1 ) Unjuk Rasa Hambat Evakuasi-Kontak 400 Mahasiswa Sulsel Terputus
http://cetak.kompas.com/read/2011/02/02/02315150/unjuk.rasa.hambat.evakuasi

Rabu, 02 Februari 2011
Kairo, Kompas – Mandeknya sekitar 80 persen aktivitas kota Kairo, Mesir, akibat aksi unjuk rasa jutaan warganya yang memaksa turun Presiden Hosni Mubarak, berdampak sulitnya KBRI Kairo mencari bus sewaan guna mengangkut WNI dari tempat penampungan menuju Bandara Kairo untuk dievakuasi ke Indonesia. Wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman di Kairo melaporkan, selain aksi-aksi pencegatan dengan dalih keamanan di jalanan Kairo, jam malam yang diberlakukan mulai pukul 15.00 sampai pukul 07.00 juga membuat kehidupan di Mesir menjadi dibatasi 7 jam. Ditambah lagi jutaan warga Mesir yang mengarus dari lapangan Tahrir di Kairo menuju Istana Presiden yang jaraknya 40 kilometer untuk memaksa Presiden Mubarak turun, merupakan hambatan tersendiri bagi upaya evakuasi.
“Saya sudah menaikkan tawaran harga sewa bus hingga tiga sampai empat kali lipat dari harga normal untuk mengangkut WNI dari Nasr City ke Bandara Udara Internasional Kairo, tetapi tidak ada satu pun perusahaan transportasi yang mau menyewakan busnya, dengan alasan keamanan,” ungkap pejabat konsuler KBRI Abdullah kepada Kompas. Sudah ditawarkan sampai 3.000 pound Mesir (sekitar Rp 4,8 juta) dari normalnya cuma Rp 1,2 juta, tetap tak ada perusahaan bus yang sanggup mengangkut. Akhirnya, lanjut Abdullah, KBRI terpaksa mengerahkan semua kendaraan KBRI sendiri untuk mengangkut para WNI ke bandara. Seorang istri staf KBRI, Maya, yang ikut evakuasi ke Indonesia mengungkapkan, terpaksa ikut evakuasi ke Indonesia karena takut dan apalagi para tetangga ikut evakuasi semua.

…dst

2 ) Mendiknas Pastikan Mahasiswa WNI di Mesir Tak di-DO
http://kampus.okezone.com/read/2011/01/31/373/419993/mendiknas-pastikan-mahasiswa-wni-di-mesir-tak-di-do

Selasa, 1 Februari 2011 – 08:01 wib
JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yodoyono telah membentuk Satgas untuk melakukan evakuasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Mesir. Hal ini terkait kondisi keamanan di Mesir yang tak menentu. Lantas, bagaimana nasib 4.190 WNI yang sedang menempuh studi sebagai mahasiswa di Mesir? Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh berjanji akan melakukan koordinasi terkait hal tersebut dengan Kementerian Pendidikan Mesir. “Kami akan koordinasi dengan Kemendiknas Mesir untuk terus menyatakan mahasiswa di sana tidak didrop out (DO), sehingga sewaktu-waktu sudah aman mereka bisa kembali ke Mesir untuk bisa belajar lagi. Jangan sampai mereka sudah kembali ke sini mereka di-DO,” ucap Nuh di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, kemarin. Presiden SBY telah menginstruksikan untuk memberikan perlindungan kepada para mahasiswa Indonesia di Mesir. “Begitu sampai di Indonesia, mereka tidak bisa tinggal di penampungan sementara, mereka akan kembali ke keluarga mereka dan pemerintah akan fasilitasi mereka,” tutupnya.

