Kemdiknas Kaji Pembentukan PTN Baru
http://www.jpnn.com/read/2011/04/01/88368/Kemdiknas-Kaji-Pembentukan-PTN-Baru-#

Jum’at, 01 April 2011 , 05:05:00
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Mendiknas) mengkaji usulan pembentukan beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) baru. Usulan tersebut muncul dari kampus swasta. Proses membutuhkan waktu lama pada tahap perubahan asset kampus.

Tahun ini, usulan baru pembentukan PTN itu diantaranya muncul dari Universitas Tidar Magelang, Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Universitas Andi Jemma Palopo, dan Universitas Sulawesi Barat. Sementara pengalihan yang masih berkutat pada pengalihan aset adalah, Politeknik Bengkalis, Politeknisk Nusa Utara Sulawesi Utara, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji di Kepulauan Riau.

Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendiknas Djoko Santoso menjelaskas, dengan pertambahan PTN tersebut bisa menambah kesempatan masyarakat mengenyam pendidikan tinggi yang terjangkau. Dia menjelaskan, setelah kampus-kampus swasta tersebut dinegerikan, maka segala pembiayaan ditanggung negara. “Jadi bisa semakin terjangkau,” tandas mantan rektor ITB tersebut.

Djoko menjelaskan, selama ini memang banyak usulan perubahan status kampus swasta menjadi negeri. Tidak semua keinginan perubahan itu semata-mata ingin mendapatkan mahasiswa baru yang lebih banyak. Atau juga bukan karena kampus tersebut nyaris bangkrut. “Kami tentu akan selektif,” jelas Djoko.

Syarat utama yang menjadi dasar pertimbangan menegerikan kampus swasta itu diantaranya adalah jumlah dosen. Selain itu, kualitas para dosen juga menjadi pertimbangan. Namun, persyaratan tentang SDM dosen itu masih bisa ditingkatkan sambil proses perubahan status berjalan.

Persyaratan lain yang tidak boleh ditinggalkan adalah ketersediaan asset tanah. Djoko menjelaskan, ketentuan untuk perubahan status universitas adalah ketersediaan asset tanah seluas 30 hektar. Sedangkan untuk perubahan status politeknik harus memiliki asset tanah seluas 10 hektar.

Pengalam yang sudah berjalan, Djoko tidak bisa menyebutkan waktu yang dibutuhkan untuk perubahan status tersebut. Selama ini, rata-rata waktu yang dibutuhkan paling lama adalah untuk perubahan asset. “Semua asset yang dulunya milik yayasan, harus dicatat negara menjadi asset negara,” tandas Djoko. Dia berharap, usulan-usulan kampus baru tersebut bisa goal akhir tahun ini.

Dengan pertambahan kampus negeri tersebut, Kemendiknas masih belum mendapatkan data jumlah pengangkatan dosen PNS tahun ini. Djoko menjelaskan, tahun ini pengangkatan dosen PNS bisa jadi sama dengan tahun lalu.

Dia mencatat, jatah kursi bagi pelamar dosen PNS rata-rata 50 kursi untuk satu kampus. Dengan jumlah kampus negeri yang mencapai 88 unit, Djoko menyebut jatah dosen PNS baru berkisar di angka 4.400 kursi. “Tahun ini mungkin bisa ditepatkan pertengahan April,” pungkasnya. (wan)