1 ) 4.000 Dosen Indonesia di PT Malaysia
http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/09/22394973/4.000.Dosen.Indonesia.di.PT.Malaysia.

Rabu, 9 Maret 2011 | 22:39 WIB
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Ribuan dosen Indonesia, dewasa ini tercatat menjadi pengajar di berbagai perguruan tinggi di Malaysia yang sebagian besar sebagai tenaga kontrak ataupun peneliti. “Ada sekitar 4.000 warga Indonesia menjadi dosen dan peneliti di perguruan tinggi di Malaysia,” kata Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Rusdi MA, Rabu (9/3/2011). Para dosen Indonesia itu tersebar di seluruh negara ini mulai dari Selangor, Johor ataupun Melaka dengan jumlah bervariasi. “Contohnya, di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) di Johor, terdapat 40 dosen Indonesia yang mengajar di sana,” katanya dan menambahkan bahwa Menteri Pendidikan Nasional M Nuh akan mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari UTM. Keterlibatan para dosen Indonesia di kampusnya termasuk dalam bentuk penelitian dan pengajaran, namun soal kebijakan penting masih dipegang oleh pihak Malaysia.

…dst

2 ) KBRI Rintis Universitas Terbuka di Kuala Lumpur
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/03/208986/88/14/KBRI-Rintis-Universitas-Terbuka-di-Kuala-Lumpur

Kamis, 10 Maret 2011 03:41 WIB
KUALA LUMPUR–MICOM: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia mengupayakan Universitas Terbuka juga ada di Kuala Lumpur guna memberikan kesempatan warga negara Indonesia yang berada di negara itu bisa menempuh pendidikan setingkat perguruan tinggi. “Keberadaan Universitas Terbuka (UT) tentunya untuk menampung WNI berkuliah namun tetap bisa bekerja,” kata Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Rusdi MA, Rabu (9/3). Dikatakannya, korespondensi antara KBRI dan pihak UT di Batam sudah dilakukan. Nantinya akan diperkuat dengan nota kesepahaman yang ditandatangani bersama antara Duta Besar RI untuk Malaysia, Da’i Bachtiar dan rektor UT Batam. “Kami prioritaskan UT juga ada di Kuala Lumpur,” tegasnya. Mengenai sumber daya manusia (SDM), kata Rusdi, tidaklah susah karena di sini banyak sarjana S2 ataupun S3 termasuk guru-guru di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK). “Kalau soal SDM tak masalah. Banyak dosen Indonesia di sini yang bisa diajak bergabung,” ungkapnya. Ketika ditanya mengenai biayanya, ia mengatakan bahwa pihak KBRI akan mengupayakan agar biayanya tidak memberatkan WNI di sini.

…dst

3 ) Perguruan Tinggi Indonesia Diminati Warga Malaysia
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/03/09/168202-perguruan-tinggi-indonesia-diminati-warga-malaysia

Rabu, 09 Maret 2011, 15:12 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,KUALA LUMPUR – Sejumlah perguruan tinggi (PT) di Indonesia diminati para pelajar Malaysia, terutama jurusan kedokteran, farmasi, dan teknik. PT Indonesia dinilai memiliki sejumlah keunggulan jika dibandingkan perguruan tinggi di negaranya maupun sejumlah negara lain. “Minat pelajar Malaysia untuk sekolah di Indonesia cukup tinggi,” kata Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Rusdi MA, Rabu. Sejumlah PT yang banyak dituju oleh warga Malaysia di antaranya adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Andalas (Unand). “Contohnya di USU, banyak mahasiswa Malaysia yang kuliah di fakultas kedokteran. Begitupula dengan Andalas, jumlahnya cukup banyak. Memang pada masa gempa 2009, banyak yang pulang ke negaranya. Tapi sekarang ini, sudah kembali lagi,” ungkapnya.

