1 ) PEMBAJAKAN PENELITI
Di Sini, Peneliti Makan Buah Simalakama
http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/08/14341563/Di.Sini.Peneliti.Makan.Buah.Simalakama

Jumat, 8 April 2011 | 14:34 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemahaman dan ketertarikan masyarakat terhadap ilmu sains terus tumbuh. Namun, lemahnya perhatian dan apresiasi yang diberikan pemerintah kepada para peneliti menyebabkan semakin maraknya praktik pembajakan ilmuwan. Peneliti di Pusat Penelitian (P2) Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Perdamean Sebayang, mengatakan kurangnya apresiasi yang diberikan pemerintah membuat peneliti saat ini lebih memilih pergi ke luar negeri. Standar gaji peneliti di kawasan Asia bisa mencapai Rp 40 juta per bulan atau lebih. “Pemerintah kurang mengapresiasi kinerja peneliti atau mungkin belum mampu,” kata Perdamean, Jumat (8/4/2011), di Unika Atma Jaya, Jakarta …cut… Sementara dalam kesempatan terpisah, Edi Tri Astuti, peneliti yang menjabat Kepala Sub-Bidang Kerjasama LIPI mengungkapkan, menjadi seorang peneliti itu seperti memakan buah simalakama. Di satu sisi harus mempertahankan urusan “perut”, di sisi yang lain iming-iming tawaran gaji besar di luar negeri. “Antara memilih yang lebih baik atau mempertahankan moral,” ujar Astuti.

…dst

2 ) Gunakan Fasilitas Penelitian Bersama
http://cetak.kompas.com/read/2011/04/09/03203147/gunakan.fasilitas.penelitian.bersama.

Sabtu, 06 April 2011
Jakarta, Kompas – Penggunaan fasilitas penelitian bersama antara lembaga penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia selama ini sulit terjadi. Akibatnya, tumpang tindih penelitian sering terjadi, penelitian diulang-ulang, hingga tidak optimalnya penggunaan fasilitas penelitian yang ada. “Jangankan digunakan bersama dengan institusi lain, antarunit organisasi dalam satu institusi saja tidak mudah untuk menggunakan fasilitas penelitian bersama,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan Aziz Iskandar seusai penandatanganan kesepakatan bersama antara BPPT dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menggunakan sumber daya penelitian bersama-sama di Jakarta, Jumat (8/4). Rektor ITB Akhmaloka mengatakan, sulitnya penggunaan fasilitas penelitian bersama, terutama laboratorium, terjadi karena sistem manajemen laboratorium belum siap. Penggunaan laboratorium bersama memerlukan pengaturan dana operasional, sistem dan prosedur penggunaan fasilitas, hingga perawatan peralatan yang ada agar dapat digunakan peneliti lain secara berkelanjutan. Akhmaloka menilai penggunaan sumber daya penelitian bersama ini sangat penting untuk menopang pengembangan teknologi. Peralatan yang canggih hanya dapat digunakan dengan optimal jika digunakan bersama. “Kita tidak bisa sendiri-sendiri, tapi harus bersama-sama untuk mengembangkan bidang masing-masing,” tuturnya.

…dst

3 ) ITB dan BPPT Kembangkan Riset Lokal
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/08/216424/293/14/ITB-dan-BPPT-Kembangkan-Riset-Lokal

Jumat, 08 April 2011 15:20 WIB
JAKARTA–MICOM: Institut Teknologi Bandung (ITB) akan mengutamakan riset yang mengambil sumber daya spesifik di Indonesia, untuk menuju world class kebangsaan. Hal itu dikemukakan Rektor ITB Akhmaloka setelah menandatangani kerja sama bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan Aziz Iskandar, di Jakarta, Jumat (8/4). Kerja sama ini menyangkut masalah pengembangan riset dan teknologi. Akhmaloka menjelaskan, saat ini ITB mengembangkan riset yang komparatif, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di Indonesia, bukan di tempat lain. ”Jadi biar berbeda dengan negara lain. Dengan mengembangkan riset yang ada di dalam negeri, akan menjadi unggulan. Dan tidak dimiliki negara lain,” ujarnya memberikan alasan. Dia mencontohkan saat ini yang memiliki pusat data gempa justru di Singapura. Demikian juga laboratorium tropical disease terbesar justru di London. Sementara di Indonesia, belum dijumpai pusat-pusat riset yang spesifik dan diakui internasional.

