1 ) Jangan Buang Mahasiswa Miskin
http://www.jpnn.com/read/2011/03/07/86017/Jangan-Buang-Mahasiswa-Miskin-

Senin, 07 Maret 2011 , 21:42:00
JAKARTA – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh meminta kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi agar membuka peluang seluas-luasnya kepada mahasiswa pemilik kemampuan akademik memadai, namun berasal dari keluarga dengan kemampuan finansial terbatas. Kalangan perguruan tinggu pun diminta tak melulu mengedepankan pertimbangan finansial dalam menerima mahasiswa. “Janganlah sekali-kali mengedepankan pertimbangan-pertimbangan finansial semata dengan mengabaikan kemampuan akademik. Dan sama sekali tidak dibenarkan, men-drop out seseorang, mengeluarkan seseorang, tidak menerima seseorang, karena pertimbangan finansial,” ujar Nuh di sela sebuah acara pelantikan sejumlah rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Direktur Politeknik di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Senin (7/3).
Mantan Rektor Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya itu menambahkan, perguruan tinggi seharusnya membuka peluang bagi mahasiswanya untuk mengembangkan diri. “Kembangkan kebersamaan, buka dialog dengan para mahasiswa karena para mahasiswa harus didorong agar mereka mampu mengembangkan diri dan menjadi pemimpin ke depan,” katanya. Di samping itu, M Nuh juga mengharap perguruan tinggi untuk menerapkan manajemen kampus berbasis kebersamaan. “Jangan gunakan kotak-mengkotak. Kalau toh pemilihan rektor selesai, ya selesai. Saatnya kita ajak semua komponen yang ada di perguruan tinggi untuk mengembangkan perguruan tinggi masing-masing,” ujarnya. Dengan begitu, di tahun 2025-2045, perguruan tinggi bisa menjadi pusat yang memberikan dukungan pada peningkatan kesejahteraan bangsa. “Jadikan daerah masing-masing sebagai pusat pengembangan SDM maupun peningkatan kesejahteraan bagi bangsa ini,” katanya.

…dst

2 ) DUGAAN KORUPSI KEMDIKNAS
Mendiknas: Itu Bukan Korupsi!
http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/07/20322556/Mendiknas.Itu.Bukan.Korupsi.

Senin, 7 Maret 2011 | 20:32 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai dugaan korupsi di tubuh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) senilai Rp 2,3 triliun, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh membantah dugaan tersebut. Menurut dia, tidak ada fakta yang mengarah pada tindakan korupsi. “Tidak ada fakta yang mengarah pada tindak pidana korupsi. Itu bisa dilihat dari rekomendasi satgas dan sudah kami selesaikan,” kata Mohamman Nuh seusai acara penandatanganan nota kesepahaman penyelenggaraan pendidikan kebangsaan di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Senin (7/3/2011).  Diberitakan sebelumnya, BPK menemukan adanya dugaan korupsi di tubuh Kemdiknas senilai Rp 2,3 triliun. Atas temuan tersebut, Menteri Pendidikan Nasional membentuk satuan tugas (satgas) tersendiri yang khusus bertugas mengusut temuan tersebut dan ditargetkan selesai Maret 2011.

…dst

3 ) Kini, Rektor Sejajar dengan Dosen
http://www.jpnn.com/read/2011/03/07/86013/Kini,-Rektor-Sejajar-dengan-Dosen-

Senin, 07 Maret 2011 , 20:46:00
JAKARTA—Kedudukan rektor perguruan tinggi negeri tidak lagi sebagai pejabat eselon satu yang harus diangkat dan diberhentikan oleh presiden. Saat ini, kedudukan rektor sejajar dengan dosen perguruan tinggi. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) mengatakan, hal ini disebabkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) telah menerapkan proses deeselonisasi. “Status rektor sama dengan dosen, namun rektor memiliki tugas tambahan. Artinya, rektor itu tenaga akademik yang menjalankan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dan tugas tambahannya yakni mengurus birokrasi,” ungkap Nuh di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Senin (7/3). Di jabatan akademik, lanjut Nuh, otoritas tertinggi tetap berada di senat. Sedangkan di birokrasi, rektor harus tunduk dengan keputusan menteri. Menurutnya, dasar hukum pengangkatan rektor saat ini ialah UU Sisdiknas No 20/2003 dan PP No 66/2010. “Kalau ada yang mempertanyakan mengapa rektor diangkat oleh menteri dan bukan presiden, ya karena ada peraturan dan deeselonisasi,” jelasnya.

