1 ) Kemendiknas Fasilitasi Sengketa Trisakti

Selasa, 25 Januari 2011 – 15:31 wib
JAKARTA- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memberikan perhatian atas kekisruhan kepemilikan Universitas Trisakti antara pihak yayasan dengan sembilan orang oknum pegawai Universitas Trisaksi, di antaranya Rektor Universitas Trisakti, Thoby Mutis, pascaputusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Kemendiknas telah melakukan mediasi antara pihak-pihak yang bersengketa di dalam universitas tersebut. “Kita berharap antara universitas dengan yayasan menemukan titik-titik temu. Kami dari Kemendiknas sangat mendukung pencarian rekonsiliasi karena kita berada di bidang pendidikan yang mengutamakan kekeluargaan, ketaatan pada hukum, dan mencari jalan keluar yang membuat semua pihak merasa diuntungkan. Hal itulah yang sedang kita fasilitasi dengan yayasannya,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (25/1/2010). Fasli melanjutkan, Kemendiknas tidak akan turut campur terhadap proses hukum dalam kekisruhan kepemilikan Universitas Trisakti. Meski demikian, jika dalam pelaksanaan putusan MA mengganggu proses belajar mengajar di kampus tersebut, pihaknya akan turun tangan. “Jika dalam pelaksanaan nanti ada gangguan dalam proses belajar mengajar tentu masuk domain kami bagaimana mengamankan agar proses belajar kepada mahasiswa kenyamanan dan keamanan dari dosen yang mengajar tidak akan terganggu,” imbuhnya.

…dst

2 ) Stop Penyimpangan, Ubah PTN Jadi BLU

Selasa, 25 Januari 2011, 11:08 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Berdasarkan laporan Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional penyimpangan seringkali terjadi di perguruan tinggi negeri. Penyimpangan bisa berbentuk rekening liar maupun pembangunan fisik yang tak sesuai aturan. Menanggapi soal penyimpangan, Sekretaris Jenderal kementerian, Dodi Nandika menyatakan ada satu cara menghapus penyimpangan dana di perguruan tinggi negeri, yaitu dengan merubah statusnya menjadi Badan Layanan Umum atau BLU. “Perubahan ini suatu cara untuk mengikis penyimpangan di PTN,” ungkapnya ketika ditemui Republika, Senin (24/1). Dodi menjelaskan, selama ini sumber pendapatan yang didapatkan tiap kampus berasal dari tiga sumber. Sumber pertama dari anggaran negara atau APBN, kemudian kedua berasal dari riset dan penelitian yang dana berasal dari kerjsama dengan pemerintah daerah dan industri (swasta). Ketiga, berasal dari SPP mahasiswa, yang disebut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Selama ini, menurut Dodi, terkadang kampus menggunakan SPP mahasiswa untuk proses belajar para mahasiswa. Padahal seharusnya dana tersebut langsung disetor ke kas negara dan kemudian kampus boleh meminta lagi dana tersebut untuk keperluan kegiatan perkuliahan. Meski ia mengakui perkuliahan tak bisa melulu menunggu kucuran dana dari Pemerintah.

…dst

3 ) Rektor IPB Raih Penghargaan Program Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 25 Januari 2011 23:23 WIB
Bogor (ANTARA News) – Rektor Institut Pertanian Bogor Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto, M.Sc meraih penghargaan program pemberdayaan masyarakat. “Rektor mendapat penghargaan itu karena dinilai memiliki kepedulian dan kepeloporan dalam program pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui posdaya (pos pemberdayaan masyarakat),” kata Kepala Humas IPB Ir Henny Windarti di Bogor, Selasa.Ia menjelaskan, penghargaan itu diberikan dalam rangka perayaan HUT ke-15 Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, yang dipimpin Prof Dr Haryono Suyono. Selain kepada Rektor IPB, penghargaan juga diberikan kepada Rektor UPI Bandung, Unsoed Purwokerto, Unmer Malang, USW Yogyakarta, Universitas Ronggolawe Tuban, dan UNG Gorontalo. Menurut dia, Posdaya Mandiri Terpadu Desa Cikarawang, yang merupakan binaan IPB, juga termasuk salah satu pihak yang menerima penghargaan dalam acara tersebut.

