanggalan muncul saat pihaknya bertemu dengan Direktorat
Kelembagaan dan Kerjasama Dikti dan mengklarifikasi perbedaan kedua surat itu,
khususnya soal surat yang asli. Ternyata, kata Yonathan, yang diakui Dikti
adalah surat yang dipegang oleh Polda. “Lho, berarti ada dua surat tapi hanya
satu yang diakui. Surat dari Dikti itu capnya Kementrian, tapi surat yang
dipegang Rifai capnya Departemen. Logikanya adalah, berarti Dikti telah punya
cap Kementrian sejak 2008,” papar Yonathan. Selain persoalan cap, kejanggalan
lain temuan LBH adalah ihwal semua surat ijin yang telah dikeluarkan oleh Dikti
dan diterima Rifai dinyatakan palsu oleh Dikti. Ketika diklarifikasi oleh LBH
tentang alasan surat izin tersebut bisa keluar, Dikti menolak mengatakan soal
itu.

…dst

15 ) Penangkapan Pendiri Unisbun
Dikti Belum Bisa Dimintai Keterangan
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/19/18331739/Dikti.Belum.Bisa.Dimintai.Ket\
erangan.

Rabu, 19 Januari 2011 | 18:33 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Terkait kasus penangkapan pendiri Yayasan Universitas
Islam Buton, Sulawesi Tenggara, pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementrian Pendidikan Nasional (Dikti Kemdiknas) belum dapat dimintai
keterangan. Saat mendatangi gedung Dikti di Gedung D Kemdiknas Lt.6, Rabu
(19/1/2011), Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Dikti Achmad Jazidie, sedang
berada di luar kota. Menurut keterangan salah satu pegawai yang kebetulan berada
di meja resepsionis. Achmad Jazidie sedang dinas ke luar kota dan baru akan
kembali Kamis (20/1/2011). “Maaf mbak, saya enggak tahu, datang saja besok
tetapi konfirmasi dahulu,” tambah staf Dikti tersebut. Saat meminta dibuatkan
janji bertemu, ia mengatakan bahwa lebih baik langsung datang besok. Gedung
Dikti memang sudah tampak lengang saat mendekati jam 16.00 WIB tadi. Sebelumnya
diberitakan, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari menilai, ada beberapa
kejanggalan terkait penangkapan Drs Abdul Rifai (80) dan Dra Zaliha Lasope (70),
suami-istri pendiri Yayasan Universitas Islam Buton (Unisbun), oleh Kepolisian
Daerah Sulawesi Tenggara dan sejak 30 Desember 2010 hingga Rabu (18/1/2011) ini.
Saat ini kedua pendiri Unisbun itu masih mendekam di Rutan Bau-bau, Sulawesi
Tenggara. Salah satu kejanggalan itu adalah bukti surat-menyurat antara pihak
Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan Nasional dengan
Unisbun, yang dalam hal ini adalah Abdul Rifai.

…dst

16 ) Sengketa Kampus Trisakti
Yayasan Minta Mahasiswa Tidak Terpancing Isu Negatif
http://www.detiknews.com/read/2011/01/20/002711/1550241/10/yayasan-minta-mahasis\
wa-tidak-terpancing-isu-negatif?n991103605

Kamis, 20/01/2011 00:27 WIB
Jakarta – Pascaputusan Mahkamah Agung (MA) tentang sengketa Kampus Trisakti
Grogol, Jakarta Barat, pihak yayasan meminta mahasiswa tidak terpancing isu dari
pihak-pihak yang tidak bertanggungawab. Yayasan mengimbau civitas akademika
tetap menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya. “Kami mendengar ada
mobilisasi mahasiswa. Kami harap mahasiswa tidak terpancing isu negatif,” kata
perwakilan Yayasan Kampus Trisakti, Anak Agung Gde Agung dalam konfrensi pers di
Tamani Cafe, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu, (19/1/2011) malam. Jika pun ada
mobilisasi mahasiswa, yayasan tidak akan bertanggungjawab atas hal itu. Dirinya
mengaku, saat eksekusi akan menghindari bentrok fisik dengan mahasiswa. “Saat
ini kami meminta ke PN Jakarta Barat untuk melayangkan surat permohonan
anmaning/peringatan ke Universitas untuk mematuhi putusan MA,” tandas Anak Agung
yang juga mantan Menteri Pariwisata ini. Usai melayangkan surat peringatan, jika
Universitas tidak melaksanakan peringata tersebut, maka Yayasan minta aparat
penegak hukum untuk menjalankan keputusan kasasi MA ini. “Seandainya pihak
Universitas pun mengajukan PK, maka itu tidak menunda eksekusi,” ujar Anak
Agung.

