1 ) Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah Protes RUU PT
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/02/23/205468/88/14/Rektor-Perguruan-Tinggi-Muhammadiyah-Protes-RUU-PT

Rabu, 23 Februari 2011 15:50 WIB
JAKARTA–MICOM: Para rektor perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia mengkritik Rancangan Undang-Undang tentang Perguruan Tinggi (RUU-PT) yang saat ini sedang dibahas di DPR. “RUU tentang PT ini amat merugikan PTM se-Indonesia yang jumlahnya 150 buah dan juga PT swasta lainnya,” kata Rektor Uhamka Suyatno, pada pertemuan PTM se-Indonesia di kampus Uhamka, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (23/2). Acara tersebut dibuka Ketua Majelis PTM Chairil Anwar, dihadiri Sekretaris Dirjen Dikti Kemendiknas Harris Iskandar, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Illah Sailah, dan lain lain. Menurut Suyatno, dari 82 pasal yang tertuang di RUU-PT lebih mengedepankan tata kelola dan mengutamakan perguruan tinggi negeri (PTN). Sejumlah poin RUU PT yang dikritik para rektor, misalnya memuat dikotomi antara perguruan tinggi pemerintah (PTP) dan perguruan tinggi masyarakat (PTM). “Istilah PTM di RUU itu juga mengaburkan istilah yang telah digunakan perguruan tinggi Muhammadiyah atau PTM sejak lama,” cetus Suyatno. (Bay/OL-8)

…dst

2 ) Mahasiswa Unisba Protes Cuti Paksa Massal
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/02/02/205459/88/14/Mahasiswa-Unisba-Protes-Cuti-Paksa-Massal

Rabu, 23 Februari 2011 15:40 WIB
BANDUNG–MICOM: Ratusan mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/2), berunjuk rasa memrotes kebijakan rektorat yang memaksa cuti sekitar 300 mahasiswa karena terlambat membayar uang kuliah tetap. “Kebijakan memaksa cuti massal oleh rektor sama dengan penindasan terhadap hak masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Kami prihatin karena rektor Unisba lebih mementingkan urusan finansial lembaga ketimbang rasa kemanusiaan kepada mahasiswanya,” kata Ketua Desan Amanat Mahasiswa (DAM) Unisba Rezki Falah. Pengunjuk rasa menuntut rektorat menambah tenggat waktu pembayaran uang kuliah mahasiswa hingga akhir semester. Jika tidak dipenuhi, mereka akan terus berunjuk rasa dan mogok kuliah secara massal pula. Rektor Unisba mencabut sementara status kemahasiswaan 300-an orang yang tidak sanggup membayar uang kuliah tetap semester I sejak akhir Januari lalu. Mereka baru boleh kuliah kembali setelah uang tersebut dibayar lunas. “Kami telah memberikan tenggat waktu pembayaran cukup lama yakni sejak November tahun 2010. Jadi kami sudah sangat menoleransi keterlambatan pembayaran para mahasiswa ini. Jujur saja, lembaga jelas memerlukan uang dari mahasiswa untuk menggaji dosen,” ungkap Rektor Unisba Taufik S Boesoerie. Uang kuliah tetap mahasiswa per semester sebesar Rp4 juta. Mahasiswa yang terlambat membayar uang itu sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu. (AX/OL-01)

>>>

3 ) Kinerja Unair Surabaya Memuaskan
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/02/23/165786-kinerja-unair-surabaya-memuaskan

Rabu, 23 Februari 2011, 17:29 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Berdasarkan hasil evaluasi Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) 2010, kinerja Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tergolong memuaskan. Secara keseluruhan, capaian kinerja Unair pada tahun 2010 meningkat, dari improvement level pada tahun sebelumnya, menuju performance level.”Satu tahap lagi akan mencapai level tertinggi, yakni excellence level,” terang Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Unair Surabaya, Prof Dr drh Nunuk Dyah Retno Lastuti, dalam rilis yang diterima Republika, Rabu (23/2). Perlu diketahui, Unair merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi Malcolm Baldrige – organisasi nonprofit penilai bidang pendidikan dari Amerika Serikat. Nunuk mengatakan, terdapat tujuh kriteria penilaian dalam MBNQA, diantaranya kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus terhadap pelanggan, pengukuran, analisis, dan pengetahuan seputar manajemen organisasi. Selanjutnya, adalah fokus kampus terhadap sumber daya, manajemen proses, dan performansi organisasi atau hasil-hasil (result). “Dari ketujuh kriteria tersebut area sistem informasi dan sumber daya masih harus menjadi perhatian dan kewaspadaan pimpinan kampus,” jelasnya.