…dst

4 ) DUGAAN KORUPSI KEMDIKNAS
Rp 2,3 Triliun, Kenapa Tidak Lapor KPK?
http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/09/2033020/Rp.2.3.Triliun.Kenapa.Tidak.Lapor.KPK

Rabu, 9 Maret 2011 | 20:33 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Seharusnya satuan tugas (satgas) Kementrian Pendidikan Nasional berusaha menginvestigasi ada atau tidaknya bukti-bukti awal tindak pidana korupsi di kementrian itu terkait temuan BPK berupa dugaan korupsi senilai Rp 2,3 triliun di tubuh Kemdiknas. ICW menilai, tidak mungkin tidak ada korupsi dari temuan BPK tersebut seperti yang telah dibantah oleh Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh. “Jika ada indikasi awal korupsi, Mendiknas seharusnya memerintahkan Satgas dan Irjen Kemdiknas lapor ke KPK. Ini sebaliknya, satgas justru memperbaiki temuan BPK sehingga seakan-akan sesuai aturan dan tidak ada indikasi korupsi,” tegas peneliti senior Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (9/3/2011). Febri menegaskan, tidak mungkin tak ada korupsi pada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait Rp 2,3 triliun tersebut. ICW menyangsikan pernyataan Mendiknas Mohammad Nuh, Senin (7/3/2011), yang membantah adanya dugaan korupsi di tubuh kementriannya itu.

…dst

5 ) Sembilan Ribu Siswa ‘Serbu’ SNMPTN Undangan Unnes
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/03/09/168279-sembilan-ribu-siswa-serbu-snmptn-undangan-unnes

Rabu, 09 Maret 2011, 20:00 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG – Pendaftar Universitas Negeri Semarang melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMTN) jalur undangan hingga saat ini mencapai sekitar 9.000 orang. “Jumlah pendaftar SNMPTN jalur undangan memang sudah banyak, padahal masih ada SNMPTN ujian tulis dan jalur mandiri,” kata Rektor Unnes, Prof. Sudijono Sastroatmodjo, di Semarang, Rabu (9/3). Ia mengatakan, pendaftar lewat SNMPTN jalur undangan masih akan diseleksi dan disesuaikan dengan daya tampung berdasarkan kesepakatan dengan pihak senat. “Kami memang belum memutuskan berapa daya tampung dari SNMPTN jalur undangan, sebab harus mempertimbangkan pendaftar dari SNMPTN ujian tulis. Akan segera saya rapatkan,” katanya. Ia menjanjikan kuota mahasiswa baru melalui SNMPTN, baik jalur undangan maupun ujian tulis setidaknya 80-90 persen, sisanya baru akan diambilkan dari jalur masuk mandiri. Ia mengaku, pada awalnya tidak memperkirakan jumlah pendaftar SNMPTN jalur mandiri hingga sebanyak itu, bahkan ada satu fakultas yang jumlah pendaftarnya mencapai seribu orang.

…dst

6 ) Beasiswa S2 Bagi Guru RSBI
http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2011/3/beasiswa-rsbi.aspx

09 Maret 2011 | Laporan oleh ahmad_dj
Jakarta – Penggunaan Bahasa Inggris menjadi salah satu syarat dalam penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). “Bahasa Inggris hanya salah satu upaya kita untuk menunjukkan kalau memang sekolahnya bertaraf internasional. Komunikasi internasional itu Bahasa Inggris, jadi harus dimulai,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, seusai memberikan paparan dalam simposium bertema RSBI, (09/03/2011), di Hotel Atlet Century, Senayan. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional, tingkat kemampuan berbahasa Inggris tenaga pendidik di sekolah RSBI masih rendah. Terutama bagi pengajar matematika dan ilmu pengetahuan alam (IPA). Ditemukan adanya kesulitan mentransfer ilmu dari guru matematika dan guru IPA kepada anak didiknya, jika mereka menggunakan Bahasa Inggris saat mengajar.
…cut…Karena itu, pemerintah akan memberikan beasiswa S2 kepada guru-guru yang mengajar di RSBI, terutama guru matematika dan IPA. Beasiswa S2 itu bisa berupa beasiswa untuk subjek mata pelajaran yang mereka pegang, bisa juga S2 untuk Bahasa Inggris. “Sehingga konten dia naik, juga kemampuan men-deliver pelajaran dalam Bahasa Inggris juga baik,” ucap Wamendiknas.

