Subjek : Kenapa tak ada Bobot Beban Kerja untuk Tingkat Pimpinan dari Rektor sampai Ketua Jurusan ?

Isxxxx  ditulis pada 1 February, 2011, 19:15

1 ) dosen dgn tugas tambahan, untuk mendapatkan tunjangan profesi apakah hanya diwajibkan 3 sks dlm dhrma pendidikan tugas tambahan lain bukan kewajiban… mohon penjelasan .?
2 ) ketua bidang studi dinilai sks 4, rektor sampai ketua jurusan tidak ada nilai sks nya…bagaimana ini, mohon penjelasan?

>>>

Fitri ditulis pada 2 February, 2011, 00:10

Pak Isxxxx  sorry kedatangan tamu jauh baru bisa tanggapi sekarang.

http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/03/lampiran-beban-kerja-2010.pdf
1) Itu maksudnya Dosen dengan tugas tambahan sebagai PIMPINAN di PT YBS, dimulai dari Rektor/Ketua sekolah tinggi/Direktur akademi, Politeknik sampai dengan tingkat jurusan ( sesuai yang tercantum di lampiran beban kerja hal 32, yang tercantum di dalam tabel no. 1 rektor/ketua ST/Direktur s/d no. 5 ketua jurusan/lembaga/UPT) sepanjang ybs melaksanakan dharma pendidikan paling sedikit sepadan dengan 3 sks di PT ybs tetap memperoleh tunjangan profesi ( PP dosen pasal 8 ayat 3 dan pasal 10 ayat 5). Mereka boleh (tidak wajib) melaksanakan aktivitas tridharma PT lain (umpamanya sebagai dosen honor atau dosen LB yang mengajar di PT lain) namun total keseluruhan beban kerja (termasuk yang di PT sendiri) dibatasi maksimal 16 sks. Apabila pimpinan tsb memiliki jafung Profesor maka selain mimimal harus melaksanakan 3 sks dalam dharma pendidikan harus juga melaksanakan kewajiban khusus untuk Profesor.
>>>
2) Itu ada item yang hilang atau dihilangkan (?), dosen bertugas sebagai rektor sampai ketua jurusan beban kerjanya menurut yang tertera di file ditnaga ( sesuai dengan pasal 4e SK Dirjen Dikti No.48/DJ/Kep/1983) diberi bobot 12-4 sks. Pada 31 Maret 2010 pernah saya singgung di beberapa milis, namun mungkin tidak dianggpap penting tak ada respon, atau mungkin beranggapan rektor sampai tingkat jurusan kan cuma wajib dharma pendidikan 3 sks. Tak sadar dengan beban kerja sebagai pimpinan PT misalnya Rektor  dinilai 12 sks ditambah dengan dharma pendidikan yang wajib dilaksanakan di PT sendiri  sebanyak 3 sks, berarti sudah dibatasi maksimal BKD yang diijinkan untuk Rektor tersebut bersisa 1 sks, dengan kata lain kalo mau tambah ngajar atau melaksanakan penelitian baik di PT sendiri maupun di PT lain hanya boleh 1 sks aja (total BKD tak boleh lebih dari 16 sks ) sehingga bisa lebih konsentrasi melaksakan tugas sebagai pimpinan PT (Rektor). Dengan hilangnya penilaian bobot BKD tingkat pimpinan PT dari Rektor s/d tingkat jurusan di lampiran V Rubrik Beban Kerja dan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma PT bagian kegiatan penunjang di hal 32 membuka peluang bagi pimpinan PT untuk berlebihan melaksanakan kegiatan di luar kewajiban yang ditugaskan sehingga fungsi dan tugas dari pimpinan PT bisa ditelantarkan yang berakibat buruk pada kinerja PT yang dia pimpin. Maklum team penilai kebanyakan berpedoman pada lampiran V, kalo tak dicantumkan bobot beban kerja sebagai pimpinan PT (kegiatan menunjang) bisa dianggap nol sehingga pimpinan PT diperbolehkan/bebas ambil 13 sks lagi di luar 3 sks dharma pendidikan yang diwajibkan.
>>>
Ini tulisan saya tempo hari:

To: evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com
From: fitrith@xxxx
Date: Wed, 31 Mar 2010 06:05:49 +0000
Subject: [evaluasi-ps-dikti] Ada Item ya Hilang di Rubrik Beban Kerja Dosen

http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/03/lampiran-beban-kerja-2010.pdf

Ada item yang hilang di lampiran V Rubrik beban kerja Dosen, perhatikan hal 31-32, tabel kegiatan bidang penunjang item no 5 ( beban kerja untuk Rektor sebanyak 12 sks tidak dicantumkan ). Silakan baca rubrik penjelasan yang terdapat di hal 39 nampak lompat satu nomor yaitu no 5. Yang hilang itu adalah untuk REKTOR sampai tingkat jurusan, mengenai beban kerja Rektor bisa dapat dari link rubric evaluasi ditnaga di bawah ini.
http://ditnaga.dikti.go.id/ditnaga/files/rubrik_evaluasi.doc
>>>
OK sekian penjelasan saya, sekali lagi sorry atas late reply.
Terima kasih,
Wassalam, Fitri

>>>

Tambahan :

Untuk lebih jelas beban kerja untuk pimpinan perguruan tinggi bisa berpedoman pada SK Dirjen Dikti No.48/DJ/Kep/1983 yang sampai sekarang masih belum dicabut (masih berlaku) namun sebagian isi mengalami perubahan seperti misalnya di SK Dirjen no. 48 tahun 1983  menetapkan EWMP untuk dosen PTN=17 sks dan untuk dosen PTS= 12 sks, pada tahun 2010 sudah ditetapkan baik untuk dosen PTN maupun dosen tetap PTS  EWMP ( Ekivalensi Waktu Mengajar Penuh) = beban kerja dosen sama-sama sekurang-kurangnya 12 sks dan sebanyak-banyaknya 16 sks.

DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGSI
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
No.48/DJ/Kep/1983
tentang
BEBAN TUGAS TENAGA PENGAJAR PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI
DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGGIJabatan struktural :
http://www.faperikanunlam.org/SK-SK/SK-DirjenDiktiN048-EWMP.pdf

B A B II

PENGHITUNGAN EKIVALENSI WAKTU MENGAJAR PENUH TENAGA PENGAJAR

Pasal 4 (e)
Administrasi dan Manajemen

1. Rektor sama dengan 12 sks;
Pembantu Rektor” sama dengan 10 sks;
Dekan sama dengan . 10 sks;
Ketua lembaga sama dsngan 8 sks;
Sekretaris Lembaga sama dengan 6 sks;
Kepala UPT sama dengan 8 sks
Pembantu dekan sama dengan 6 sks;
Ketua jurusan sama dengan 6 sks;
Sekretaris jurusan sama dengan 4 sks;
Kepala Pusat sama dengan 6 sks;
Sekretaris Pusat sama dengan 4 sks;
Kepala Laboratorium/Studio sama dengan 4 sks;
Kepala Balai sama dengan 4 sks;

2. Jabatan non struktural
Sekretaris Senat Universitas sama dengan 4 sks;
Sekretaris Senat Fakultas sama dengan 4 sks;
Ketua Program Studi sama dengan 4 sks;

3. Ketua Panitia Ad Hoc.:
(umur panitia sekurang-kurangnya 2 semester) sama dengan 1 sks.

4. Ketua Panitia Tetap:
(umur panitia sekurang-kurangnya 2 semester) untuk:
tingkat Universitas sama dengan 2 sks;
tingkat Fakultas sama dengan 2 sks;
tingkat Jurusan sama dengan 1 sks.

Salam, Fitri