…dst

4 ) “Bangun Gedung, UI Tentu Beda dengan DPR”
http://kampus.okezone.com/read/2011/04/08/373/443883/bangun-gedung-ui-tentu-beda-dengan-dpr

Jum’at, 08 April 2011 16:25 wib
DEPOK – Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang terhormat di Senayan beramai–ramai terus bersikeras ingin membangun gedung baru . Alasannya, agar lebih meningkatkan kinerja dan mengabdi kepada rakyat. Tak hanya para anggota parlemen yang memiliki obsesi untuk membangun gedung baru. Namun, pusat pendidikan yang menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia yakni Universitas Indonesia (UI) juga ikut membangun banyak gedung. Sebut saja perpustakaan UI yang menghabiskan dana mencapai Rp200 miliar, belum lagi pembangunan gedung vokasi, dan gedung lainnya. Namun, tentu saja setiap rencana pembangunan harus dipikirkan terkait masalah kebutuhan dan prioritas. Kepala Deputi Sekretariat Pimpinan UI Devie Rahmawati meminta anggota DPR untuk mengambil pelajaran dari apa yang telah dilakukan UI. Sebab, menurut Devie, UI selalu membangun gedung betul–betul untuk kepentingan mahasiswa dan publik.

…dst

5 ) Febri Kini Dirawat di Kariadi
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/391973/

Saturday, 09 April 2011
SEMARANG– Ketua kontingen Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Diponegoro Semarang Muhammad Febriyanto dipindahkan dari ruang ICU Rumah Sakit France Vietnam International Ho Chi Minh City ke RSUP Dr Kariadi Semarang kemarin. Dia dipindahkan ke Kariadi setelah kurang lebih tiga minggu menjalani perawatan di Vietnam. Dokter Spesialis penyakit dalam RSUP Dr Kariadi, Hussein Gasem SpPD KPTI PHD mengatakan Febri sekarang kondisinya sudah membaik namun kebugaran tubuhnya belum fit. “Walaupun sudah dalam kondisi baik, namun tenggorokan pasien masih mengalami trauma. Hal ini dikarenakan si pasien cukup lama menggunakan ventilator,” ujar ahli infeksi penyakit dalam tersebut kemarin. Ditambahkan, kini Febri menjalani perawatan di ruang Merak lantai tiga RSUP Dr Kariadi Semarang. Di ruang tersebut, Febri sedang menjalani pemulihan dan istirahat untuk mengembalikan kebugarannya. Sementara itu,menurut PR III Undip,Warsito SU,biaya perawatan Febri selama di Vietnam mencapai angka Rp250 juta. “Biaya itu ditutup atas bantuan beberapa pihak,di antaranya dari KBRI di Vietnam, PSM Undip,lalu beberapa WNI yang tinggal di Vietnam juga ikut memberikan bantuan,” katanya.

…dst

6 ) Industri Harus Bayar Mahal Lulusan Terbaik
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2057:informasi-dan-pelaporan&catid=143:berita-harianWritten

Friday, 08 April 2011 11:07
Jakarta, 6 April 2011-Dirjen Dikti Djoko Santoso membuka Mercu Buana Job Expo Ke-5. Dalam sambutannya, Djoko mengungkapkan pameran lapangan pekerjaan penting untuk menyelaraskan kebutuhan penyedia kerja dengan kualifikasi yang dimiliki oleh pencari kerja. Industri penyedia lapangan pekerjaan harus adil. Mereka harus siap membayar mahal untuk setiap lulusan terbaik. “Sejak dulu, Universitas Mercu Buana sudah memosisikan dirinya jadi universitas terpandang,” ungkap Djoko. Djoko yakin banyak universitas bagus di Indonesia. Tak perlu berbondong-bondong kuliah ke luar negeri. Tidak semua universitas di luar negeri lebih bagus ketimbang di dalam negeri.. “Wong lebih bagus Mercu Buana kok,” tambah Djoko. Rektor UMB Aris Setiyanto Nugroho berharap dengan adanya pameran ini, UMB mampu menjawab tantangan dunia kerja. Lulusan UMB nantinya dipersiapkan dengan berbagai keahlian sehingga mampu bersaing di dunia kerja. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya adalah memperbanyak praktek kerja selain menguatkan teori.

