Kondisi PLTN Fukushima I dan dampaknya pada Makanan dan Air (28/3)

Tuesday, 29 March 2011 00:37
Perkembangan PLTN Fukushima I

Tingkat radioaktif di Gerbang Barat PLTN terus menurun dan proses pendinginan terus dilakukan dengan tenaga listrik dari generator luar. Sementara itu, 2 teknisi yang terpapar radiasi berat akibat terkena air genangan di gedung turbin reaktor No. 2 pada Kamis lalu, hari Senin ini telah meninggalkan RS National Institute of Radiological Science.

1.    Tingkat radioaktif Tokyo: 0.1 micro Sv/hour (tingkat radiasi alami: 0.03-0.08 micro Sv/hour)

2.    Tingkat radioaktif di gerbang Barat PLTN adalah sebesar 126.1 micro Sv/hour (turun dari 134.7 micro Sv/hour pada Minggu 27/3)

3.    Air stagnan (genangan) di lantai bawah gedung turbin

  • Atas rekomendeasi Nuclear Safety Comission, TEPCO segera memompa air stagnan dan menyimpannya di tempat yang aman sehingga tidak mencemari tanah, air tanah maupun air laut. Kegiatan memompa air di gedung turbin reaktor No. 1 telah dimulai dan akan disimpan di tanki condenser. Sementara di reaktor No. 2 dan 3, persiapan memompa air stagnan telah dimulai.
  • TEPCO telah mengkoreksi kadar radioaktif di air stagnan yang sebelumnya diberitakan sebelumnya 10,000 kali lipat. Setelah di re-assess, re-measure dan re-extract disimpulkan bahwa semuanya dibawah batas. Pemerintah Jepang melalui Ketua Sekretaris Kabinet, Yukio Edano, telah memperingatkan TEPCO agar tidak mengulangi kesalahan dan agar melakukan perhitungan radiasi secara seksama karena perhitungan tersebut sangat mempengaruhi keselamatan kerja para teknisi.

4.    Kondisi Air Laut

  • Kementerian Pendidikan Jepang (MEXT): survey harian menunjukkan konsentrasi zat radioaktif di 8 air laut masih jauh di bawah batas aman (surveyterhadap radioaktif air laut di 8 titik antara radius 30 km dari utara dan 40 km ke selatan dari PLTN Fukushima I).

Kondisi Air Minum di Tokyo dan wilayah lainnya

1.    Tokyo: Pemerintah Metropolitan Tokyo pada hari Minggu 27/3 menyatakan bahwa air ledeng (tap water) di Tokyo telah aman dikonsumsi semua orang, termasuk bayi berusia di bawah 1 tahun.

Hasil pengukuran kadar Iodine di 3 reservoir Tokyo adalah sbb:

Nama / Tgl 22-Mar 23-Mar 24-Mar 25-Mar 26-Mar 27-Mar 28-Mar
Kanamachi (Sungai Edo) 210 Bq/lt 190 Bq/lt 76 Bq/lt 51 Bq/lt 34 Bq/lt N.D. N.D
Asaka (Sungai Arakawa dan Tone) N.D. N.D. 48 76 48 27 N.D
Ozaku (Sungai Tama) 32 N.D. N.D. N.D. N.D. N.D. N.D

Catatan: ND= Not Detectible. Kadar Iodine senilai < 20 Bq/lt dianggap ND.

2.    Tambahan daerah yang air ledengnya dihimbau agar tidak diberikan kepada bayi:

  • Pref. Tochigi, kota Utsunomiya (tambahan baru di Press Release No. 8);

Daerah-daerah berikut masih termasuk dalam wilayah yang dihimbau agar air ledeng tidak dikonsumsi bayi:

  • Pref. Fukushima; kota Koriyama, Tamura, Minami Soma, Kawamata, Iwaki
  • Pref. Ibaraki; kota Tokaimura, Hitachiota, Kita Ibaraki, Hitachi Kasama, Koga, Toride
  • Pref. Chiba, kota Kita Chiba (Chiba Utara) dan kota Matsudo.