>>>

4 ) Dana IDB Turun, Pembangunan RS Pendidikan Undip Dilanjutkan

25 Januari 2011
SEMARANG-Setelah terkendala masalah pendanaan, pembangunan Rumah Sakit (RS) Pendidikan Universitas Diponegoro (Undip) akan dilanjutkan, bersamaan dengan turunnya kucuran dana dari Islamic Development Bank (IDB). Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD mengatakan, pembangunan RS Pendidikan Undip ini akan dilanjutkan. Meski tidak menyebutkan berapa dana yang turun dari IDB, RS tersebut ditargetkan selesai akhir 2011. ”Kami menargetkan pembangunan RS Pendidikan Undip akan rampung akhir tahun ini dan segera beroperasi. Sebab pembangunan gedung hampir selesai. Tinggal peralatan,” urainya, kemarin. Sesuai dengan rencana awal, RS Pendidikan Undip tersebut akan dilengkapi berbagai laboratorium untuk menunjang fungsi pelayanan kesehatan pada masyarakat, serta langkah penelitian.
Pembangunan RS Pendidikan Undip merupakan program rektor sebelumnya, Prof Susilo Wibowo. Sudharto menyatakan akan meneruskan program-program terdahulu yang sudah berjalan. Sebelumnya, pembangunan RS Pendidikan Undip mengalami kendala pendanaan, yakni kurang Rp 80-100 miliar akibat penguatan nilai dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.
Lebih Tinggi Rektor Undip periode 2006-2010, Susilo Wibowo saat itu mengeluhkan pendanaan yang harus dibayarkan menjadi lebih tinggi dan telah menyampaikan masalah tersebut pada pemerintah pusat.
Rumah Sakit Pendidikan Undip menempati areal lahan seluas 2.400 meter persegi dan bisa menampung pasien dalam 600 tempat tidur untuk melayani kesehatan masyarakat.

…dst

5 ) Seorang Mahasiswa Yogya Mengaku-aku Pembuat Jejak UFO Sleman

SELASA, 25 JANUARI 2011 | 13:52 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta -Seorang mahasiswa dari Yogya mengaku-aku sebagai pembuat crop circle di Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. “Yang membuat jejak UFO ini adalah anak-anak Sains MTK dan Pertanian,” ujar mahasiswa yang enggan menyebutkan namanya itu, seperti dikutip situs StudentMagz.com, Selasa (25/1). Dia sedang berlibur saat terbersit ide membuat crop circle di sawah, mengikuti temuan jejak UFO di berbagai negara. “Daripada pusing mikirin Gayus, mending bikin heboh aja,” kata mahasiswa MIPA di sebuah kampus di Yogyakarta. Alasannya dua: mempraktekan kemampuan matematika terapan dan keahlian desain, juga cari sensasi. Lingkaran berdiameter 30-an meter dia buat bersama enam teman. Namun dia enggan menjelaskan metodenya. Situs StudentMagz melengkapi pengakuan mahasiswa itu dengan tautan video dari luar negeri tentang cara membuat crop circle. Di antaranya dengan menekan tanaman pakai balok sehingga merebah satu arah. Pengakuan ini diragukan kebenarannya oleh banyak kalangan.

