1 ) Mendiknas: Selamat Bagi yang Lulus SNMPTN!
http://kampus.okezone.com/

Kamis, 30 Juni 2011 06:15 wib
JAKARTA – Hasil ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 diumumkan secara serentak mulai tadi malam. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh pun memberi apresiasi kepada 118.233 peserta yang lulus SNMPTN.Menurut Nuh, ikhtiar sudah dilakukan, kini saatnya para peserta menerima apa pun hasil ujian mereka. “Selamat bagi yang berhasil!” ujar Nuh saat dihubungi okezone, di Jakarta, Rabu (29/6/2011) malam. Nuh mengingatkan, para peserta yang lulus harus memanfaatkan betul kelulusan mereka. “Bersyukurlah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dengan baik,” Nuh mengimbuhkan. Sekira 21 persen dari total 540.943 peserta SNMPTN berhak atas 119.041 kursi di 60 PTN seluruh Indonesia.(rfa)

…dst

2 ) Mendiknas: “Jangan Putus Asa!”
http://kampus.okezone.com/read/2011/06/29/373/474041/jangan-putus-asa

Kamis, 30 Juni 2011 06:31 wib
JAKARTA – Pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini, ada 422.710 peserta tidak lulus. Jumlah tersebut setara dengan sekira 80 persen dari total 540.943 peserta SNMPTN 2011. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menyatakan, mereka yang tidak lulus bukan karena bodoh. “Seluruh peserta SNMPTN telah melakukan ikhtiar. Tetapi memang ada bagian dari takdir. Selain itu, kuota yang ada juga terbatas,” kata Nuh ketika dihubungi okezone, Rabu (29/6/2011) malam. Nuh mengingatkan, para siswa yang tahun ini belum berhasil menembus SNMPTN sebaiknya tidak berputus asa. Menurut mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini, masih ada jalan lain yang bisa ditempuh untuk mengenyam pendidikan tinggi. “Jika tetap berminat kuliah di kampus negeri, siswa bisa masuk politeknik dan program diploma. Atau bersiap-siap kembali untuk mengikuti SNMPTN tahun depan. Tetapi, kuliah di kampus swasta juga tidak kalah bagus,” Nuh mengimbuhkan. Selain itu, mantan menteri komunikasi dan informatika ini menegaskan, para orangtua juga seharusnya tetap memberi dukungan moral kepada anak-anak mereka yang tidak lulus SNMPTN. “Ketidaklulusan ini bukan karena seorang anak bodoh, tapi memang kuota PTN tidak mampu menampung seluruh peserta,” Nuh menandaskan.(rfa)

…dst

3 ) Masih Ada 40 Persen Jalur Mandiri
Tahun Depan, Prodi SNMPTN Ditambah
http://www.jpnn.com/read/2011/06/29/96595/Masih-Ada-40-Persen-Jalur-Mandiri-

Rabu, 29 Juni 2011 , 19:21:00
JAKARTA– Program studi yang disediakan pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mulai tahun depan akan ditambah. Cara ini dianggap akan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi para calon mahasiswa atau peserta seleksi SNMPTN. “Pilihan untuk menambah program studi (prodi) adalah salah satu alternatif yang cukup baik untuk bisa memberikan peluang kepada para peserta SNMPTN untuk lolos seleksi,” ungkap Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh di Jakarta, Rabu (29/6). Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menjelaskan, proses penambahan prodi di dalam SNMPTN itu tidak membutuhkan waktu yang lama. Sehingga, lanjut Nuh, rencana ini sangat mungkin diwujudkan pada penyelenggaraan SNMPTN tahun depan. “Akan tetapi, tetap juga harus dibicarakan terlebih dahulu dengan para rektor masing-masing PTN,” jelasnya. Senada dengan Mendiknas, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rohmat Wahab mengatakan, menambah pilihan jurusan di SNMPTN jalur tulis merupakan salah satu pilihan alternatif terbaik. Bahkan, dalam program Bidik Misi, calon mahasiswa mendapatkan pilihan dua universitas. Satu kampus terdiri dari tiga pilihan. “Artinya setiap anak memiliki enam pilihan prodi. Tentunya peluang untuk diterima juga besar. Nanti tidak ada lagi nilai 30 bisa diterima. Sekarang masih ada,” terang Rohmat.

