1 ) Kementerian Janji Selesaikan Masalah Beasiswa Olimpiade
http://www.tempointeraktif.com/

SELASA, 05 JULI 2011 | 22:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengutarakan akan segera menyelesaikan permasalahan beasiswa yang dialami peraih medali olimpiade. “Keterlambatan dalam proses memang ada karena ini masuk anggaran pembangunan jadi tidak langsung keluar sehinga kita kadang-kadang perlu mengetahui kapan pembayaran mereka,”kata Fasli dalam keterangan pers di kantornya, Selasa 5 Juli 2011. Sebelumnya dua peserta olimpiade yang juga telah meraih medali di ajang serupa mengeluhkan janji pemerintah untuk memudahkan pemberian beasiswa. Berbagai permasalahan seperti keterlambatan turunnya biaya dan ditolaknya mereka di universitas dalam negeri diungkapkan dalam acara pelepasan tim olimpiade sains internasional di kantor Kementerian Pendidikan Nasional malam ini. Mantan Dirjen Pendidikan Tinggi ini yang mendengar keluhan siswa itu pun berdalih dengan alasan persoalan di data pemenang olimpiade. Ia pun berjanji akan menyelesaikan persoalan dengan berkoordinasi dengan pihak universitas baik dalam maupun luar negeri. Fasli kemudian menekankan agar universitas tidak dianggap sebagai penerima beasiswa yang biasa dengan siswa lainnya yang mengajukan permintaan. Sebabnya, hal itu sudah menjadi instruksi sekaligus janji presiden sejak tahun 2008.

…dst

2 ) Sarat Prestasi, Sulit Kuliah di Negara Sendiri
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/410875/

Wednesday, 06 July 2011
Sungguh membanggakan bisa menjadi salah satu siswa berprestasi, apalagi mampu menembus prestasi di tingkat internasional.Bukan hanya bagi keluarga dan sekolah, nama harum siswa berprestasi internasional pun dapat menjadi kebanggaan bangsa dan negara. Namun,apa jadinya jika prestasi internasional para siswa ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Beasiswa yang dijanjikan dari pemerintah pun seakan hanya isapan jempol bagi mereka. Inilah salah satu curahan hati siswa SMAN 1 Purwokerto, Stephen Haniel.Pemenang Olimpiade Kimia di Jepang ini mengaku,perhatian pemerintah terhadap siswa berprestasi sangat kecil. Di hadapan Wamendiknas Fasli Jalal,Stephen yang hendak diberangkatkan ke International Chemistry Olimpiad (ICHo) di Ankara, Turki pada 9–18 Juli 2011 harus mengeluarkan semua unek-uneknya.Menurut Stephen,sudah menjadi rahasia umum bahwa janji beasiswa Kemendiknas kepada pemenang olimpiade itu bagai pepesan kosong belaka. “Saya dengar kabar dari teman yang kuliah di luar negeri.Dia nyaris di-DO (drop out) karena beasiswa dari Kemendiknas tidak turunturun. Kalau yang sudah kuliah saja dana beasiswanya tidak jelas,bagaimana para peserta yang mau berangkat ini.Padahal proses untuk mendulang emas di negara orang tidaklah semudah membalik telapak tangan,” ungkap Stephen.

…dst

3 ) Siswa Pemenang Olimpiade ini Kecewa dengan Janji Pemerintah
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/07/05/brk,20110705-345017,id.html

SELASA, 05 JULI 2011 | 22:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Stephan Haniel, siswa yang baru lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas tahun ini bukan pelajar bernilai rata-rata di sekolahnya. Siswa menginjak usia 18 tahun ini bahkan berhasil menggondol medali perunggu dalam ajang Olimpiade Kimia Internasional di Jepang tahun lalu.Tahun ini pun, ia kembali akan bertarung di ajang yang serupa untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Namun, semburat kekecewaan terlihat di wajahnya saat Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal secara khusus melepas kepergian 5 tim olimpiade sains internasional di kantor Kementerian Pendidikan Nasional malam ini, Selasa 5 Juli 2011. Dalam kesempatan ini, di ruangan pertemuan menteri, Stephan mengeluarkan keluh kesahnya. Ia mengaku kecewa atas janji pemerintah yang diberikan khusus kepada anak-anak yang meraih prestasi di ajang bergengsi. “Kami kecewa, sudah diberi janji beasiswa dan diberi kemudahan masuk kuliah jurusan manapun yang saya mau tapi tetap tidak masuk,”ujarnya.