…dst

7 ) Ditangguhkan, Izin RSBI Baru
http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2011/3/evaluasi-rsbi.aspx

09 Maret 2011 | Laporan oleh ahmad_dj
Jakarta — Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) telah menuntaskan evaluasi terhadap sejumlah sekolah penyelenggara rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Hasil evaluasi tersebut selanjutnya akan dijadikan dasar untuk menyusun peraturan menteri pendidikan nasional (permendiknas) baru terkait penyelenggaraan RSBI. “Sesudah peraturan keluar, kami akan evaluasi semua RSBI yang ada berdasarkan permen ini untuk dijadikan beberapa kebijakan,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal pada Simposium RSBI/SBI di Hotel Atlet Century, Jakarta (9/3/2011).

…dst

8 ) Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Dievaluasi
http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2011/3/rsbi.aspx

09 Maret 2011 | Laporan oleh ahmad_dj
Jakarta — Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal mengatakan, konsep rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) memang tidak sederhana. Saat ini Kementerian Pendidikan Nasional telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan RSBI. “Ada empat hal yang menjadi fokus evaluasi,” ujar Wakil Menteri Fasli ketika berbicara dalam Simposium RSBI, yang diselenggarakan British Council, di Hotel Atlet Century, Senayan, Rabu (09/03). Simposium dihadiri para praktisi pendidikan dari berbagai organisasi. Wamendiknas menjelaskan, fokus pertama adalah mengevaluasi tata cara penerimaan murid yang akan masuk sekolah berlabel RSBI. Kedua, penentuan biaya pendidikannya. “Yang ketiga, kualitas dari sumber daya manusianya, baik guru maupun sekolah, dan yang keempat, mutu keberhasilan dari tujuan sekolah untuk menaikkan mutu sekolahnya,” ujarnya.

…dst

9 ) Perpustakaan UNS Solo Raih Sertifikat ISO 9001:2008
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/03/09/168201-perpustakaan-uns-solo-raih-sertifikat-iso-90012008

Rabu, 09 Maret 2011, 15:05 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Setelah melalui proses audit selama sembilan bulan, Perpustakaan Pusat Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) berhasil meraih sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 yang diterbitkan lembaga sertifikasin internasional asal Australia, SAI Global. Diraihnya sertifikat ISO 9001:2008, menunjukan Perpustakaan UNS yang dipimpin Drs. Widodo membuktikan telah memenuhi tujuah kriteria penilaian yang berstandar internasional. Ketujuh kriteria tersebut diantaranya evaluasi pengolahan bahan puistaka, pelayanan sirkulasi, pelayanan promosi dan edukasi anggota, layanan pencarian informasi, pelayanan pusat akses langusng, dan terakhir manajemen tata usaha. Selama evaluasi yang dilakukan oleh pihak penerbit serifikat, Perpustakaan UNS dibantu oleh konsultan ISO untuk melakukan perbaikan internal.

…dst

10 ) Polisi Masuki Kampus ITS, Ada Apa?
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/11/03/09/168308-polisi-masuki-kampus-its-ada-apa

Rabu, 09 Maret 2011, 20:12 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA– Bila biasanya mahasiswa dan polisi berhadap-hadapan dalam demonstrasi. Dan tak jarang keduanya bentrok. Maka kali ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) masuk kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu, melalui program sosialisasi tertib berlalu lintas bertajuk “Police Goes to Campus.” “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan semacam ini, karena sosialisasi ini merupakan momen bersatunya polisi dan kampus,” kata Pembantu Rektor III ITS Prof Dr Suasmoro. Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Pol Djoko Susilo SH MSi dan Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti itu, ia menjelaskan mahasiswa yang merupakan anak muda dirasa tepat menerima sosialisasi lalu lintas. “Dengan kegiatan itu, tujuan untuk terwujudnya lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, tertib, selamat, lancar dan terpadu, akan mudah tercapai,” katanya.

