Sharing dari Bu Nina Kurnia Hikmawati di milis DG
To: DiktiGroup@yahoogroups.com
Sent: 16 Mei 2011 13:39
Subject: Re: [DG] MIT OCW

Berita dari Boston, Amerika Serikat

INISIATIF APTIKOM MENCENGANGKAN DUNIA OPENCOURSEWARE

Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-10, OpenCourseWare (OCW) Consortium – yang dibentuk setelah perguruan tinggi terkemuka dunia MIT (Massachusetts Institute of Technology) memutuskan untuk memberikan secara gratis seluruh bahan kuliahnya melalui dunia maya satu dekade yang lalu – menyelenggarakan pertemun ilmiah yang di-host oleh tiga universitas masing-masing MIT, U-Mass Boston, dan Tufts University. Konferensi yang diselenggarakan pada tanggal 4-6 Mei 2011 tersebut diikuti oleh hampir seluruh penggagas dan pemrakarsa gerakan OCW dari lima belahan benua.

Indonesia kali ini diwakili oleh APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) se-Indonesia yang mendapatkan kehormatan untuk berbicara di panel perhelatan akbar ini. Alhasil, gagasan dan inisiatif APTIKOM yang saat ini sedang dikembangkan bernama Indonesian NEXSUS (National E-ducation Xchange System for Undergraduate Studies) mencuri perhatian sejumlah pihak seperti MIT OCW, Open University Netherland, Harvard University, OCW Japan, UNESCO, OCW Taiwan, dan beragam penggiat OCW lainnya karena dinilai sangat orisinil, unik, inspiratif, brilian, menarik, dan cerdas – karena dapat memecahkan dan menjawab berbagai permasalahan serta tantangan sekaligus yang saat ini menjadi perhatian utama komunitas OCW.

Delegasi yang dipimpin oleh Prof. Richardus Eko Indrajit (Ketua Umum APTIKOM) dan Dr. Zainal A. Hasibuan (Wakil Ketua Pelaksana DETIKNAS) ini diikuti oleh sejumlah wakil dari perguruan tinggi seluruh wilayah Indonesia, seperti Universitas Indonesia (Dr. Zainal A. Hasibuan), Institut Teknologi Bandung (Prof. Iping Supriatna), Universitas Sumatera Utara (Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu), Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (Yusuf Yudi Prayudi), Bina Sarana Informatika (Naba Ajie), Institut Perbanas (Prof. Richardus Eko Indrajit), STIKOM Bali (Dadang Hermawan), Politeknik Telkom (Nina Kurnia Hikmawati), STMIK WCD Samarinda (Tommy Bustomi), Universitas Ma Chung Malang (Bernaridho Hutabarat), dan STIKOM Poltek Cirebon (Yuhano).

Sebentar lagi, dengan dibangunnya dan diimplementasikannya NEXSUS, maka seluruh perguruan tinggi anggota APTIKOM di seluruh wilayah nusantara dapat saling tukar menukar mata kuliah melalui mekanisme credit earning dan credit transfer; dan tidak hanya itu, mata kuliah perguruan tinggi Indonesia dapat pula dipertukarkan dengan perguruan tinggi luar negeri lain dan diakui sebagai kredit. Artinya, seorang siswa di daerah pedalaman, dapat memperoleh transkrip akademik yang di dalamnya terdiri dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia maupun di dunia yang diambilnya melalui mekanisme e-learning (via NEXSUS).

Puncak dari pertemuan OCW tingkat dunia tersebut bagi Indonesia adalah bertemunya Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Fasli Jalal, beserta Sekretairis Dewan Pendidikan Tinggi, Prof. Nizam, dengan Executive Board OCWC dan segenap praktisi pendidikan lainnya di kampus MIT yang difasilitasi oleh APTIKOM. Melalui pertemuan tersebut disepakati sejumlah inisiatif untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia maupun di negara maju lainnya melalui kerjasama saling menguntungkan yang kelak akan dituangkan dalam kesepakatan pada Higher Education Summit yang akan diselenggarakan di Washington D.C.

Sebagai oleh-oleh, APTIKOM membawa pulang 300 GB konten OCW MIT yang akan dihost dan di-mirror di Indonesia (serta sebaliknya, dimana konten NEXSUS akan di-mirror pula di OCW MIT) melalui kerjasama antara Pustekkom-Kemendiknas dan Id-SIRTII (untuk menjamin akses ke konten yang lebih cepat, efektif, dan aman). Sinkronisasi akan dilakukan secara berkala antar kedua belah pihak agar konten termutakhir selalu ter-update di server bersangkutan.