…dst

7 ) Perlu Kurikulum Etika Profesi Berbasis Nasionalisme l Pendidikan Hukum di Perguruan Tinggi
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/04/09/142836/Perlu-Kurikulum-Etika-Profesi-Berbasis-Nasionalisme-l-Pendidikan-Hukum-di-Perguruan-Tinggi

09 April 2011
SEMARANG- Pelanggaran etika profesi yang dilakukan aparat kepolisian, hakim, jaksa, lembaga pemasyarakatan, dan advokat menjadi tantangan bagi pendidikan hukum di Indonesia. Pasalnya, mereka yang melakukan pelanggaran sebagian besar adalah produk pendidikan hukum. Karena itu, perguruan tinggi yang memiliki fakultas hukum perlu memberikan kurikulum etika profesi berbasis penanaman nasionalisme kepada mahasiswanya. Hal itu disampaikan Pakar Hukum Pidana Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Bambang Joyo Supeno SH MHum dalam Diskusi Pendidikan Hukum di Perguruan Tinggi (PT), kemarin. “Dalam kurun waktu 15 tahun belakangan ini di Indonesia terjadi peningkatan kejahatan seperti korupsi yang dimulai korupsi individual, korupsi berjamaah, hingga korupsi penegak hukum. Bahkan, tidak lama ini banyak kejadian penyimpangan profesi dan pelanggaran hukum,” ungkapnya.

…dst

8 ) Dua Tim UMY Lolos ke Kontes Robot
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/kompetisi/11/04/08/ljb9xm-dua-tim-umy-lolos-ke-kontes-robot

Jumat, 08 April 2011 09:08 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Dua tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, MR-C dan Fire Panser, berhak maju ke Kontes Robot Cerdas Indonesia 2011 tingkat regional setelah lolos pada kompetisi tahap pertama dan kedua. “Kedua tim itu beranggotakan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY),” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol UMY Ahmad Ma?ruf di Yogyakarta, Jumat. Menurut dia, tim MR-C beranggotakan Latief Hidayat dan Erwin Yazi, sedangkan tim Fire Panser beranggotakan Syaiful Mansyur, Suhendi, dan Maharsena Nur Arif. “Mereka akan berlaga di Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2001 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional setelah berhasil melewati tahap pertama dan kedua,” katanya.

…dst

9 ) Penyakit Lupus Masuk Kampus
http://kampus.okezone.com/read/2011/04/08/373/444047/penyakit-lupus-masuk-kampus

Jum’at, 08 April 2011 18:29 wib
BANDUNG- Masyarakat masih awam akan penyakit lupus, tak terkecuali civitas academica di kampus. Untuk itu lembaga peduli lupus Syamsi Dhuha Foundation (SDF) menggelar program Lupus Goes to Campusdi Institut Teknologi Bandung (ITB). Manajer SDF dr Shiane H Achmad menjelaskan, lewatLupus Goes to Campusdiharapkan makin banyak kampus dan sekolah peduli terhadap penyebaran penyakit lupus dan orang yang hidup dengan lupus (Odapus). Lupus Goes to Campus sudah digelar sejak 2004 dengan program utama edukasi dan sosialisasi tentang penyakit lupus. “Sekarang mulai banyak kampus atau sekolah yang peduli lupus. Saya harap, lupus makin dikenal masyarakat luas. Karena jangankan masyarakat awam, dokter pun kadang suka salah mendiagnosa penyakit lupus,” ujar Shiane usai kegiatan di ITB, kemarin.