…dst

4 ) Pendaftaran UMB-PT Diundur
Diikuti 12 PTN
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/07/06/151522/Pendaftaran-UMB-PT-Diundur

06 Julli 2011
SEMARANG- Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB-PT) juga diundur seperti halnya ujian mandiri lainnya. Batas akhir pendaftaran yang semula 5 Juli 2011 menjadi 7 Juli 2011. Sekretaris Panitia Lokal Semarang-Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Ngurah Made DP mengemukakan, UMB-PT merupakan seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang dilakukan secara bersama-sama oleh 12 PT Negeri di seluruh Indonesia. Selain Unnes, bergabung pula Undip Semarang, Unsoed Purwokerto, UNJ Jakarta, UIN Jakarta, Unimal Lhokseumawe, Unsyiah Banda Aceh, USU Medan, Unri Riau, Unja Jambi, Unpar Palangkaraya, dan UIN Makassar. Semula pendaftaran ujian tersebut dibuka 1 Juni – 5 Juli 2011, namun karena sepi peminat diundur hingga 7 Juli.`’Mereka yang memilih Unnes atau perguruan tinggi lain tidak perlu repot-repot mengikuti tes di perguruan tinggi yang dipilih. Sebab, tes digelar di 21 kota di seluruh Indonesia, termasuk Semarang (Unnes dan Undip) dan Yogyakarta,” tuturnya. Berdasarkan nomor pendaftaran dan PIN yang diperoleh dari Bank BNI, peserta kemudian mendaftar secara online melalui web penerimaan spmb.or.id. “Pantauan kami, hingga dua hari jelang tutup pendaftaran, belum sampai 300 orang yang mendaftar di Panlok Semarang Unnes. Di Unnes untuk penerimaan tersebut mengikutkan 23 prodi,” katanya.

…dst

5 ) Agar Bebas Pajak, PTS Perlu Umumkan Nirlaba
http://cetak.kompas.com/read/2011/07/06/04244450/agar.bebas.pajak.pts.perlu.umumkan.nirlaba

Rabu, 06 Juli 2011
Jakarta, Kompas – Pengelola perguruan tinggi swasta harus memproklamasikan diri sebagai pengelola organisasi nirlaba agar memperoleh keringanan pajak. Tanpa melakukan itu, semua PTS akan diperlakukan sama seperti lembaga bisnis lain yang mencari laba dari usahanya. “Dulu banyak perguruan tinggi swasta yang menolak konsep badan hukum pendidikan atau BHP. Padahal, BHP itu nirlaba. Semua organisasi yang nirlaba dengan sendirinya tidak perlu dikenai pajak,” ujar Pelaksana Jabatan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang PS Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (5/7), seusai menghadiri Rapat Paripurna DPR yang mengagendakan Laporan Badan Anggaran DPR terkait Rancangan APBN 2012. Menurut Bambang, beberapa perguruan tinggi swasta pernah menginisiasi penolakan BHP. Pemerintah mengingatkan bahwa buah dari penolakan itu adalah risiko dianggap sebagai lembaga bisnis di mata perpajakan.