…dst

4 ) Pilih Jurusan Elit, 154 Ribu Siswa Bernilai Bagus Tak Lolos SNMPTN
http://www.antaranews.com/nasional/pendidikan

RABU, 29 JUNI 2011 | 19:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Ada berita kurang sedap bagi para calon mahasiswa yang tengah menanti Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur ujian tertulis 2011. Kementerian Pendidikan Nasional mencatat sebanyak 154 ribu siswa bernilai di atas rata-rata dinyatakan tidak lulus SNMPTN “Gara-gara memilih program-program studi yang tingkat persainganya tinggi,” kata Anggota Tim Sosialisasi dan Humas SNMPTN 2011 Bonny P.W Soekarno, malam ini. Tahun ini, dari 540.953 jumlah peserta SNMPTN jalur ujian tertulis atau keterampilan, total yang lulus sebanyak 118.223 orang. Peserta dari kelompok IPA sebanyak 56.856 dan IPS sebanyak 61.377.

…dst

5 ) Jumlah Bangku Kosong Turun Drastis
Hasil SNMPTN 2011
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/06/30/150930/Jumlah-Bangku-Kosong-Turun-Drastis

30 Juni 2011
JAKARTA – Sebanyak 118.233 dari 540.953 peserta lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 melalui jalur ujian tertulis dan ujian keterampilan. Jumlah tersebut terdiri atas 56.856 peserta kelompok IPA dan 61.377 kelompok IPS. “Jumlah total yang diterima meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 92.511 kursi. Daya tampung juga meningkat, dari 96.684 kursi pada tahun lalu menjadi 119.041 kursi pada tahun ini,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Djoko Santoso saat memberikan keterangan pers di Kemdiknas Jakarta, Selasa (28/6).
Menurutnya, proses seleksi jalur ujian tertulis dan ujian keterampilan berjalan lancar dan tidak menemui kendala berarti. Selain meningkatnya daya tampung dan jumlah peserta yang diterima, pendaftar SNMPTN 2011 juga meningkat. “Dibandingkan tahun lalu, pendaftar 447.201 orang. Ada kenaikan pendaftar 20,96%. Tahun ini ada 808 bangku kosong. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan tahun lalu yang mencapai 4.173 kursi kosong,” ujarnya.

…dst

6 ) Mahasiswa Mundur Daftar Ulang Capai 15 persen
http://www.jpnn.com/read/2011/06/30/96625/Mahasiswa-Mundur-Daftar-Ulang-Capai-15-persen-

Kamis, 30 Juni 2011 , 05:35:00
JAKARTA – Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah di umumkan sejak Rabu (29/6) pukul 19.00. Namun, bukan berarti siswa yang sudah dinyatakan lulus SNMPTN bisa berleha-leha. Sebab, mereka masih harus menjalani serangkaian agenda penting lainnya. Salah satunya, proses daftar ulang. Menjadi penting lantaran proses itulah yang menentukan jadi tidaknya peserta lolos untuk kuliah di universitas pilihannya. Apalagi, jadwal daftar ulang tersebut dilakukan tersendiri oleh masing-masing universitas. “Harus diperhatikan betul jadwalnya. Jangan sampai terlambat karena fatal akibatnya,” ujar ketua Panitia Pelaksana SNMPTN 2011 H.Herry Suhardiyanto. Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Musliar Kasim membenarkan hal itu. Daftar ulang tidak diatur serempak layaknya SNMPTN. Setiap universitas memiliki kebijakan tersendiri terkait proses daftar ulang dan besaran uang pendaftaran. “Termasuk besaran cicilan daftar ulang,” katanya. Karena kembali ke kebijakan masing-masing universitas itulah menurut Musliar calon peserta harus jeli. Jangan sampai terpengaruh teman yang tidak daftar satu universitas mengenai jadwal daftar ulang. “Sering-sering cari informasi. Termasuk membuka website universitas untuk mendapat jadwal pasti,” imbuhnya.

