1 ) Penangkapan Pendiri Unisbun
Dikti Bantah Ada Staf Bernama A Riyanto

Kamis, 20 Januari 2011 | 19:48 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Achmad Jazidie membantah telah mengeluarkan surat izin operasi Universitas Islam Buton (Unisbun). Selain itu, Dikti juga membantah telah memberikan rekomendasi beasiswa dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Unisbud untuk memeroleh beasiswa S-3 dari Dikti. “Tidak, Dikti tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi beasiswa tersebut. Kalaupun ada, itu suatu kekeliruan saja,” kata Jazidie saat dikonfirmasi Kompas.com di Gedung Dikti Kemdiknas, Jakarta, Kamis (20/1/2011). Jazidie juga mengungkapkan, tidak ada staf Dikti bernama A. Riyanto yang telah diutus Dikti mengecek langsung keberadaan Unisbun. “Tidak ada nama itu di sini (Dikti),” ujarnya, yang mengaku tengah diburu jadwal rapat yang padat.
Banyak kejanggalan
Seperti diberitakan sebelumnya di Kompas.com, Rabu (19/1/2011), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari menilai ada beberapa kejanggalan terkait penangkapan Drs Abdul Rifai (80) dan Dra Zaliha Lasope (70). Salah satu kejanggalan itu adalah bukti surat-menyurat antara pihak Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional dan Unisbun, yang dalam hal ini adalah Abdul Rifai.

…dst

2 ) Dikti Bantah Adanya Surat Izin Unisbun

Kamis, 20 Januari 2011 | 15:45 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Achmad Jazidie tidak memberikan jawaban yang jelas dan detail mengenai kasus penangkapan pendiri Yayasan Universitas Islam Buton, Sulawesi Tenggara. Upaya konfirmasi dijawabnya dengan kalimat-kalimat yang terkesan mengambang dan cari aman karena lebih sering menjawab memakai kata “tidak”. “Tidak tahu, saya baru di sini (Dikti) bulan September,” kata Jazidie saat dimintai konfirmasi oleh Kompas.com di Gedung D Dikti Kemdiknas, Kamis (20/1/2011), terkait dengan timbulnya kasus penangkapan pendiri Unisbun tersebut. Lebih lanjut, saat ditanyakan dua surat izin yang dikeluarkan oleh Dikti, yaitu satu surat dengan cap departemen dan satu surat dengan cap kementerian, Jazidie juga kembali mengelak. “Tidak, Dikti tidak pernah mengeluarkan surat izin Unisbud,” jelasnya.

…dst

3 ) ITB Gantikan Jalur Mandiri dengan Undangan

Kamis, 20 Januari 2011 , 20:42:00
JAKARTA — Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Akhmaloka, Ph.D menyatakan bahwa ITB tengah bersiap untuk mensosialisasikan penerimaan mahasiswa melalui jalur undangan. Penerimaan dengan jalur undangan itu merupakan ganti seleksi mandiri yang dilarang Kemendiknas karena hanya bisa dilakukan setelah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Menurut Ahmaloka, pengumuman mengenai penerimaan mahasiswa jalur undangan tersebut akan dimulai pada akhir minggu ini, “Mengenai jadwal pastinya, nanti akan diumumkan. Tetapi dapat dipastikan bahwa pengumuman itu mungkin akan keluar pada akhir minggu ini,” ungkap Akhmaloka ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Jakarta, Kamis (20/1). Akhmaloka mengatakan, sesuai kesepakatan dengan Kementrian Pendidikan Nasional ITB pada tahun ini akan menghapus penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri. “Ini sudah keputusan kami (ITB), yakni kami tidak akan menggunakan jalur mandiri. 100 persen melalui jalur Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN),” terangnya.

…dst

4 ) Sudah Diundang Masuk ke IPB?

