Artikel ” Nak , Urungkan Niatmu Jadi Sarjana ” menyesatkan, SETELAH SAYA BANDINGKAN ISI TULISAN TERSEBUT DENGAN BIAYA PENDIDIKAN YANG DITAWARKAN UGM saya berkesimpulan isi artikel ini tidak tepat, informasi yang salah bisa mengakibatkan sebagian penerima jalur undangan menjadi urung mendaftar.

Kedua artikel ini isinya sama :
http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/19/nak-urungkan-niatmu-jadi-sarjana/
atau
http://nasional.kompas.com/read/2011/05/20/10261678/Nak.Urungkan.Niatmu.Jadi.Sarjana

SAYA KUTIP SEBAGIAN ISINYA : ” Bagaimana tidak, seorang teman di Facebook, Coen Husain Pontoh, menuliskan keluh kesahnya di statusnya. “Keponakan saya keterima di salah satu universitas terkemuka di Pulau Jawa melalui jalur “undangan”. Tapi, untuk bisa masuk kuliah, ia pertama kali harus bayar Rp 40 juta kontan,” tulisnya.
“Kampusnya terkenal sebagai kampus rakyat, namanya: Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta,” tulisnya di http://www.facebook.com/home.php#!/coenhusainpontoh/posts/10150185073318500.
Bayangkan, orangtua yang gajinya di atas upah minimum, katakanlah Rp 2,5 juta per bulan, belum tentu bisa menyediakan uang sebesar itu dalam waktu singkat. Kecuali, kalau orangtua itu nyambi korupsi tentunya. Padahal, upah minimum seorang buruh atau karyawan/karyawati di Jakarta berkisar Rp 1,2 juta “.

>>>

Isi tulisan itu sama sekali tak benar. Fakta menunjukkan uang masuk UGM tergantung pada penghasilan orang tua calon pelamar, untuk yang berasal dari ekonomi lemah tak ada yang kena bayar sampai Rp 40 juta bahkan yang masuk dalam kategori SPMA0 ( penghasilan orang tua per bulan Rp 0-1 juta) tidak perlu bayar SPMA. Yang bayar 40 juta termasuk di kelompok SPMA 4 ( penghasilan orang tua perbulan di atas 7.5 juta) itu kena bayar SPMA dari 10 s/d 100 juta tergantung prodi pilihannya ( bisa baca tabel dengan klik link di bawah ini.

BIAYA PENDIDIKAN MAHASISWA UGM
ANGKATAN 2011/2012
Jalur SNMPTN Undangan & SNMPTN Ujian Tulis
http://um.ugm.ac.id/index.php/page/24

Biaya pendidikan yang menjadi tanggung jawab mahasiswa baru tahun akademik 2011/2012, sebagaimana yang sudah berlaku sejak tahun 2004, terdiri atas 3 (tiga) komponen berikut ini.

1. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) : Rp. 500.000,00/semester
2. Biaya Operasional Pendidikan (BOP):
– Program studi kelompok eksakta dan ilmu kesehatan : Rp. 75.000,00/sks/semester
– Program studi kelompok non-eksakta : Rp. 60.000,00/sks/semester
3. Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) :
SPMA merupakan sumbangan wajib dan dibayarkan satu kali pada waktu mahasiswa masuk. Besaran SPMA disesuaikan dengan kebutuhan Fakultas/Program Studi masing-masing dan ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua mahasiswa, yaitu:
1. SPMA 0 (beasiswa Bidik Misi, beasiswa PBUTM, beasiswa SPMA Rp 0,-) untuk mahasiswa yang orang tuanya (bapak dan ibu) memiliki pendapatan ≤ Rp. 1.000.000,00
2. SPMA 1 untuk mahasiswa yang orang tuanya (bapak dan ibu) memiliki pendapatan antara Rp. 1.000.001,00 hingga Rp. 2.500.000,00
3. SPMA 2 untuk mahasiswa yang orang tuanya (bapak dan ibu) memiliki pendapatan antara Rp. 2.500.000,00 hingga Rp. 5.000.000,00
4. SPMA 3 untuk mahasiswa yang orang tuanya (bapak dan ibu) memiliki pendapatan antara Rp. 5.000.001,00 hingga Rp. 7.500.000,00.
5. SPMA 4 (PBS) untuk mahasiswa yang orang tuanya (bapak dan ibu) memiliki pendapatan ≥ Rp. 7.500.000,00

Contoh untuk Teknik Geologi :
SPMA0 = Rp 0
SPMA 1= Rp 5 Juta
SPMA 2 = Rp 10 juta
SPMA 3 = Rp 20 Juta
SPMA 4 = Rp 30 juta

Tabel SPMA silakan klik link di atas.

Kalo menulis sesuatu tulisan yang mengandung informasi penting sebaiknya di survey dulu apa mengandung kebenaran, info yang salah merugikan yang membacanya.

Salam, Fitri