…dst

3 ) Kontak 400 Mahasiswa Sulsel Terputus
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/379577/

Wednesday, 02 February 2011
MAKASSAR(SINDO) – Lebih 400 mahasiswa asal Sulsel di Mesir belum diketahui nasib mereka.Hingga kemarin, Ikatan Alumni Mahasiswa Timur Tengah Wilayah Indonesia Timur belum menerima laporan kondisi terakhir mahasiswa yang berada di Negara Piramid itu. Puluhan orangtua mahasiswa bahkan terus mencari tahu kondisi keluarga mereka yang tengah menuntut ilmu di Universitas Al Azhar, Kairo.Kecemasan para orangtua mahasiswa itu dipicu akibat terputusnya komunikasi dengan keluarga mereka di Mesir.Apalagi, gerakan revolusi dan tekanan terhadap Presiden Mesir Hosni Mubarak kian kencang.Kemarin, pemimpin unjuk rasa antipemerintah, Mohamed ElBaradei, mengultimatum Hosni Mubarak agar mengundurkan diri paling lambat, Jumat (4/2) mendatang. Ribuan warga asing termasuk warga negara Indonesia (WNI) sudah dievakuasi ke negara mereka masing-masing. Namun, kabar terakhir mengenai kondisi mahasiswa asal Sulsel di sana tak kunjung datang. “Karena komunikasi terputus, banyak orang tua yang mulai cemas. Puluhan orangtua mahasiswa asal Sulsel dari berbagai daerah seperti Pangkep dan Soppeng telah menghubungi saya untuk menanyakan kondisi anaknya di sana,” ungkap Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Timur Tengah Wilayah Indonesia Timur Mustamin Arsyad di Makassar, kemarin. Namun, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar ini mengimbau kepada semua keluarga mahasiswa agar tenang. Menurutnya, warga Mesir sangat menghargai dan menghormati mahasiswa dari luar apalagi yang belajar di Al Azhar.”Masyarakat di Mesir sangat menghargai mahasiswa yang belajar di Al Azhar.Ini pengalaman saya yang tinggal di sana sekitar 20 tahun lamanya.

…dst

4 ) Kapan Ya, Biaya Kuliah Sesuai Kemampuan?
http://edukasi.kompas.com/read/2011/02/01/19505319/Kapan.Ya.Biaya.Kuliah.Sesuai.Kemampuan.

Selasa, 1 Februari 2011 | 19:50 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com – Perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia idealnya menetapkan standar pembiayaan studi mahasiswa berdasarkan kemampuan orangtua. Hal tersebut bertujuan untuk mendukung aspek keadilan dan meringankan beban ekonomi mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. “Idealnya, hal itu bisa dilakukan di semua perguruan tinggi. Kini, baru Universitas Indonesia dan Universitas Brawijaya yang sudah menerapkan kewajiban ini, sementara di Universitas Padjadjaran masih sebatas imbauan,” kata Rektor Universitas Padjadjaran Ganjar Kurnia di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/1/2011) kemarin. Ganjar mengatakan, adanya standar pembedaan biaya merupakan cara efektif untuk memberikan aspek keadilan dan kemudahan studi bagi mahasiswa tidak mampu. (CHE)

>>>

5 ) Pada 2014, Sekitar 25 Persen Usia Produktif Masuk Kampus
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/02/01/161877-pada-2014-sekitar-25-persen-usia-produktif-masuk-kampus

Selasa, 01 Februari 2011, 18:37 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Pada 2014, Kementerian Pendidikan Nasional menargetkan seperempat lulusan sekolah menengah umum (SMU) akan masuk kampus. Selain itu, mereka ditargetkan masuk kampus dengan mutu yang cukup baik. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso kepada Republika. Menurutnya, Pemerintah saat ini merencanakan angka partisipasi kasar siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi ITU sebesar 25 persen. Artinya 25 persen penduduk usia produktif Indonesia akan mengencam bangku kampus. Pasalnya, saat ini angka partisipasi kasar siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi itu baru sebesar 18,5 persen. `’Kenaikan satu persen APK ini setara dengan 213 ribu kursi baru mahasiswa,” kata Djoko seusai penandatanganan naskah serah terima aset Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Untuk mencapai target ini, Kementerian sendiri membangun Universitas atau membuka kampus yang bermutu baik.