…dst

6 ) Laporan dari Jerman
Ilmuwan Minta Masyarakat Bersikap Kritis Soal Crop Circle

Selasa, 25/01/2011 23:55 WIB
Berlin – Fenomena crop circle yang terjadi secara beruntun di Indonesia tepatnya di Yogyakarta, tak hanya mengundang rasa ingin tahu masyarakat tetapi juga membangunkan rasa penasaran para ilmuwan di luar negeri. Termasuk diantaranya ilmuwan Indonesia yang menjadi peneliti di Max Planck Institute of Astronomy, Dr.rer Johny Setiawan. Menurut Johny, tak hanya di Indonesia, fenomena alam yang unik ini juga banyak ditemukan di beberapa wilayah lain di dunia. Tak ada yang tahu pasti kapan crop circle pertama ditemukan, namun crop circle semakin sering terjadi pada 70 tahun terakhir. Pola simetris bahkan sampai ke pola yang rumit pun ditemukan dalam jumlah ribuan. “Di alam, banyak fenomena fenomena natural yang bisa membuat pola-pola simetris atau bentuk-bentuk tertentu, misalnya arah angin, turbulensi udara bermuatan listrik, dan sebagainya, yang mana bahkan ada yang bisa membentuk serupa wajah,” tutur Johny. Masih menurut Johny, untuk memastikan unsur dari UFO, maka harus ada penelitian lebih lanjut akan kandungan tanahnya. “Ada perbedaan kandungan unsur tanahnya, dibandingkan dengan kandungan tanah di sekitarnya, juga pengukuran suhu tumbuhan yang terpangkas” lanjut Johny Setiawan yang juga merupakan wakil ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) ini. Dr. rer. nat Johny Setiawan adalah salah seorang astronom dunia yang telah menemukan lebih dari 10 planet, dan merupakan satu-satunya astronom non Jerman yang menjadi ketua tim proyek pencarian planet di MPIA.

…dst

7 ) Lapan: Tapak Melingkar Buatan Manusia

Rabu, 26 Januari 2011 | 04:32 WIB
Sleman Kompas Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Sri Kaloka menegaskan, tapak melingkar yang disebut crop circle di areal sawah Dusun Rejosari, Jogotirto, Berbah, Kabupaten Sleman, adalah buatan manusia. “Polanya tidak simetris. Ada yang melebar, ada yang sempit. Polanya tidak beraturan. Dilihat dari tengah (pola lingkaran), saya menemukan sebuah lubang 25 sentimeter dan berdiameter 4 sentimeter,” tutur Sri di Dusun Rejosari, Selasa (25/1). Ia yakin dari lubang itu ditancapkan tongkat atau pipa yang dipakai sebagai poros untuk membentuk pola-pola lingkaran. “Kami yakin (crop circle) ini dilakukan manusia,” katanya. Selain dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), sejumlah anggota staf Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) juga datang ke lokasi. Peneliti dari Bapeten dan Batan mengambil contoh tanah. Kepala Bidang Kesehatan dan Keselamatan Batan M Yasid mengatakan tidak menemukan gelombang radiasi di lokasi ataupun di sekitarnya, demikian juga pada tanaman padi. Sementara itu contoh tanah akan tetap diteliti.

…dst

8 ) Menonton, Mahasiswa Tewas di Lokasi

Wednesday, 26 January 2011
SPEKULASI yang menyebut lingkaran berpola (crop circle) di areal persawahan Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, terkait dengan UFO tak dapat dimungkiri menjadi magnet bagi warga. Hingga kemarin, warga yang penasaran terus mengalir ke lokasi penemuan. Untuk mendapatkan pemandangan yang ideal, mereka pun tak segan-segan naik ke perbukitan Suru. Namun nasib apes menimpa Aldo, mahasiswa Universitas Proklamasi (Unprok) Yogyakarta. Dia tewas setelah terjatuh di sisi barat bukit Suru saat melihat corp circletersebut. Aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab tewasnya mahasiswa 26 tahun tersebut. Dugaan sementara, Aldo jatuh karena kaget mendengar gelegar petir. Aldo yang penasaran dengan fenomena menghebohkan itu awalnya datang bersama temantemannya, Gusti, Wilson, dan Inu. Sampai di lokasi, mereka naik ke Bukit Suru. Saat itu, cuaca mendung. Sampai di puncak, hujan mengguyur. “Petir menggelegar dan Aldo jatuh,” kata Gusti. Kapolres Sleman AKBP Irwan Ramaini mengatakan, untuk menghindari jatuhnya korban lagi, polisi telah melarang warga naik ke bukit itu. Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar warga yang datang memang memilih mendaki bukit Suru. Meski terjal dan medannya licin, mereka tetap antusias untuk mendapatkan pemandangan utuh corp circle. (priyo setyawan)