…dst

17 ) GIM ‘Berburu’ Guru di ITS
http://kampus.okezone.com/read/2011/01/19/373/415721/gim-berburu-guru-di-its

Rabu, 19 Januari 2011 – 16:36 wib
SURABAYA-Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) yang digagas oleh Anies Baswedan,
mengadakan sosialisasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Sosialisasi ini sekaligus untuk merekrut tenaga guru angkatan kedua yang akan
diberangkatkan ke daerah-daerah pedalaman di Indonesia. Menurut Anies,
pendidikan adalah eskalator untuk menaikan posisi rakyat jelata dari
ketertinggalan dan ketergantungan jadi kemajuan dan kemandirian. Hal itu
menunjukkan bahwa pendidikan adalah kunci utama bagi republik untuk menjadi
bangsa maju. “Dan tentu saja janji kemerdekaan kita adalah mencerdaskan
kehidupan bangsa, maka janji itu dilunasi untuk setiap warga negara.
Mencerdaskan dan mensejahterakan itu bukan sekadar cita-cita tapi sebuah janji
republik yang harus dilaksanakan setiap orang,” kata Anies yang juga Rektor
Universitas Paramadina, Rabu (19/1/2011). GIM telah Mmemberangkatkan sebanyak 51
Pengajar Muda. Mereka telah berangkat pada 10 November 2010, bertepatan dengan
Hari Pahlawan Nasional. Saat ini mereka sedang mengabdi di lima daerah, yaitu
Kabupaten Bengkalis (Riau), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Lampung), Kabupaten
Paser (Kalimantan Timur), Kabupaten Majene (Sulawesi Barat), dan Kabupaten
Halmahera Selatan (Maluku Utara). Satu dari pengajar muda itu adalah alumnus
ITS, Nila Pungky Ningtias yang ditugaskan di kabupaten Tulang Bawang Barat,
Lampung. Setelah bertugas setahun, para Pengajar Muda yang sudah lulus program
Indonesia Mengajar ini akan diberikan pilihan untuk melanjutkan tugasnya selama
setahun lagi di daerah yang berbeda, atau mulai memulai karir di
perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan Indonesia Mengajar

…dst

18 ) Mahasiswa Undip Wajib Huni Rusunawa
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/19/196810/88/14/Mahasiswa-Undip-Wajib\
-Huni-Rusunawa

Rabu, 19 Januari 2011 06:52 WIB
SEMARANG–MICOM: Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Prof Sudharto P Hadi,
mewajibkan mahasiswa baru tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang
dimiliki perguruan tinggi itu. “Kami akan mewajibkan mahasiswa baru Undip untuk
tinggal di rusunawa, terutama mahasiswa dari luar kota, setidaknya selama satu
tahun pertama menjalani kuliah,” katanya di Semarang, Jawa Tengah, Selasa
(18/1). Dengan tinggal di rusunawa, menurut dia, bisa menjalin keakraban
mahasiswa satu dengan lainnya secara lebih baik, terutama mahasiswa yang berasal
dari berbagai fakultas yang berbeda.
Ia mengatakan, kondisi mahasiswa saat ini berbeda dengan dulu, terutama
interaksi dan saling mengenal antara mahasiswa satu dengan lain, termasuk dengan
mahasiswa lain fakultas. “Kalau zaman saya (berkuliah) dulu, mahasiswa pasti
kenal dengan seluruh teman satu fakultasnya, bahkan dengan teman-teman lain yang
berbeda fakultas, itu dulu,” katanya. Akan tetapi, kata dia, mahasiswa sekarang
belum tentu kenal dengan seluruh temannya yang satu fakultas, apalagi dengan
teman lain yang kuliahnya berbeda jurusan dan fakultas. “Mahasiswa sekarang,
kalau tidak satu fakultas tidak banyak kenal, terkesan tak acuh satu sama lain.
Bahkan, bisa jadi saya rektornya mereka belum tentu tahu,” katanya seraya
berkelakar.