…dst

6 ) KERJASAMA
Lirik Pemekasan, AS Janjikan Beasiswa
http://edukasi.kompas.com/read/2011/02/01/15121618/Lirik.Pemekasan.AS.Janjikan.Beasiswa

Selasa, 1 Februari 2011 | 15:12 WIB
PAMEKASAN, KOMPAS.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan akan membantu pemberian beasiswa dan pengembangan wirausaha kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Kristen F Bauer, saat menyampaikan pemaparan tentang program pemerintah AS untuk Indonesia di bidang pendidikan dan wirausaha, Selasa (1/2/2011).”Pemerintah AS tertarik membantu bidang pendidikan, termasuk di Pamekasan dinilai unggul,” kata Bauer. Menurutnya, program beasiswa dari pemerintah AS untuk Indonesia itu meliputi beasiswa S-2 dan S-3 untuk lembaga pendidikan negeri dan swasta yang ada di AS. “Bagi yang ingin kuliah di perguruan tinggi Islam, di AS juga ada,” terang Bauer. Selain menyediakan biaya pendidikan untuk siswa, pemerintah AS dan perguruan tinggi di sana juga menyediakan biaya bagi para guru, bahkan pegawai pemerintah kabupaten. Pemerintah juga memberikan kursus bahasa Inggris gratis bagi warga Indonesia yang ingin kursus bahasa Inggris untuk persiapan melanjutkan pendidikan di AS. “Ada dua program kursus yang diberikan pemerintah AS, yaitu kursus jangka pendek dan kursus jangka panjang,” katanya.

…dst

7 ) FE Undip Latih SDM Ekonomi Syariah
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/02/02/135973/FE-Undip-Latih-SDM-Ekonomi-Syariah

02 Februari 2011
SEMARANG- Fakultas Ekonomi Undip melatih lulusan S1 dan D3 dari berbagai perguruan tinggi menjadi sumber daya manusia (SDM) di bidang ekonomi Islam (syariah). Dengan menggandeng PT BRI Syariah, 21 fresh graduate dilatih selama 17 hari di Kampus FE Undip Tembalang.
Dekan FE Undip Prof Mohamad Nasir MSi Akt PhD menuturkan, upaya tersebut merupakan salah satu bentuk pelayanan inovatif kepada para lulusan perguruan tinggi, bukan hanya dari Undip. Selain untuk memperpendek masa tunggu fresh graduate, juga menambah SDM berkompeten di bidang ekonomi syariah yang hingga kini jumlahnya amat minim. Itu menjadi peluang yang harus ditangkap dengan baik oleh fresh graduate untuk masuk ke dalam bisnis berbasis syariah,” katanya di sela-sela pembukaan program Islamic Micro Banking Academy di ruang L 108 Gedung Laboratorium FE Undip Tembalang, Selasa (1/2).

…dst

8 ) Di Indonesia Tak Ada Ahli Komodo
http://cetak.kompas.com/read/2011/02/02/03212263/di.indonesia.tak.ada.ahli.komodo