…dst

4 ) Mahasiswa UGM Juara IVED 2011
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/383690/

Wednesday, 23 February 2011
YOGYAKARTA (SINDO) – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih juara pertama dalam ajang Indonesian Varsities English Debate (IVED) 2011 yang digelar di Universitas Hasanuddin Makasar, 21–26 Januari 2011. Tim dari UGM diwakili Bella Chyntiara (Fakultas Ekonomika dan Bisnis),Eldhianto Maulana Jusuf, dan Urfi Syifa Urohmah (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Kepala Humas dan Protokol UGMSuryo Baskoromengatakantim dari UGM berhasil menyisihkan 56 tim lain yang berasal dari seluruh Indonesia.” Kami bangga dapat meraih kemenangan di kompetisi ini. Kemenangan ini cukup membanggakan karenaIVEDmerupakansebuah kompetisi debatparlementer tingkat universitas se-Indonesia yang cukup bergengsi,”kata Suryo kemarin. UGM melakukan proses seleksi secara internal sebelum mengirimkan wakil untuk mengikuti kontes debat bahasa Inggris.

…dst

5 ) Pemilihan Rektor Perlu Direvisi
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/383753/

Wednesday, 23 February 2011
JAKARTA(SINDO) – DPR mengusulkan pemilihan rektor perguruan tinggi negeri (PTN) perlu direvisi. Keterlibatan pemerintah dalam mekanisme pemilihan dinilai melampaui otonomi kampus. Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR Rully Chairul Azwar,revisi dilakukan melalui perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 24 Tahun 2010 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor Perguruan Tinggi yang diselenggarakan pemerintah. “Pekan depan kami akan undang Mendiknas untuk bahas ini. Pemilihan rektor yang melibatkan pemerintah dinilai banyak mudaratnya,” kata Rully di Jakarta kemarin. Ia mengungkapkan, Komisi X telah banyak menerima laporan dari Forum Rektor terkait dengan pengangkatan rektor di Surabaya, Jambi, dan Tanjung Pura. Forum rektor menilai mekanisme penentuan rektor saat ini berpotensi KKN. “Ada rumor Mendiknas menjagokan salah satu calon sehingga rektor yang diangkat merupakan pilihan pemerintah semua,”katanya. Anggota Fraksi Partai Golkar mengungkapkan, memang ada suatu keanehan dengan persentase 35% suara Mendiknas dengan 65% suara anggota senat.Menurut dia, seharusnya rektor pilihan senat menang dibandingkan pilihan Mendiknas yang mempunyai hak suara 35% saja.Karena itu, persentase suara itu dianggap tidak aspiratif oleh Forum Rektor sehingga Komisi X DPR akan meminta penjelasan langsung kepada Mendiknas. Dia menambahkan, pemilihan rektor sebelum adanya Permendiknas No 24 lebih adil. Pasalnya, dulu senat mempunyai kewenangan mengajukan tiga calon. Selanjutnya presiden dan menteri akan menentukan siapa rektor terpilih berdasarkan suara terbanyak yang dipilih senat dari ketiga nama yang direkomendasikan tersebut.

…dst

6 ) Ditenggat 6 Bulan, IPB Harus Penelitian Ulang
http://www.jpnn.com/read/2011/02/23/85119/Ditenggat-6-Bulan,-IPB-Harus-Penelitian-Ulang-

Rabu, 23 Februari 2011 , 22:18:00
JAKARTA—Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menginstruksikan Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan penelitian ulang terhadap susu formula berbakteri enterobacter sakazakii. Menurutnya, hal ini untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat.Dalam melakukan proses penelitian ulang tersebut, lanjut Nuh, IPB harus segera menyiapkan design penelitian dengan metode surveillance atau pengawasan. Proposal yang akan diajukan juga harus bertujuan untuk mengetahui dan memastikan apakah seluruh susu formula yang beredar di Indonesia itu komposisinya aman atau tidak untuk dikonsumsi para bayi.
“Kami targetkan kepada IPB untuk lakukan dan menyelesaikan penelitian ulang terhadap susu formula dalam enam bulan. Kemendiknas akan segera menyiapkan dana penelitian,” tegas Mendiknas saat konferensi pers bersama Rektor IPB, Herry Suhardiyanto mengenai penelitian susu formula di Gedung Kemdiknas, Rabu (23/2) malam.