…dst

6 ) PTS Harus Tetap Bayar Pajak
http://kampus.okezone.com/read/2011/07/05/373/476266/pts-harus-tetap-bayar-pajak

Selasa, 05 Juli 2011 16:48 wib
JAKARTA – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Bambang PS Brojonegoro, menegaskan para Perguruan Tinggi Swasta (PTS) harus menjadi organisasi nirlaba jika memang ingin mendapat pembebasan. Menurut Bambang jika memang PTS mau menjadi Badan Hukum Pendidikan (BHP), maka dia akan mendapatkan pembebasan pajak. “BHP itu kan nirlaba. Jadi tidak perlu pajak kalau memang nirlaba,” ungkap Bambang yang ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2011). Bambang melanjutkan, saat ini para PTS tersebut merupakan yayasan, padahal pemerintah telah menawarkan untuk mengubah yayasan menjadi BHP. “Sekarang mereka tidak mau BHP. Yayasan itu kan berorientasi mencari keuntungan (profit taking) karena memang mereka mecari uang,” tutur dia. “Mereka yang dulu menginisiatif penolakan terhadap BHP, sekarang tanggung risiko bahwa mereka dianggap sebagai bisnis entity,” tambah Bambang.

…dst

7 ) Pengurangan Pajak PTS Terganjal UU Perpajakan
http://www.jpnn.com/read/2011/07/05/97201/Pengurangan-Pajak-PTS-Terganjal-UU-Perpajakan-

Selasa, 05 Juli 2011 , 19:55:00
JAKARTA – Tuntutan pengurangan pajak oleh perguruan tinggi swasta (PTS), dalam waktu dekat disebut tidak akan dapat direalisasikan oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas). Wamendiknas Fasli Jalal mengatakan, hal tersebut disebabkan karena terbentur dengan adanya UU Perpajakan.”Usulan ini memang sudah lama disampaikan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi). Kemdiknas juga sudah mengusulkannya ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Tetapi ternyata Kemenkeu pun terbentur dengan UU Perpajakan yang berlaku,” ungkap Fasli di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (5/7). Mantan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdiknas ini mengakui, hingga saat ini memang Kemdiknas belum bisa menindaklanjuti, mengingat belum adanya rekonsiliasi antara UU Perpajakan dan pendidikan tinggi. “Di dalam UU Perpajakan, itu sudah ditentukan item-item mana saja di bidang pendidikan khususnya perguruan tinggi yang dikenakan pajak. Maka (dari) itu, sebelum direkonsiliasi, kita mau lex specialist,” jelasnya.

…dst

8 ) UM Gelar Tes Tenaga Pendidik
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/07/06/151516/UM-Gelar-Tes-Tenaga-Pendidik-

06 Juli 2011
MALANG- Universitas Negeri Malang (UM) ditunjuk Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) untuk melaksanakan tes bagi guru untuk pelayanan pendidikan bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Sabah, Malaysia. Kabid Pendidikan Dan Kerja Sama UM Mimin Nur Bintarti mengatakan, pelayanan pendidikan tersebut merupakan program Kemdiknas yang didesain untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak TKI yang tidak memperoleh akses pendidikan di sana. “Tes seleksi calon pendidik atau guru yang akan ditempatkan sebagai tenaga pengajar di Malaysia sudah dilakukan di sini (UM-Red),” katanya.Selain UM, ada tujuh perguruan tinggi yang menggelar seleksi seperti ini, setiap kampus diikuti 50 peserta. Nantinya akan dipilih 130 orang yang dianggap laik menjadi tenaga pendidik bagi anak-anak yang mengikuti orang tuanya bekerja di Sabah.Tujuh perguruan tinggi itu adalah Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Negeri Tanjung Pura (Untan) Pontianak, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

…dsg

9 ) KY Diminta Periksa Hakim Kasus Trisakt
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/410877/

