1 ) Dorong Lulusan Terbaik PT Jadi PNS
http://nasional.kompas.com/

Sabtu, 2 Juli 2011 | 14:05 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Maraknya korupsi, kolusi dan nepotisme yang mengerogoti Indonesia menuju kegagalan bisa dijawab dengan perbaikan kualitas sumber daya manusianya. Psikolog politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengatakan harus ada dorongan kepada lulusan-lulusan terbaik dan berintegritas untuk mau bekerja di institusi-institusi pelayanan publik. “Orang-orang terbaik di kampus saya itu malah lebih ingin masuk menjadi pegawai swasta, yang ranking-ranking bawah justru jadi PNS. Orang-orang terbaik malah enggak mau masuk jadi PNS,” katanya dalam diskusi mingguan Polemik, Sabtu (2/7/2011). Hamdi juga bertutur mahasiswanya enggan bergabung dengan partai politik dan meniti karir menjadi politisi karena citra buruk dunia politik yang ditunjukkan elit-elitnya selama beberapa tahun belakangan. Perilaku para politisi yang buruk dan fungsi yang tak maksimal dikerjakan menjadi kekecewaan di mata publik. “Mahasiswa saya juga enggak mau jadi politisi. Saya kan orang baik katanya, seolah-olah yang masuk ke politik itu orang buruk. Padahal, mereka-mereka itulah yang sekarang menentukan hidup kita. Maka kita doronglah orang-orang baik untuk masuk ke instansi publik,” tambahnya

…dst

2 ) Peringkat Universitas Tak Jadi Tolok Ukur
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/409920/

Sunday, 03 July 2011
BANDUNG– Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka menegaskan peringkat universitas secara global yang kerap dipublikasikan banyak lembaga internasional tak bisa dijadikan ukuran kualitas sebuah perguruan tinggi. “Saya telah menghadiri acara UNESCO di Paris, Prancis, yang dihadiri perwakilan 132 negara. Semuanya menyatakan “bloody hell with the rank”. Di Jepang, ranking sudah ditinggalkan sejak 2003,” ujar Akhmaloka kemarin. Menurut dia, pemeringkatan konvensional saat ini hanya bisa menerangkan produk riset saja, tapi tidak kualitas perguruan tinggi secara keseluruhan. Lembaga otoritas yang melakukannya pun bersifat komersial enterprise. “Jadi, universitas yang tua saja yang bisa bagus,tua dan berlokasi di kota terkenal seperti Cambridge dan Harvard.Semua orang sudah tahu dua tempat itu,tetapi kalau ITB atau India Institute Technologi, yang tahu hanya orang lokal saja,”jelasnya. Pemeringkatan banyak diukur dari ilmu natural seperti kedokteran. Sementara teknologi jarang dipakai ukuran. “Jadi, sudah hampir pasti yang tak punya fakultas kedokteran pasti jelek,” ucapnya. Dia menganggap pemeringkatan itu tidak fair. Yang fair,yang dilakukan secara spesifik seperti di Inggris. “Di sana sudah spesifik seperti bioteknologi yang dikategorikan excellent, aboveaverage,average,dan not hear,”ujarnya.

…dst

3 ) Pengamat Unair Usulkan UU Etik Politisi
http://id.berita.yahoo.com/pengamat-unair-usulkan-uu-etik-politisi-050420591.html

03 Juli 2011
Surabaya (ANTARA) – Pengamat hukum tata negara dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Radian Salman SH LLM mengusulkan perlunya Undang-Undang (UU) Etik untuk politisi. “Saya kira, politisi di DPR/DPRD perlu bersikap fair dengan meminta saran LSM untuk merumuskan UU Etik bagi politisi supaya kasus seperti Nazaruddin tidak terulang,” katanya di Surabaya, Minggu. Ditanya solusi kasus Nazaruddin dalam jangka panjang, ia menegaskan bahwa penggalian dan penggunaan dana di kalangan politisi saat ini tidak ada yang mengatur sehingga politisi bisa menjadi “sapi perahan” parpolnya. “UU Etik Politisi itu bisa mengatur perlunya kemandirian parpol melalui iuran anggota, sumbangan pihak ketiga untuk kampanye, laporan transparansi dana parpol setiap semester, dan aturan yang mengantisipasi interes politis dalam jabatan eksekutif,” katanya. Menurut dosen Fakultas Hukum Unair yang juga mantan aktivis mahasiswa tersebut, parpol selama ini belum dilingkupi dengan kode etik, padahal DPR sudah memiliki kode etik, karena itu perlu adanya UU Etik Politisi.

