— In evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com, “Prapto NUGROHO” <nugix@…> wrote:

Terancam Tak Bisa Kuliah di Perguruan Tinggi
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/404377/

Wednesday, 08 June 2011
… Ishak mengaku,tidak habis pikir dengan berubahnya keputusan Kemendiknas yang sebelumnya menyebutkan jika Kamil akan masuk tanpa tes ke UGM Jurusan Ilmu Geologi serta biayanya ditanggung pemerintah hingga jenjang S2. Sebab,saat ini kenyataannya Kamil harus mengikuti tes SNMPTN seperti halnya lulusan setingkat SMA lainnya,apalagi khawatir jika akan dihadapkan dengan biaya kuliah yang tidak sedikit.
…dst

——— Forwarded message ———-
From: hendra amijaya <hamijaya@…>
Date: 2011/6/7
Subject: Re: [Geologi UGM]: – Penjelasan: Juara Olimpiade Kebumian yang terbuang

Rekan-rekan di milis Geologi UGM,

email ini sudah menyebar luas di berbagai milis, terutama di milis yang berhubungan dengan ilmu kebumian. Pada mulanya saya tidak terlalu memberikan perhatian pada email ini, tapi setelah banyak beredar kiranya perlu juga saya memberikan informasi supaya tidak terjadi kesan bahwa ada PTN tertentu yang sangat kejam tidak menghargai prestasi anak bangsa sehingga menolak siswa berprestasi seperti ini.

Saya memberikan informasi ini pada rekan-rekan di milis Geologi UGM, karena terus terang PTN yang dimaksud tersebut adalah UGM dan Geologi UGM selama ini adalah leader dari Pembina Tim Olimpiade Ilmu Kebumian Indonesia (disingkat TOIKI). Untuk diketahui Pembina TOIKI terdiri dari para dosen/peneliti di Geologi UGM, Geofisika UGM, Meteorologi ITB, Oseanografi LIPI & UNDIP serta Astronomi ITB yang diberi tugas oleh Direktorat Pembinaan SMA Kemendiknas. Koordinasi selama ini dihandle dari Geologi UGM dengan saya dan Pak Saptono sebagai person in charge koordinator.

Kamil Ismail ini adalah anak didik kami pada Pelatnas TOIKI yang memang memiliki prestasi yang cukup baik. Selama ini kami memantau perkembangan Kamil setelah ybs selesai tugasnya sebagai salah satu anggota TOIKI untuk Internasional Earth Science Olympiad 2010 yll dan setelah ybs lulus SMA dan berminat masuk ke Geologi UGMÂ dengan jalur prestasi memanfaatkan prestasi yang sudah dimilikinya.

Yang jelas perlu dijawab adalah pertanyaan mengapa ybs tidak diterima?
Jawabannya sederhana (tetapi memang tragis) yaitu berkas ybs tidak pernah diterima oleh Direktorat Administrasi Akademik UGM! Nama ybs tidak pernah terdapat pada para pelamar jalur prestasi di UGM. Jadi ybs secara administratif tidak pernah melamar ke UGM. Dengan demikian UGM tentu saja belum pernah menolak ybs.

Mengapa hal ini terjadi? Hal ini terjadi karena ketidaksinkronan sistem pemberian penghargaan pada siswa berprestasi antara Ditjen Pendidikan Dasar & Menengah dengan Ditjen Pendidikan Tinggi. Ada proses yang “miss” diantara Dikdasmen dan Dikti. Dikdasmen memberikan nama siswa berprestasi pada Dikti beserta universitas & jurusan yang mereka pilih. Akan tetapi universitas (UGM dalam hal ini), tidak pernah menerima nama-nama tsb dari Dikti, selain itu UGM juga tidak memiliki jalur “khusus” penerimaan mahasiswa berprestasi (misalnya kalau ada short cut dari Dikti), jalur yang ada hanyalah jalur penelusuran bibit unggul (PBU, yang kemudian berganti nama menjadi jalur SNMPTN Undangan). Para pelamar dalam hal ini harus mengisi lamaran dan mengirimkannya ke UGM.