…dst

7 ) Susu Formula Berbakteri, Menkes Siapkan RPP ASI
http://www.jpnn.com/read/2011/02/23/85112/Susu-Formula-Berbakteri,-Menkes-Siapkan-RPP-ASI-

Rabu, 23 Februari 2011 , 21:21:00
JAKARTA – Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pemberian ASI ekslusif untuk bayi. Hal itu sebagai respon untuk memperkecil risiko diare akibat susu formula berbakteri. “Saat ini kami sedang menyiapkan RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) tentang pemberian ASI eksklusif. Sudah diharmonisasi di Kementrian Hukum dan HAM,” ujar Menkes dalam rapat kerja Komisi IX DPR, Rabu (23/2) dengan agenda pembahasan tentang susu formula yang mengandung bakteri enterobacter sakazakii.

>>>

8 ) Kompak Tolak Umumkan Merek Susu Berbakteri
http://www.jpnn.com/read/2011/02/24/85127/Kompak-Tolak-Umumkan-Merek-Susu-Berbakteri-

Kamis, 24 Februari 2011 , 04:04:00
JAKARTA – Pihak-pihak yang ingin tahu merek susu formula pengandung bakteri entrobacter sakazakii harus bersabar lagi. Pasalnya, pada rapat antara Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rabu (23/2) masing-masing pihak menolak mengumumkan merek susu yang dapat menyebabkan diare pada bayi. Pada rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning itu, Menkes Endang Rahayu Sedianingsih menegaskan, pihaknya tetap patuh hukum. “Tetapi kami tidak sanggup melaksanakan putusan MA karena tidak ada datanya. Kami ajukan PK (peninjauan kembali) karena posisi kami yang tak sanggup itu,” ujar Menkes. Pengganti Siti Fadillah Supari itu juga membantah tudingan bahwa pemerintah sengaja melindungi kepentingan pengusaha susu formula. “Itu tidak betul,” tandasnya.

…dst

9 ) Mendiknas Bela IPB
http://www.jpnn.com/read/2011/02/23/85121/Mendiknas-Bela-IPB-

Rabu, 23 Februari 2011 , 22:26:00
JAKARTA– Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menerangkan, penelitian susu formula yang telah dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah penelitian yang bersifat isolasi. Artinya, lanjut Nuh, penelitian ini tidak wajib dipublikasikan karena tujuannya hanya mencari bakteri. Sehingga berdasarkan aturan yang berlaku memang tidak dapat menyebutkan merk dari produk-produk yang dijadikan sampel penelitian tersebut.”Kode etik untuk penelitian isolasi memang tidak boleh menyebutkan identitas dari sampel yang diambil untuk penelitian, di semua negara aturan ini juga berlaku,” tegas Nuh saat konferensi pers bersama Rektor IPB, Herry Suhardiyanto mengenai penelitian susu formula di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Rabu (23/2). Jika sampai merk susu tersebut diumumkan, lanjut Nuh, maka akan menimbulkan ketidakadilan terhadap pasar terutama bagi merk susu yang diumumkan. “Padahal merk susu lain yang tidak diteliti belum tentu hasilnya negatif dari bakteri ini,” tandasnya.

…dst

10 ) LIPI : Susu Formula Tak Mungkin Steril
http://www.jpnn.com/read/2011/02/23/85086/LIPI-:-Susu-Formula-Tak-Mungkin-Steril-

Rabu, 23 Februari 2011 , 15:45:00
JAKARTA – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mensinyalir, susu formula memang tidak mungkin dibuat steril. Alasannya, karena masalah ekonomi. Kepala LIPI Lukman Hakim, menyatakan hal itu dalam rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menkes, BPOM, LIPI, Rektor IPB untuk membahas putusan Mahkamah Agung tentang keharusan nama-nama susu formula untuk bayi yang tercemar entrobacter sakazakii, Rabu (23/2). “Tidak ada susu formula yang steril. Susu formula tidak mungkin dibuat steril karena ini terkait masalah ekonomis,” ujar Lukman. Dalam rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi IX DPR Ribkatjiptaning itu Lukman menegaskan, seharusnya susu bubuk harus nihil dari bakteri penyebab direr. Ia mencontohkan sebuah wabah diare di Belgia dan Belanda pada 1968. “Ini yang membuat mereka meningkatkan standar higienitas bakteri sakazakii,” imbuhnya.