Kamis, 20 Januari 2011 | 10:18 WIB
BOGOR, KOMPAS.com – Institut Pertanian Bogor (IPB) mulai melakukan sosialisasi jalur undangan pada penerimaan mahasiswa baru. Sosialisasi ini dilakukan dengan mengundang para kepala SMA dari sejumlah daerah untuk mendengar penjelasan tentang prosedur jalur undangan dan berbagai program studi yang tersedia di IPB, Rabu (19/1/2011). Rektor IPB Herry Suhardiyanto selaku Ketua Umum Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengatakan, SNMPTN yang diikuti 60 PTN tahun ini memiliki dua jalur, yakni ujian tulis dan jalur undangan untuk siswa-siswa berprestasi. Jalur undangan akan dibuka Februari hingga Maret mendatang. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Yoni Kusmaryono menjelaskan, daya tampung IPB untuk mahasiswa yang diterima melalui SNMPTN sebesar 83 persen, 63 persen di antaranya diambil dari jalur undangan. Sementara sisanya, 17 persen, diambil dari Ujian Talenta Masuk IPB (10 persen), dan Beasiswa Utusan Daerah serta Prestasi Internasional dan Nasional (7 persen). “Pintu kami buka selebar-lebarnya untuk memberi kesempatan mahasiswa dari mana pun agar bisa masuk IPB. Kami juga tidak membuka seleksi mandiri. Semua reguler. Sekitar 17 persen non-SNMPTN itu bukan untuk mencari dana tambahan, tetapi semata-mata untuk mencari kekhasan,” kata Herry.

…dst

5 ) Perguruan Tinggi Swasta Tuntut Jalur Mandiri Dihapuskan

Kamis, 20 Januari 2011 | 13:14 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung – Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Jawa Barat Sali Iskandar menuntut agar pemerintah menghapus jalur seleksi mandiri di perguruan tinggi negeri. Selain itu, kuota mahasiswa kaya dan miskin minta diatur pemerintah agar seimbang. Tujuannya agar perguruan tinggi swasta bisa lebih banyak mendapat mahasiswa pintar dan kaya. Menurut Sali, pemerintah harusnya mengembalikan penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri hanya lewat satu pintu, yaitu seleksi nasional. “Kami minta hapus jalur seleksi mandiri,” ujarnya di sela seminar tentang berbagai permasalahan perguruan tinggi swasta di kampus Universitas Maranatha Bandung, Kamis (20/1). Saat ini, kata dia, perguruan tinggi negeri dan swasta seolah-olah berebut mahasiswa di jalur non seleksi nasional. Padahal idealnya, keduanya harus saling bersinergi meningkatkan mutu pendidikan. “Perguruan tinggi negeri membina swasta yang masih kurang seperti dulu,” ujarnya. Selain itu, kata Sali, pemerintah diminta membatasi jumlah mahasiswa kaya dan miskin menjadi 50:50 di perguruan tinggi negeri. Dengan begitu, calon mahasiswa yang gagal diterima dan diantaranya pintar juga kaya diharapkan mau kuliah di swasta. “Jangan sampai yang negeri itu menerima yang bagus-bagus saja sisanya swasta,” katanya.
Menurut dia, aturan komposisi penerimaan mahasiswa baru di negeri paling sedikit 60 persen dari seleksi nasional dan 40 persen dari jalur seleksi mandiri, tidak akan berdampak besar ke perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hal senada diungkapkan Ketua Koperasi Perguruan Tinggi Swasta Jawa Barat Banten Abdul Hakim Halim. “Ini masih jadi pertanyaan, apakah mahasiswa ke swasta akan lebih banyak atau tidak,” ujarnya di Bandung, Kamis (20/1).

…dst

6 ) Tutup Jalur Mandiri,USU Kehilangan Rp1,8 Miliar
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/377207/

Thursday, 20 January 2011
MEDAN(SINDO) – Universitas Sumatera Utara (USU) diperkirakan akan kehilangan pendapatan Rp1,8 miliar per tahun jika jalur penerimaan mahasiswa mandiri dihentikan. “Setiap tahun USU menerima mahasiswa jalur mandiri sekitar 300 orang dan biaya kuliah untuk jalur mandiri paling rendah berkisar Rp6 juta per tahun per siswa,” ujar Kepala Humas USU Bisru Hafi kepada wartawan,kemarin. Bisru mengatakan,biaya kuliah Rp6 juta per tahun itu ditetapkan untuk Fakultas Hukum sedangkan Rp50 juta biaya kuliah Fakultas Kedokteran. Dia mengatakan, dana dari jalur mandiri dianggap sebagai salah satu pemasukan USU.Belum lagi dari biaya awal kuliah yang mencapai Rp3 juta–Rp5 juta. Jika jalur mandiri distop, maka USU akan kehilangan pemasukan sebesar Rp1,8 miliar per tahun. “Untuk 2011 ini USU masih membuka jalur mandiri. Kami masih mengikuti aturan saja,”ucapnya. Begitupun kata Bisru,pihaknya tetap akan mempertimbangkan peraturan yang telah dibuat Kemendikas.” Kami masih mempertimbangkan apakah akan menutup jalur mandiri atau tidak, sebab penerimaan mahasiswa baru akan berlangsung di bulan Juni mendatang,” sebut Bisru. Sebelumnya, Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah menyatakan bahwa pada 2012 perguruan tinggi tidak lagi dibolehkan membuka jalur mandiri.