Rabu, 02 Februari 2011
Jakarta, Kompas – Meskipun tercatat sebagai satu-satunya negara yang memiliki habitat komodo, Indonesia tidak memiliki ahli khusus komodo. Penelitian komodo lebih banyak dilakukan ilmuwan asing, sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti Indonesia hanya bersifat melengkapi. Kondisi itu justru terjadi di tengah perjuangan Indonesia menjadikan komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban alam. Berdasarkan data www.new7wonders.com, Selasa (1/2), komodo menduduki peringkat ke-10 dari 28 finalis yang dipilih oleh pemilih perempuan dan peringkat kedua berdasarkan usia pemilih berusia kurang dari 18 tahun. Ahli herpetologi atau kajian amfibi dan reptil di Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mumpuni, menegaskan, ahli yang mengetahui segala-seluk beluk komodo memang belum ada di Indonesia. Penelitian biologi di Indonesia masih difokuskan pada pendataan potensi dan sebaran keanekaragaman hayati Indonesia yang belum terkumpul semua…cut…Untuk ahli herpetologi saja, ujarnya, jumlah peneliti Indonesia hanya kurang dari 10 orang. “Minat meneliti satwa liar kurang karena peneliti harus pergi ke pedalaman, berisiko tinggi, dan tanpa asuransi keselamatan. Padahal, gaji dan dana penelitiannya kecil,” katanya.

…dst

9 ) Mahasiswa UGM Tegaskan Tolak KIK
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/379547/

Tuesday, 01 February 2011
YOGYAKARTA (SINDO) – Pemberlakuan tarif disinsentif bagi kendaraan yang masuk ke dalam kampus UGM Yogyakarta langsung direspons anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kemarin. Mereka menolak kebijakan tersebut dengan menggelar aksi demo karena dianggap sebagai komersialisasi kampus. Kebijakan penerbitan Kartu Identitas Kendaraan (KIK) oleh rektorat dinilai tidak menjadi solusi yang tepat bagi sejumlah persoalan yang muncul seperti polusi maupun kriminalitas. “KIK dan disinsentif ini jelas motifnya hanya mencari uang. Kalau dengan alasan untuk menekan kasus kriminalitas, jawabannya bukan itu,”tandas Presiden BEM UGM Lutfie Hamzah di sela-sela aksi demonstrasi kemarin. Selain aksi demo yang digelar, mahasiswa telah mengirimkan berkas berisi draf solusi mengatasi persoalan yang dijadikan dasar penerbitan KIK dan pemberlakuan disinsentif. Dalam draf tersebut,mahasiswa menekankan untuk mengatasi persoalan kriminalitas didalam kampus adalah meningkatkan kinerja satuan keamanan kampus (SKK).

…dst

10 ) 2.740 Mahasiswa di Unsri Terima Beasiswa
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/379495/

Tuesday, 01 February 2011
PALEMBANG (SINDO) – Universitas Sriwijaya (Unsri) akan menyalurkan sedikitnya 2.740 beasiswa pendidikan,terdiri dari 1.640 bantuan beasiswa miskin (BBM) dan 1.100 beasiswa peningkatan prestasi akademik (PPA). Pembantu Rektor (Purek) III Universitas Sriwijaya (Unsri) Anis Sagaff mengatakan, nantinya setiap mahasiswa akan menerima bantuan sebesar Rp300.000/bulan selama setahun. Untuk memenuhi keperluan ini, pemerintah pusat bahkan telah menyiapkan dana sekitar Rp630 juta, yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011. Bantuan beasiswa ini akan disalurkan setiap enam bulan sekali pembayaran uang semester. Kebijakan ini ditempuh agar beasiswa yang diberikan dapat benarbenar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan. Dalam penyalurannya, kedua jenis beasiswa ini akan diberikan secara langsung kepada mahasiswa yang berhak menerima.”Jadi,beasiswa ini akan diberikan dalam dua tahap, yakni sebesar Rp1,8 juta per semester,” ujar Anis di Palembang kemarin.