…dst

4 ) Kinerja Kemendiknas Ranking 2
http://kampus.okezone.com/read/2011/03/07/373/432220/kinerja-kemendiknas-ranking-2

Senin, 7 Maret 2011 – 15:49 wib
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) berhasil menempati urutan kedua, dalam evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah tahun 2010 yang dirilis Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenegpan dan RB). Kemendiknas mampu unggul dibanding 79 kementerian atau lembaga pemerintahan yang dievaluasi Kemeneg PAN&RB. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri PAN&RB E E Mangindaan kepada Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kemendiknas Dodi Nandika, di Aula Serba Guna Kemenpan&RB, Senin (7/3/2010).

…dst

Hasil lengkapnya bisa baca di :
http://www.menpan.go.id/index.php/berita-index/82-akuntabilitas-kinerja-instansi-pemerintah-pusat-meningkat

>>>

5 ) Akuntabilitas Instansi Masih Rendah
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/385901/

Monday, 07 March 2011
JAKARTA– Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) memublikasikan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja terhadap 79 instansi pemerintah pusat 2010.  Meski mengalami perbaikan, puluhan instansi pemerintah dinilai masih perlu perbaikan dan perubahan mendasar. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) EE Mangindaan mengaku, capaian akuntabilitas kinerja mengalami peningkatan dan melebihi target yang ditentukan yakni 63,29% dari target awal yang hanya 60%.

…dst

6 ) Kemendiknas Buat Pusat Pendidikan Kebangsaan
http://kampus.okezone.com/read/2011/03/07/373/432259/kemendiknas-buat-pusat-pendidikan-kebangsaan

Senin, 7 Maret 2011 – 16:49 wib
JAKARTA – Dalam waktu dekat, sebuah pusat kajian pendidikan kebangsaan akan dibuat. Universitas Indonesia (UI) pun ditunjuk menjadi pengampu wadah tersebut. Pusat pendidikan kebangsaan itu merupakan salah satu implementasi kerja sama antara Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam upaya meningkatkan pendidikan politik, demokrasi, dan kebangsaan. “Pusat pendidikan kebangsaan ini penting karena dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selalu ada dinamika sosial dan politik,” kata M Nuh seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemendiknas, Senin (7/3/2011).Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di kantor Kementerian Dalam Negeri, hari ini. Acara tersebut disaksikan oleh Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri, perwakilan dari United Nations Development Programme (UNDP), dan perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

…dst

7 ) UI Pusat Pendidikan Kebangsaan
http://www.jpnn.com/read/2011/03/07/86021/UI-Pusat-Pendidikan-Kebangsaan-

Senin, 07 Maret 2011 , 22:45:00
JAKARTA—Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menyelenggarakan pendidikan kebangsaan. Untuk mewujudkannya, Kemdiknas dan Kemdagri sepakat memilih Universitas Indonesia (UI) sebagai penyelenggara pusat pendidikan kebangsaan, bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP). Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengatakan, pusat pendidikan kebangsaan ini penting karena dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selalu ada dinamika sosial dan politik. Penyelenggaraan pendidikan kebangsaan ini, lanjut Nuh, sejalan dengan agenda pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. “Dalam RPJMN secara eksplisit dikatakan, diperlukan pengembangan pusat pendidikan politik dan kebangsaan. Termasuk di dalamnya pendidikan politik dan pendidikan pemilih, partisipasi politik rakyat, dan pusat pendidikan kebangsaan,” ujarnya. Nuh menjelaskan alasan mengapa memilih UI sebagai pusat pendidikan kebangsaan. Dikatakan, UI memiliki keunggulan jika dibandingkan institusi atau lembaga kajian lain dalam menjadi penyelenggara pendidikan kebangsaan. Salah satunya, kata Mendiknas, universitas tersebut merupakan institusi yang independen karena tidak didirikan untuk kepentingan partai politik tertentu, atau kepentingan pemerintah, melainkan untuk kepentingan bangsa.