>>>

9 ) SEKOLAH TINGGI PELAYARAN
Lulusan Pelayaran Banyak “Dicomot” Asing

Selasa, 25 Januari 2011 | 20:17 wib
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Bobby R Mamahit mengakui, selama ini sebagian besar lulusan sekolah tinggi pelayaran berstandar internasional milik pemerintah lebih banyak digunakan perusahaan pelayaran asing, baik di dalam maupun di luar negeri. “Dalam satu angkatan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Marunda, misalnya, ada 20 taruna, sebanyak 15 lulusannya atau sekitar 70 persen pasti bekerja di perusahaan pelayaran asing,” ujar Bobby dalam Sarasehan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan di Jakarta, Selasa (25/1/2011). Menurutnya, hal itu tidak bisa dicegah karena umumnya para taruna mendapatkan tawaran gaji 3-4 kali lebih tinggi di perusahaan pelayaran asing ketimbang mengabdi di perusahaan pelayaran nasional. “Itu hak dan tak bisa dicegah,” katanya.Ia memberikan contoh, gaji terendah pelaut di perusahaan pelayaran asing saat ini minimal 500 dollar AS per bulan atau sekitar Rp 5 juta dengan kurs per dollar AS Rp 10.000. Sementara itu, gaji untuk kelas perwira biasanya berkisar 2.000-3.000 dollar AS atau sekitar Rp 20 juta-Rp 30 juta per bulan.

…dst

10 ) Tes Bakat Skolastik Pengaruhi Studi Mahasiswa

25 Januari 2011
SEMARANG-Wacana Badan Standar Nasional Pendidikan yang mengharuskan adanya instrumen lain seperti tes minat bakat, skolastik, dan tes kecerdasan jika nilai ujian nasional digunakan dalam seleksi masuk mahasiswa terutama di perguruan tinggi negeri, dipandang positif.
“Sebab, tes bakat skolastik dan sejenisnya bisa mengukur atau menelusuri sekaligus kepribadian, kreativitas, dan kecakapan atau potensi/kemampuan akademik masing-masing calon mahasiswa.
Sebab yang diujikan sekaligus perihal kemampuan bahasa,berhitung cepat dan tepat, berpikir abstrak dan bernalar logika,” kata Ketua Metakognitif Sentra Layanan Psikologi IKIP PGRI Semarang, Arri Handayani, di kantornya Jl Lingga Raya 8 Semarang, kemarin. Dengan demikian, kecocokan siswa terhadap studi yang dipilih di perguruan tinggi bisa ketahuan. Dampaknya, mahasiswa akan lancar dan meresapi pembelajaran selama kuliah, sehingga studi tidak terlalu lama bahkan putus di tengah jalan. Ubah Sistem Arri menuturkan, SNMPTN yang hanya menguji kemampuan akademik siswa adalah salah kaprah. Sebab, kemampuan masing-masing siswa bukan hanya berkisar dalam akademik, melainkan juga kreativitas dan bakat.