…dst

7 ) Unsoed Siap Hapus Ujian Mandiri
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/01/21/134967/Unsoed-Siap-Hapus-Ujian-Mandiri

21 Januari 2011
PURWOKERTO- Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto siap menghapus ujian mandiri (UM) bagi mahasiswa baru bila memang itu instruksi dari pusat.Pernyataan tersebut disampaikan Pembantu Rektor I Mas Yedi Sumaryadi di ruang kerjanya, kemarin.”Sebenarnya tidak masalah bila nanti ujian mandiri dihapus. Itu malah lebih baik, karena setiap orang mendapat kesempatan untuk kuliah,” ujarnya.
Namun, Mas Yedi meminta komitmen pemerintah dalam mem-back up sumber daya pendanaan untuk operasionalnya. Tidak hanya Unsoed, namun seluruh perguruan tinggi yang lain.Dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini, Unsoed mengikuti Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Dalam peraturan tersebut disebutkan, perguruan tinggi harus melaksanakan penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN minimal 60% dari seluruh jumlah mahasiswa yang ditampung dan maksimal 40% melalui ujian mandiri yang dilakukan setelah ujian SNMPTN. Tahun 2010, Unsoed melakukan ujian mandiri dengan proporsi 50% dan SNMPTN 50%, dengan menampung 3.936 mahasiswa. Pembantu Rektor II Eko Hariyanto menyatakan, sejak Februari 2010, Unsoed sudah menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Konsekuensinya, Unsoed membiayai sendiri. Dana tersebut diperoleh dari berbagai pos seperti SPP dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BOPP).

…dst

8 ) Rektor: Dosen Unhalu Harus Tes Urine!
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/20/15014989/Rektor:.Dosen.Unhalu.Harus.Tes.Urine.

Kamis, 20 Januari 2011 | 15:01 WIB
KENDARI, KOMPAS.com — Rektor Univeritas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Prof Dr Usman Rianse, MS, mengatakan akan melakukan tes urine dan tes psikologi bagi setiap dosen di perguruan tinggi negeri tersebut. “Setiap dosen ataupun pegawai yang mendapat jabatan di lingkungan perguruan tinggi wajib melalui tes urine. Ini dimaksudkan agar tidak ada lagi dosen ataupun pejabat yang terlibat dalam praktik penggunaan narkoba,” katanya di Kendari, Kamis (20/1/2011). Usman mengatakan, kasus oknum dosen berinisial SZ (42) bersama rekannya HN (40), seorang kontraktor, dan RI, oknum wartawan media lokal, terancam hukuman pidana penjara maksimal lima tahun karena diduga kuat terlibat dalam kasus kepemilikan psikotropika jenis ganja seberat 696 gram. Setelah diproses, khusus untuk oknum wartawan RI, setelah dilakukan tes laboratorium menunjukkan negatif. Sementara oknum dosen SZ dan oknum kontraktor HN dinyatakan positif dan mereka kini masih mendekam di tahanan Satuan Narkoba Polresta Kendari. Sementara itu, RD dikembalikan ke kantornya dan hanya diwajibkan untuk melapor, terutama saat aparat polresta membutuhkan keterangan lebih mendalam.

…dst

9 ) Prof. Ravik Karsidi Jadi Rektor UNS
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/01/20/159671-prof-ravik-karsidi-jadi-rektor-uns

Kamis, 20 Januari 2011, 15:31 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Setelah melalui proses penjaringan dan penyaringan yang berlangsung beberapa bulan, Kamis (20/1), Universitas Negeri Sebelas Maret Solo (UNS) akhirnya telah memilih rektor yang baru. Kandidat Prof. Dr. Ravik Karsidi MS berhasil mengalahkan dua kandidat lainnya dengan perolehan nilai jauh meninggalkan keduanya. Dari pemungutan suara yang dilakukan 200 anggota Senat Akademik UNS, Ravik berhasil mengantongi 109 suara. Sisanya, 48 suara diraih Prof. Dr. M Furqon Hidayatullah dan 40 suara bagi Prof. Dr. Adi Sulistyono, dengan satu suara abstain. Ini berarti Ravik akan menggantikan Prof. Dr. dr. Syamsulhadi sebagai Rektor UNS yang telah menjabat selama dua periode. Pemilihan Rektor UNS yang berlangsung di Gedung Rektorat UNS turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Harris Iskandar mewakili Menteri Pendidikan Nasional.