…dst

11 ) LIPI : Lihat Hasil Positif Penelitian Susu Formula
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/02/23/brk,20110223-315623,id.html

RABU, 23 FEBRUARI 2011 | 23:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lukman Hakim meminta agar seluruh pihak melihat sisi positif dari hasil penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor terhadap susu formula. “Perhatikan hasil positifnya, jangan mencari yang negatif terus,”ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi IX di gedung DPR, Rabu (23/2). Menurut dia, hasil penelitian tersebut justru memberikan keuntungan kepada banyak pihak. Pasalnya, setelah ditemukan adanya bakteri Enterobacter Sakazakii, bakteri itu kemudian dimasukkan ke dalam Codex International, yang sebelum itu tidak menjadi pertimbangan kesehatan susu formula. “Tanpa penelitian ini, bisa jadi BPOM justru akan lebih lama mengungkapkan dan memasukkan keCodex,” kata Lukman. Ia khawatir berlarut-larutnya pembahasan kasus penelitian susu formula yang tercemar bakteri ini akan merugikan kalangan peneliti. “Jangan sampai orang nanti jadi takut untuk mengumumkan hasil penelitiannya,” kata Lukman.

…dst

12 )Minim, Pendaftar Jalur Undangan
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/02/24/137939/Minim-Pendaftar-Jalur-Undangan

24 Februari 2011
SOLO – Pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan nasional masih minim. Pihak sekolah masih banyak menahan diri dan melihat-lihat perkembangan pendaftaran. “Dalam seminggu terakhir, akses internet untuk melihat data pendaftaran SNMPTN jalur undangan ini ngadat. Akses internet menjadi salah satu pertanyaan pihak sekolah,” kata Sekretaris Panitia Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS Munawar Kholil SH MH MHum, kemarin. Pihaknya memaklumi masih sedikitnya sekolah yang mencoba memasukkan daftar siswa dalam program ini, karena sampai saat ini pihaknya masih terus mengadakan sosialisasi. “Mereka kebanyakan masih sibuk merekap nilai, ranking siswa, dan data siswa. Kami sadar ini sistem baru, sekolah yang harus aktif. Bahkan, tidak sedikit sekolah yang mengeluh, karena justru diberi beban tambahan,” kata dia. Kholil mewakili Ketua Panitia Lokal Solo Prof Dr Ravik Karsidi mengatakan, sekolah memang harus aktif, namun keaktifan itu bukan beban, karena hal itu demi keberhasilan siswa. “Kalau sekolah di kota yang sudah biasa dengan ICT (informations communications technology), tidak masalah. Paling mereka harus merekap nilai dan ranking, karena dengan sistem KBK (kurikulum berbasis kompetensi) selama ini tidak ada ranking siswa,” tuturnya.

…dst

13 ) Binus English Club Gelar Kompetisi Internasional
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/383348/

Tuesday, 22 February 2011
PERTAMAkalinya di Asia Tenggara,sebuah kampus menyelenggarakan kompetisi bahasa Inggris tingkat internasional.Kompetisi ini dikemas dengan konsep menarik,tempat yang berkelas,dan juri tingkat dunia. Melihat berlangsungnya kompetisi The 2011 Southeast Asian English Olympics (SEO), agak sulit menyangka kalau kompetisi tersebut diadakan oleh sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Binus English Club dari Binus University. Soalnya, nama kompetisinya yang mentereng sehingga menandakan setingkat Asia Tenggara. Dan, belum pernah terjadi sebelumnya di mana pun di kampus se-Asia Tenggara. Para panitia juga tampil necis dengan jaket almamaternya, bahkan ada yang berjas. Tempat berlangsungnya acara juga tidak biasa.Acaranya berlangsung pada Selasa–Sabtu (15–19/2), finalnya digelar di Pusat Kebudayaan Amerika di Jakarta.Ruangan kompetisi menggunakan ruang terbesar di tempat itu yang sekaligus sebagai ruang untuk pertunjukan dan pemutaran film.

…dst

14 ) Dirjen Dikti Saksikan Pembukaan Pusat Bahasa Mandarin Di Unhas
http://www.dikti.go.id/

Tuesday, 22 February 2011 18:58
Dirjen Dikti , Djoko Santoso, menghadiri rangkaian acara pembukaan Pusat Bahasa Mandarin di kampus Universitas Hasanuddin. Acara ini dihadiri oleh Rektor Unhas Idrus Paturusi, President of Nanchang University, Zhou Wenbin dan Atase Kebudayaan dan Pendidikan Kedutaan Besar RRT di Indonesia. Rektor Unhas menceritakan bahwa kerjasama ini diawali ketika Unhas bekerjasama dengan Hanban dalam mengembangkan budaya masing-masing Negara, sampai akhirnya mengembangkan Pusat Bahasa Mandarin dengan Nanchang University. President of NCU mengatakan, “hubungan kedua bangsa mempunyai sejarah yang panjang, kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan non-profit serta memperkokoh hubungan harmonis antar Negara di dunia.” Universitas Nanchang sendiri terletak di kota Nanchang dan merupakan Universitas yang lengkap dan terpadu, juga Universitas paling utama yang dibiayai oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

