30% PTS Terancam Bangkrut

Sunday, 12 June 2011
BANDUNG– Sekitar 30% dari 374 perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Barat terancam bangkrut akibat terus menurunnya jumlah calon mahasiswa selama periode 2008-2011.  Menurut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jabar Didi Turmudzi, kondisi ini bukan lagi hanya sekadar isu, melainkan sebuah kenyataan yang harus diwaspadai.

Selain itu banyak program studi (prodi) yang kekurangan pendaftar atau bahkan tidak ada lagi pendaftar.Kalaupun ada,jumlah pendaftarnya kurang dari 10 orang.Jurusan tersebut adalah ilmu sosial dan eksakta, terutama ilmu murni.”Masalahnya hampir semua PTS membuka jurusan ilmu sosial, mungkin dalam tiga tahun terakhir ini sudah ada yang bangkrut,” ujar Didi Turmudzi yang juga Rektor Universitas Pasundan (Unpas) ini. Keadaan ini semakin diperparah dengan kebijakan pendidikan tinggi yang menyerahkan PTS pada mekanisme pasar, sehingga PTS harus bersaing dengan perguruan tinggi negeri (PTN).

“Dampaknya jelas ke PTS,apalagi masyarakat masih negeri minded,”katanya. Jumlah PTS di Jabar mencapai 374 PTS dan 100 PTS tersebar di Kota Bandung.Belum lagi di Kota Bandung ada empat PTN, persaingannya semakin sengit karena semua PTN juga membuka fakultas umum.”Selain itu tidak ada yang berbeda dari empat PTN tersebut,ini jelas merebut lahan PTS dari fakultas umum.Dengan persaingan seperti ini bukan tidak mungkin yang bisa bersaing hanya PTS mapan saja,”jelasnya. Soal perhatian pemerintah terhadap PTS,dia mengatakan, tidak ada perhatian yang diberikan pemerintah.

“Pemerintah lebih senang banyak yang mati, karena lebih sedikit yang akan dibina,”ucapnya.Karena itu perlu upaya penyelamatan PTS.Dia menyarankan antar-PTS untuk merger.Hal ini menghindari kebangkrutan dan bubarnya PTS. Masyarakat memang tidak sepenuhnya percaya kepada PTS.Namunsesulitapapun,PTS harus segera bangkit dan melakukan banyak perbaikan. Citra swasta yang kurang baik harus diperbaiki, kualitas rendah harus diubah dengan kerja keras.

“PTS harus melakukan perbaikan SDM dan fasilitas, dengan biaya yang kecil PTS juga bisa menghasilkan kualitas sama dengan PTN. Tak hanya itu, PTS juga harus mencari sumber dana lain, jangan hanya tergantung dari mahasiswa,”beber Didi. Ketua Asosiasi Badan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPTSI) Jabar Sali Iskandar menambahkan untuk mempertahankan eksistensinya, PTS harus mendapatkan pembinaan dari PTN.Misalnya setiap mahasiswa yang daftar ke PTN jika kuotanya tidak mencukupi bisa disalurkan ke PTS dengan biaya pemerintah.

Setelah itu, PTN juga mendatangkan dosen tamu yang mengajar di PTS.”Selama ini pembinaan belum pernah terjadi,PTN hanya mau menerima yang bagus-bagus saja, sementara yang lain mau dikemanakan?” ujarnya.

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/405145/