Wednesday, 06 July 2011
JAKARTA– Indonesian Bureaucracy and Service Watch meminta Komisi Yudisial (KY) segera memeriksa para hakim yang terlibat dalam putusan perkara sengketa Universitas Trisakti. Koordinator IBSW Nova Andika mengatakan, para hakim yang memutus kasasi perkara ini diduga telah melakukan pelanggaran etika dan perilaku hakim. “Universitas Trisakti melalui kuasa hukumnya, Amir Syamsuddin dan Bambang Widjojanto, telah mengadukan dugaan pelanggaran etika dan perilaku anggota majelis hakim yang mengadili sengketa ini pada 5 Mei 2011,” kata Nova saat mendatangi Kantor KY di Jakarta kemarin. Tim IBSW diterima Kepala Bagian Pencegahan, Pengaduan, dan Pelaporan Hamka Kapopang dan staf ahli KY bernama Imron. “Pelaporan ini salah satu prioritas penanganan KY. Kami sedang melakukan pemeriksaan berkas,” ujar
Imron. (robby khadafi)

…dst

10 ) Hasil Riset Ulang Susu Berbakteri Diumumkan 8 Juli
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/07/05/239418/293/14/Hasil-Riset-Ulang-Susu-Berbakteri-Diumumkan-8-Juli

Selasa, 05 Juli 2011 15:20 WIB
JAKARTA–MICOM: Hasil pengujian ulang terhadap seluruh merek susu formula yang dilakukan secara bersama oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Institut Pertanian Bogor (IPB) bakal diumumkan pada Jumat, 8 Juli 2011. “Hasil pengumuman akan dilakukan secara bersama di Kantor Kemenkominfo pada 8 Juli, pukul 10.00 WIB,” jelas Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, usai memimpin upacara pelantikan pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenkes, di Jakarta, Selasa (5/7). Saat diumumkan nanti, Menkes mengatakan, bakal dibeberkan dalam bentuk list, merek susu formula (sufor) apa saja yang telah dikaji ulang secara bersama, termasuk lokasi tempat pengambilan sampel dan metode penelitiannya.

…dst

11 ) Bukan PTN atau PTS yang Menentukan Lapangan Kerja
http://kampus.okezone.com/read/2011/07/04/367/475493/bukan-ptn-atau-pts-yang-menentukan-lapangan-kerja

Senin, 04 Juli 2011 10:40 wib
PADA 30 Juni lalu baru saja dimumkan hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan jumlah peserta SNMPTN terus meningkat setiap tahun. Ini membuktikan anggapan masyarakat bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) selalu lebih baik. Anggapan bahwa PTN selalu lebih baik dari PTS (Perguruan Tinggi Swasta) adalah mitos belaka yang selama ini telah dipercaya oleh banyak orang. Anggapan ini muncul karena PTN umumnya memiliki sumber daya yang lebih baik, misalnya jumlah dosen yang bergelar Doktor lebih banyak. Hal ini disebabkan karena pada masa yang lalu pemerintah lebih memusatkan bantuannya kepada PTN. Setiap tahunnya, ratusan ribu remaja Indonesia yang berijazah SMA ataupun SMK berebut tiket untuk kuliah di perguruan tinggi terkemuka, khususnya PTN. Tahun ini tercatat jumlah peserta SNMPTN sebanyak 540.953 peserta SNMPTN se-Indonesia dan yang diterima hanya 118.233 peserta. Bahkan tak jarang banyak yang menempuh jalan pintas untuk meraih hal itu. Mereka berharap dengan memiliki ijazah dari PTN dapat langsung meraih masa depan yang cemerlang.Paradigma tersebut memang tidak salah, namun harus mulai diubah. Menurut hasil survei Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) memang dari sepuluh kampus terlaris di Indonesia menurut kalangan dunia kerja ditempati oleh delapan PTN dan hanya dua tempat untuk PTS

…dst

12 ) JK: Ilmu Harus Mampu Pengaruhi Kehidupan
http://www.antaranews.com/berita/266078/jk-ilmu-harus-mampu-pengaruhi-kehidupan