…dst

11 ) BEASISWA LUAR NEGERI
Mau, Beasiswa Pertukaran Pelajar ASEAN?
http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/09/20110925/Mau.Beasiswa.Pertukaran.Pelajar.ASEAN

Rabu, 9 Maret 2011 | 20:11 WIB
KOMPAS.com – Faculty of Communication Arts, Chulalongkorn University, Thailand, membuka kesempatan kepada para pelajar Indonesia meraih Beasiswa Program Satu Semester Pertukaran Pelajar di bidang Communication Management (Bachelor of Arts, English Program). Program beasiswa ini memang dirancang khusus untuk pelajar dari kawasan ASEAN. Bagi yang berminat, syarat utamanya antara lain adalah waga negara Indonesia, lulusan universitas yang terakreditasi, serta memiliki IPK 4,00. Kandidat yang berhasil meraih beasiswa ini akan memeroleh tunjangan kuliah senilai 78.000 Baht dan tunjangan pribadi senilai 50.000 Baht. Informasi detail mengenai syarat dan pendaftaran beasiswa ini bisa dilihat di situswww.inter.commarts.chula.ac.th. Batas pengiriman aplikasi beasiswa ini ditunggu sampai 31 March 2011.

…dst

12 ) Mahasiswa di Libya segera dipulangkan
http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2011/3/mahasiswa-di-libya-segera-dipulangkan-ke-tanah-air.aspx

09 Maret 2011 | Laporan oleh ahmad_dj
Jakarta – Sebanyak 213 Warga Negara Indonesia dipulangkan lagi ke Mesir melalui terminal II bandara Soekarno Hatta, Selasa (8/03/2011). Sebagian besar dari WNI tersebut adalah mahasiswa yang akan kembali belajar di Kairo. Penerbangan ke Kairo ini menggunakan pesawat carter, sebelumnya proses pemulangan menggunakan jasa penerbangan reguler. Setelah dari Kairo, pesawat ini akan melanjutkan penerbangan ke Tunisia untuk mengangkut WNI yang akan pulang ke tanah air akibat krisis politik di Libya.

…dst

13 ) Mendagri segera Sandang Gelar Doktor Honoris Causa
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/10/208993/88/14/Mendagri-segera-Sandang-Gelar-Doktor-Honoris-Causa

Kamis, 10 Maret 2011 05:32 WIB
PADANG–MICOM: Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dijadwalkan menerima anugerah gelar doktor honoris causa dalam bidang kebijakan publik bagian pendidikan dari Universitas Negeri Padang, Jumat (18/3) mendatang. Rektor UNP, Prof Dr Z Mawardi Effendi, di Padang, Rabu (9/3) mengatakan, penganugrahan gelar tersebut dilakukan setelah melewati sejumlah kajian tentang kebijakan Gamawan terutama dalam bidang pendidikan sejak menjabat Bupati Solok dan Gubernur Sumbar beberapa waktu sebelumnya. “Kami mengamati sangat banyak kebijakan beliau yang fokus terhadap pengembangan dan kemajuan pendidikan Sumbar, jadi pantas gelar tersebut diberikan,” katanya. Terkait kebijakan Gamawan bidang pendidikan tersebut, di antaranya, adanya dana abadi umat untuk pendidikan, yakni semacam beasiswa bagi anak miskin untuk melanjutkan pendidikannya, beasiswa untuk mahasiswa doktoral yang tiap tahun jumlahnya terus meningkat, komitmen dengan pemda kabupaten/kota untuk memajukan pendidikan dan lainnya.

