80.000 Kursi untuk Subkampus

Monday, 24 January 2011
BANDUNG(SINDO) – Program subkampus dengan memadukan perguruan tinggi dan SMK segera dilaksanakan di Jawa Barat. Sebanyak 80.000 kursi disiapkan untuk menampung peserta didik. Dengan mengikuti program ini siswa mendapatkan ijazah setara D-1 dari universitas.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasyi mengatakan, program subkampus memasuki tahap persiapan.Targetnya pada tahun ajaran 2011 program ini sudah dimulai.”Dari target delapan perguruan tinggi yang bakal digandeng, ITB,Unpad,dan IPB,serta salah satu PT di Purwokerto sudah siap bekerja sama,”ujarnya kemarin.

Namun, politeknik seperti Polman, Polban,dan Poltekpos,belum memiliki kesempatan. Nantinya program studi yang dibuka akan disesuaikan dengan SMK penyelenggara. Peserta program subkampus akan belajar selama satu tahun di SMK yang ditunjuk. Program atau kurikulumnya dari perguruan tinggi dengan ijazah yang diakui aspek legalnya.”Jika SMK bekerja sama dengan ITB,maka siswa akan memperoleh ijazah D-1 dari ITB.Saat ini banyak yang sudah menjalankan, namun aspek legalnya belum bisa diakui,”kata Wahyudin.

Untuk biaya pendidikan, dia belum bisa mengungkapkan secara detail, yang jelas jangan terlalu memberatkan. “Untuk SPP, satu orang tidak lebih dari Rp150.000,” ucapnya. Dia mengatakan, semua SMK RSBI dan SSN yang memiliki fasilitas memadai bisa menjadi peserta subkampus. Dengan terlebih dulu dievaluasi oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.

Selain siswa SMK,siswa SMA juga bisa mengikuti program subkampus. Namun, yang menjadi permasalahan apakah mungkin kompetensi siswa SMA bisa setara dengan SMK dalam waktu satu tahun.”Kami tidak memaksakan mereka untuk mengikuti program ini,namun saya yakin program ini bisa meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) dan bisa mengatrol anakanak yang tidak sempat mencapai kompetensi,”beber Wahyudin. (masita ulfah)