…dst

8 ) 2025, Kampus Jadi Pusat Peningkatan Kesejahteraan
http://kampus.okezone.com/read/2011/03/07/373/432239/2025-kampus-jadi-pusat-peningkatan-kesejahteraan

Senin, 7 Maret 2011 – 16:17 wib
JAKARTA – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh berharap, pada 2025 perguruan tinggi bisa menjadi pusat-pusat yang memberi dukungan pada peningkatan kesejahteraan bangsa. Hal itu sejalan dengan program menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045. Harapan tersebut disampaikan Mendiknas usai melantik dua rektor dan tiga direktur politeknik di Gedung Kemendiknas, Jakarta, hari ini. “Jadikan daerah masing-masing sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) maupun peningkatan kesejahteraan bagi bangsa ini,” kata Nuh seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemendiknas, Senin (7/3/2011). Pada upacara pelantikan tersebut, Muhammad Basir dilantik sebagai Rektor Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, dan Mahdi Bahar sebagai Rektor ISI Padang Panjang, Sumatra Barat. Sementara, Nanang Tri Wahyono ditetapkan sebagai Direktur Politeknik Negeri Jember, Darmawan sebagai Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin, dan Mahyus sebagai Direktur Politeknik Negeri Pontianak.

…dst

9 ) Undip Imbau Sekolah Segera Daftar SNMPTN Undangan
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/03/07/167847-undip-imbau-sekolah-segera-daftar-snmptn-undangan

Senin, 07 Maret 2011, 21:10 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG – Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Sudharto P. Hadi, mengimbau, sekolah segera mendaftarkan siswanya pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan. “Batas akhir pendaftaran SNMPTN jalur undangan pada 12 Maret 2011, sampai saat ini baru sekitar 4.300 calon mahasiswa yang mendaftar,” katanya usai silaturahim bertema “Meningkatkan Pemahaman Nasionalisme Di Dalam Sistem Pembelajaran Sekolah dan Madrasah”, di Semarang, Senin (7/3). Ia mengatakan, jumlah pendaftar tersebut hanya untuk mereka yang mengambil pilihan di Undip. Sebenarnya, katanya, jumlah tersebut masih kurang karena baru sekitar 30-35 persen dari daya tampung Undip. Padahal, kata dia, batas akhir pendaftaran SNMPTN jalur undangan tinggal lima hari lagi.

…dst

10 ) SIDANG UMUM
Mahasiswa Kedokteran Sedunia Dukung MDGs
http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/07/15372216/Mahasiswa.Kedokteran.Sedunia.Dukung.MDGs

Senin, 7 Maret 2011 | 15:37 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Mahasiswa kedokteran perlu mengambil peran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada masalah-masalah kesehatan. Bahkan, mahasiswa kedokteran sedunia bekerjasama membuat proyek-proyek kesehatan untuk mendukung tercapainya Millenium Development Goals (MDGs). Demikian komitmen yang hendak diwujudkan sekitar 700 calon dokter dari 65 negara yang hadir dalam Sidang Umum Ke-60 Perhimpunan Mahasiswa Kedokteran Sedunia atau International Federation Of Medical Students’ Associations (IFMSA) yang berkumpul di Jakarta pada 5-11 Maret di Jakarta. Pembukaan kegiatan yang pertama di Indonesia ini antara lain dihadiri Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. Ketua Panitia Ufara Zuwasti di Jakarta, Senin (7/3/2011), mengatakan, perhatian pada pencapaian MDGs relevan untuk semua negara, termasuk Indonesia. “Dokter di masa depan harus berperan untuk mengatasi ketidaksetaraan dan kesenjangan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan bermutu,” ujar Ufara.

…dst

11 ) ITB Kirimkan Delegasi Simulasi Sidang PBB
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/03/07/167747-itb-kirimkan-delegasi-simulasi-sidang-pbb

Senin, 07 Maret 2011, 11:38 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB) mengirimkan delegasi ke simulasi sidang umum PBB atau World Model United Nation (WMUN) 2011 di Singapura, pada 14-18 Maret mendatang. “Di kalangan mahasiswa Indonesia, isu mengenai PBB dan permasalahan global acap diasosiasikan sebagai isu yang ekslusif dan terbatas,” kata Ketua Delegasi ITB, Anthya Paramaputra, di Bandung, Senin (7/3). Tim ITB yang berjumlah 20 orang itu akan bergabung dengan 2.200 mahasiswa lainnya dari 65 negara di dunia untuk bersama-sama mendiskusikan berbagai permasalahan tingkat global. “Saat ini, pengetahuan tentang PBB masih terbatas di kalangan mahasiswa, padahal PBB membutuhkan agen-agen perubahan dari generasi bangsa-bangsa yang peduli terhadap permasalahan dunia,” katanya. Sidang tersebut akan membahas tentang Irak dan Siera Leone. Bahasan itu akan menjadi topik menarik yang dibahas oleh seluruh peserta.