…dst

14 ) Kemendiknas Ancam Tarik ke Pusat
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/386192/

Wednesday, 09 March 2011
JAKARTA– Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengancam akan menarik kembali dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jika pemerintah daerah belum mencairkan dana tersebut. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, pemerintah pusat akan mengembalikan mekanisme penyaluran dana BOS seperti tahun lalu, yakni dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) langsung ke rekening sekolah-sekolah di daerah jika pemerintah daerah belum mencairkan dana bantuan tersebut. Berdasarkan data Kemendiknas, hingga tanggal 9 Maret 2011, tercatat sudah 124 kabupaten/ kota yang menransfer dananya ke sekolah. Namun, masih ada 373 kabupaten/kota yang belum selesai mengirimkan dana BOS ke sekolah di daerahnya masing-masing. Mengenai tenggat waktu pencairan dana BOS yang ditargetkan hingga Rabu (9/3),Mendiknas menyatakan,akan diperpanjang hingga 15 Maret 2011.

…dst

15 ) Kemdiknas Akui Kegagalan Mekanisme Penyaluran BOS
http://www.jpnn.com/read/2011/03/09/86248/Kemdiknas-Akui-Kegagalan-Mekanisme-Penyaluran-BOS-

Rabu, 09 Maret 2011 , 20:20:00
JAKARTA — Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) harus bekerja keras untuk mendesak pemerintah daerah (Pemda) agar secepatnya mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pasalnya, hinga saat ini masih sekitar 373 kabupaten/kota dari 497 kabupaten/kota yang belum mencairkan dana bos ke masing-masing sekolah. Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal menilai mekanisme baru penyaluran dana BOS yang diterapkan pemerintah saat ini tidak semulus yang dibayangkan.

…dst

16 ) Memaknai Ultimatum Mendiknas
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/03/10/139464/Memaknai-Ultimatum-Mendiknas

Oleh Supriyono
PERUBAHAN mekanisme penyaluran dana BOS 2011 melalui APBD (tidak langsung ke sekolah), mulai menuai masalah. Sejumlah Pemkab/Pemkot hingga saat ini dengan berbagai dalih, belum menyalurkan dana itu ke sekolah. Padahal, juknis dan juklak sudah disampaikan Mendiknas sebelum perubahan diberlakukan. Akibatnya, banyak kepala sekolah yang resah, bingung, dan stres. Bahkan, ada yang terpaksa cari talangan agar roda sekolah tetap bisa berputar. Namun, tidak sedikit pula sekolah yang harus menutup beberapa pos kegiatan, karena belum cairnya sumber finansial vital itu. Atas kondisi itu, jelas siswalah yang paling dirugikan, sebab mereka tidak dapat menikmati apa yang seharusnya sudah menjadi haknya. Lalu, sampai kapan sekolah dibelenggu dalam dilema itu? Efektifkah program sekolah gratis selama ini? Bagaimana pula dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan? Sederet pertanyaan kritis lain dapat saja ditambahkan.

…dst

17 ) Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/386319/

Thursday, 10 March 2011
JAKARTA – Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengungkapkan, saat ini Indonesia merupakan negara dengan angka kematian ibu dan anak (AKI) tertinggi se-Asia Tenggara yakni 228 per 100.000 penduduk Menurut Agung, pemerintah menargetkan angka itu dapat dipangkas hampir setengahnya pada 2015 menjadi 102 per 100.000 penduduk

…dst

18 ) Siapa Peduli Darsem?
Oleh Wahyu Susilo
http://cetak.kompas.com/read/2011/03/10/04214978/siapa.peduli.darsem