…dst

4 ) 36.832 Peserta Ikuti Simak UI
http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/03/09041877/36.832.Peserta.Ikuti.Simak.UI

Minggu, 3 Juli 2011 | 09:04 WIB
DEPOK, KOMPAS.com – Sebanyak 36.832 peserta mengikuti Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK) Universitas Indonesia 2011, yang dilaksanakan pada Minggu (3/7/2011). Seleksi ini merupakan salah satu jalur untuk mengikuti ujian masuk calon mahasiswa UI. “SIMAK UI 2011 adalah seleksi masuk untuk seluruh program pendidikan di UI yaitu vokasi, sarjana reguler, sarjana paralel, sarjana kelas internasional, program profesi dan apesialis serta program doktor,” kata Juru Bicara UI Vishnu Juwono di Depok, Jawa Barat, Sabtu (2/7/2011). Vishnu mengatakan, SIMAK UI 2011 dilaksanakan secara serentak di 10 kota se-Indonesia dan di luar negeri yaitu Brussel, Belgia. Vishnu mengatakan, Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri akan memantau langsung pelaksanaan SIMAK di FISIP UI dan juga SMA 21 Jakarta. Menurut dia, program S1 reguler, program studi yang paling diminati adalah kedokteran sebanyak 5.798 orang (IPA) dan program studi manajemen (IPS) dengan jumlah sebanyak 4.699 orang.

…dst

5 ) Jatah Kursi Mahasiswa Kurang Mampu di Undip Capai 20 Persen
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/07/02/lnpcdf-jatah-kursi-mahasiswa-kurang-mampu-di-undip-capai-20-persen

Saturday, 02 July 2011 19:05 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA—Universitas Diponegoro (Undip) Semarang alokasikan 20 persen kursi mahasiswa baru tahun 2011 untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu. “Bahkan bagi mahasiswa dari keluarga tak mampu ini juga diberikan beasiswa bebas SPP selama dua semester, dengan dilihat kemajuan studinya,’ ungkap Kepala Humas Undip, Agus Naryoso saat dikonfirmasi per telepon, Sabtu (2/7). Kebijakan ini, lanjutnya, diberikan sebagai komitmen Undip untuk membantu masyarakat yang tidak mampu agar memperoleh kesempatan belajar di Undip. Bagi para peserta yang diterima di jalur Ujian Mandiri, lanjutnya, diharapkan segera melakukan registrasi begitu diumumkan. “Jangan ragu-ragu bagi yang tidak mampu silahkan mengajukan permohonan kebijakan untuk dapat keringanan mengangsur,” jelasnya

…dst

6 ) Peserta Ujian Mandiri Undip Menurun
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/409937/

Sunday, 03 July 2011
SEMARANG – Peserta yang terdaftar mengikuti Ujian Mandiri (UM) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun ini mengalami penurunan jumlah.Jumlah peserta UM yang dilangsungkan kemarin, lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah peserta ujian serupa pada tahun lalu. Kepala Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) Undip, Prof M Arifin mengatakan, jumlah total peserta tahun ini mencapai 16.500 orang. Sedangkan jumlah peserta pada tahun sebelumnya mencapai 21.000 orang. “Kemungkinan karena pelaksanaan UM tahun ini dilaksanakan setelah SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Jadi,kemungkinan karena lebih banyak terserap di SNMPTN-nya,” ujarnya, kemarin. Dia menyebutkan, pada pelaksanaan UM tahun lalu,masih diperbolehkan digelar sebelum pelaksanaan SNMPTN. Dengan adanya calon mahasiswa yang sudah diterima melalui SNMPTN, secara otomatis tidak akan mengikuti UM yang digelar. “Jumlah yang tercatat pada UM kali ini belum termasuk yang absen.Ditambah jumlah yang mengundurkan diri, semua belum selesai direkap.