…dst

12 ) Serah Terima Jabatan Direktur Politeknik Jember
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1967:informasi-dan-pelaporan&catid=143:berita-harian

Monday, 07 March 2011 18:42
Jakarta, 7 Maret 2011–Lima Pimpinan Perguruan tinggi negeri di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dilantik untuk jabatan baru oleh Menteri Pendidikan Nasional.
Adapun pimpinan perguruan tinggi yang dilantik hari ini adalah:
1. Rektor Universitas Tadulako, Muhammad Basir
2. Rektor ISI Padang Panjang, Mahdi Bahar
3. Direktur Politeknik Negeri Jember, Nanang Tri Wahyono
4. Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin, Darmawan
5. Direktur Politeknik Negeri Pontianak, Mahyus
Setelah dilantik Menteri Pendidikan Nasional, Direktur Politeknik Negeri Jember Nanang Dwi Wahyono melaksanakan serah terima jabatan dari Direktur lama Asmuji. Dirjen Dikti, Djoko Santoso turut serta dalam acara serah terima jabatan tersebut.

…dst

13 ) Dibuka, Beasiswa S-2 ke Lima Negara!
http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/07/12282665/Dibuka.Beasiswa.S-2.ke.Lima.Negara

Senin, 7 Maret 2011 | 12:28 WIB
KOMPAS.com — Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menawarkan kesempatan beasiswa pendidikan S-2 di luar negeri untuk tahun akademik 2011/2012. Hanya saja tawaran ini berlaku khusus bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lembaga kementerian dan nonkementerian, termasuk TNI/POLRI, baik di lingkungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, serta karyawan dan karyawati swasta yang berhubungan dengan bidang teknologi dan informasi. Beasiswa akan diberikan kepada para pelamar yang dinilai memenuhi persyaratan mengikuti program pendidikan S-2 di perguruan-perguruan tinggi di Belanda, Jerman, Jepang, Korea Selatan, serta Australia, yang telah ditetapkan pihak Keminfo.

…dst

14 ) SELEKSI MAHASISWA BARU
UII Tangkap 6 Perempuan Gunakan Joki
http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/07/1747072/UII.Tangkap.6.Perempuan.Gunakan.Joki.

Senin, 7 Maret 2011 | 17:47 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengungkap kasus perjokian saat pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi swasta tersebut. Kasus perjokian itu terungkap Minggu (6/3/2011) kemarin, saat pelaksanaan ujian PMB tahap pertama digelar. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UII Nur Jihad di Yogyakarta, Senin (7/3/2011). Menurutnya, panitia memergoki tujuh peserta tes yang diduga menggunakan jasa joki melalui alat telekomunikasi handy talky (HT) dan telepon seluler. Para peserta yang semuanya perempuan itu kemudian diserahkan ke Polres Sleman. “Jadi, bagaimana nanti hasilnya, biar pihak kepolisian yang mengungkap, karena kasusnya sudah kami limpahkan ke Polres Sleman,” katanya. Ia mengatakan, modus yang dilakukan adalah menggunakan HT yang disambungkan ke HP, dan kemudian disalurkan laig ke headset di telinga peserta ujian. Adapun HT dan HP itu dipasang di perut dan paha mereka.

…dst

15 ) Dubes Palestina Kunjungi Undip
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/03/08/139189/Dubes-Palestina-Kunjungi-Undip

08 Maret 2011
SEMARANG – Duta besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Fariz Medhawi kemarin mengunjungi Universitas Diponegoro. Dia diterima Rektor Prof Sudharto Prawata Hadi MES PhD dan jajaran pimpinan di Rektorat Kampus Tembalang, kemarin. Fariz Medhawi menyampaikan apresiasinya dapat berkunjung ke Undip. Dia menjelaskan, Palestina merupakan pusat pergolakan perang di Timur Tengah, tetapi hingga kini Indonesia sudah mengambil peran penting dalam memberi bantuan kepada rakyat Palestina, termasuk di bidang pendidikan. Berbicara mengenai kemungkinan kerja sama dengan Undip, pihaknya berupaya tahun ini mengawali dengan mengorganisasi sejumlah mahasiswa Indonesia untuk belajar tentang Palestina dan melihat secara nyata kondisi Palestina. Selain itu, melakukan kajian dan riset yang bermanfaat dan hasilnya cocok diterapkan di Indonesia atau Palestina. Kunjungan Dubes Palestina untuk Indonesia ini diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Dalam pertemuan kali ini dibicarakan pula kerja sama dalam bentuk kuliah double degree, di mana mahasiswa kedua negara dapat mengambil satu semester di Palestina dan begitu juga sebaliknya. “Kami juga memiliki universitas unggulan di Palestina yang sangat bagus untuk laboratorium belajar,” tuturnya.