…dst

10 ) UIA Jalin Kerja Sama dengan Tiga Universitas di Yordania
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/01/20/159626-uia-jalin-kerja-sama-dengan-tiga-universitas-di-yordania

Kamis, 20 Januari 2011, 11:36 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Universitas Islam As-Syafi’iyyah (UIA) Jakarta terus menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dunia. Setelah sebelumnya menjalin kerjasama dengan beberapa universitas di Korea Selatan, Amerika Serikat dan Australia, kali ini UIA Jakarta menjalin kerjasama dengan tiga universitas di Yordania.
Ketiga perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Al Bait, Wise University dan Al Isra University. Dalam kesempatan telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara UIA dengan ketiga perguruan tinggi di Yordania tersebut. “Yang menarik, MoU UIA Jakarta dengan ketiga universitas di Yordania tersebut disaksikan Syekh Ali Khayat dari Makkah Almukaromah, Menteri Wakaf Yourdania, tokoh-tokoh ilmuwan, senior wanita serta pimpinan KBRI di Yordania,” ungkap Rektor UIA Jakarta Prof Dr Hj Tuty Alawiyah kepada Republika di Jakarta Kamis (20/1).

…dst

11 ) USU dan Kejati Sumut Teken MoU
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/377210/

Thursday, 20 January 2011
MEDAN(SINDO) – Universitas Sumatera Utara (USU) dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) sepakat melakukan kerjasama dalamupaya pendampingan,dan pengembangan wawasan hukum. Kerja sama itu disepekati dalam sebuah memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan langsung Rektor USU Prof Dr Syahril Pasaribu dan Kepala Kejati Sumut Sution Usman Adji di Gedung Rektorat USU,kemarin. Rektor USU Syahril Pasaribu mengungkapkan, program kerja sama yang digagas ini merupakan upaya USU dalam mengembangkan wawasan para mahasiswa yang bergelut di bidang hukum. Selain itu, juga sebagai sarana pengembangan keilmuan bagi para jaksa.”Tetapi bukan berarti dengan MoU ini USU mendapat dispensasi hukum,”jelas Syahril Pasaribu. Melalui kerja sama ini pihaknya berharap ada manfaat yang diperoleh baik USU maupun Kejati Sumut.

…dst

12 ) 3 Robot Satya Wacana Lolos Seleksi Kontes Robot
http://kampus.okezone.com/read/2011/01/20/373/416167/3-robot-satya-wacana-lolos-seleksi-kontes-robot

Kamis, 20 Januari 2011 – 19:06 wib
JAKARTA – Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga berhasil meloloskan tiga robot dalam seleksi awal Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2011.
Dalam seleksi awal tersebut, 47 tim dari berbagai perguruan tinggi di regional III KRCI lolos ke tahap berikutnya yang akan dihelat Maret mendatang. Ke-47 tim terdiri dari 22 tim Beroda, 16 tim Berkaki, dan sembilan tim Battle. Ketiga robot FTEK UKSW mewakili ketiga divisi tersebut. R2C-Octopus akan berlaga di divisi Berkaki, R2C-R7 akan unjuk gigi di divisi Battle, dan R2C-Deus Vult di divisi Beroda.
Tim R2C-Octopus digawangi oleh Yahya Yoga Prasetyanto dan Mukhamad Rovian. Tim Robot R2C-R7 beranggotakan Herditya Christianto, Reva Diaz Airlangga dan Andhika Tan. Tamas Riyo Sesono dan Ditya Clarissa Amanda bertanggung jawab atas Robot R2C-Deus Vult.

…dst

13 ) BEASISWA LUAR NEGERI
Hore… Beasiswa Chevening Sudah Dibuka!
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/20/12160539/Hore….Beasiswa.Chevening.Sudah.Dibuka.

Kamis, 20 Januari 2011 | 12:16 WIB
KOMPAS.com – Foreign and Commonwealth Office (FCO) yang menangani Beasiswa Chevening memutuskan untuk membuka penerimaan aplikasi kandidat dari Indonesia untuk Program Beasiswa Chevening 2011/2012. Keputusan final mengenai persyaratan, kriteria seleksi, target wilayah dan area studi yang diprioritaskan untuk 2011/2012 diharapkan dapat diputuskan akhir Januari 2011 ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Chevening diberikan sebagai program beasiswa penuh untuk jenjang Pascasarjana (Master) selama setahun di universitas-universitas dan institusi profesional lainnya di Inggris. Adapun skema beasiswa ini akan meliputi biaya hidup, biaya kuliah, serta tiket pulang pergi. Bagi yang berminat, kandidat harus memperhatikan bahwa Chevening 2011/2012 ini tampaknya akan sangat berhubungan dengan prioritas-prioritas FCO.