3.    Larangan mengkonsumsi air ledeng di: Desa Iitate, Prefektur Fukushima.

Bahan Makanan

Hasil temuan dari 33 data sampling tanggal 27 Maret 2011 dari 6 Prefektur (Fukushima, Niigata, Gunma, Tochigi, Yamagata dan Ibaraki) tidak terdapat sayuran dan bahan makanan yang memiliki tingkat radiasi melebihi batas aman.

>>>

Senin, 28 Maret 2011 , 05:25:00
TOKYO – Bahwasanya krisis nuklir Jepang belum sepenuhnya memang benar. Tapi, tetap saja kabar terbaru yang terdengar dari Negeri Matahari Terbit itu kemarin (27/3) benar-benar mengejutkan: level radiasi dari Reaktor No 2 di PLTN Fukushima melonjak sampai 10 juta kali dari batas normal.

Seperti dilansir New York Times, kenaikan drastis itu pertama diketahui setelah tiga pekerja yang memperbaiki sistem pendinginan di Reaktor No 3 terpapar radiasi tingkat tinggi. Dua di antaranya yang masuk ke dalam kolam air pendingin harus menjalani pembersihan menggunakan sinar beta.

Pengelola sekaligus pemilik PLTN Fukushima, Tokyo Electric Power (Tepco), pun kemudian melakukan tes. Diketahui bahwa sumber radiasi berasal dari kolam air di Reaktor No 2. Namun, Tepco belum bisa memastikan penyebab kebocoran itu.

Gawatnya lagi, hasil tes lain yang dilakukan terhadap air laut yang berada 18 mil dari Fukushima juga menunjukkan tingkat radiasi tinggi. Yakni, mencapai 1.250 lebih tinggi dari batas aman. Karena itu, pemerintah Jepang pun memperjauh batas evakuasi menjadi 19 mil dari Fukushima.

“Level radiasi itu cukup tinggi. Sangat mungkin air (yang terpapar radiasi) itu berasal dari reaktor,” kata Hidehiko Nishiyama, juru bicara Badan Keamanan Industri dan Nuklir Jepang (NISA), seperti dikutip Reuters.

Insiden terbaru itu sekaligus menghambat proses pendinginan tiga di antara enam reaktor di PLTN Fukushima. Itu karena semua pekerja dievakuasi untuk sementara. Saat ini, dari enam reaktor itu, baru dua yang berada dalam kondisi telah terkontrol.

Selain itu, hanya satu pompa yang bekerja untuk mengeluarkan air yang mengandung radioaktif. Namun, Tepco berjanji membawa dua pompa lagi. Sedangkan Amerika Serikat mengirimkan 500 galon air untuk membantu proses pendinginan.

Karena berbagai kondisi terakhir itu, Yukiya Amano, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional, memperkirakan bahwa krisis nuklir Jepang yang diakibatkan gempa bumi pada 11 Maret silam bisa berlangsung berbulan-bulan. “Ini insiden yang sangat serius dalam standar apa pun,” katanya kepada New York Times.

Melonjaknya radiasi dari Reaktor No 2 PLTN Fukushima juga kian membuat banyak pihak mengkhawatirkan dampaknya terhadap produk makanan dan minuman. Sebelumnya, pemerintah Jepang melarang pengiriman susu dan sayuran dari Prefektur Fukushima. Pekan lalu AS juga resmi menjadi negara pertama yang mengharamkan impor susu dan sayuran dari wilayah terkontaminasi.

Mengenai air laut yang terkontaminasi, NISA memastikan tidak membahayakan kesehatan. “Gelombang laut akan menghancurkan partikel radiasi. Jadi, ketika dikonsumsi ikan dan tumbuhan laut, sudah aman,” kata Nishiyama. (c2/ttg)

Sumber :