…dst

10 ) BEASISWA LUAR NEGERI
Dibuka, Beasiswa Pemerintah Italia 2011!
http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/08/11230841/Dibuka.Beasiswa.Pemerintah.Italia.2011

Jumat, 8 April 2011 | 11:23 WIB
KOMPAS.com – Pemerintah Italia kembali menawarkan beasiswa untuk tahun akademik 2011 yang diberikan untuk menempuh pendidikan atau penelitian di institut negeri atau yang diakui secara resmi, seperti Università degli Studi, Sekolah Tinggi dan Politeknik, Sekolah Tinggi Seni dan Musik, Institut Restorasi, Sekolah Nasional Sinematografi, Pusat dan laboratorium penelitian, perpustakaan, arsip dan museum yang merupakan bagian dari studi di universitas tempat mahasiswa terdaftar. Beasiswa ini tidak dapat diberikan untuk studi yang dilangsungkan di institusi asing (universitas, akademi, perpustakaan dan sekolah jenis apapun) walaupun berada di wilayah Italia atau pusat dan laboratorium penelitian privat yang tidak diakui. Informasi lengkap mengenai syarat dan skema beasiswa bisa langsung dilihat dan diunduh di http://www.iicjakarta.esteri.i.

…dst

11 ) Alumni Unsoed, Ketemuan Yuk!
http://kampus.okezone.com/read/2011/04/08/373/443872/alumni-unsoed-ketemuan-yuk

Jum’at, 08 April 2011 15:21 wib
JAKARTA – Salah satu cara melepas kangen dengan teman semasa kuliah dulu adalah dengan menghadiri acara reuni atau temu alumni yang diselenggarakan kampusmu. Seperti yang akan dilakukan oleh alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Sabtu, 9 April, besok. Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (PP KA Unsoed) mengundang semua alumni Unsoed dari seluruh jurusan, angkatan, dan jenjang studi untuk ngumpul bareng di acara Temu Alumni Unsoed. Ketua Umum PP KA Unsoed Haiban Hadjid menjelaskan, acara ini akan digelar di Aula Sasana Amal Bhakti, Kementerian Agama. Lokasi persisnya berada di seberang Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Pejambon, atau di samping Kantor Pusat Pertamina. “Seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya, Temu Alumni Unsoed ini bernafaskan kekompakan dan semangat demi mendukung Unsoed menuju World Class Civic University,” kata Haiban seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (8/4/2011).

…dst

12 ) Doktor Unad Ungkap Tempe sebagai Tabir Ultraviolet
http://kampus.okezone.com/read/2011/04/06/372/442956/doktor-unad-ungkap-tempe-sebagai-tabir-ultraviolet

Rabu, 06 April 2011 10:57 wib
DENPASAR – Tempe kedelai ternyata memiliki khasiat bisa membantu melindungi sekaligus merawat kulit tubuh manusia dari kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet.
Paparan kehebatan dan manfaat tempe yang selama ini menjadi lauk pauk masyarakat golongan bawah disampaikan Siti Maryam saat mempertahankan disertasinya pada Program Doktor Studi Ilmu Kedokteran Pascsarjana Universitas Udayana (Unud). Masyarakat selama ini mengenal tempe karena memiliki kandungan kadar protein dan vitamin E cukup tinggi. Berkat ketekunannya mempelajari lauk pauk merakyat itu, telah mengantarkan dosen kimia Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu meraih doktor di Unud dengan predikat sangat memuaskan.

…dst

13 ) Marak Peresepan Obat yang tidak Rasional
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/08/216537/293/14/Marak-Peresepan-Obat-yang-tidak-Rasional

Jumat, 08 April 2011 23:08 WIB
JAKARTA–MICOM: Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Marius Widjajarta mengungkapkan, peresepan obat secara tidak rasional yang kerap bermuara pada terjadinya resistensi antimikroba. Hal itu tidak hanya disebabkan oleh dokter yang melakukan pelanggaran kode etik. Kata Marius di Jakarta, Jumat (8/4), kondisi dunia perobatan di Indonesia memang kacau. Sebagai contoh, obat keras daftar G yang seharusnya hanya boleh dijual di apotek, pada prakteknya bisa dijual di mana saja. “Tidak hanya di toko obat, di Indonesia, obat daftar G bahkan dijual di kios rokok. Ini bagaimana pengawasannya?” tanyanya.