…dst

11 ) Mendiknas Mengaku tidak Berwenang Tarik Buku SBY
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/02/01/200374/88/14/Mendiknas-Mengaku-tidak-Berwenang-Tarik-Buku-SBY

Selasa, 01 Februari 2011 21:40 WIB
JAKARTA–MICOM: Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, enggan menanggapi ucapan Wakil Ketua Dewan Peerwakilan Rakyat (DPR) Pramono Anung yang mendesak Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) untuk menarik buku Presiden Yudhoyono yang beredar di sejumlah daerah. “Pendekatannya tentu karena dia orang politik, pasti pendekatannya perspektif politik,” ujar NUh saat berkunjung ke kantor Media Group di Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (1/2). Menurut Nuh, ia tak punya kewenangan untuk menarik buku SBY tersebut. Pasalnya, kewenanangan tersebuit ada di daerah. “Sampai sekarang diserahkan ke daerah. Kita hanya menyusun buku yang lolos seleksi. Dipilih monggo, enggak dipilih ya monggo juga,” imbuhnya. Nuh menegaskan, bila buku SBY yang beredar merupakan buku pengayaan yang sifatnya tidak wajib. Buku pun hanya diperbolehkan disediakan dua eksemplar per judul dan diletakkan di perpusatakaan. Sejauh ini, Kemendiknas mengantongi dua ribuan lebih judul buku yang diizinkan menjadi bagian dari materi pengayaan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. (CC/OL-8)

…dst

12 ) Ribuan Guru Terancam Menganggur
BOS untuk Operasional Sekolah di Luar Gaji
http://www.jpnn.com/read/2011/02/01/83420/Ribuan-Guru-Terancam-Menganggur-

Selasa, 01 Februari 2011 , 08:12:00
JAKARTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menemukan ribuan guru honorer yang terancam kehilangan pekerjaannya akibat pembatasan biaya operasional sekolah (BOS) untuk pembayaran gaji. Kini, dana BOS yang bisa dipakai untuk gaji guru hanya 20 persen dari total anggaran yang didapatkan setiap sekolah. ”Sekitar 1.600 guru tidak tetap di Surabaya di diberhentikan secara halus. Ada kegelisahan yang mendalam di kalangan guru honorer akibat pembatasan penggunaan dana BOS untuk belanja pegawai termasuk dana untuk honorarium maksimal 20 persen,” ujar Ketua PB PGRI Sulistiyo saat memberikan keterangan pers di Jakarta kemarin (31/1). Untuk diketahui, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 37/2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS tahun anggaran 2011 disebutkan maksimum penggunaan dana untuk belanja pegawai bagi sekolah negeri sebesar 20 persen. Penggunaan dana untuk honorarium guru honorer di sekolah agar mempertimbangkan rasio jumlah siswa dan guru sesuai dengan ketentuan pemerintah yang ada dalam Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang SPM Pendidikan Dasar di Kabupaten atau Kota.

…dst

13 ) Berita Lain-Lain
Evakuasi WNI di Mesir
Dua Hercules dari Malang Gabung Tim Evakuasi WNI di Mesir
Ditjen Imigrasi Bentuk Satgas Evakuasi WNI dari Mesir
Krisis Mesir Penyebab Pertamax Naik Jadi Rp 8.450
Indonesia Harus Dukung Aksi Rakyat Mesir
Sejuta Demonstran Tekan Mubarak
Menhan Tak Khawatir Dampak Demo Mesir di Indonesia
Akibat Krisis Mesir, Pemerintah Khawatirkan Lonjakan Harga Minyak Dunia
Krisis Mesir dan Harga Minyak
Koin SBY
Presiden Tersinggung dengan Koin SBY
Masya Allah…Jubir Presiden Bilang Pengumpulan Koin Tidakan Kurang Waras
Presiden Menolak Kenaikan Gaji
Sudi: Gaji Pokok Presiden Harusnya Enam Kali Lipat Gaji tertinggi Pejabat negara
KPK-DPR
Ketua MK: Penolakan Komisi III DPR Hanya Sikap Politik
Perseteruan KPK – DPR Meruncing
KPK Minta DPR Jelaskan Penolakannya Atas Bibit – Chandra
Jaksa Agung: Deponeering Hapus Status Tersangka
Lain-Lain
Gubernur Optimistis Indonesia Penghasil Kakao Terbesar Dunia
Pendakian ke Puncak Merapi Masih Ditutup