…dst

11 ) Kasek Juga Tentukan Beasiswa Bidik Misi
* Diintegrasikan SNMPTN

25 Januari 2011
SEMARANG-Di samping memegang kunci dalam Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Jalur Undangan, para kepala sekolah juga menjadi penentu pertama penerimaan beasiswa Bidik Misi 2011.
“Penerimaan beasiswa Bidik Misi pada tahun ini diintegrasikan dengan SNMPTN, baik jalur undangan maupun ujian tulis/keterampilan. Jika mengingat calon penerima beasiswa ini juga dipersyaratkan termasuk 25% terbaik di kelas masing-masing, berarti sama dengan mereka yang bisa mendaftar SNMPTN Jalur Undangan,” kata Ketua Panitia Lokal Semarang SNMPTN Agus Wahyudin, di kampus Unnes, Selasa (24/1).
Implikasi dari pengintegrasian itu, lanjut Agus, mereka yang berminat memperoleh beasiswa dari Kementerian Pendidikan Nasional ini harus mengajukannya saat pendaftaran. “Namun tanpa peran kepala sekolah dalam meng-input data siswa, tidak mungkin bisa mendaftar lewat jalur undangan,”ungkapnya. Agus yang juga pembantu rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Semarang (Unnes) menuturkan, tahun ini besaran beasiswa tersebut meningkat. “Tahun lalu setiap penerima beasiswa ini, selain mendapatkan pembebasan dari semua bentuk biaya kuliah di kampusnya, juga memperoleh uang saku Rp 500.000 per bulan. Tahun ini uang saku itu ditambah menjadi Rp 600.000,” urainya.
Kuota Naik Ditanya tentang kuota Bidik Misi dan penyalurannya di Unnes, Agus mengatakan, Unnes tahun ini mendapatkan kuota 450 paket beasiswa.

…dst

12 ) Film ‘Siapa Aku?’, Tiket UMA Medan ke Peksiminas

Selasa, 25 Januari 2011 – 11:19 wib
MEDAN- Mahasiswa Universitas Medan Area (UMA) Medan, Sumatera Utara, menunjukkan kreativitasnya dengan meluncurkan sebuah film kampus perdana. Film yang berjudul ‘Siapa Aku?’ itu disutradarai Boy Rahmansyah, mahasiswa Psikologi kampus tersebut. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMA Zulheri Noer mengatakan UMA sangat menyambut baik prestasi tersebut. Bahkan, dia berharap nantinya akan semakin banyak kreativitas mahasiswa seperti itu yang muncul. “Kemampuan semacam ini memang sangat diperlukan di era global sekarang. Film ini rencananya dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun depan,” jelas Zulheri kepada Okezone saat ditemui di Medan, Selasa (25/1/2011). Dipaparkannya, film ini merupakan hasil karya dan murni kreativitas kelompok peminat seni peran yang digiatkan oleh para mahasiswa UMA. Film ini sendiri bercerita tentang kehidupan nyata dan pencarian jati diri seorang mahasiswa. Juga diselingi soal persahabatan yang tak luput dari permasalahan percintaan.

…dst

13 ) Sanga, Peraih Gelar Cumlaude di UB dari Korsel

Selasa, 25 Januari 2011 – 14:12 wibJAKARTA- Ada yang unik dari prosesi Wisuda Periode III Tahun Akademik 2010/2011 Universitas Brawijaya (UB). Ketika itu, seorang gadis berkebangsaan Korea Selatan diwisuda dengan predikat cumlaude. Nilai Indeks Prestasi Kumulatifnya (IPK) 3,67. Dia menduduki posisi kedua wisudawan dengan masa studi singkat. Jang Sang Ah tercatat sebagai lulusan Fakultas Hukum (FH) UB. Perjuangan Sanga, demikian dia biasa dipanggil, meraih gelar cumlaude tidaklah mudah. Di kelas, dia terkenal rajin bertanya ke dosen. Bahkan, saking rajinnya, ada dosen menyindir teman-temannya, apakah tidak ada yang bertanya selain Sanga. Tidak hanya itu, gadis berambut panjang ini juga selalu duduk di barisan depan di kelas. Hal yang biasanya enggan dilakukan teman-teman sekelas Sanga. Ketika telat, dialah yang akan pertama berlari sementara teman-temannya berjalan dengan santai. “Hal seperti ini tidak lazim di Korsel. Bagi kami, kedisiplinan adalah awal segala kebaikan,” tutur Sanga seperti disitat dari situs UB, Selasa (25/1/2011).