…dst

7 ) Pensiun Arsiparis Diperpanjang
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/410041/

Sunday, 03 July 2011
JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) akan memperpanjang usia pensiun pegawai arsiparis. Kebijakan ini menyusul minimnya pegawai yang mengurusi soal kearsipan Menteri PAN dan RB EE Mangindaan mengatakan, pihaknya memang mengusulkan kenaikan bagi pegawai fungsional arsiparis. “Diusulkan karena kita kekurangan sekali pegawai itu, sudah kita konsepkan untuk diperpanjang masa pensiunnya,” katanya. Dia mengakui, selama ini minat pegawai yang bekerja pada bagian kearsipan masih kurang. Karena ada kesan bahwa arsip merupakan pekerjaan yang kurang penting. “Belum banyak peminat, imej orang seolah di arsip itu tidak penting, bahkan orangnya pun seperti orang dibuang, makanya akan kita perpanjang,” jelasnya. (sucipto)

…dst

8 ) Ini Aturan Produk Wajib Berbahasa Indonesia
http://bisnis.vivanews.com/news/read/230585-mengapa-buku-petunjuk-harus-bahasa-indonesia-

MINGGU, 3 JULI 2011, 07:15 WIB
VIVAnews – Kisah tertangkapnya Dian dan Randy karena menjual iPad, yang tidak memiliki petunjuk manual dalam bahasa Indonesia, menjadi pelajaran bagi publik. Namun penegak hukum juga diminta jangan pandang bulu menerapkan aturan itu. Dian dan Randy didakwa Pasal 52 ayat 32 no 36/1999 tentang Telekomunikasi. Ia juga didakwa Pasal 8 ayat 1 huruf J UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam Pasal 8 huruf J disebutkan “Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang: tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

…dst

9 ) Inilah Kronologi Kasus iPad Dian dan Randy
Dian dan Randy ditangkap oleh Polda Metro Jaya bersama delapan barang bukti iPad.
http://metro.vivanews.com/news/read/230560-ini-kronologi-kejadian-kasus-dian-dan-randy

SABTU, 2 JULI 2011, 15:46 WIB
VIVAnews- Penahanan Randy dan Dian, penjual iPad melalui suatu situs forum media sosial dipertanyakan banyak pihak. Berawal dari menjual iPad secara iseng, kedua pria itu kini ditahan. Bagaimana jalan ceritanya? Pengacara Dian dan Randy, Virza Roy Hizzal, menuturkan pada awalnya Randy pergi ke Singapura dengan keluarga besarnya. Dalam tamasya itu, masing-masing anggota keluarga membeli iPad. Karena sudah memiliki pekerjaan tetap, ia hanya iseng menjual koleksi iPad-nya. Randy lalu menjual 2 iPad itu kepada Dian, masing-masing iPad 16 Gb seharga Rp6,6 juta dan iPad 64Gb seharga Rp8,5 juta. Randy mendapat keuntungan Rp300-400 ribu dari penjualan itu. Dian lalu menjual 2 iPad itu melalui situs kaskus dengan mengambil keuntungan sekitar Rp150 ribu dari harga yang dijual Randy.

…dst

10 ) Sekilas dalam Negeri
Ini Aturan Produk Wajib Berbahasa Indonesia
Pengacara: Randy Cuma Iseng Jualan iPad
YLKI: Kasus Dian dan Randy Jadi Pelajaran
Inilah Kronologi Kasus iPad Dian dan Randy
Kasus Nazaruddin
KPK Blokir Aset Nazaruddin
Nazaruddin Berontak, KPK Gandeng CPIB
Soal Uang Rp 4 Miliar ke Andi Mallarangeng, Wafid Tak Tahu
Ray: Jika Benar, Ungkap di Dalam Negeri
Nah Lho, Tim Kapolri Sudah Bergerak Memburu Nazaruddin
KPK Diminta Periksa Anas dan Andi
Kasus Andi Nurpati
Panja Mafia Undang Caleg Gagal
Panja Temukan 3 Aktor dalam Pemalsuan Putusan MK
Kisruh PSSI
Timnas di Ambang Sekarat
Pemilik Pondok Pesantren Al Zaytun
Panji Gumilang Jadi Tersangka
Mantan Bos IMF
Strauss-Kahn Bebas dari Tahanan Rumah
Berita Libya Hari ini
Gaddafi Ancam Serang Eropa
Qaddafi: Ayo, Rebut Senjata Prancis dari Tangan Pemberontak!
Hillary Clinton Anggap Remeh Khadafy
Pemerintah dan Pemberontak Libya Berunding di Ethiopia
NATO Tingkatkan Serangan di Libya Barat