Kamis,10 Maret 2011
Kegaduhan politik koalisi yang melahirkan spekulasi perombakan kabinet tampaknya menyita seluruh waktu dan tenaga petinggi republik. Maka, kasus gawat yang dialami Darsem, pekerja rumah tangga migran asal Subang yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, luput dari perhatian.
Apalah arti Darsem bagi mereka? Bagi Ketua DPR Marzuki Alie,
kasus Darsem cuma mencoreng citra bangsa. Bahkan, menurut anggota partai yang sedang berkuasa ini, wajar saja mereka mengalami kekerasan karena kebodohannya. Sebuah pernyataan yang sejatinya mencoreng martabat sendiri sebagai wakil rakyat yang (seharusnya) terhormat. Saya juga tak yakin apakah Presiden Yudhoyono—yang hari-hari ini terlihat lelah dan lebih menonjolkan diri sebagai pemimpin koalisi ketimbang pemimpin rakyat—mendalami kasus ini. Presiden tampaknya tak ada waktu untuk mengurusi rakyat kecil seperti Darsem. Menghadapi persoalan buruh migran, pemerintah sering hanya berkilah,

…dst

19 ) Didanai Putra Khadafi, Bos Universitas di Inggris Mundur
http://kampus.okezone.com/read/2011/03/09/373/433021/didanai-putra-khadafi-bos-universitas-di-inggris-mundur

Rabu, 9 Maret 2011 – 14:16 wib
LONDON – Hubungan universitas Inggris dengan Libya kembali terungkap. Sebelumnya, London School of Economics (LSE) ketahuan memiliki hubungan dengan negara Afrika itu. Akibatnya, Direktur LSE Howard Davies mengundurkan diri karena menerima sumbangan sebesar 1,5 juta poundsterling dari badan amal yang dikelola Saif al-Islam Kadhafi, putra Pemimpin Libya, Moamar Kadhafi. Kini, School of Oriental and African Studies (SOAS), yang merupakan bagian dari University of London, ketahuan pernah memberikan pengajaran secara privat kepada Mutassim Kadhafi, yang juga putra Kadhafi. Belajar privat dilakukan pada 2006. Tahun lalu, SOAS mengumumkan kerja sama senilai 188.024 poundsterling dengan Universitas Al Fateh di Tripoli, untuk menjalankan program studi Master of Sience di bidang keuangan. Direktur Pengembangan SOAS Sue Yates, menegaskan, Mutassim menghabiskan waktu kurang lebih empat minggu untuk belajar bahasa.

…dst

20 ) Dalam Negeri
Gagal Panen, Petani Dapat Ganti Rugi Rp 2,6 Juta
Ada Jaringan Narkotik di LP
Mengatur dari Nusakambangan
Kemkumham Selidiki Keterlibatan Petugas Nusakambangan
Pemerintah Jamin BBM Tak Naik
Demokrat Tak Bertaji, Reshuffle Batal
Tidak Ada “Reshuffle”
Reshuffle Tidak dalam Waktu Dekat
KPK Akan Membentuk KPK Daerah
Kejaksaan Gagal Bekukan Uang Tommy di Luar Negeri
Izin Baru RSBI Dihentikan
Kemendiknas Diminta Meninjau Kembali Kriteria RSBI
JJSB Desak Pemberlakuan Siaga Flu Burung
Pasien Suspect Flu Burung Makin Banyak di Padang
PSSI Abaikan Larangan FIFA
Luar Negeri
Siapa Peduli Darsem?
KBRI Riyadh Terbitkan Perjanjian Kerja Baru Majikan-TKI
281 TKI dari Libya Sudah Pulang ke Indonesia
216 WNI Tiba dari Libya Kamis
PBB Usut Pembantaian Kadhafi
Libya Tawarkan Hadiah 500.000 Dinar Bagi Penangkap Pemimpin Pemberontak
Gaddafi Peringatkan Barat: Rakyat Libya akan Melawan
Didanai Putra Khadafi, Bos Universitas di Inggris Mundur
Gaddafi: Rakyat Libya Berontak Jika Larangan Terbang Berlaku
Gedung Putih: Belum Waktunya Persenjatai Pemberontak Libya
Pembantu Senior Gaddafi di Kairo Untuk Hubungi Liga Arab
Pengadilan Mesir Kuatkan Keputusan Bekukan Harta Mubarak
Obama Perpanjang Masa Darurat Nasional Terhadap Iran