…dst

14 ) UU SISDIKNAS
Kata “Dapat” yang Bisa Memusingkan

Selasa, 25 Januari 2011 | 14:40 wib
JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal mengatakan, bila kata “dapat” dihilangkan dalam pasal 55 ayat (4) UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), negara akan mengalokasikan dana yang sangat besar untuk biaya pendidikan. “Bila itu terjadi, maka selain mencerdaskan kehidupan bangsa, negara dalam mewujudkan masyarakat mencapai kesejahteraan umum tidak akan tercapai dananya sebagian besar untuk biaya pendidikan,” kata Fasli Jalal, saat sidang uji materi UU Sisdiknas di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Selasa (25/1/2011). Pasal 55 ayat (4) dalam UU Sisdiknas yang diujimaterikan itu berbunyi, “Lembaga pendidikan berbasis masyarakat ‘dapat’ memperoleh bantuan teknis, subsidi dana, dan sumber daya”. Dalam pemberitaan sebelumnya, Yayasan Salafiyah Pekalongan (H. Machmud Masjkur) dan Yayasan Santa Maria Pekalongan (Suster Maria Bernardine) mendalilkan frasa “dapat” dalam Pasal 55 Ayat (4) UU Sisdiknas tersebut, telah menghilangkan atau setidak-tidaknya berpotensi menghilangkan kewajiban pemerintah yang sekaligus menjadi hak Pemohon dalam pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dasar.

…dst

15 ) SEKOLAH SWASTA
Pemerintah Tidak Janji Kucurkan Bantuan

Rabu, 26 Januari 2011 | 04:33 WIB
Jakarta, Kompas – Pemerintah tidak dapat mengucurkan dana pendidikan untuk sekolah swasta dengan besaran yang sama seperti sekolah negeri. Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengatakan hal itu dalam sidang uji materi Pasal 55 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (25/1). Sidang yang dipimpin Ketua MK Mahfud MD tersebut mengagendakan mendengar keterangan pemerintah dan DPR serta saksi dari pemohon dan pemerintah. Pemohon terdiri dari Machmudi Masjkur (Perguruan Salafiyah Pekalongan) dan Suster Maria Bernardine (Perguruan Santa Maria Pekalongan). Mereka menyampaikan permohonan kepada MK untuk dilakukan uji materi terhadap UU Sisdiknas Pasal 55 Ayat 4, terutama karena pencantuman kata “dapat”. Pasal 55 Ayat 4 berbunyi: Lembaga pendidikan berbasis masyarakat dapat memperoleh bantuan teknis, subsidi dana, dan sumber daya lain secara adil dan merata dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah.

…dst

16 ) SISTEM INFORMASI
Peringatan Dini Lahar Merapi

Rabu, 26 Januari 2011 | 04:06 WIB
OLEH YUNI IKAWATI
Tumpukan lava yang kini bertengger di Puncak Merapi bagai momok yang siap menelan permukiman di kaki gunung itu. Ancaman itu datang saat hujan lebat yang menyebabkan banjir lahar. Salah satu cara meredamnya adalah dengan memasang sistem peringatan dini bencana. Kekhawatiran masyarakat di lereng gunung berapi di Yogyakarta itu memang beralasan karena volume lava pasca-letusan Oktober-November tahun lalu telah mencapai 14 kali lipat dibandingkan dengan kondisi sebelum erupsi. Hujan yang mengguyur kawasan itu dalam dua bulan terakhir ini telah menimbulkan terjangan banjir lahar dan timbunan batuan dan pasir yang luas. Padahal, menurut taksiran Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, material yang “turun gunung” baru sekitar 10 persen dari seluruhnya. Untuk memberi peringatan akan datangnya ancaman itu di kawasan Merapi, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Badan Geologi Kementerian ESDM Subandriyo mengatakan telah menambah jumlah sistem peringatan dini banjir lahar. Sistem peringatan dini lahar Merapi, sebagai salah satu gunung api yang aktif di dunia itu, menurutnya sudah terpasang sejak tahun 1994. Sistem peringatan dini lahar terdiri dari alat penakar curah hujan otomatis, kamera CCTV, dan geofon atau pemantau aliran akustik yang masing-masing dilengkapi dengan sistem telemetri atau alat pengirim data secara otomatis ke stasiun pusat pemantau di BPPTK dan pengendali operasi di Kabupaten Magelang dan Sleman.