…dst

19 ) LAPORAN MASYARAKAT
Lagi, Beasiswa Siswa Miskin “Disunat”
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/19/14401940/Lagi..Beasiswa.Siswa.Miskin..\
quot.Disunat.quot.

Rabu, 19 Januari 2011 | 14:40 WIB
MAMUJU, KOMPAS.com — Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat mengakui adanya
laporan masyarakat mengenai pemotongan bantuan beasiswa yang diperuntukkan bagi
siswa miskin di daerahnya. Sejumlah orangtua siswa telah datang ke kantor dinas
tersebut untuk melaporkan bahwa anaknya tidak mendapatkan beasiswa miskin sesuai
jumlah yang seharusnya karena dipotong pihak sekolahnya.”Kami akui, memang ada
sejumlah orangtua siswa yang melapor ke dinas pendidikan mengenai adanya
pemotongan bantuan beasiswa siswa miskin yang dilakukan pihak sekolah,” kata
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar Jamil Barambangi di Mamuju, Rabu
(19/1/2011). “Beasiswa yang seharusnya diterima sekitar Rp 760.000 per siswa
berkurang dan hanya diterima Rp 200.000 sampai Rp 300.000,” katanya.

….dst

20 ) PENDIDIKAN SENI
Disiapkan Program Studi Angklung
http://cetak.kompas.com/read/2011/01/20/0359526/disiapkan.program.studi.angklung

Kamis, 20 Januari 2011 | 03:59 WIB
Bandung, Kompas – Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung sedang menggodok
pembukaan Program Studi Angklung. Sementara tiga program studi lain akan dibuka
tahun akademik 2011-2012 untuk mendukung proses konservasi, revitalisasi, serta
rekonstruksi seni dan budaya Indonesia. “Kami berharap keberadaan program studi
baru itu bisa membantu menghadirkan proses kreatif dalam karya seni, khususnya
karya seni berciri khas Indonesia,” kata Ketua Sekolah Tinggi Seni Indonesia
(STSI) Bandung, Enoch di Bandung, Rabu (19/1).Saat ini, STSI Bandung memiliki
empat jurusan yang menyelenggarakan empat program studi. Jurusan Seni Karawitan
dengan Program Studi Seni Karawitan, Jurusan Seni Tari dengan Program Studi Seni
Tari, Jurusan Teater dengan Program Studi Teater, serta Jurusan Seni Rupa dengan
Program Studi Kriya Seni.Enoch mengatakan, tiga program studi akan segera dibuka
pada tahun ajaran 2011-2012, yaitu seni rupa murni untuk jurusan seni rupa,
multimedia untuk jurusan seni teater, serta magister pengkajian dan kekayaan
karya seni.

…dst

21 ) Pengakuan Warisan Budaya Bisa Dicabut
http://cetak.kompas.com/read/2011/01/20/03573779/.pengakuan.warisan.budaya.bisa.\
dicabut

Kamis, 20 Januari 2011 | 03:57 WIB
Jakarta, kompas – Pengakuan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan
Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap warisan budaya Indonesia bisa
dicabut. Itu terjadi jika Indonesia tidak mampu melestarikan dan
mengembangkannya dengan baik.Indonesia mendapat pengakuan dari UNESCO untuk
warisan budaya tak benda, yakni wayang, keris, batik, dan angklung.”Dalam waktu
empat tahun setelah pengakuan, UNESCO akan melihat keseriusan kita melestarikan
kebudayaan warisan dunia benda dan tak benda yang ada di Tanah Air. Jika tak
bisa melestarikan dan mengembangkannya, pengakuan itu bisa dicabut,” kata mantan
Duta Besar Indonesia untuk UNESCO Tresna Dermawan Kunaefi yang hadir dalam acara
pertemuan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO dengan mitra kerjanya dari
sejumlah kementerian dan lembaga negara di Jakarta, Rabu (19/1).