Rabu, 6 Juli 2011 01:56 WIB
Makassar (ANTARA News) – Mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla menyatakan, gelar itu penting, tetapi yang paling penting adalah ilmu karena ilmu harus mampu mempengaruhi kehidupan dan memberi pengetahuan serta mengubah perilaku manusia sepanjang masa. Kalau ijazah, saya selama 44 tahun setelah tamat di universitas ini (Unhas), hanya sekali melihat ijazah, setelah itu disimpan di lemari, kata Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unhas pada wisuda alumni Program Pascasarjana Unhas di Makassar, Selasa.Wisuda ini menamatkan 436 alumni, terdiri atas 19 doktor, 236 magister, 50 dokter spesialis, 262 alumni program profesi. Setiap orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan memperoleh ijazah, gelar dan ilmu. Ijazah penting untuk kerja dan naik pangkat. Ijazah juga perlu, tetapi setelah itu hanya disimpan di dalam lemari.JK mengatakan. Ijazah bisa terbakar, tetapi ilmu tidak. Yang penting, apakah ijazah dan ilmu diperoleh dan dipergunakan dengan baik. Dengan berbagai macam ilmu dan keahlian, tentu ilmu akan memberikan nilai tambah manfaat bagi produktivitas dan efisiensi kehidupan manusia. Inilah manfaat dari ilmu sains.

…dst

13 ) Pendidikan
159 Mahasiswa UI KKN di Perbatasan
http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/05/1747103/159.Mahasiswa.UI.KKN.di.Perbatasan

Selasa, 5 Juli 2011 | 17:47 WIB
DEPOK, KOMPAS.com – Universitas Indonesia (UI) melepas 159 mahasiswa ke sembilan titik yang tersebar di pulau terdepan dan negara yang berbatasan dengan Indonesia yaitu Malaysia dan Timor Leste, sebagai program Kuliah Kerja Nyata Universitas Indonesia (K2N UI) tahun 2011. Tema K2N UItahun ini adalah “Merekat NKRI di Pulau-pulau Terdepan dan Perbatasan Menuju Masyarakat Mandiri”. Dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (5/7/2011), Kepala Kantor Komunikasi/Juru Bicara UI Vishnu Juwono mengatakan, para peserta K2N UI menetap di rumah warga sejak 20 Juni 2011 dan melakukan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui program kerja rutin. Program tersebut diantaranya, Rumah Kreatif, Kampung Berseri, Penyuluhan Hukum dan Kesehatan untuk warga sekitar.

…dst

14 ) KERANG RAKSASA
Temuan Tunggu Verifikasi Ilmiah
http://cetak.kompas.com/read/2011/07/06/04290462/temuan.tunggu.verifikasi.ilmiah

06 Juli 2011
KENDARI, KOMPAS – Temuan yang diduga dua spesies baru kerang raksasa (kima) di perairan Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu, menunggu verifikasi ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebagai otoritas berwenang, sekaligus mendorong pemberian status perlindungan. “Lembaga yang berwenang dan kompeten memverifikasi dua spesies kerang itu adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),” kata Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara Priehanto di Kendari, Selasa (5/7). Seperti diberitakan, kelompok swadaya Konservasi Taman Laut Kima Toli-Toli di Kabupaten Konawe, Sultra, mengidentifikasi dua spesies baru kima yang tak tercatat hidup di Indonesia. Keduanya serupa dengan Tridacna tevoroa dan Tridacna rosewateri. Selama ini, T tevoroa diketahui hanya hidup di Kepulauan Fiji dan Tonga di Pasifik dan T rosewateri hanya ditemukan di Mauritius dan Madagaskar. Belum ada kepastian ilmiah soal temuan itu ataupun alasannya ada di perairan Indonesia.

…dst

15 ) Astga, Mahasiswi Korban Perdagangan Manusia Layani 258 Pria
http://id.berita.yahoo.com/astga-mahasiswi-korban-perdagangan-manusia-layani-258-pria-130632277.html

5 Juni 2011
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG – Mafia perdagangan orang (Human Trafficking) menggunakan berbagai cara untuk mengelabui korbannya. Seorang mahasiswi di Kota Bandung, Jawa Barat menjadi korban. Ia tidak menyangka lokasi spa tempatnya bekerja justru menjebaknya ke arah prostitusi. Selama tiga bulan ia menderita, hingga akhirnya berhasil kabur dan melapor ke pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) di Jalan Riau NO 2 Kota Bandung, belum lama ini. Saat ini kasusnya dalam penanganan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Jabar.