Pada saat kami telusuri, ternyata pihak sekolah Kamil tidak mendaftarkan Kamil pada jalur PBU karena asumsinya sudah ada jaminan dari pihak Dikdasmen bahwa Kamil akan otomatis diterima di PTN yang dipilih. Nah inilah yang kemudian menjadi blunder karena pada saat pihak sekolah tahu bahwa nama Kamil tidak masuk dalam daftar pelamar PBU di UGM, pendaftaran PBU sudah ditutup dan pihak Dikdasmen juga menganggap bahwa urusan ini sudah di tangan Dikti & universitas karena nama-nama siswa berprestasi sudah diserahkan ke Dikti. Ya akhirnya ybs lah yang menjadi korban dari “miss” antara Dikdasmen & Dikti. Kalaupun misalnya nama Kamil sampai ke UGM, pasti oleh UGM ybs tetap akan diminta untuk mengisi lamaran melalui jalur PBU.

Kurang lebih seperti itulah ceritanya. Kami juga kecewa karena hal ini, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa karena memang sudah di luar jangkauan kami. Saya & Pak Saptono juga sudah berkomunikasi dengan guru ybs dan kami menyarankan agar ybs tetap mencoba ikut tes SNMPTN. Akan tetapi kelihatannya ybs sudah “mutung”. Kami belum mengetahui apakah ybs jadi ikut SNMPTN atau tidak. Terhadap guru ybs kami sebetulnya juga sudah menyarankan agar ybs diberi pengertian untuk tidak hanya mengandalkan prestasinya tersebut, karena ada kesan ybs merasa bahwa dengan modal prestasinya tsb semuanya akan berjalan lancar sehingga tidak ada persiapan lainnya.

Untuk diketahui pada saat ini di Geologi UGM terdapat beberapa mahasiswa yang adalah alumnus TOIKI & alumnus pelatnas yaitu misalnya
> – Diah Anisa angkt. 2008 (Perunggu IESO 2007 di Korea)
> – Sarah Sausan angkt 2009 (Perak IESO 2009 di Taiwan)
> – Fraga Luzmi angkt 2010 (Perunggu IESO 2009 di Taiwan)
> – Ega Gita angkt 2010 (Emas IESO 2010 di Indonesia)
> kemudian ada lebih dari 20 mahasiswa lain (mulai angkatan 2009) yang meraih medali emas, perak, perunggu pada Olimpiade Sains Nasional Kebumian yang pernah ikut pelatnas TOIKI. Jalur masuk mereka bermacam-macam, ada yang melalui jalur PBU tapi ada pula yang ikut tes tertulis karena lamarannya pada jalur PBU tidak diterima (karena memang jatahnya sedikit). Artinya siswa-siswa tersebut memiliki semangat yang tinggi untuk tetap masuk Geologi UGM.

Semoga informasi ini bisa membantu menjawab masalah ini.
Salam dari kampus,
Hendra Amijaya
’92 bekerja sebagai dosen di kampus tercinta

=====================================================================
— In evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com, ” Nurfitri Thio” <fitrith@…>wrote

Dear Dik Prapto Nugroho,

Terima kasih sudah forward message dari Pak Hendra Amijaya sehingga makin jelas apa yang sebenarnya terjadi.

Saya sekarang hanya bisa geleng kepala sambil menarik nafas panjang. Kenapa ya sepertinya penyajian informasi di lingkungan Kemdiknas termasuk Dikti agak parah? Kasus ini bisa terjadi hanya karena mis-understanding dan kurang sosialisasi informasi. Kadang saya sangat ingin menangis, menangis karena memiliki kemampuan dan waktu yang sangat terbatas. Di malam hari setelah shalat Magrib saya selalu duduk di depan laptop, lupa makan lupa mandi bahkan lupa tidur karena hanya di waktu ini saya memiliki kebebasan bisa sharing info, sering sudah lewat tengah malam (lewat jam 24:00) saya baru bangun dari kursi menuju kamar mandi untuk mandi dan shalat Isha (itupun setelah kena tegur suami kalo tidak masih klik terus). Pagi sekitar jam 4 saya sudah bangun namun tetap tak memiliki waktu yang cukup buat kontribusi ke Pendidikan Tinggi di tanah air tercinta ini. Karena dalam satu hari ada 8 jam sudah saya jual ke perusahaan dagang swasta tempat saya berbakti sejak tahun 1981, mereka rekruit saya di saat saya bahkan belum selesai kuliah. Selama 31 tahun kedua pemilik ini sudah melimpahi saya dengan kasih sayang pengganti ayah, membayar saya dengan gaji dan bonus yang lumayan bagus yang sanggup mengangkat saya keluar dari lumpur kemiskinan. Budi baik dan kepercayaan mereka membuat saya tak bisa tinggalkan mereka. Di satu pihak saya sangat happy melaksanakan apa yang saya kerjakan untuk pendidikan tinggi, dengan memandu para pengunjung yang membutuhkan informasi sanggup mendatangkan kegembiraan yang sulit dilukiskan. Saya sedih karena keterbatasan waktu untuk menyebar-luaskan info. Contoh kasus di atas sudah membuktikan alangkah ngerinya minim informasi.

