Update Penanganan Perlindungan WNI di Jepang Pasca Gempa

http://www.kemlu.go.id/Pages/News.aspx?IDP=4513&l=id

Sabtu, 12 Maret 2011

Pengiriman Tim Pendukung Kemlu

1.     Berkaitan dengan gempa bumi dan Tsunami yang melanda Jepang pada hari Jumat, 11 Maret 2011, Pemerintah RI dalam hal ini Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada hari ini Sabtu, 12 Maret 2011 akan mengirim tim pendukung guna membantu KBRI Tokyo.

2.     Tim terdiri dari lima orang pejabat Kemlu dan akan berangkat malam ini ke Tokyo. Tim bertugas membantu KBRI Tokyo dalam penangangan perlindungan WNI di wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana, khususnya wilayah Miyagi dan Iwate yang cukup parah.

Pengiriman Tim KBRI Tokyo ke Miyagi dan Iwate

3.     KBRI Tokyo telah mengirim tim KBRI untuk membuka posko sementara di Sendai sekitar Miyagi dan Iwate untuk memberikan bantuan bagi WNI yang berada di daerah tersebut.

Pos Layanan Informasi di Kemlu dan KBRI Tokyo

4.     Sejak terjadinya gempa kemarin tanggal 11 Maret 2011, Kemlu telah mengoperasionalkan Situation Room di Kemlu dan KBRI Tokyo membentuk Pos layanan informasi yang beroperasi 24 jam. Hingga pagi hari 12 Maret 2011, Situation Room Kemlu telah menerima 238 permohonan informasi mengenai WNI di Jepang. Pertanyaan-pertanyaan tesebut telah ditindaklanjuti Kemlu dan KBRI Tokyo dan berhasil menghubungi 43 WNI.

5.     Kemlu menghimbau kepada masyarakat untuk terus berkoordinasi dengan Kemlu, KBRI Tokyo dan KJRI Osaka pada nomor-nomor hotline di bawah ini.

6.     Nomor-nomor hotline yang dapat dihubungi 24 jam sehari:

a.     Situation Room Kemlu: +62213510409

b.     Hotline Direktorat Astimpas Kemlu: +62 821 2446 9694

c.     Hotline Direktorat Perlindungan WNI Kemlu: +62 899 8449342

d.     Hotline KBRI Tokyo: +819031324994

e.     SMS Center KBRI Tokyo: +818035068612

f.      Hotline KJRI Osaka: +81662529827

Ikuti Perkembangannya

(Situasi terakhir) Press Statement KBRITokyo untuk Gempa Bumi Dan Tsunami Jepang (12 Maret 2011 Pukul 12.40 PM)

Siaran Pers Mengenai Gempa Bumi dan Tsunami di Jepang