…dst

15 ) Kampus Undip Zona Merah Kriminal
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/383697/

Wednesday, 23 February 2011
SEMARANG (SINDO) – Pemusatan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dari kampus Pleburan ke kawasan Tembalang,Semarang,membuat para pelaku pencurian semakin leluasa menjalankan aksinya.
Hampir setiap hari, kasus pencurian motor terjadi di kampus ini. Dari data yang dihimpun di Polsek Tembalang, pada Januari 2011, pencurian sepeda motor terjadi 38 kali. Sementara pencurian laptop tercatat 7 kali. Mayoritas korbannya adalah mahasiswa. Tingginya angka kriminalitas tersebut belum termasuk pencurian barang-barang selain sepeda motor dan laptop, seperti handphone, helm dan lain sebagainya. Sementara hingga pekan ketiga Februari ini, angka pencurian sepeda motor di Undip sudah mencapai 18 kasus. Memang ada tren menurun dibanding bulan sebelumnya, namun polisi menduga penurunan akibat aktivitas kampus sedang libur. Maraknya pencurian di kampus Undip Tembalang ini membuat mahasiswa, dosen maupun karyawan kian was-was.Hingga kini,para pencuri juga masih banyak yang berkeliaran bebas. Mereka tak sulit menjalankan aksinya karena mampu mengelabuhi petugas keamanan kampus dengan menyamar sebagai mahasiswa.

…dst

16 ) Kekerasan di Kampus IPDN di Luar Konteks Pendidikan
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/02/02/205454/88/14/Kekerasan-di-Kampus-IPDN-di-Luar-Konteks-Pendidikan

Rabu, 23 Februari 2011 16:33 WIB
MAKASSAR–MICOM:Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor I Nyoman Sumaryadi mengakui adanya kekerasan di kampus yang dipimpinnya di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Namun, katanya, itu merupakan dampak yang terjadi di luar konteks pendidikan dan hanya dilakukan oleh oknum-oknum praja yang tidak ada kaitannya dengan proses pendidikan. “IPDN tidak mengenal orientasi pengenalan kampus (ospek). Yang ada hanya penggembelengan yang dilakukan Pusat Pendidikan Infantri (Pusdif) yang berkaitan dengan disiplin dan baris-berbaris,” ujar Nyoman di sela-sela acara penandatanganan nota kesepahaman lanjutan antara IPDN dengan Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Idrus A Paturusi di Kampus Unhas Tamalanrea, Rabu (23/2). Nyoman mengungkapkan, kekerasan yang pernah menghebohkan kampus IPDN Jatinangor beberapa tahun silam adalah aksi rekayasa yang dilakukan oleh praja pada saat mereka lulus. Kekerasan tersebut merupakan bias yang dilakukan oknum praja yang hingga sekarang sifatnya sangat personal. “Kami memang agak kesulitan, karena praja diasramakan, sehingga diperlukan enkulturasi selama satu semester. Tujuannya untuk memberi pemahaman akan keberanekaragaman budaya praja,” katanya.

…dst

17 ) Warisan Dunia
Selamatkan Candi Borobudur, UNESCO Galang Dana
UNESCO Akui I Lagaligo Warisan Dunia
Buku SBY
Serial Buku SBY Dibakar di Magelang
Kejaksaan Selidiki Pengadaan Buku SBY
Pajak Film
Nah Lho! Presiden Minta Pajak Film Nol Persen
Masalah Pajak Film Selesai Maret 2011
Wajib Lapor Harta
Pegawai Kementerian Keuangan Wajib Laporkan Harta ke KPK
Revolusi PSSI
Tuntutan Revolusi PSSI Semakin Besar
Hari Ini Demo Besar-besaran Tolak Nurdin
Revolusi PSSI, Bukan Cuma Turunkan Nurdin
Dipo><Media
Dipo Alam Disomasi Media Group ( boikot media )
Hacker Internet
Tiap Hari, Jutaan Hacker Serang Indonesia
Luar Negeri
Sulit Evakuasi WNI dari LibyaSBY Belum Keluarkan Instruksi Evakuasi
Krisis, Universitas di Inggris Tinjau Dana Pemberian Libya
Siap Mati,Khadafi Serukan Perang
Usai Mengundurkan Diri, Menteri Libya Diculik
Hingga Tetes Darah Terakhir (korban meninggal sudah 1000 org)
Ditekan Demonstran, Bahrain Bebaskan 308 Tahanan
Belum Ada WNI Korban Gempa di Selandia Baru