…dst

17 ) 2014, Terancam Krisis Guru SD
Dampak Kebijakan 1974

Selasa, 25 Januari 2011 , 09:25:00
KEBUMEN — Kebijakan pemerintah yang dikeluarkan tahun 1974 terasa dampaknya mulai tahun depan. Kabupaten Kebumen terancam mengalami krisis tenaga pendidik atau guru, terutama untuk guru sekolah dasar (SD). Puncak krisis diprediksi terjadi mulai 2014. Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen Drs HM Priyono MMPd menjelaskan, ancaman krisis guru ini menyusul bakal terjadinya pensiun massal. Ini dampak dari pengangkatan massal tenaga guru SD yang dilakukan pemerintah pada tahun 1974 lalu. Saat itu proses pengangkatan guru memang dipermudah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor I tahun 1974. “Pengangkatan guru yang serentak di tahun itu, menyebabkan masa pensiun mereka juga bakal bersamaan. Asumsinya, guru tersebut diangkat pada usia 20 tahun dan pensiun pada umur 60 tahun,” ujar Priyono, yang saat memberikan keterangan kemarin didampingi Kabid Tenaga Kependidikan Agus Septadi. Dia menjelaskan, pensiun massal akan dimulai tahun depan dan puncaknya akan terjadi mulai tahun 2014 mendatang hingga 10 tahun kemudian. “Jika mengacu pada pengangkatan massal itu, maka otomatis akan terjadi pensiun massal pada tahun 2014,” ujar Agus Septadi yang juga ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kebumen ini.

…dst

18 ) Berita Lain-Lain
UFO-Sleman
Ilmuwan Minta Masyarakat Bersikap Kritis Soal Crop Circle
Media Internasional Beritakan Jejak UFO Sleman
Ini Temuan LAPAN Soal UFO Sleman
Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman
Lapan: Tapak Melingkar Buatan Manusia
Pemerintah Tolak Ganti Kerugian Sawah Lokasi UFO
Lokasi “UFO” Hasilkan Rp 3,5 Juta per Hari
Berita Politik
Warga Sidoarjo Kumpulkan Koin untuk Presiden
Demi HAM, Gubernur DIY Harus Dipilih
Rencana Kenaikan Gaji Presiden, Cermin Pemerintah Tak Peka
Kemendiknas: Buku SBY Bukan Politisasi!
Kemdiknas: Buku SBY Tidak Menyalahi DAK!
Kementerian Pendidikan: Hak Sekolah Beli Buku SBY
Ical: Kasus Lumpur dan Pajak Dipolitisasi
Gayus
KPK Akhirnya Selidiki Gayus
KPK Resmi Selidiki Mafia Pajak Gayus
Mahfud-Refly
Jika Diperlukan, MK Akan Kembali Konfrontir Refly, Saragih & Akil
Akil Tak Percayai Keterangan Refly dan Bupati Simalungun
Bupati Simalungun: Refly Bohong, Jawabannya Itu-itu Saja
Lahar Merapi
Warga Sulit Direlokasi
Peringatan Dini Lahar Merapi
Lain-Lain
Menakertrans: SMS Pemulangan Gratis TKI Tidak Benar