…dst

14 ) Australia Masih Jadi Favorit
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/377084/

Thursday, 20 January 2011
AUSTRALIA saat ini masih menjadi pilihan utama pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah. Setiap tahunnya lebih dari 18.000 mahasiswa Indonesia belajar di Australia.Setelah negeri Kanguru, ada USA dan Singapura. Head of Premier Segment HSBC Indonesia, Irene Dewi, mengatakan bahwa Australia adalah negara paling populer sebagai tujuan pendidikan para pelajar Indonesia. Menurut dia,dibandingkan negara lain,Australia mengalami peningkatan paling pesat. Irene menambahkan, selain letak geografisnya dekat dengan Indonesia,Australia memiliki sejumlah universitas ternama dengan reputasi baik dalam dunia pendidikan internasional. Faktor lain yang memberikan nilai lebih adalah Australia dianggap sebagai negara “barat”dengan bidang ekonomi serta pendidikan yang maju. “Dari tahun 2000 sampai 2010, angka jumlah pelajar di Australia cukup tinggi, yaitu 380% atau meningkat hampir empat kali lipat,” tutur Irene.
Konsultan pendidikan dari Cosmo Education, Cylvi menambahkan, setiap tahun jumlah pelajar Indonesia menuntut ilmu di Australia cenderung mengalami peningkatan sekitar 5–10%. Beberapa universitas seperti James Cook University Australia,University of Sidney, hingga Australian National University,menjadi pilihan favorit para pelajar Indonesia.

…dst

15 ) Pintu Kebocoran Soal UN Ada di Percetakan
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/01/20/159692-pintu-kebocoran-soal-un-ada-di-percetakan

Kamis, 20 Januari 2011, 16:44 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM–Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional menilai kebocoran soal ujian nasional rentan terjadi di percetakan karena tingkat pengawasan di percetakan masih relatif lemah. “Yang paling rentan terjadinya kebocoran soal ujian nasional (UN) adalah di percetakan,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Prof Dr Mansyur Ramli, di sela sosialiasi format pelaksanaan dan penilaian UN tahun ajaran 2010/2011, di Mataram, Kamis. Menurut dia, percetakan menjadi lokasi yang rentan menyebabkan terjadinya kebocoran soal karena ruang terbuka cukup luas dan adanya perjalanan panjang dalam mendistribusikan soal UN. “Misalnya percetakan di Jakarta bisa memenangkan tender mencetak soal UN untuk wilayah NTB. Itu pasti membutuhkan perjalanan panjang dalam proses pengiriman ke NTB. Di percetakan juga tidak ada pengawas dari perguruan tinggi yang siaga ketika soal UN dicetak,” ujarnya.
Oleh sebab itu, kata Mansyur, untuk mengantisipasi kebocoran yang terjadi baik di lokasi percetakan maupun jalur distribusi soal UN yang lain, pihaknya berharap penyelenggara UN di tingkat daerah memperkuat pengawasan.

…dst

16 ) Berita Lain-Lain
Gayus
DPR Gulirkan Hak Angket Kasus Gayus
Kasus Besar Menunggu Gayus
TanggapiVonis Gayus, KY Bersikap Pasif
Pejabat Teras Kementrian Keuangan Dirombak
Papua
Percepat Pembangunan Papua
TNI Perdalam Pemahaman Tentang HAM
RUUK DIY
Peraturan Internal Suksesi Sultan Masuk Rumusan RUUK
Mendagri Tolak Tarik RUUK DIY
PascaBencana
Kembali ke Tanah untuk Hidup (Korban Bencana Merapi)
5 Jam Dikeruk, Jalan Raya Magelang-Yogja Berhasil Dibuka Kembali
Kali Putih Meluap,Magelang-Yogya Ditutup
Lereng Gunung Merapi Diguyur Hujan Es
Bantuan Yayasan Airputih di Mentawai Terhambat Izin Kemenkominfo
Pemulihan Mentawai Pascatsunami Butuh Rp 1,1 Triliun
Pendidikan
Korsel Bagi-bagi 10 Ribu Piano ke SD
Ekonomi
Dirjen Tanaman Pangan: 2025 Defisit Pangan 70 Juta Ton
Situs Porno
Satu Juta Situs Porno Raib dari BlackBerry
Inilah Cara RIM Blokir Situs Porno
Pemilik BB Masih Bisa Akses Situs Porno via Opera