…dst

16 ) UNY Susun Buku Besar Pendidikan Karakter
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/03/07/167840-uny-susun-buku-besar-pendidikan-karakter

Senin, 07 Maret 2011, 18:14 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Pada 2011 ini Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan menerbitkan buku besar tentang pendidikan karakter. Menurut Rektor UNY, Prof Rochmat Wahab, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan guru besar-guru besar di setiap fakultas yang ada untuk menyusun buku tersebut. “Kita sudah komitmen dengan pendidikan karakter sejak tahun 2008, bahkan pendidikan karakter sudah diterapkan secara sistematis dalam kurikulum pendidikan di kampus ini,” terangnya saat pemaparan program dies natalis UNY ke 47 di kampus setempat, Senin (7/3). Dalam buku besar tersebut, kata dia, akan dituliskan bagaimana metode pendidikan, pengajaran, sistem evaluasi pendidikan karakter yang diterapkan di UNY. Melalui buku itu, UNY kata dia, ingin berbagi ke masyarakat luas tentang pendidikan karakter yang sebenarnya. Buku besar tersebut direncanakan akan diluncurkan secara resmi pada puncak dies natalis UNY, Mei 2011 mendatang. Dies natalis UNY tahun ini mengambil tema pendidikan karakter untuk semua. Buku besar itupun merupakan salah satu implementasi dari tema besar tersebut.

…dst

17 ) Kemendiknas Gelontor Rp 500 M untuk Soal Unas
http://www.jpnn.com/read/2011/03/08/86033/Kemendiknas-Gelontor-Rp-500-M-untuk-Soal-Unas-

Selasa, 08 Maret 2011 , 05:05:00
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) terus memacu persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) 2011. Anggaran Rp 500 miliar siap digelontorkan hanya untuk pengadaan soal unas. Diharapkan, awal April naskah soal sudah dicetak. Mendiknas M. Nuh menjelaskan, sampai sekarang proses pengadaan soal unas masih terus dibahas. Proses pelelangan masih belum dijalankan secara menyeluruh. Nuh menarget, akhir bulan ini pemenang tender pengadaan naskah soal dan lembar jawaban unas sudah bisa diputuskan. “Sehingga sesuai jadwal, April tahap pencetakan,” tandasnya di Jakarta, Senin (7/3). Penentuan jadwal lelang dan pencetakan tersebut, memang terkesan mepet. Sebab, bulan depan proses unas sudah berlangsung. Rinciannya, unas SMA dan sederajat pada pada 18 sampai 21 April. Dan unas SMP dan sederajat pada 25 sampai 28 April. Nuh membantah dengan persiapan yang mepet bisa membuat kisruh pelaksanan unas. Sebaliknya, dengan anggaran sebesar Rp 500 miliar, naskah bisa dicetak dalam waktu yang mendekati pelaksanaan unas. Anggaran itu jelas Nuh, setara dengan Rp 50 ribu untuk tiap peserta unas. Langkah tersebut dilakukan untuk antisipasi kebocoran. Semakin lama naskah soal disimpan di dalam percetakan, semakin besar risiko kebocorannya.

…dst

18 ) Disiapkan Skema Pemotongan DAU
Bagi Daerah yang Lamban Salurkan BOS
http://www.jpnn.com/read/2011/03/07/86020/Disiapkan-Skema-Pemotongan-DAU-

Senin, 07 Maret 2011 , 22:14:00
JAKARTA—Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menggodok skema pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) bagi Pemda yang terlambat menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di daerahnya. “Pembahasan skema pemotongan anggaran tersebut sementara ini sudah dibicarakan dengan Kemenkeu. Akan tetapi secara umum, nantinya juga akan melibatkan Kemdagri,” ungkap Nuh di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Senin (7/3). Dijelaskan, pembahasan skema ini juga tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa, mengingat skema pemotongan anggaran ini baru akan efektif pada tahun 2012 mendatang. “Pembahasan mengenai skema ini harus direncanakan secara matang. Selain itu, pemerintah juga tidak mungkin menjatuhkan sanksi pemotongan anggaranpada tahun ini (2011), karena anggaran tahun ini sudah diputuskan,” ujar Nuh.

