Dikutip dari : Group Dosen Indonesia

Bersyukurlah hi Teman-Teman yang sedang melaksanakan tugas belajar:

Syukuri nikmat yang sudah diperoleh, syukuri hari ini bisa melaksanakan tugas belajar ke manca negara, syukuri hari ini diberi kesempatan untuk studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi, ijinkan saya keluarkan apa-apa yang terasa di hati setelah mengikuti diskusi di GDI semalam:

I. Jangan mengatakan anda di-zholimi sebelum anda berjuang (ada yang memakai perkataan ini di diskusi GDI semalam)
II. Tahukah berapa banyak dosen yang selesai studi lanjut dengan BIAYA SENDIRI dalam keadaan duka karena ijazah mereka tidak bisa disesuaikan hanya karena kekurangan sepucuk surat sakti yaitu SURAT IJIN BELAJAR. Padahal ada yang lulus hanya sebulan setelah diangkat jadi CPNS. Jangankan untuk peroleh KUM publikasi, KUM ijazah=0 dan tak dibenarkan ikut ujian penyesuaian ijazah.
III. Tahukah PNS hanya diperbolehkan melaksanakan tugas belajar/ijin belajar secepat-cepatnya 2 tahun setelah tgl SK Pengankatan PNS, itu sama dengan paling cepat 3 tahun dihitung sejak ybs diangkat jadi CPNS, itupun seandainya cepat diangkat menjadi PNS.
IV. Tahukah berapa banyak lulusan LN tak bisa lanjut ke jengang S2 atau lamar CPNS formasi S1 hanya karena ijazah mereka ( dari Top World University di manca negara) disetarakan dengan D3 padahal orang tua mereka sudah menghabiskan dana DI ATAS Rp 1 miliar (1.000.000.000,–) untuk peroleh gelar tersebut. Tahukah berapa airmata sudah habis untuk menangisi hasil kesetaraan tersebut???
V. Jangan lagi mengatakan tak ada peraturan dari Dikti tentang publikasi masa tugas belajar tidak diberi KUM, apakah pedoman dari Biro kepegawaian Kemdiknas ( Biro yang di bawahi Sekjen Kemdiknas) bukan peraturan ? jadi sewaktu saudara-saudara terima beasiswa, terima berbagai hibah, terima tunjangan serdos apa tidak berpedoman pada pedoman atau panduan beasiswa BPPS/pedoman program S2/S3 LN/pedoman beasiswa unggulan, tidak mengikuti pedoman/panduan berbagai hibah-hibah Dikti, tidak pernah membaca buku Sedos??? Jangan pada saat menerima (menikmati) sesuatu kita mengakui keberadaan pedoman/panduan terbitan Dikti, namun pada saat merasa dirugikan ( publikasi tidak diakui sebagai KUM) lantas menolak pedoman/panduan yang diterbit oleh bagian yang paling berwenang menetapkan kebijakan tugas belajar di Dikti. Jangan tutup mata menolak baca ketentuan yang sudah beredar bahkan semenjak tahun 2009:
Pedoman Studi Lanjut terbitan tahun 2010
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/06/trisno-zuardi-studi-lanjut-bagi-pns-dosen.pdf
Pedoman Studi Lanjut terbitan tahun 2009 (hal 13)
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2009/06/tugas-belajar2.ppt
VI. Bagi yang mempermasalahkan pedoman bertentangan dengan PP no.12 tahun 2002, silakan perhatikan PP tsb adalah untuk kenaikan pangkat bukan kenaikan jabatan akademik. Kenaikan pangkat semasa tugas belajar silakan merujuk ke Kepmendiknas No. 36/D/O/2001 tentang Petunjuk teknis pelaksanaan penilaian angka kredit jabatan Dosen Pasal 1 ayat (5) dan (6) yang isinya sama sekali tidak bertentangan dengan PP no. 12 tahun 2002 dan juga ada dijelaskan di Pedoman studi lanjut bagi PNS terbitan tahun 2010 bagian II item no.6
http://www.dikti.go.id/Archive2007/kepmendiknas_36do2001.htm
VII. Seandainya tetap merasa tidak puas, datangi atau sampaikan SURAT PROTES RESMI ( cantumkan nama lengkap, NIP/NIDN, asal institusi, nama universitas tempat studi lanjut, prodi yang diambil, tahun berapa mulai tugas belajar dan ditanda-tangan). Surat Resmi diantar atau dikirim langsung ke :
Bapak Sekjen Kemdiknas qq Bapak Kabiro Kepegawaian Kemdiknas qq Bapak Kepala Bagian Mutasi Dosen.
Beritahukan keberatan Bapak/Ibu dengan sertakan argumen-argumen secara sopan. InsyaAllah surat resmi apalagi atas suara banyak akan direspon oleh pejabat-pejabat tersebut, cuma harus sabar menanti bisa aja satu bulan lamanya. Kalo hanya diskusi di GDI tak akan terbaca pejabat-pejabat terkait.

Mohon maaf bila curahan hati ini tak berkenan, suka atau tak suka inilah yang saya rasakan setelah mengikuti 128 diskusi di GDI semalam tentang Publikasi semasa tugas belajar tak diterima sebagai KUM. Salam kompak untuk semua,

Ray Holy 30 Juni 2011