…dst

14 ) Terlarang, Imbal Jasa Farmasi dan Dokter
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/08/216536/293/14/Terlarang-Imbal-Jasa-Farmasi-dan-Dokter

Jumat, 08 April 2011 23:00 WIB
JAKARTA–MICOM: Guna menekan peresepan obat antibiotik secara serampangan di sarana kesehatan, Kementerian Kesehatan segera mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang mengatur pelarangan pemberian imbal jasa dari industri farmasi pada dokter yang menuliskan resep produk obat mereka. Permenkes yang dijadwalkan akan keluar dalam waktu 4 bulan ke depan itu, juga akan mengatur pelarangan promosi obat keras di sarana produksi, media massa, dan tenaga kesehatan. “Kerja sama industri farmasi dengan dokter untuk ‘menjual’ obat keras ke pasien dirasa semakin mengganggu. Pemerintah harus bersikap untuk memutus kebiasaan lama ini,” sebut Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Sri Indrawati, ketika berbincang dengan Media Indonesia, Jumat (8/4). Lebih jauh dijelaskan, khasiat dan kegunaan obat keras seperti antibiotik, nantinya hanya boleh dicantumkan dalam jurnal ilmiah saja. Berkenaan dengan praktik pemberian donasi pada kegiatan seminar, riset, dan sponsor untuk dokter yang kerap dilakukan oleh industri obat, menurut Sri, masih tetap diperbolehkan, tetapi bakal diperketat aturannya.

…dst

15 ) Polusi Kendaraan Bermotor Sebabkan Kerusakan Otak
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/09/216559/293/14/Polusi-Kendaraan-Bermotor-Sebabkan-Kerusakan-Otak

Sabtu, 09 April 2011 03:54 WIB
WASHINGTON–MICOM: Menghirup polusi udara di jalan raya dapat mengakibatkan kerusakan otak berupa kehilangan ingatan dan penyakit Alzheimer. Demikian hasil penelitian di Amerika. Para peneliti membuat polutan udara yang diproduksi oleh pembakaran bahan bakar fosil dan ampas pembakaran yang keluar dari mobil. Tikus percobaan diberikan udara semacam ini selama 15 jam dalam satu pekan dengan periode 10 pekan. Partikel dalam udara terpolusi itu kecil, “yang besarnya satu per seribu tebalnya rambut manusia, dan terlalu kecil untuk terserap oleh sistem penyaring”, tapi dapat menimbulkan kerusakan yang sangat masif terhadap otak tikus percobaan. “Anda tidak dapat melihatnya di udara bebas, tapi ketika partikel-partikel ini terhirup dan berdampak terhadap sel otak maka peluang untuk mengalami kerusakan otak jangka panjang pun meningkat,” kata peneliti senior Caleb Finch dari University of Southern California.

…dst

16 ) Ke-(tidak)-percayaan antara Jakarta dan Papua
http://cetak.kompas.com/read/2011/04/09/04480398/ke-tidak-percayaan.antara.jakarta.dan.papua

Neles Tebay 09 April 2011
Akhir Maret lalu ratusan orang Papua berdemonstrasi di halaman Kantor Gubernur Papua. Aspirasi yang mereka usung: menolak kebijakan otonomi khusus Papua yang diberlakukan sejak tahun 2001. Aksi ini hanyalah satu indikasi adanya masalah yang menuntut penyelesaian secara menyeluruh. Masalah mendasar yang belum dituntaskan sejak Papua diintegrasikan ke dalam Republik Indonesia tahun 1963 adalah adanya ketidakpercayaan antara pemerintah pusat dan orang asli Papua. Penolakan kebijakan otonomi khusus (otsus) merupakan salah satu ungkapan ketidakpercayaan orang Papua terhadap pemerintah pusat.
Masalah ketidakpercayaan ini sudah lama dan masih mengganggu pembangunan di Papua. Maka, membangun kepercayaan antara pemerintah dan orang Papua menjadi kebutuhan mendasar dan mendesak.
Pemerintah menipu
Orang Papua melihat pemerintah sebagai pembohong. Pemerintah mengatakan suatu hal, tetapi melaksanakan hal lain. Akibatnya, orang Papua tak percaya kepada pemerintah yang dinilai melakukan pembohongan. Pemerintah menetapkan banyak peraturan perundang-undangan khusus untuk Papua, mengeluarkan berbagai macam kebijakan pembangunan, dan mengumbar janji-janji pembangunan. Akan tetapi, orang Papua melihat bahwa pemerintah tidak konsisten dalam mengimplementasikan semuanya.