…dst

7 ) Masih Terbuka Kesempatan Masuk PTN
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/409528/38/

Thursday, 30 June 2011
JAKARTA – Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 hari ini resmi diumumkan.Ada 118.233 peserta seleksi dipastikan lolos dan berhak masuk ke 60 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Mereka yang diterima tentu bersyukur bisa meraih apa yang dicita-citakan. Sebaliknya, masih ada ratusan ribu siswa lain yang tidak lulus. Dari total 540.953 siswa yang mendaftar SNMPTN, baik melalui jalur reguler maupun Bidik Misi, tercatat 154.954 orang pendaftar tidak lulus,meski memperoleh nilai di atas rata-rata. Haruskah mereka berputus asa? Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta kepada peserta yang gagal untuk tidak berkecil hati. Dia mengingatkan bahwa kegagalan adalah pintu pembuka bagi kesuksesan. “Kalaupun tidak berhasil di SNMPTN maka siswa masih dapat mencoba di jalur mandiri yang dilaksanakan secara personal oleh beberapa perguruan tinggi negeri,” saat menghadiri Musyawarah Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, kemarin.

…dst

8 ) “Perkaya Potensi Diri di Kampus”
http://kampus.okezone.com/read/2011/06/29/373/474047/perkaya-potensi-diri-di-kampus

Kamis, 30 Juni 2011 06:48 wib
JAKARTA – Tahun ini, ratusan ribu lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan yang sederajat akan menyicipi serunya kuliah. Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal punya tips agar para mahasiswa baru ini sukses di dunia kampus. Menurut Fasli, mahasiswa yang sejak awal memiliki peta jalan tentang apa yang akan dia lakukan, akan lebih sukses dibandingkan mereka yang menjalani perkuliahan tanpa rencana.”Karena itu, selain serius mengikuti kuliah, para mahasiswa hendaknya memiliki pegangan tentang apa yang ingin mereka capai selama di kampus,” kata Fasli ketika dihubungi okezone, Rabu (29/6/2011) malam. Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) ini mengimbuhkan, pengalaman belajar tidak hanya didapat di dalam kelas, banyak pelajaran bisa diserap mahasiswa dari kegiatan di luar kelas.

…dst

9 ) APTISI Saling Sinergi Capai Kemajuan
http://www.pikiran-rakyat.com/node/150269

RABU, 29/06/2011 – 15:37
YOGYAKARTA, (PRLM).- Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lebih optimis dalam memainkan peran untuk mengembangkan pendidikan ke depan meskipun secara kelembagaan perguran tingginya terjadi fragmentasi dari segi kualitas maupun kuantitas sarana dan prasarananya. Ketua Umum terpilih Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) priode 2011-2015 Prof. Dr. Edy Suandi Hamid mengatakan, jumlah PTS hampir 3.000 buah, maka posisinya sangat strategis dalam mencerdaskan bangsa. Menurut dia, peran PTS makin maksimal ketika kelemahan-kelemahan internal dibenahi dan ini menjadi program utama APTISI lima tahun ke depan. Caranya setiap PTS harus sinergi dalam pengembangan ilmu maupun pengalaman manajemennya. Kemudian setiap PTS lebih banyak mendengarkan masukan dari masyarakat dan menyampaikan berbagai pandangan ke pemerintah untuk mendorong perbaikan mutu PTS. “APTISI diharapkan bisa mendorong kerjasama antara PTS untuk bisa sinergi, saling membantu dan menguatkan. Selain itu kedepan diharapkan PTS dapat lebih gencar memberikan masukannya terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah sehingga tidak terkesan diskriminasi,” kata Edy Suandi Hamid dalam pernyataan di Yogyakarta, Rabu (29/6).