…dst

16 ) Korupsi
Daftar 45 Pelarian Indonesia ke Luar Negeri
http://nasional.kompas.com/read/2011/07/04/09464965/Daftar.45.Pelarian.Indonesia.ke.Luar.Negeri

Senin, 4 Juli 2011 | 09:46 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Belakangan, pemberitaan soal korupsi di Indonesia didominasi oleh dua nama: Muhammad Nazaruddin dan Nunun Nurbaeti. Keduanya pergi ke Singapura dengan alasan sakit dan menjalani pemeriksaan di negeri itu. Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games di Palembang. Nunun, isteri mantan Wakapolri Adang Darajatun, adalah tersangka kasus dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004 yang dimenangkan Miranda Goeltom. Dari Singapura, Nunun diduga kabur ke Kamboja atau Thailand. Paspor keduanya telah dicabut.

…dst

17 ) Sekilas dalam Negeri
Indonesia Kirim Lima Tim Olimpiade Sains Internasional
Innalillahi
Dai Sejuta Umat Berpulang
Zainuddin MZ Meninggal Dunia
Presiden Sampaikan Duka Cita Kepada Keluarga Zainuddin MZ
Gudeg Terakhir untuk Sang Da”i
Daftar Nama Koruptor Pelarian Indonesia
Daftar 45 Pelarian Indonesia ke Luar Negeri
Penenunpun dibajak
Brunei dan Malaysia Bajak Penenun Songket Sambas
Kasus Nazaruddin
Lenyap dari Singapura, Nazaruddin Uji Komitmen Pemerintah
Istimewanya Kasus Nazaruddin bagi KPK
Nama Nazaruddin Muncul di Situs Interpol
Demokrat: Daripada Main Tuduh, Menyerah Sajalah Nazaruddin
Demokrat Ancam Media Penyebar BBM Nazaruddin
Anas Laporkan Nazaruddin ke Polisi
Nazaruddin Tidak Ada di Singapura
Nazaruddin: Uang Mengalir ke Andi dan Anas
SBY: Tangkap Nazaruddin!
Kasus Andi Nurpati
Dibantah, Surat Palsu Penetapan Kursi Tahap III
MK Tolak Buat Surat untuk Caleg Gagal
Sekilas Ekonomi
Menkeu Agus: Pemerintah Belum Putuskan Naikkan Harga BBM
Anggaran Meningkat, Pemerintah Pertahankan Harga BBM
Sertifikasi Bankir BUMN Didukung
BUMN Tambah Modal Rp 61 Triliun
UMKM Diusulkan Bebas PPh
Sekilas PLTN
Batan Fokuskan PLTN di Bangka Barat
Gubernur Babel: Pembangunan PLTN Tetap Jalan
Kisruh PSSI
Sulut-Sumut Terancam Gagal ke Kongres
Lain-Lain
Tiga Orang Anggota DPR Diberhentikan
Penduduk Indonesia pada 2011 Lebih dari 241 Juta
Mantan Bos IMF
Kasus Strauss-Kahn Dibatalkan
Strauss-Kahn Akan Tuntut Wartawati …
Thailand
Tugas Berat Menanti Perdana Menteri Perempuan Pertama Thailand
Pheu Thai Buka Jalan Pulang Thaksin
Libya
Rusia-NATO Berselisih soal Operasi di Libia
Jet NATO Tingkatkan Serangan Bom di Libya
Rusia dan NATO Bertikai Soal Operasi di Libya
Jepang
Setelah Bencana, Upacara Perceraian Meningkat di Jepang
Merasa Sakiti Rakyat, Menteri Mundur
Nokia Keluar dari Pasar Jepang mulai Agustus Mendatang
Tunisia
Ben Ali Divonis 15 Tahun, Miliki Tak Sah Senjata (mantan Presiden)