…dst

22 ) ASTRONOMI
Zodiak yang Terus Bergeser
http://cetak.kompas.com/read/2011/01/20/04031422/zodiak.yang.terus.bergeser

Kamis, 20 Januari 2011 | 04:03 WIB
M Zaid Wahyudi
Awal tahun ini, publik kembali dibingungkan dengan isu pergeseran zodiak.
Sebagian orang tak mau ambil pusing karena tak percaya dengan zodiak yang bisa
memengaruhi nasib mereka. Namun, sebagian yang lain menolak pergeseran itu
karena akan mengubah zodiak mereka yang sudah dianggap cocok dengan karakter
dirinya. Munculnya isu pergeseran zodiak ini bukan untuk yang pertama kali.
Sejak internet mulai dikenal luas pada akhir 1990-an, isu ini muncul berulang
setiap beberapa tahun sekali.Hal yang terjadi sesungguhnya adalah
pencampuradukan antara ilmu astronomi dan astrologi. Zodiak dalam astrologi,
sejak dulu hingga kini, berjumlah 12 buah dengan rentang waktu masing-masing
zodiak adalah 30 hari. Sementara dalam astronomi, zodiak sejak dulu sampai
sekarang berjumlah 13 buah dengan rentang waktu setiap zodiak antara 7 hari
hingga 45 hari…cut…Dengan semakin majunya perkembangan ilmu astronomi,
posisi benda-benda langit dapat dihitung dengan lebih akurat. Hasilnya, para
astronom bisa mengukur waktu gerhana, gerak bintang, hingga waktu terbit dan
tenggelamnya benda-benda langit dengan ketelitian tinggi. Karena itu, perbedaan
zodiak dalam astronomi dan astrologi tidak perlu dipertentangkan terus-menerus.
Astronomi dan astrologi adalah dua hal yang berbeda walau memiliki akar sejarah
keilmuan yang sama. Fenomena astronomi bisa dijelaskan sesuai metode ilmiah dan
terukur, sedangkan astrologi sulit dibuktikan dengan metode ilmiah. Mau percaya
atau tidak dengan ramalan bintang, itu adalah pilihan Anda.

…dst

23 ) Berita Lain-Lain
Gayus
Putusan Hakim Mengejutkan
KPK Kembali Tegaskan akan Usut Kasus Gayus
Dubes AS Bantah CIA Terlibat
Dubes AS: Saya Tidak Tahu John Jerome CIA
Nasib Gayus Tambunan Sama dengan Susno Duadji
Jangan Mudah Percaya Curhat Gayus
Gayus Beber Skenario Denny Indrayana
Kesaksian Gayus, Jawaban Satgas
Transkrip Pertemuan Ketiga Satgas dengan Gayus
Transkrip Rekaman Gayus Bersama Tiga Orang Lainnya
Ini Dia Percakapan BBM antara Denny dengan Gayus
Kepada Satgas, Gayus Sebut Atasannya Terlibat
Bantah Soal Pengusaha HS, Polisi Makin Tak Dipercaya Publik
PPATK Temukan Ratusan ‘Gayus’ di Ditjen Pajak
DPR: Vonis Ringan Gayus Antiklimaks Semangat Pemberantasan Korupsi
Vonis Atas Gayus Jangan Hentikan Pengungkapan Kasus
Lacak, Siapa Pembuat Testimoni Tertulis Gayus!
RUUK Jogja
Bahas RUUK Jogja, Mendagri Diminta Siaga
Sultan Anggap Draf RUUK Abaikan Aspirasi Rakyat Yogja
Sultan: Draf RUU Beda dengan Aspirasi Rakyat
Century
Tim DPR Sepakat Audit Forensik Bank Century
Lahar Dingin
Lahar Dingin Ancam BCB
Dana Tersisa Tinggal Rp1,1 Miliar
BRI Hijaukan Lereng Merapi
Lain-Lain
Rumah untuk Pengaduan Kebohongan Dideklarasikan
Bangsa Depresi
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk 30 Jenis Produk