…dst

10 ) RI Diharap Berikan Beasiswa untuk Perempuan Afghan
http://www.antaranews.com/berita/265279/ri-diharap-berikan-beasiswa-untuk-perempuan-afghan

Rabu, 29 Juni 2011 20:22 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Indonesia diharapkan bisa memberikan beasiswa pendidikan kepada perempuan-perempuan Afganistan agar bisa belajar di Indonesia. Hal itu dikatakan oleh anggota Komisi I DPR RI Nurhayati Ali Assegaf usai menghadiri forum Asia PacificParlementarian for Education di Iran pekan lalu. “Dalam pertemuan bilateral dengan parlemen Afganistan, pihak Afganistan meminta kepada Indonesia supaya memperjuangkan perempuan-perempuan Afganistan. Jadi tidak hanya hanya perjuangkan perempuan Palestina,” kata Nurhayati. Ia menambahkan, dari penjelasan anggota parlemen Afganistan, pendidikan bagi perempuan Afganistan sangat kurang karena berbagai masalah yang tengah dihadapi Afganistan seperti Taliban yang sangat diskriminatif terhadap perempuan. “Ini sangat mengejutkan dan ini masukan bagi kita untuk disampaikan kepada pemerintah Indonesia,” katanya. President of Coordinating Committee of Women of Parliamentarians of Inter-Parliamentary Union (IPU) berharap agar pemerintah Indonesia bisa memberikan bantuan beasiswa kepada perempuan Afganistan.

…dst

11 ) Berkenalan dengan Beasiswa Asing
http://kampus.okezone.com/read/2011/06/20/368/470383/berkenalan-dengan-beasiswa-asing

Senin, 20 Juni 2011 14:15 wib
JAKARTA – Biaya pendidikan yang membumbung tinggi membuat beasiswa menjadi incaran banyak orang. Informasi tentang beasiswa pun bisa didapatkan dengan mudah melalui internet. Biasanya, pemerintah berbagai negara menyelenggarakan program beasiswa secara rutin. Blogger dan mahasiswa S-3 di Universitas Wollongong, Australia, I Made Andi Arsana merangkum berbagai beasiswa reguler dari berbagai negara. “Beberapa beasiswa yang secara rutin diberikan kepada masyarakat Indonesia adalah AusAID (Australia), STUNED dan NFP (Belanda) Fulbright (Amerika Serikat), Chevening (Inggris), DAAD (Jerman), Mongbukogakusho/Monbusho (Jepang), dan lain-lain,” kata Andi dalam blognya, Senin (20/6/2011). Andi memaparkan, beasiswa AusAID biasanya dibuka hingga September tiap tahun. Jenjang pendidikan yang dibuka adalah S-2 dan S-3, dengan bahasa pengantar Inggris. Informasi lengkap mengenai beasiswa AusAID dapat kamu simak di laman www.adsjakarta.or.id.

…dst

12 ) Pejabat Dikhawatirkan Tak Lagi Berbasis Kompetensi
http://www.antaranews.com/berita/265220/pejabat-dikhawatirkan-tak-lagi-berbasis-kompetensi