Saya hanya bisa minta bantuan para teman/pembaca untuk SAMPAIKAN INFORMASI KE ANANDA KAMIL ISMAIL, belum terlambat belum terlambat. Dia tidak mesti mendaftar via jalur undangan (jalur undangan bukanlah suatu program beasiswa, beda dengan SNMPTN hanya di tak ada testing masuk), pada prinsipnya biaya pendidikan via jalur SNMPTN dan jalur Undangan adalah sama, pembayaran SPP, BOP dan Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA)diatur sedemikian sehingga terjangkau masyarakat umum namun sama sekali bukan program beasiswa, program beasiswa tetap harus di-apply menurut ketentuan penawaran program.

HAL YANG PERLU DILAKSAKAN ANANDA KAMIL ISMAIL adalah segera daftar secara online ke BEASISWA UNGGULAN KEMDIKNAS, batas waktu pengusulan permohonan beasiswa sampai tgl 31 Desember 2011, namun karena begitu lulus testing UGM kan harus bayar SPP, BOP dan SPMA1(sesuai penghasialan ayahnya),pengumuman nama penerima Beasiswa Unggulan (BU) sekitar bulan 7-10, ada baik cepat diproses. Namun Kamil sebelumnya tetap harus mendaftar di UGM dan mengikuti testing masuk ( karena sudah tutup jalur undangan, ya ikut aja SNMPTN atau Program Unggulan UGM, sepertinya Fak Teknik di S2 baru ada program unggulan namun bisa minta informasi via alamat BPKLN yang terdapat di buku panduan BU 2011 atau langsung tanya pihak UGM).

Ini buku panduan Beasiswa Unggulan Kemdiknas 2011 (bukan Unggulan Dikti, kalau yang dari Dikti hanya untuk calon dosen dan tenaga kependidikan)
http://beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id/download/Panduan_BU_2011(8%20Maret%202011).pdf

Tentang pemenang Olimpiade tingkat internasional dan tingkat nasional bisa baca:
Persyaratan yang terdapat di :
Buku panduan hal 17-18 terutama hal 34 no. 5
Di situ dijelaskan harus memiliki surat keterangan diterima di PT Pilihan dan syarat-syarat lain bisa baca di :
Permendiknas no. 20 tahun 2009 pasal 5 yang terdapat di hal 60 lampiran 1
Prodi yang menyelenggarakan program beasiswa unggulan terdapat di halaman 74-77 lampiran V

Mendiknas tak bohong, memang ada beasiswa untuk para pemenang Olimpiade, dan kalo saya baca mereka dimudahkan tak perlu lampirkan test TOEFL, test TPA, dan tak ada persyaratan nilai UN. Berkas yang perlu disampaikan juga lebih sedikit dari pelamar kategori lain. Sebenarnya bagi anak-anak prestasi namun miskin harta ini, yang paling berat adalah biaya hidup. SPP dan BOP mungkin masih bisa diusahakan namun jika ditambah dengan biasya hidup tak akan mampu orang tua mereka biayai.

Seandainya Beasiswa unggulan tidak cover SPMA (sepertinya penjelasan di web UGM SPMA bagi beasiswa bidikmisi= 0,tak tahu berlaku untuk program BU nggak?) ataupun Kamil sudah diterima di UGM namun beasiswa belum cair (kalo tak salah living cost per bulan termasuk biaya buku = 800ribu, SPP dan BOP menurut ketentuan PT pilihan, at cost)bisa contact saya, sayang bibit unggul tidak dibiarkan tumbuh. Jangan sampai hati mereka terluka dan jatuh terpuruk dalam kekecewaan. Tragis bila kita hancurkan impian mereka setelah mereka sudah berjuang mengharumkan nama Indonesia.

Terima kasih, mohon siapa aja yang baca surat ini bila kenal Kamil Ismail minta bantuan sampaikan info ini ke dia. Wassalam, Fitri.