…dst

17 ) Papua Kehilangan Satu Tokoh Terbaik
http://www.antaranews.com/berita/253385/papua-kehilangan-satu-tokoh-terbaik

Jumat, 8 April 2011 18:20 WIB
Jayapura (ANTARA News) – Wakil Gubernur Provinsi Papua Alex Hesegem mengatakan provinsi paling timur Indonesia itu baru saja kehilangan salah satu tokoh intelektual terbaik yakni Agus Alue Alua, meninggal pada Kamis (7/4) siang kemarin. “Agus Alua adalah salah satu tokoh intelektual Papua yang punya jasa besar atas tanah ini. Lima tahun sebagai Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), beliau banyak meletakan dasar bagi hak-hak orang asli Papua,” kata Wagub usai melayat dirumah almarhum Agus Alua, Jumat. Menurut Wagub Alex Hesegem, banyak jasa yang telah dibuat almarhum Agus Alue Alua semasa hidupnya, bagi provinsi dengan sebutan lain `Bumi Cenderawasih` itu. Dia mengisahkan, dikalangan masyarakat Papua khususnya daerah Pegunungan, Agus Alua sangat diidolakan sebagai tokoh intelektual dengan segudang pengalaman.

…dst

18 ) Sekilas Dalam Negeri
Gedung Baru DPR
Presiden Yudhoyono Diabaikan
“Bangun Gedung, UI Tentu Beda dengan DPR”
Politik
SBY Minta Masukan Sri Mulyani
Indonesia Dijadikan Laboratorium Politik
Citibank
Citibank, Antara Malinda dan Penagih Utang
Kapolri Janji Sikat Beking Debt Collector
Dilarang Gunakan Debt Collector, Bank Diminta Menagih Langsung
Keluarga Temui DPR
Aturan Perbankan Hambat Proses Penyidikan Malinda
Anggota DPR & Video Porno
Anggota DPR Berporno Ria di Paripurna
Alasan Arifinto Menonton Video Porno
Sensor Situs Porno Menkominfo Dibobol Kader PKS Sendiri
Gara-gara Video Porno, FB Politisi PKS Arifinto Dibanjiri Kecaman
Pakar UI: Polisi Bisa Usut Arifinto-PKS
Silahkan BK Tindaklanjuti Ulah Arifinto
Lain-Lain
AS Bebaskan Utang Indonesia untuk Perlindungan Hutan
Terlarang, Imbal Jasa Farmasi dan Dokter
Marak Peresepan Obat yang tidak Rasional
1,5 Persen Penduduk Indonesia Pengguna Narkoba
Banyumas Tercepat Salurkan Dana BOS
BI Kontrol Rupiah, Modal Masuk Deras
ASEAN Luncurkan Web Site Bursa Efek Bersama
Libya Hari Ini
Utusan Qaddafi Bicarakan Gencatan Senjata
Perusahaan AS Bantu Oposisi
Salah Tembak, NATO Tolak Minta Maaf
Jepang Hari Ini
Gempa Jepang Geser Dasar Laut 24 Meter
Jepang Siap Longgarkan Larangan Produksi
Gempa Susulan Sempat Goyang Tokyo
Lain-Lain
Psikopat Brasil Tembak Mati 10 Pelajar
105 Mayat Ditemukan ( Pantai Gading )
Akta Kelahiran Obama Diduga Palsu