Rabu, 29 Juni 2011 08:01 WIB |
Banjarmasin (ANTARA News) – Ketua Program Magister Pendidikan Luar Sekolah Universitas Palangka Raya (Unpar) Kalimantan Tengah, Dr H.M Noersanie Darlan mengkhawatirkan, ke depan pejabat atau pimpinan suatu instansi tak lagi berbasis kompetensi. Kekhawatiran itu tersirat dalam makalahnya yang berjudul, “Pengembangan sumber Daya Manusia (SDM) Berbasis Kompetensi” pada acara Diklat Penguatan Manajemen Lembaga Kursus dan Penelitian, di Banjarmasin, Selasa. Dalam makalahnya itu, mantan Kepala Badan Diklat Kalteng tersebut memberi contoh jabatan yang terkesan tak berbasis kompetensi, seperti Kepala Dinas Pendidikan yang bukan keluaran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Begitu pula Kepala Kanwil Kementerian Agama, bukan keluaran Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan atau tak berbasis pendidikan agama, kata putra kelahiran Anjir Serapat Kapuas, Kalteng itu. “Kan aneh, kalau sampai terjadi, Kepala Kejaksaan bukan seorang sarjana hukum, karena tak lagi memperhatikan SDM yang berbasis kompetensi,” tambah mantan aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) tersebut.

…dst

13 ) Kemenpan Tolak Penambahan PNS
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/409435/

Thursday, 30 June 2011
JAKARTA– Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) tidak akan memenuhi usulan daerah untuk menambah jumlah pegawai negeri sipil (PNS). Terutama untuk daerah dengan belanja pegawai lebih dari 30%. Penambahan pegawai di daerah harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Deputi Sumber Daya dan Aparatur Kemenpan dan RB Ramli Naibaho mengatakan, pihaknya tidak akan memenuhi usulan daerah yang ingin menambah pegawainya jika belanja pegawai lebih dari 30% atau lebih tinggi dari belanja publik. Dari hasil pemetaan yang dilakukan Kemenpan, daerah yang belanja pegawainya kurang dari 30% hanya 52 daerah. Daerah-daerah ini masih dimungkinkan untuk menambah pegawai.”Daerah dengan kategori ini masih dimungkinkan menambah pegawai seperti di Papua,” jelas Ramli di Jakarta kemarin. Menurut Ramli, dari data Kemenpan dan RB tercatat 76 daerah belanja pegawainya masih mencapai 31–41%. Selanjutnya, sebanyak 106 daerah belanja pegawainya mencapai 41–50%.Untuk daerah dengan belanja pegawai sebesar 51–0% mencapai 145 daerah.

…dst

14 ) Rekrutmen CPNS Ditolak
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/409492/

Thursday, 30 June 2011
UNGARAN–Rencana rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2011 terus menuai penolakan dari kalangan DPRD Kabupaten Semarang. Bila bupati tetap ngotot menyeleksi CPNS baru, dikhawatirkan pembangunan ke depan bakal terbengkalai. Sebab, jumlah pegawai dengan program kegiatan pembangunan tidak seimbang. “Ekstremnya, saya minta agar rekrutmen dilakukan tiga tahun lagi. Agar seluruh rencana pembangunan bisa terlaksana,” kata anggota Fraksi PAN DPRD Said Riswanto,kemarin. Menurutnya, jumlah APBD dengan pegawai ini tidak seimbang. Total APBD 2011 ini sekitar Rp900-an miliar. Rinciannya DAU sekitar Rp540 miliar, sisanya adalah Rp360 miliar, yakni perimbangan dari dana alokasi khusus (DAK) dan pendapatan asli daerah (PAD).

…dst

15 ) Dugaan Kasus Ijazah Palsu Anggota DPRD Diusut
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/409432/

Thursday, 30 June 2011
SUKABUMI – Kasus ijazah palsu yang diduga melibatkan HH, anggota DPRD Kota Sukabumi, membuat Polres Sukabumi akhirnya mengusut kasus tersebut dengan memintai keterangan sejumlah saksi. Pemeriksaan awal, Polsek Sukabumi meminta keterangan dari Sekretaris DPC Partai Demokerat Kota Sukabumi, Hendri Slamet. Dalam proses pemeriksaan, Hendri dimintai keterangan seputar mekanisme pencalonan pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2009 yang ditempuh HH. Dalam pekan ini,pihaknya juga akan memanggil dua saksi lainnya,Dedi R Wijaya dan HH. “Saat itu saya sebagai pimpinan partai hanya sebatas menerima berkas persyaratan pencalonannya saja,setelah itu saya serahkan kepada KPUD,” ungkap Hendri. Dijelaskannya,KPUD harusnya lebihtelitidalammenangani berkas persyaratan caleg.