…dst

19 ) Pemerintah Sodorkan 3 Opsi soal BBM Bersubsidi
http://www.jpnn.com/read/2011/03/07/86006/Pemerintah-Sodorkan-3-Opsi-soal-BBM-Bersubsidi-

Senin, 07 Maret 2011 , 19:19:00
JAKARTA — Tim akademis pembatasan BBM subsidi yang melibatkan pakar-pakar ekonomi dari UI, ITB dan UGM telah menyerahkan 3 opsi kajian pada pemerintah. Opsi-opsi itu adalah menaikkan harga BBM, mengalihkan pemakaian dari premium ke Pertamax, serta melakukan pembatasan pembelian. Menteri Koordinator bidang perekonomian, Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (7/3) menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa memutuskan opsi yang akan diambil tanpa melibatkan DPR. “Pokoknya opsi-opsi itu nanti dibahas bersama-sama. Jangan saya dulu yang bicara sebelum disampaikan ke DPR RI. Besok (8/3) saudara semua bisa tahu hasilnya dari pertemuan dengan dewan,” kata Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (7/3).

…dst

20 ) Disertasi Putra Kadhafi Ditulis “Akademisi Libya”
http://kampus.okezone.com/read/2011/03/07/373/432173/disertasi-putra-kadhafi-ditulis-akademisi-libya

Senin, 7 Maret 2011 – 14:31 wib
INGGRIS- Bukti baru bermunculan atas tuduhanplagiat dalam disertasi milik putra Pemimpin Libya, Saif Kadhafi, saat mengambil kuliah strata-3 di London School of Economics (LSE). Menurut Profesor Abubakar Buera dari Benghazi Garyounis University, Libya, Saif diduga meminta bantuan “penulis gelap”, yang merupakan akademisi Libya untuk menulis disertasinya. “Saya memelajari bahwa Saif mengumpulkan beberapa pemegang gelar PhD dari Universitas Garyounis di Benghazi, Libya, untuk membantunya menulis disertasi. Salah satu orang yang dia ajak berkonsultasi adalah seorang profesor ekonomi lulusan Jerman. Namanya Dr. Menesi. Apa yang menguatkan tuduhan ini adalah bahwa Menesi, yang saat itu pensiun, aktif kembali sebagai kepala bank pemerintah di Libya, kemudian menjadi Gubernur Bank Sentral di Libya, menteri keuangan, dan akhirnya menjadi Duta Besar Libya untuk Austria,” jelas Buera seperti disitat dari situs The Independent, Senin (7/3/2011). Saif belajar di LSE pada 2003 hingga 2008, dan mendapatkan gelar Master of Science dan doktor di sana.(rfa)(rhs)

>>>

21 ) Berita Lain-Lain
Dana “Tebusan” untuk Darsem Terpenuhi
Opsi Premium Naik Rp 500
Tiga Opsi Pembatasan BBM Bersubsidi
Menkeu Akui Sistem Bea Cukai Miliki Kekurangan
Kasus APBD Terbanyak di KPK
Pemkab Sleman Upayakan Dispensasi Korban Merapi
PSSI Kirim Nirwan Bakrie untuk Lobi FIFA
Mangkir Lagi, Nurdin Dilengserkan Lewat Pengadilan
Jumlah Penduduk Stabil 50 Tahun Lagi
Utak-atik Pergantian Kabinet
Berita Libya dan Lain-Lain
61 WNI Masih Terjebak di Libya
Perang Sipil Libya Terus Berlanjut
Amerika Pasok Senjata ke Libya
Serangan Pro-Kadhafi Sasar Warga Sipil
Inggris, Prancis Susun Resolusi Zona Larangan Terbang Libya
Rusia Menentang Campur Tangan Militer di Libya
Tunisia Umumkan Pemerintah Baru
Mesir Tangkap 47 Pejabat Keamanan Yang Dituduh Bakar Dokumen