Subject: [DG] Pemberian Ijasah untuk Mahasiswa Asing

To: DiktiGroup@yahoogroups.com
From: stxxxx@yahoo.com
Date: Tue, 8 Feb 2011 22:08:20 -0800

Ada seorang teman menanyakan kepada saya :
bila ada univ di luar negeri ingin mengirimkan student ke sebuah PTS selama 1

tahun dengan maksud mendapatkan degree dari PTS tersebut, apakah hal tersebut

dimungkinkan secara sah? syarat apakah yang diperlukan agar sebuah PTS dapat

mengeluarkan ijasah kepada mahasiswa asing yang belajar di PTS tersebut dengan

sah?


Hal ini merupakan sebuah keadaan yang umum terjadi bila sebuah PTS mengirimkan

mahasiswa ke luar negeri selama 1 tahun dan mendapatkan gelar dari Universitas

disana. Pada saat mahasiswa tersebut kembali, dia dapat melakukan pengesahan

terhadap ijasahnya di DIKTI selama proses belajar mengajar di luar negeri

dilakukan secara benar menurut aturan yang dikeluarkan oleh DIKTI (CMIIW).


Matur nuwun untuk pencerahannya.

Salam,
Stxxxx

To: DiktiGroup@yahoogroups.com

SORRY Pak Stxxxx yang baik, hati ingin cepat berdiskusi dengan Bapak apa daya tak kesampaian.

Segala kegiatan pendidikan yang melibatkan PT Indonesia dengan PT luar negeri harus dilaksanakan dalam bentuk perjanjian kerjasama yang dituangkan dalam MoU. MoU ini baru boleh ditanda-tangan Pimpinan dari Kedua PT setelah peroleh persetujuan tertulis dari Mendiknas berdasarkan usulan pimpinan PT Indonesia melalui Dirjen Dikti. Kalo namanya kerjasama itu berarti berlaku secara timbal balik untuk mahasiswa dari kedua Negara.

Agar seorang mahasiwa asing bisa mendapat ijazah PT Indonesia hanya bisa melalui:
Melamar sebagai mahasiswa baru di salah satu PT dengan mengikuti persyaratan penerima mahasiswa baru yang berlaku di PT tersebut, setelah diterima baru mengurus visa dan paspor menurut ketentuan yang berlaku. Masa kuliah tentu sesuai dengan yang berlaku di PT Indonesia.
Melalui jalur kerjasama antar PT Indonesia dengan PT negaranya, ada 3 produk yang memungkinkan dia bisa peroleh ijazah Indonesia:
a) Program Kembaran
Persyaratannya kedua PT memiliki bidang prodi dan jenjang pendidikan yang sama, sama-sama terakreditasi oleh lembaga akreditasi resmi di negara masing-masing dan bisa diakui oleh mitra kerjasama,  dan sedikitnya 50% beban studi yang dipersyaratkan harus selesai di Indonesia.
b) Program gelar ganda (dual degree)
Untuk prodi yang berbeda namun memiliki kesamaan beban studi paling sedikit 75%, sama-sama terakreditasi oleh lembaga akreditasi resmi di negara masing-masing dan diakui mitra kerjasama, harus selesaikan beban studi yang dipersyaratkan dalam perjanjian kerjasama
c) Program alih/perpindahan kredit
Kedua PT memiliki bidang prodi dan jenjang pendidikan yang sama, sama-sama terakreditasi oleh lembaga akreditasi resmi di negaran masing-masing dan diakui mitra kerjasama, dan jumlah kredit yang dialihkan maksimal 30% dari jumlah kredit yang dipersyaratkan di Indonesia.

Mari kita melihat pertanyaan teman tadi, PT luar negeri hanya mengirim mahasiwanya selama 1 tahun di PTS sini, Pak Stephen tak menjelaskan itu program S1 atau S2 ? Anggaplah mereka menyelenggarakan bidang prodi sama dan memiliki jenjang pendidikan yang sama, anggaplah PT itu terakreditasi di negaranya dan PTS ini terakreditasi BAN-PT, seandainya itu program S1 tidaklah memenuhi syarat untuk peroleh ijin Mendiknas karena :
Untuk program kembaran jenjang S1 membutuhkan waktu untuk selesaikan minimal 50% dari total beban studi setara 72 sks ( apakah mungkin dalam satu tahun ? ) baru bisa peroleh ijazah PT Indonesia
Untuk program dual degree lebih tak mungkin lagi seandainya hanya satu tahun di Indonesia
Untuk program alih kredit, hanya boleh accept 30% dari jumlah sks yang dibutuhkan, apakah sisa 70% x 144 sks itu bisa selesai dalam tempo 1 tahun ?
Terkecuali program kembaran itu jenjang S2, baru memungkinkan satu tahun kuliah di Indonesia bisa peroleh ijazah. Yang tentunya sama-sama harus terakreditasi program S2nya di negaranya dan mendapat pengakuan di kedua negara (jangan sampai ijazah Indonesia terakreditasi di sini tapi tak dapat pengakuan di negaranya kan juga sia-sia) yang terpenting, harus mengantongi ijin Mendiknas. Untuk peroleh visa menetap sementara di Indonesia, juga harus memperoleh surat rekomendasi dari Kemdiknas.

Sumber :
Permendiknas No. 26 tahun 2007
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Permen26-2007.pdf
SK Dirjen Dikti no 61 tahun 2000
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/SKDirjen61-DIKTI-Kep-2000.pdf
Persyaratan visa dan izin tinggal Mahasiswa asing
Persyaratan Visa dan Izin Tinggal Terbatas Pelajar atau Mahasiswa Asing

Terima kasih,

Salam, Fitri