>>>

16 ) Dokter Spesialis Minim
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/409468/

Thursday, 30 June 2011
CIMAHI- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akan memberikan fasilitas berupa ruang praktik gratis bagi dokter spesialis. Upaya tersebut untuk menorong dokter spesialis berpraktik di Cimahi.Wakil Wali Kota Cimahi,Eddy Rachmat mengakui,minimnya jumlah dokter spesialis di Puskesmas tidak terlepas dari terbatasnya anggaran yang dialokasikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi. “Dokter spesialis kan mahal sekali, Jamkesda (jaminan kesehatan daerah) pun tak bisa meng-coverjasa mereka,”tutur Eddy usai penyuluhan hukum bagi pegawai Dinkes di Gedung Pemkot Cimahi,baru-baru ini. Eddy mengatakan, para dokter spesialis tersebut bisa menempati ruang praktek yang tersedia di 13 Puskesmas yang tersebar di seluruh Kota Cimahi. Menurut dia, banyak ruangan yang bisa dimanfaatkan dokter spesialis untuk membuka prakteknya. Meskipun begitu, sebagai kompensasi, Eddy meminta dokter spesialis menetapkan jasa pelayanan lebih murah dibandingkan dokter spesialis pada umumnya. “Mereka kan tak perlu membayar sewa tempat, harapannya masyarakat mendapatkan pelayanan lebih murah,” ujar Eddy yang juga beristeri seorang dokter spesialis itu.Eddy menambahkan, hingga saat ini, pihaknya belum berencana menambah jumlah dokter spesialis di Puskesmas dengan alasan keterbatasan anggaran.

…dst

17 ) Sekilas dalam Negeri
Ledakan ATM di Bandung
ATM BNI Dipatiukur Bandung Meledak, Pintu Terpental 10 Meter
Tidak Ada Korban Jiwa dalam Pemboman ATM BNI Bandung
Pembom ATM BNI Bandung Tinggalkan ‘Pesan’ via Selebaran
Duar! Ada Ledakan di ATM BNI Bandung, Diduga Bom
TKW dipancung
Sehari Diluncurkan, Halo TKI Terima Lebih 6.000 Penelepon
Dukungan dan Doa untuk Zaenab
Gubernur Kalsel Coba Selamatkan 7 TKI Ini
7 TKI Asal Kalsel Dihukum Mati di Arab Saudi
Kasus Andi Nurpati
Hari Ini Panja Mafia Pemilu Cecar Andi Nurpati
Panja Akan Konfrontir Arsyad-Mahfud
Polisi: Tersangka Surat Palsu MK Akan Ketahuan
Kasus Yusril
Cekal Diperpanjang, Yusril Minta Kejagung Periksa SBY
Pramono Edhie
Pramono Berpeluang di 2014
Pramono Edhie, dari Ajudan Mega Hingga KSAD
Ray: Ipar Jadi KSAD, Jangan Percaya Lagi Kata-kata SBY
Lain-Lain
Ranking Indonesia Jeblok ke Urutan 132
Rekrutmen CPNS Ditolak
Revisi UU Penyelenggara PemiluMendagri Jadi Penanggung Jawab Seleksi KPU dan Bawaslu
35 Tahun Lagi, Kemiskinan Meluas
Berita Libya
NATO Tidak Akan Menahan Gaddafi
Penasehat Obama: NATO Tidak Mentargetkan Gaddafi
Amerika
AS Jatuhkan Sanksi pada Badan Keamanan Suriah dan Iran