Laporan dari Jerman
Ilmuwan Minta Masyarakat Bersikap Kritis Soal Crop Circle

Selasa, 25/01/2011 23:55 WIB
Berlin – Fenomena crop circle yang terjadi secara beruntun di Indonesia tepatnya di Yogyakarta, tak hanya mengundang rasa ingin tahu masyarakat tetapi juga membangunkan rasa penasaran para ilmuwan di luar negeri. Termasuk diantaranya ilmuwan Indonesia yang menjadi peneliti di Max Planck  Institute of Astronomy, Dr.rer Johny Setiawan.

Menurut Johny, tak hanya di Indonesia, fenomena alam yang unik ini juga banyak ditemukan di beberapa wilayah lain di dunia. Tak ada yang tahu pasti kapan crop circle pertama ditemukan, namun crop circle semakin sering terjadi pada 70 tahun terakhir. Pola simetris bahkan sampai ke pola yang rumit pun ditemukan dalam jumlah ribuan. “Di alam, banyak fenomena fenomena natural yang bisa membuat pola-pola simetris atau bentuk-bentuk tertentu, misalnya arah angin, turbulensi udara bermuatan listrik, dan sebagainya, yang mana bahkan ada yang bisa membentuk serupa wajah,” tutur Johny.

Masih menurut Johny, untuk memastikan unsur dari UFO, maka harus ada penelitian lebih lanjut akan kandungan tanahnya. “Ada perbedaan kandungan unsur tanahnya, dibandingkan dengan kandungan tanah di sekitarnya, juga pengukuran suhu tumbuhan yang terpangkas” lanjut Johny Setiawan yang juga merupakan wakil ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) ini.

Dr. rer. nat Johny Setiawan adalah salah seorang astronom dunia yang telah menemukan lebih dari 10 planet, dan merupakan satu-satunya astronom non Jerman yang menjadi ketua tim proyek pencarian planet di MPIA. Menyikapi fenomena crop circle tersebut, Johny berpendapat agar masyarakat tetap bersikap kritis sebelum ada bukti kepastian sehingga tidak terjebak pada kepercayaan kepercayaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Kalau memang ada yang berniat untuk meneliti, silahkan, jadilah ilmuwan,” tutup Johny.